NovelToon NovelToon
Rahasia Terbesar

Rahasia Terbesar

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Misteri / Epik Petualangan
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Lin Tian sadar dari tidur panjangnya selama 200 tahun dan mendapati tubuhnya masih seperti pemuda 18 tahun. Satu hal yang paling mengganjal: di istana ratu ular, semua makhluk memiliki tubuh ular, tapi ia berkaki dua sempurna. Siapa ayahnya? Siapa sebenarnya Kakek Han yang begitu ia rindukan? Ibunya, Ratu Medusa, mengurungnya berabad lamanya hanya untuk menyembunyikan sesuatu. Kini Lin Tian pergi ke dunia manusia. Bukan untuk bertualang, tapi untuk menggali satu rahasia yang ibunya lebih memilih membekukannya daripada mengakuinya. Rahasia terbesar tentang siapa dirinya yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dugaan Lin Tian

Lin Tian melayang di udara pada ketinggian lima ratus meter. Matanya menatap ke arah timur, ke tempat Kota Naga Patah berada, lalu ia menghela napas panjang yang terasa seperti mengeluarkan separuh jiwanya.

"Lao Hui, guru... kau... tidak sesederhana yang aku pikirkan," gumam Lin Tian pelan.

Ia kemudian mengaktifkan pedang terbangnya dan melesat cepat ke arah barat laut, menuju wilayah tengah untuk menemui keluarga Jiyue. Sepanjang perjalanan, pikirannya berputar sibuk menghubungkan berbagai petunjuk yang selama ini ia abaikan.

Lao Hui sepertinya tahu tentang keadaan Lin Tian yang kultivasinya disegel dan ingatannya juga ikut disegel. Karena teknik Pedang Seribu Cahaya yang diajarkan oleh Lao Hui secara langsung melemahkan segel yang dipasang ibunya. Ini memang terlihat seperti kebetulan, tapi semakin dipikirkan semakin terasa seperti rancangan yang matang.

Teknik Perisai Tubuh Emas juga secara langsung melemahkan segel ibunya. Setiap kali Lin Tian mengaktifkan teknik itu, tubuhnya seperti dimurnikan, membuat sesuatu yang asing di dalam tubuhnya melemah.

Lin Tian mengerutkan kening. "Apa ini kebetulan? Atau memang sudah direncanakan Lao Hui sebelumnya?"

Ia tidak tahu pasti. Tapi jika benar apa yang ia curigai, maka Lao Hui adalah sosok yang mengenal ibunya, dan mengetahui kondisi Lin Tian sebelum mereka bertemu. Pria tua itu kemungkinan tahu bahwa Lin Tian sedang dipenjara oleh segel, dan ia sengaja mengajarkan teknik-teknik yang secara perlahan menghancurkan segel itu dari dalam.

Lin Tian kemudian teringat tentang saran Lao Hui yang menyarankannya pergi ke barat. Itu mungkin dilakukan karena Lao Hui tahu akan ada serangan besar-besaran di wilayah selatan. Ia ingin Lin Tian keluar dari zona bahaya sebelum semuanya terjadi.

Tapi kalau memang Lao Hui tahu tentang serangan ini... kenapa Bai Kelong dan Bai Feng tidak diperingatkan?

Lin Tian menggigit bibirnya. Ia tidak tahu apa yang dipikirkan gurunya itu. Mungkin Lao Hui tidak tahu skala serangan akan sebesar ini. Mungkin Lao Hui hanya fokus melindungi Lin Tian dan mengabaikan yang lain. Atau mungkin ada alasan lain yang lebih dalam yang belum bisa ia pahami.

Lin Tian juga teringat tentang petunjuk ayahnya yang dulu ia dapatkan. Saat itu ia menyuruh beberapa tentara ras ular ibunya secara diam-diam untuk menyelidiki asal usulnya. Para tentara itu berhasil menemukan fakta bahwa ayahnya berasal dari Kota Bilou, sebuah kota kecil di selatan Benua Huanggu. Namun mereka tidak sempat mengatakan lebih lanjut karena Medusa datang dan terjadilah perdebatan sengit antara Lin Tian dan ibunya itu.

Dalam perdebatan itu, Medusa bahkan melebar dari pembahasan, menyinggung perihal kultivasi Lin Tian yang meningkat terlalu cepat. Ia menerobos dari Inti Emas ke Nascent Soul hanya dalam waktu satu tahun, lalu menuju tahap akhir Nascent Soul hanya butuh waktu empat bulan. Kecepatan itu tidak normal, bahkan untuk standar ras ular sekalipun.

Karena tidak ingin Lin Tian memberontak dan pergi mencari ayahnya, Medusa mengambil tindakan drastis. Ia menyegel kultivasinya, menyegel sebagian ingatannya, dan bahkan menambahkan ingatan palsu tentang masa lalunya. Itulah sebabnya saat terbangun setelah dua ratus tahun terkurung dalam peti es, Lin Tian hanya mengingat bahwa dirinya seorang kultivator Pendirian Fondasi tahap awal. Dan segel itu sangat kuat, karena Lin Tian benar benar merasakan seperti pemula, yang masih di tingkat pendirian fondasi.

