Hari itu dimana aku salah memilih dan bersikeras walau orang tua ku melarang dan memperingatkan atas apa yang ku pilih.
aku hidup dengan status baru sebagai seorang istri, dimana aku harus selalu berusaha menutupi apa yang ku rasakan.
Hingga dimana hidup ku bagai di ujung jurang neraka yang menjelma di dalam bumi,
rasa ingin mengakhiri waktu untuk diriku sendiri.
sayang Tuhan masih baik mengirimkan perantara untuk hidup ku.
hari hari ku masih dengan segala pertanyaan hingga ayah ku datang ke rumah ku dengan seribu misteri jawaban.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ganendra Badrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukti bukti terkumpul
"Ini ku berikan ada beberapa rekaman yang kami minta lewat penjaga keamanan dan cctv dirumah yang di pasang oleh ayah."
Revo membuka file demi file yang di dalam folder laptop dengan seksama menyimak hingga habis file tersebut di buka nya, recording rekaman yang menjadi bukti perlakuan tidak indah di lakukan oleh chandra, membuat Revo geram.
"Om, maaf jika di ijinkan saya akan memproses ini ke jalur hukum, saya tidak terima orang saya kasihi di perlakukan seperti itu, dan bukti card credit yang di pegang oleh dia juga bisa menjadi bukti sebagai penggelapan dana pribadi."
"Silakan lakukan bersama dengan nak vandy, nak."
"jangan kau kerjakan ini semua sendiri, akan berbahaya untuk dirimu sendiri."
Tungkas Banu mengijinkan revo melanjutkan kasus kasus yang sedang di kumpulkan bukti nya.
"Vo, ada banyak bukti di ponsel bunga tapi kami tidak bisa membuka log nya, kami tidak mengetahui apa yang menjadi kunci nya, apa kamu bisa membantu."
Pinta vandy berharap ada harapan disana, semua bentuk dan percakapan ada di dalam ponsel bunga, karena bunga jarang menghapus memori ponsel nya.
Nanti akan ku bantu membuka semoga bunga masih sama seperti dulu menggunakan metode bahasa untuk log seluruh sosial media dan ponsel nya.
Bagaimana dulu ia bisa bertemu dengan chandra, aku ingin sekali mengetahui nya vand, apa bisa kau jelaskan pada ku sedikit.
Tidak lama Helen keluar bergabung dengan mereka,
"Ayah... Ibu memanggil ayah, ada yang mau ibu bicarakan ke ayah, biar aku aja yang menemani mereka disini."
Banu langsung bangkit dari bangku berlalu masuk ke dalam, "kalian bicarakan semua dengan kepala dingin jangan sampai salah mengambil keputusan anak anak."
"Baik ayah". jawab vandy singat
"Kamu mau tau cerita bagaimana bunga mengenal Chandra, vo? akan ku beritahukan seluruh nya jika itu bisa membantu mu untuk lega dan leluasa."
Helen membuka percakapan yang sempat hening beberapa waktu.
Story tentang ****Chandra****
"Dulu tepat nya dua tahun lalu bunga yang baru kembali ke Indonesia, begitu sering bersosial media, hingga ada satu akun yang menyapa nya, kau tau bunga tidak bisa mengabaikan orang yang menyapa nya, dia membalas karena virtual accoun nya begitu banyak pertemanan yang sama dan dia mengenal beberapa dari pertemanan nya."
"Hingga ke deketan mereka terjalin, awal nya chandra begitu baik dan perhatian pada bunga, bunga pun terlena karena setelah meninggal nya andra dia tidak dekat dengan siapapun laki laki selain vandy yang memang selalu bareng sama kita."
"Bunga tertutup dan merapatkan informasi apapun tentang chandra hingga aku ngak tahan mendesak nya menceritakan semua yang terjadi, aku sering melihatnya murung seperti tanpa sebab, tapi aku ngak menyerah karena bunga bukan tipe yang akan murung tanpa alasan".
"Perlahan dia menceritakan semua tentang chandra,bunga menceritakan chandra hidup menumpang di keluarga tante nya, bunga sama sekali menyukai karena Chandra sering bercerita tentang keluarga nya,
Dia merasa harga diri laki laki tidak pantas di perlakukan seperti pembantu atau asisten rumah tangga, sementara tante nya memiliki anak perempuan.
Bunga meminta nya untuk keluar dari rumah itu, awal nya bunga mencarikan kost pria di dekat Chandra bekerja, tapi lambat laun beberapa bulan kemudian chandra meminta untuk tinggal di apartemen yang bunga miliki dengan alasan sayang bayar kost, bisa di pakai untuk tabungan menikah mereka, bunga meng iyakan apa yang Chandra minta,
Chandra bekerja di perusahaan swasta sebagai marketing officer asuransi, beberapa bulan setelah tinggal di apartemen, dia memberitahu bunga bahwa diri nya di down grade dari pekerjaan nya dari pegawai kontrak menjadi broker yang hanya mengandalkan komisi dari penjualan, bunga tidak mempermasalahkan hal itu Vo".
