NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Putri Terbuang: Pelayan Itu Ternyata Suamiku

Reinkarnasi Putri Terbuang: Pelayan Itu Ternyata Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Putri asli/palsu / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Buang mayatnya! Jangan sampai bau busuk anak angkat ini merusak pesta putri kandungku."
​Sepuluh tahun menjadi "boneka" sempurna keluarga Lynn, Nerina Aralynn justru mati dikhianati di gudang lembap demi memberi tempat bagi si putri asli, Elysia. Namun, maut memberinya kesempatan kedua. Nerina terbangun di masa lalu, kali ini dengan duri mawar hitam yang mematikan.
​Satu per satu kekayaan keluarga Lynn ia preteli. Namun di balik balas dendamnya, Nerina menemukan satu rahasia: Satu-satunya pria yang menangisi kematiannya adalah Ergino Aldrich Leif—kepala pelayan misterius yang aslinya adalah penguasa dunia bawah.
​"Aku adalah pedangmu, Nerina. Katakan, siapa yang ingin kau hancurkan lebih dulu?"
​Saat sang putri terbuang mulai berkuasa, mampukah ia menuntaskan dendamnya, atau justru terjerat obsesi gelap sang pelayan yang melindunginya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6: MAHKOTA YANG DICURI

​"Kak Nerina... aku sungguh tidak bermaksud jahat. Aku hanya ingin kita akrab, tapi aku salah cara. Tolong, maafkan aku."

​Suara Elysia Lynn pecah oleh tangis di ruang keluarga yang kini dipenuhi aura tegang. Gadis itu berlutut di atas karpet Persia, tangannya memegang ujung rok Nerina dengan gemetar. Di sekeliling mereka, Elyas, Anora, dan Nero menonton dengan raut wajah yang campur aduk antara rasa bersalah dan iba.

​Nerina hanya diam, wajahnya masih memerah sisa tangis tadi, namun tangannya perlahan mengusap kepala Elysia. Gerakannya sangat lembut, seolah ia benar-benar kakak yang pemaaf, padahal di dalam hatinya ia merasa sedang menyentuh kulit ular yang licin.

​"Sudahlah, Elysia. Berdirilah," bisik Nerina, suaranya sangat serak dan lemah. "Aku tidak marah. Aku hanya... aku hanya sedih karena mengira kamu membenciku."

​"Benarkah? Kakak memaafkanku?" Elysia mendongak dengan wajah penuh air mata.

​Nerina tersenyum tipis, sebuah senyuman martir. "Tentu saja. Kita sekarang keluarga, bukan?"

​Anora Lynn langsung mendekat dan memeluk Elysia dengan erat. "Syukurlah. Terima kasih, Nerina. Kamu memang anak yang berbakti. Ibu tahu hatimu sangat luas."

​Elyas berdehem, mencoba mengembalikan wibawanya. "Karena kesalahpahaman ini sudah selesai, kita harus fokus pada hal besar. Pesta perusahaan minggu depan bukan lagi sekadar perayaan tahunan. Aku memutuskan untuk mengumumkan status Elysia sebagai putri kandung keluarga Lynn secara resmi kepada publik."

​Nerina merasakan jantungnya berdenyut dingin. Di kehidupan dulu, pengumuman ini adalah awal dari pengucilannya.

​"Itu ide yang bagus, Ayah," sahut Nerina tetap tenang. "Elysia berhak mendapatkan pengakuan itu."

​"Dan Andrew," potong Nero sambil melirik Nerina dengan tajam. "Andrew juga setuju untuk mendampingi Elysia di panggung nanti sebagai perwakilan keluarga Fidelis. Dia bilang, sebagai calon anggota keluarga kita, dia ingin menunjukkan dukungannya pada putri kandung Lynn."

​Nerina hanya mengangguk pelan, seolah tidak keberatan tunangannya mendampingi wanita lain di depan ribuan mata.

​Malam semakin larut. Saat keluarga Lynn sudah masuk ke kamar masing-masing, Nerina berdiri di balkon belakang, menatap taman yang gelap. Ia menunggu seseorang.

