NovelToon NovelToon
-

-

Status: tamat
Genre:Teen / Perjodohan / Tamat
Popularitas:129.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sobat Van



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sobat Van, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Flashback on

Seorang anak laki-laki sedang berlari-lari sambil menendang bola di taman, dia di dampingi oleh neneknya yang berumur 39 tahun.

Seketika pandangan nenek itu lengah dan ia terkejut saat melihat cucunya berada di tengah jalan, dia mencoba menghampiri cucunya yang ternyata terjatuh dan terluka.

"Fan cepat pergi" ucap sang nenek yang hendak menghampiri cucunya

Siapa sangka cucunya sudah tau bahwa dirinya berada di tengah jalan dan harus pergi, sehingga saat nenek itu akan menyelamatkan cucunya, dia sudah terlambat karena cucunya sudah berada di tepi jalan, namun tanpa di sadari di sisi kirinya melaju mobil dengan kecepatan tinggi dan oleng.

"Bruugghh"

Terjadilah kecelakaan di sana di mana seorang anak perempuan menjadi korbannya, anak perempuan itu mendorong dengan sekuat tenaga kepada nenek itu untuk pergi menghindar namun sayang malah anak perempuan itu yang terluka.

Darah pun bercucuran di mana-mana dan nenek itu langsung menelpon ambulans dan membawa putri itu ke rumah sakit.

Flashback off

Saat dia pulang melepas penat, seketika ibunya datang dan langsung memberinya tugas, dengan halus Mifta mencoba melawannya.

"Tetapi yang benar saja bu, a–aku baru sampai dari kampus dan pekerjaan ku," kata Mifta yang masih menggendong tasnya.

"Kenapa?" tanya ibunya.

"Eeee ... baiklah aku akan mengerjakannya." jawab Mifta.

Saat dia sedang membawa benda yang mudah pecah, tanpa disadari ada yang menyandung kakinya hingga dia terjatuh dan barang yang dia bawa pecah.

"Ahahahahaa... makanya kalau jalan pakai mata, kan jatuh hahahah...." Terdengar tawa girang seseorang.

"Jalan kan pakai kaki masa mata." gumam Mifta yang terdengar oleh orang itu.

"Apa!" kesalnya.

"Eh tidak... kamu siapa?" tanya Mifta menatap wajah perempuan cantik berambut sebahu.

Mendengar keributan itu, ibunya datang dan menghampiri mereka.

"Dia adalah Lia, sodara tirimu yang baru saja datang dari luar kota." Jawab ibunya.

"Maksudnya kakak tiriku?"

"Iya dan lo harus nurut ucapan gue." kata Lia tertawa

"Cepat bersihkan pecahan itu!" pinta ibunya dan dijawab anggukan Mifta.

Tepat setelah Magrib Mifta mendengar suara ketukan pintu saat dia sedang menata buku-buku di Ruang tamu.

"Ayah... akhirnya kau datang." ucap Mifta yang langsung memeluk ayahnya.

"Hei putri ayah kenapa?" tanya ayahnya yang melihat wajah putrinya begitu pucat.

"Aku ... eh mas Al sudah pulang." potong ibunya

Mifta yang tadinya ingin mengadu langsung mengurungkan niatnya dan pergi ke kamarnya.

Malam Harinya

Mereka dijemput oleh orang suruhan keluarga Affan dan betapa senangnya wajah ibu dan kakaknya Mifta.

Karena mereka berpikir bila Mifta memiliki hubungan dengan keluarga Su atau panjangnya adalah Subadra kehidupan mereka akan terjamin.

"Ayah ... apakah ini yang terbaik untukku?" Mifta yang bertanya menatap wajah ayahnya.

"InshaAllah ini yang terbaik Mifta." jawab ayahnya tersenyum.

Sesampainya di tempat tujuan. mereka langsung disambut hangat oleh keluarga Affan.

"Silakan di minum tehnya," kata ibunya

Dan mereka pun berbincang-bincang sedikit sebelum ke pembicaraan inti.

"Jadi bagaimana dengan kelanjutan pertunangan ini?" tanya ayahnya Mifta.