"Berarti mereka sudah dua tahun jalan bersama sampai kejadian itu terjadi len?" potong revo menanyakan dengan tegas
"Betul sekali, Vo."
"Dan bunga ngak tinggal diam mencarikan pekerjaan untuk dia dan menanyakan mau bekerja atau usaha mandiri."
"Candra memilih untuk usaha mandiri dan modal seluruh nya bunga keluarkan dari tabungan nya selama ia bekerja dan yang di berikan ayah."
"Bukan jumlah yang kecil bunga keluarkan untuk modal itu, ratusan juta keluar dengan mudah tanpa menghitung laba dan rugi, bunga mempercayai nya begitu nyaman, hampir setahun berjalan usaha itu ngak pernah sedikitpun bunga meminta report penjualan, hingga ketika bunga melihat barang yang menjadi stock nya habis."
"Setiap dua minggu sekali bunga selalu di minta nya uang untuk keperluan dengan memelas, alasan ngak tega bunga memberikan begitu saja, aku heran apa yang di pikiran bunga sampai seperti itu.
Kebutuhan Chandra semua di penuhi tanpa ada kekurangan, dia menutupi dari ayah dan ibu, akupun baru mengetahui nya belum lama setelah bunga berdebat dengan ayah.
Card credit milik bunga di berikan pada chandra supaya tidak terlalu sering mengganggu nya jika sedang bertugas hanya untuk meminta uang pada bunga. Sudah setahun lebih CC itu di pegang oleh Chandra, vo"
"Entah alasan apa membuat ayah tidak menyukai nya padahal ayah belum pernah mengenal dan melihat nya, ayah dan bunga sempat bersi tegang beberapa waktu karena bunga meminta ijin ke ayah tentang hubungan mereka."
"Tapi aku yakin selama ini bunga di awasi oleh ayah dari jauh, jika tidak mungkin akan lebih fatal akibat nya untuk bunga sendiri."
Semua kontrol diri bunga seperti tersihir oleh cinta nya ke Chandra, tidak bisa berfikir logis semua tentang perasaan."
"Ayah pun ngak pernah sebegitu keras pada bunga, hingga beberapa fasilitas yang diberikan pada bunga di cabut oleh ayah, dua tahun ini bunga hanya mengandalkan pekerjaan dan usaha nya yang berjalan.
Untung takdir selalu baik pada hidup bunga, ngak pernah bunga merasa kurang atau pas pasan."
"Aku menemani bunga bertahun tahun tidak pernah melihat bunga seperti selama dengan chandra, begitu membatin ngak ada kehangatan dan kebahagiaan di hari hari nya,bahagia nya jika sedang menonaktifkan ponsel nya seperti memiliki dunia nya sendiri."
"Pergi menyendiri atau melukis bahkan sampai menonton. ngak bisa di bayangin sebegitu damai dengan hal seperti itu."
"Sekarang mungkin saja bunga lelah dia selalu bertanya apa salah nya sampai di perlakukan seperti ini, kenapa ayah selalu menentang nya."
"jika sudah mencintai seseorang bunga tidak mau menyerah masih berharap orang itu akan berubah, padahal tidak akan pernah berubah sedikit pun."
"Chandra memiliki wanita lain selain bunga, yang bunga mencari tau itu teman kantor tempat chandra bekerja. Bunga tidak menggubris apapun itu, harapan nya masih sama nanti akan berubah."
"Yang di butuhkan chandra hanya materi bunga, buka sejati nya bunga. Aku sedih tidak bisa berbuat banyak."
"Sampai sekarang chandra masih tinggal di apartemen yang bunga miliki ngak abis pikir masih bisa tinggal disana, berusaha untuk pindah keluar dari sana."
"Andai aku bisa melakukan sesuatu aku mau sekali mengantikan nya melewati ini, kami kehilangan bunga."
"aku tidak bisa pergi jauh selama bunga masih seperti sekarang, ingin menyingkirkan nya dari apartemen itu supaya dia sadar tapi ayah melarang, biar ayah saja yang melakukan itu, pesan ayah pada kami."
Penjelasan Helen di simak dengan baik tidak di potong revo, Revo mencerna kalimat demi kalimat semua yang di ceritakan sama seperti vandy menceritakan pada nya.
"Apa yang bisa ku bantu untuk kalian saat ini ? Akan ku lakukan untuk bunga"
Helen dan vandy berfikir sejenak
"Kalau kamu mau bantu, tolong ambil lah alih atas bangunan yang di miliki bunga yang di pakai oleh chandra dan semua aset yang ada di dalam nya, akan ku berikan surat surat untuk mengambil hak itu."
"kamu tidak perlu takut, kami akan membuat seperti kamu sudah membeli nya tanpa di ketahui oleh chandra."
"Aku akan persiapkan beberapa hari kedepan."
Jelas Helen singkat di iyakan oleh Revo,
untuk saat ini hanya itu dulu, karena ayah melarang kami bertindak jauh selama bunga belum sadarkan diri.
Tapi kalau kamu lelah membantu kami jangan di paksakan kami tidak akan memaksa hal itu padamu Vo.