Lin Tian berhenti di udara. Jaraknya sudah sekitar dua puluh kilometer dari Kota Naga Patah. Ia menoleh ke belakang untuk terakhir kalinya, meskipun kotanya sudah tidak terlihat karena tertutup bukit dan hutan.

"Feng... terima kasih sudah memberiku banyak pengalaman berharga di dunia manusia ini," ucap Lin Tian dengan suara berat. "Aku akan selalu mengingatmu sampai kapan pun."

Ia kemudian berbalik dan melesat kembali, meninggalkan wilayah selatan yang sudah berubah menjadi neraka. Perjalanan menuju wilayah tengah masih panjang, dan ia harus melewati beberapa wilayah yang mungkin juga terkena serangan makhluk kegelapan.

 

Di alam ras ular putih, di dalam kamar tidur utama istana yang sunyi, Ratu Medusa sedang terbaring di atas dipan batu giok. Tubuhnya yang ramping tertutup selimut sutra tipis, dan rambut hitam panjangnya terurai di atas bantal. Ia tidur dengan tenang, tidak bergerak sedikit pun.

Namun tiba-tiba matanya terbuka.

Dua bola mata vertikal berwarna merah muda itu menyala di kegelapan kamar. Medusa kemudian duduk di dipan, lalu menekan dadanya dengan tangan kanan.

"Anak nakal itu... sudah kembali," bisik Medusa. Suaranya pelan namun terdengar jelas di ruangan yang sunyi.

Ia merasakan bahwa segel yang ia pasang dua ratus tahun lalu telah hancur. Lin Tian telah mencapai tingkat kultivasinya semula, atau bahkan mungkin lebih tinggi dari sebelumnya. Rasa cemas mulai menyelimuti hatinya, karena ia tahu bahwa anaknya pasti sudah mengingat semuanya sekarang. Kemarahan, kebencian, dan kekecewaan pasti sudah membanjiri hati Lin Tian.

Medusa ingin terbang ke luar istana, mengejar anaknya, dan menjelaskan semuanya. Ia ingin memeluk Lin Tian dan mengatakan bahwa apa yang ia lakukan adalah untuk kebaikan anaknya sendiri. Tapi ia menahan diri.

Tangannya yang terulur ke depan perlahan diturunkannya kembali. Ia menghela napas panjang lalu berbaring kembali di dipan batu giok.

"Biarkan dia melalui jalannya sendiri kali ini," gumam Medusa pada dirinya sendiri. "Aku sudah terlalu banyak mengatur hidupnya. Mungkin sudah waktunya aku percaya, bahwa dia bisa membuat keputusan yang tepat."

Medusa memejamkan matanya. Tubuhnya kembali rileks, dan dalam beberapa menit ia sudah tertidur pulas. Bukan tidur biasa, tapi tidur panjang yang akan membuatnya tidak terbangun selama beberapa bulan ke depan. Ia memilih untuk tidur daripada harus menahan rasa cemas yang terus menggerogoti hatinya.

1
Bagas Jionju
👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏🙏👍
Bagas Jionju
👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Bagas Jionju
👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Bagas Jionju
👍👍👍👍🙏🙏🙏
Bagas Jionju
👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Bagas Jionju
👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Dragon🐉 gate🐉
perumpamaan macam apa ini🤣🤣🤣🤣🤣
Dragon🐉 gate🐉
heh! sesama kuntet dilarang body shaming 🤣
Dragon🐉 gate🐉
gw kok bayangin pterodaktil🤔
xi tole
saya lupa
xi tole
saya kaget
🧚Shi Yin 🧚
Eyu.. Lin Han pernah menyebutnya 🤔🤔
🧚Shi Yin 🧚
jangan2 pemimpin kegelapan itu Lin Han 🤔🤔🤔
🧚Shi Yin 🧚
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🧚Shi Yin 🧚
😎😎😎😎😎😎
🔵༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Hadir..
Aiby Kushina Uzumaki
kalau di bandung mah jigong itu jejak iler kalau bangun tidur 😅🤣🤣🤣
YAKARO: Waduh🤣🤣🤣
Anggota nya tian ada yang jigongan berarti/Facepalm/
total 1 replies
🧚Shi Yin 🧚
udah kehabisan nama ya Thor 😁😁
🧚Shi Yin 🧚: hehe kirain arti yg lain, aroma terapi 🤣🤣
total 2 replies
🧚Shi Yin 🧚
panggillah dia bibi Mu Wan, dia tu seniornya ayahmu 😁
YAKARO: Adik Tian gak tau itu kak🤣
total 1 replies
🧚Shi Yin 🧚
tiap kali baca lavender saya teringat obat nyamuk 🤣🤣 lavender salah satu tanaman pengusir nyamuk 😁
YAKARO: Wkwkwk. Warnanya ungu lavender soalnya😆
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!