​Langkah kaki ringan terdengar di belakangnya. Bukan langkah kepala pelayan yang elegan, melainkan langkah yang penuh kemenangan dan kesombongan.

​"Aktingmu di bawah tadi cukup bagus, Nerina," suara Elysia terdengar, kini tanpa getaran tangis, melainkan tajam seperti sembilu.

​Nerina tidak berbalik. "Aku belajar dari ahlinya, Elysia."

​Elysia melangkah maju, berdiri tepat di samping Nerina. Ia tidak lagi menunduk. Kepalanya terangkat angkuh, matanya berkilat menantang di bawah cahaya bulan. "Kamu pikir dengan rekaman CCTV itu kamu menang? Jangan konyol. Ayah dan Ibu tetap darah dagingku. Mereka hanya butuh sedikit air mata lagi dariku, dan mereka akan melupakan kalau aku pernah menjebakmu."

​Nerina akhirnya menoleh, menatap wajah cantik Elysia yang kini terlihat buruk karena kebencian. "Aku tidak pernah berpikir aku menang, Elysia. Aku hanya sedang menikmati pertunjukannya."

​"Nikmati selagi bisa," Elysia tertawa rendah, sebuah suara yang sangat sadis. "Karena di pesta minggu depan, saat dunia melihatku sebagai putri kandung Lynn yang sah, kamu hanya akan menjadi bayangan kusam. Aku akan merebut semuanya. Gelarmu, posisimu di perusahaan, dan yang paling penting... Andrew."

​Elysia mendekat, berbisik tepat di telinga Nerina. "Andrew sudah bilang padaku tadi sore di butik. Dia merasa kamu terlalu membosankan dan kaku. Dia bilang, dia ingin tahu bagaimana rasanya memiliki wanita yang 'nyata' sepertiku. Sebentar lagi, cincin di jarimu itu akan berpindah ke jariku, dan kamu... kamu akan kembali ke selokan tempat asalmu sebagai anak pungut."

​Nerina tidak bergeming. Ia justru memiringkan kepalanya, menatap Elysia dengan pandangan kasihan. "Hanya itu? Kamu menukar harga dirimu demi seorang Andrew Fidelis? Kurasa selera kita memang sangat berbeda, Elysia."

​"Apa katamu?" rahang Elysia mengeras.

​"Silakan ambil dia. Ambil Andrew, ambil gelar ini, ambil semua kemewahan palsu yang diberikan keluarga Lynn padamu," Nerina melangkah satu tindak maju, mengintimidasi Elysia hingga gadis itu refleks mundur. "Tapi ingat satu hal. Aku sudah pernah merasakan semuanya, dan aku tahu betapa cepatnya semua itu bisa hancur. Saat kamu berdiri di atas panggung nanti dengan mahkota yang kamu curi dariku... pastikan kamu tidak terpeleset."

​"Kamu menantangku?!" Elysia mendesis. "Aku akan menghancurkanmu sampai kamu memohon kematian, Nerina Aralynn!"

​"Aku tunggu waktunya," sahut Nerina dingin.

​Elysia mendengus marah dan menghentakkan kakinya pergi, meninggalkan Nerina dalam kesunyian. Namun, Nerina tahu ia tidak sendirian.

​Sebuah bayangan panjang muncul dari balik pilar balkon. Ergino keluar dari kegelapan, matanya berkilat berbahaya. Pria itu tampaknya telah mendengar setiap kata sadis yang keluar dari mulut Elysia.

​"Ular itu baru saja menggali liang lahatnya sendiri," suara Ergino rendah, penuh dengan ancaman yang tertahan.

​Nerina bersandar pada pagar balkon, napasnya sedikit berat karena menahan amarah. "Dia mengancam akan merebut Andrew, Gino. Dia pikir itu akan menghancurkanku."

​Ergino mendekati Nerina, berdiri sangat dekat hingga Nerina bisa merasakan panas dari tubuh pria itu. Ia mengangkat tangan, jemarinya yang kasar namun hangat menyentuh rahang Nerina, memaksa wanita itu menatapnya.

