NovelToon NovelToon
Cinta Satu Malam

Cinta Satu Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Hamil di luar nikah
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: annis13

Akibat dari cinta satu malam membuat Nara harus merelakan masa mudanya, setelah dikeluarkan dari kampus, ternyata Nara juga di usir dari rumah oleh keluarganya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annis13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 10

tidak ada pilihan lain besok paginya Nara mengajak putranya pergi ke kantor, semua ini karena keadaan dan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, meski semalam ia sudah mengerjakan dirumah sebagian, akan tetapi di kantor ia masih ada tembahan kerjaan ,

Nara memilih mengerjakan pekerjaannya di sofa. sambil menemani putranya yang sedang menggambar,, beruntungnya Rigel tidak rewel dan menangis, sepertinya bocah kecil ini paham jika bundanya lagi banyak kerjaan, sehingga ia tidak mengganggu,

" bund, ligel mau pipis"

V menghentikan pekerjaannya dan segera membawa warkop ke toilet, di usia yang baru saja beranjak 5 tahun putranya sudah memiliki rasa malu jika gulung pipitnya terlihat oleh bundanya dan bibinya , ia tidak pernah mau bila ditemani sampai kedalam toilet,

" sayang, sudah belum,,?

" sudah bunda, "

" bunda Rigel mau susu"

"ayok sayang , susunya kan didalam tas Rigel"

" oke, bund, "

" sayang , kamu tunggu disini dulu ya, bunda mau kedapur kantor dulu, mau bikin cofee dulu "perintah Nara

Anak yang penurut pun hanya mengangguk pelan sambil menye**t Su** yang ia minta tadi, dan merebahkan tubuhnya di sofa,

Nara pergi ke arah dapur kantor untuk membuat kopi dirinya agar tidak terasa mengantuk dikarenakan semalam ia lembur,

sementara itu ,Regan mencari kehadiran Nara di meja kerjanya tidak ada, Regan mengira jika Nara tidak datang beralasan yang lain,

" emang dasar kemarin bilang Sabtu mau datang mau ngerjain semuanya ini meja kerjanya kosong nggak ada orang" gerutu Regan

namun, saat Regan hendak melangkah kaki keluar dari ruang kerjanya Nara, tanpa sengaja ia melihat anak kecil sedang rebahan di sofa sambil minum nutrisinya, dengan menautkan alisnya dan membatin anak siapa yang sedang berkeliaran di kantornya, Regan mendekati anak tersebut, jika dilihat-lihat lebih dekat anak Itu sekilas hampir mirip dengan dirinya waktu kecil dari segi mata dan wajahnya Iya sangat mirip,

" Kampung ngapain Sabtu Sabtu begini ke kantor saya ini bukan tempat bermain kamu"

Rigel sedikit tersentak karena terkejut akan suara dari Regan

" ligel temenin bunda kelja om"

Regan semakin mengernyit keningnya.

Siapa yang nekat sekali membawa anak ke kantor, Apakah tidak tahu aturan kantor,?

" Kenapa harus ditemani, kan Bunda kamu sudah tua udah besar masa takut harus minta ditemani"

Rigel menatap manik mata seseorang yang sedang di depannya yang mengajak bertanya dan jawab namun ia tidak suka dengan pertanyaan orang tersebut yang mengatakan Bundanya sudah tua Padahal di luar sana banyak yang bilang kalau Bunda masih sangat cantik dan mudah,

" bundaku belum tua Om dia masih muda cantik pula" puji Rigel ke bundanya

" Oke saya tahu tapi sesuai dengan peraturan kantor anak kecil tidak boleh berkeliaran di sini apa Bundamu tidak paham, ,??

" aku tidak belkeliaalan om, kan aku anteng disinii, aku bukan binatang yang suka belkeliaalan om, "

berdebat dengan anak kecil membuat dirinya serasa bodoh dan membuat kepala berdenyut, sebenarnya dirinya juga menyukai anak kecil tapi yang malasnya adalah kejahilan yang luar biasa Seperti anak-anak yang pernah ia jumpai dia juga ingat jika dulu adiknya pun sangat nakal membuat kepala pusing, tapi melihat bocah yang ada di depannya yang anteng dan tenang membuat dirinya ingin mendekatinya

" Memangnya Bunda kamu ke mana, ,?

" bunda ligel, lagi bikin cofee om "

Rigel celingukan dan mencari keberadaan bundanya beberapa menit yang lalu Bunda meminta izin ingin pergi ke dapur membuat kopi,

" nah, tuh bunda om" tunjuknya

Rigel menujukan ke arah pintu dimana Nara sedang berjalan berdua dengan teman kantornya sambil membawa sebu𝙖h cangkir yang berisi kopi,

Melihat Nara semakin mendekat ke arahnya,.

" habis dari mana kamu, bukannya kerja malah pergi entah kemana"

" bapak tidak lihat, saya bawa apa ini" Sewot Nara menujukan cangkir yang ia bawa

" cepet kerja yang bener, biar cepet selesai, tuh Kasihan anaknya ditinggal sendirian lagi Yang udah tahu kerja ngapain coba bawa anak"

" suami kamu emang kem𝙖𝙣a si, gak bertanggung jawab amat sama istri "sewot Regan sambil pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban Nara.

melihat kepergian Bos edannya merasa sedikit cengok,

" dasar gak jelas banget tuh orang"

" bunda om tadi, bikin ligel kaget, Tiba-tiba dateng sambil teriak" adu Rigel

" tapi Rigel nggak papa kan nggak diapa-apain kan sama bos Bunda"

" tidak bunda, omnya cuma tanah, bunda kemana "

" syukur lah" Nara merasa lega, bosnya tidak melakukan apa apa ke putranya,

****************

sesuai perkiraan menjelang siang akhirnya Nara menyelesaikan pekerjaannya

"Rigel kamu tunggu sini dulu ya nak ,Bunda mau ke ruangan Bos Bunda dulu"

" iya bunda, ligel tunggu disini "

Nara pun bergegas masuk ke ruangan mengantar berkas yang sudah ia selesaikan,

1
Nova Maidania
ceritanya bagus tpi tulisan salah - salah jdi membacanya agak susah
leljum: hehe ya maaf ka, Terima kasih sudah mampir, nanti saya revisi ulang ka, 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!