"aku tidak keberatan sama sekali, aku akan perjuangkan untuk bunga, aku akan menjaga nya sama seperti dulu aku menjaga nya"
"baiklah, aku masuk dulu ke dalam ya lanjut kalian ngobrol nya, nanti aku antar cemilan untuk kalian.."
...****************...
Menjelang malam, Pak Dayat datang ke rumah perawatan menemui Banu, melaporkan apa yang di tugaskan oleh nya.
"Den, bapak ada atau lagi pulang?"
"Sini duduk dulu pak, saya lagi buat kopi sekalian ya pak santai dulu nanti ayah akan keluar lagi ada zoom meeting sejam kedepan."
"Baik den, saya tunggu disini"
Mereka mengobrol bertiga, Revo yang enggan untuk pulang memilih untuk menginap bersama vandy menjaga juga.
Revo menatap heran pada pak dayat yang di perhatikan menjadi canggung.
"Salam kenal den, saya Dayat pekerja pak banu, baru enam bulan dari nona muda sakit, maafkan saya ini karena saya."
Revo semakin heran, menatap sambil mengulurkan tangan nya saya Revo pak.
"ih bapak mah jangan terus merasa bersalah begitu, bukan salah bapak, nanti ayah marah loh bapak terus menyalakan diri sendiri" celetuk vandy membawakan tiga gelas kopi.
"Minum dulu kopi nya masih hati hati panas".
"Pak, kenapa bapak menyalahkan diri bapak ?" telisik revo mencari tau.
"nganu den, saya yang menabrak nona bunga waktu itu, saya ngak tau tiba tiba berdiri di tengah jalan kendaraan saya lagi laju cepat, tapi pak banu malah meminta saya bekerja untuk nya saya pikir saya bakal masuk penjara waktu itu kasian anak istri nya, saya cuma driver online"
"Tapi bapak malah ngasi fasilitas untuk anak istri saya, anak saya di biayain sekolah dan kebutuhan rumah saya lebih dari cukup sekarang di buat bapak, saya masih bingung harus berbuat gimana membalas nya."
"Jangan bingung pak, lakukan sesuai tugas aja, om memang begitu, ngak mau pekerja nya susah anak anak nya harus sekolah dengan layak, itu yang membuat nya hidup damai dan sejahtera selalu mempedulikan orang lain, yang betah pak kerja sama om banu, beliau orang baik."
Revo mendapat informasi lagi bahwa yang di ceritakan tadi benar ada nya bunga tidak sengaja atas kecelakaan ini, karena sikis nya membuat drop.
"Alhamdulillah saya ada di lingkungan orang baik selalu berfikir positif semoga berkah untuk saya dan keluarga saya juga keluarga bapak. terima kasih Ya Allah di kelilingi orang orang baik."
Dayat tersenyum lega senang berada di lingkungan yang begitu hangat tidak memandang dan membedakan kasta.
"Ayah, pak dayat nunggu di depan" Vandy yang menghampiri banu di ruang kerja nya memberitahu kedatangan nya.
"oke, lima belas menit lagi ya tunggu sebentar."
"Halo pak, bagaimana kabar nya?
banu menyapa dayat sambil menjabat tangan nya.
"Alhamdulillah baik pak, saya datang mau menyampaikan berita yang bapak tugaskan, saya sudah mendapatkan informasi tentang chandra dan memperhatikan setiap gerak nya, saya melihat kondisi nya sudah tidak seperti bulan pertama dan kedua setelah pasca kecelakaan kemarin pak, hanya sering lalu lalang di perrukoan kecil tapi jarang sekali ada disana dan seperti nya sudah hampir terbengkalai karena isi ruko tersebut hampir kosong ngak ada barang lagi."
"Baiklah, terus di perhatikan kan pak dayat.
apa masih sering kembali ke apartemen bunga?"
"Owh kalau itu masih pak keluar selalu di sore hari dengan berkendara motor besar nya dan pulang di tengah malam sekali pak, penampilan nya sekarang sangat memprihatikan sekali."
"Biarkan dia merasakan sengsara bagai bangkai hidup pak,pak dayat sudah makan ? Makanlah istri saya sudah memasak, ambil lah di meja makan pak jangan sungkan".
Banu senang dengan kinerja pak dayat yang selalu baik dan tepat sesuai arahan.
"Alhamdulillah pak, terima kasih nanti saya makan baru ngopi biar turun dulu gula nya pak", cengiran Dayat
membuat yang lain tertawa.
Gula kok turun pak pak...
bakat jadi lawak tapi masih takut sama bos kaya nya nih.
"Ayok pak dayat makan bareng kita, kita juga mau makan nih, revo menginap malam ini, pak dayat mau ikutan bergadang ngak nih....?"
Ajakan vandy ngak akan pernah bisa di tolak pak dayat, merasa senang mempunyai lingkungan baru yang begitu hangat dan haru untuk dirinya.
"Lah boleh den, ayo kita makan sekarang jangan makan dulu nanti mules udah basi makanan nya.hehehe"
mereka berempat pun tertawa bersama sambil bangkit dan jalan ke meja makan.