​"Biarkan dia mengambil sampah itu," bisik Ergino. "Andrew Fidelis tidak cukup layak bahkan untuk sekadar mencium debu di bawah kakimu. Jika dia ingin merebut kemewahanmu, biarkan dia merasakannya selama semalam. Karena saat pesta itu berakhir, saya sendiri yang akan memastikan dia kehilangan segalanya."

​Nerina menatap mata Ergino, mencari ketenangan di sana. "Dia sangat yakin pesta minggu depan akan menjadi kejayaannya."

​"Pesta itu akan menjadi pemakaman bagi reputasi keluarga Lynn," Ergino memberikan senyum miring yang mematikan. "Saya sudah menyiapkan kejutan untuk pengumuman Ayahmu. Saat beliau memperkenalkan Elysia sebagai putri kandung yang suci, seluruh dunia akan melihat video asli tentang apa yang sebenarnya dilakukan Elysia selama 'menghilang' sepuluh tahun ini."

​Nerina sedikit terkejut. "Kamu menemukannya? Masa lalunya di perbatasan?"

​Ergino mengangguk. "Dia bukan korban penculikan, Nerina. Dia adalah bagian dari sindikat penipuan kelas teri di sana. Dia pulang hanya karena dia butuh uang untuk melunasi hutang judinya."

​Nerina tertegun, lalu tawa kecil keluar dari bibirnya. Tawa yang penuh dengan kepuasan. "Ternyata dia lebih kotor dari yang kubayangkan."

​"Dia berani mengancammu," Ergino menarik Nerina ke dalam pelukannya, melingkarkan tangannya dengan posesif. "Itu adalah kesalahan terbesarnya. Tidak ada yang boleh bicara seperti itu padamu selagi saya masih bernapas."

​Nerina menyandarkan kepalanya di dada Ergino. Di balik seragam pelayan itu, ia bisa mendengar detak jantung pria itu yang tenang namun kuat. Pria ini, yang aslinya adalah penguasa bisnis gelap yang bisa meruntuhkan ekonomi negara dalam semalam, kini berdiri di sini hanya untuk menjadi pedangnya.

​"Gino," panggil Nerina lirih.

​"Ya, Nona?"

​"Di pesta itu nanti... aku ingin berdansa. Tapi bukan dengan Andrew."

​Ergino mengecup puncak kepala Nerina dengan lembut. "Tentu. Saya akan mengenakan setelan terbaik saya, dan seluruh dunia akan tahu siapa pria yang sebenarnya berhak berdiri di samping mawar hitam saya."

​Nerina tersenyum di dalam pelukan Ergino. Biarkan Elysia bermimpi tentang mahkota, karena minggu depan, Nerina akan memastikan mahkota itu berubah menjadi jerat leher bagi mereka semua.

1
Aditya Rian
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Ariska Kamisa
/Shhh//Shhh//Shhh//Shhh//Shhh/
aditya rian
burulah dinikahin nerina nya gino
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
anak angkat seakan sengaja dibuang agar bisa hidup
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
wow/Scare/
Ariska Kamisa: 🤔🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
aditya rian
mulai babak drak romance
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
rahasia terbaru👍
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
gino tidak mati dulunya? apakah time traveler?
Ariska Kamisa: ikuti terus ya🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
ergino keren amat
Ariska Kamisa: terimakasih🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
cettaass
aditya rian
wow tentara bayaran
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
💪💪💪💪💪💪
Ariska Kamisa: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
sepertinya ergino terobsesi 🤭
Ariska Kamisa: yes👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
ini mulai babak baru , misteri ibu kandung nerina.
Ariska Kamisa: betul
total 1 replies
aditya rian
gob**k elysia 🤣
aditya rian
ibu kandung nya hidup???
aditya rian
dibutakan oleh rasa bersalah karena telah terpisah lama ini orang tuanya jadi anak salah geh kaya ga mau salah🤭
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
rame👍
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!