"Kedepannya saya ingin mereka menikah." jawab pak Ferdi.

"Kalau begitu saya setuju, lebih cepat kan lebih baik, jadi kapan pernikahannya?" kata bu Sella tersenyum licik.

"Menurut perjanjian dulu mereka akan menikah saat umur 20 tahun" ucapnya

"Baiklah sebelum itu kita akan menyiapkan keperluannya" jawab ayah.

Beberapa Hari Kemudian

Mifta yang tidak ada kegiatan di sekolah. Dia di suruh menjaga rumah karena ibu dan kakaknya akan pergi berbelanja.

Mifta kembali ke pekerjaan rumahnya, dia mulai mengepel, menyapu, membersihkan debu dan sebagainya.

Hingga tepat jam setengah sembilan teleponnya berbunyi dan dia yakin itu pasti telepon dari Nisa yang akan menanyakan mengapa tidak berangkat kerja.

"Assalamu'alaikum. halo Nisa maaf ya aku tidak bisa datang soalnya aku disuruh ibu ku untuk jaga rumah," Jelas Mifta

"Buka pintunya." jawab seseorang yang membuat Mifta kaget.

"Affan ... lah ini nomor Affan da–dapat dari mana?" Dia yang tak percaya dengan suara di balik handphone itu.

"Buka pintunya." ucapan itu terus diulang Affan dan Mifta pun langsung membukakan pintu rumahnya.

"Ada apa Affan?" tanya Mifta.

"Jalan, yuk!" Jawaban Affan membuat mata Mifta membulat karena terkejut mendengar ucapannya.

"Eh hah apah ... ja–jalan?" kata Mifta yang ragu mendengar Ucapan Affan

"Ya." jawabnya

"Tetapi aku disuruh jaga rumah,"

"Rumah kamu aman, yuk!" ucapnya yang menarik tangan Mifta. Dan langsung masuk ke mobilnya Affan dan mulai melaju.

"Mengapa Affan ngajak jalan-jalan ya, tunggu jangan-jangan ini ... kencan?" batin Mifta yang langsung melirik Affan.

"Jangan berpikir yang aneh-aneh, ingat ini bukan kencan ini permintaan ayah ku, kau ajak temanmu dan aku ajak temanku." ucapnya dan di jawab anggukan Mifta.

"Aku terlalu pede." batin Mifta.

Tak berapa lama kemudian semuanya telah berada di dalam mobil dan mereka akan pergi wekeend ke taman yang terkenal di kota itu.

Sesampainya di tempat tujuan. mereka langsung menggelar tikar dan ditaruh beberapa makanan diatasnya.

"Lama-lama kita akrab juga," Dengan cepat Nisa langsung memulai pembicaraan untuk mencairkan suasana.

"Ya kau benar, akhirnya nambah juga temanku." jawab Rifki tertawa.

"Oiya pas kegiatan KKN nanti semoga kita bersama ya, duh gak kebayang gimana jadinya," kata Nisa tersenyum girang

"Yaa aku setuju gimana fan?" tanya Rifki menepuk pundak temannya.

"Ya." jawabnya singkat.

Tak sengaja Affan menyenggol lengan Mifta dan dia langsung merintih kesakitan.

"Agghhh... sakit."

"Eh kenapa?" tanya Affan.

"Mengapa tangan kamu Mifta?" Nisa yang khawatir langsung mendekati Mifta dan membuka lengan baju Mifta dan terlihat ada luka bakar yang terlihat baru.

"Astagfirullah. siapa yang berbuat ini padamu?" tanya Nisa menatap temannya.

"Aaaaaa ... ini udah biasa kok." jawab Mifta tersenyum.

"Biasa apanya pasti gara-gara ibumu, kan?" kesal Nisa yang mengingat ibu tirinya selalu menyiksa Mifta.

"Ibumu, ada berapa luka?" Tanya Rifki yang membuat Mifta menceritakan seluruh kejadian yang dia alami.

Mifta menceritakan bahwa, setiap kejadian selalu meninggalkan bekas luka yang tidak pernah hilang dan ucapan itu membuat ketiga hati temannya luluh dan ikut sedih.

"Ini tidak bisa dibiarkan, akan aku beri pelajaran dia," kesal Affan

"Jangan Affan, dia orang tua gak baik," kata Mifta

"Tetapi Mifta ibumu selalu mempermainkanmu hingga terluka," kata Nisa memegang kedua tangan Mifta.

"Tidak apa-apa kok." jawab Mifta tersenyum.

"Tidak ... aku akan ... duh!" ucap Affan yang seketika merasakan sakit di dadanya.

"Kamu kenapa fan?" Tanya kedua gadis itu secara bersamaan.

"Cepat bawa Affan ke mobil!" kata Rifki yang menyadari apa yang sedang dialami Affan.

Tanpa basa basi mereka langsung membawa Affan masuk ke dalam mobil dan Rifki mengendarai mobil menuju Rumah Sakit.

"Ini kenapa ki?" tanya Mifta dan Nisa bersamaan.

"Penyakitnya kumat." jawab Rifki

"Penyakit apa?" Pertanyaan mereka tak di jawab oleh Rifki, karena dia sedang sibuk mengendarai mobil.

Sesampainya di rumah sakit mereka langsung memanggil Suster untuk meminta kursi roda dan Affan pun dibawa ke UGD.

"Affan sakit apa ki?" tanya Nisa.

"Dia punya penyakit jantung bawaan dan kambuh lagi." jawab Rifki yang tak sengaja mengatakan yang sebenarnya.

"Apa! mengapa gak bilang dari dulu!" kesal nisa.

"Bawaan lahir gitu, Astagfirullahalazim kasian banget Affan." sedih mifta.

Mereka masih menunggu di depan ruang UGD dengan perasaan gelisah hingga dokter pun keluar dari ruangan.

"Bagaimana keadaan dia dok?" tanya Rifki.

"Pasien baik-baik saja, sudah kami tangani jadi tenang saja." jawab dokter yang membuat mereka lega.

Mereka pun masuk ke ruangan dan terlihat Affan yang terbaring lemas di ranjang kasur rumah sakit.

"Fan kamu gak apa-apa kan?" tanya Nisa.

"Ya." jawabnya.

"Fan, tadi pagi kamu makan apa jadi kumat lagi?" kata Rifki namun tak dijawab oleh Affan.

"Fan ...." Panggil Mifta dan langsung ditatap oleh Affan.

"Apa?" jawabnya.

"Eh gak jadi deh." kata Mifta tertawa kecil.

1
M⃠☀𝖄𝖚𝖑𝖎𝖆🐝⃞⃟
ish nambah trs yg jahat...
M⃠☀𝖄𝖚𝖑𝖎𝖆🐝⃞⃟
cantik nisa 🏃🏃🏃
M⃠☀𝖄𝖚𝖑𝖎𝖆🐝⃞⃟
bnyak yg jahat sih,,, bikin gemes aja
Nayla Apriliani (-"-;)♡
andai ada season 2 thor 🙁
sad ending ya😢
🍾⃝🦊 Tasya
kak follow aku ini tasya
Teu: done️️️
total 1 replies
🐞 Dian
aku kembali hadir author 😁
semangat yah....
jangan lupa mampir balik🙏
lima like kak
@BUMI_06
udah ku pavoritkan KK.mari Sling dukung
Raraa:)
5 like,rate5 udh mendarat
Lenkzher Thea
Lanjut thor, 5 bom 👍like sudah mendarat di episod yang tertinggal
Lenkzher Thea
Mantap 👍like
Lenkzher Thea
Lagi 👍like
Lenkzher Thea
👍like lagi
Lenkzher Thea
Semangat kaka thor 👍like
nazaruddin thamrin
10 Like mendarat di bab tertinggal. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Martina Alfarizqi
6 like
sariz07
cieh mulai ada rasa
sariz07
ada aja idenya 🤣

salam
Pasangan Terbaikku 😁
Teu: Siap mampir
total 1 replies
sariz07
jangan2 tunangannya
sariz07
moga baik jodohny mifta
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
nanti kubaca dengan sliow ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!