NovelToon NovelToon
MAHAR UNTUK SANG PELAKOR

MAHAR UNTUK SANG PELAKOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: gendiz

Amira membawa Lista masuk ke hidupnya sebagai sepupu dan sahabat. Namun, Lista justru keluar sebagai pencuri suaminya.

​Diceraikan saat hamil dengan mahar yang menghina, Amira dipaksa pergi dengan tangan hampa. Tapi mereka lupa satu hal: Amira adalah pemilik takhta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gendiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: PLOT TWIST DI AMBANG BATAS

PLOT TWIST DI AMBANG BATAS

​Layar ponsel di tangan Doni yang bergetar hebat memancarkan pendar cahaya yang menerangi wajah pucatnya. Gambar panggilan video itu berkedip beberapa kali sebelum akhirnya memunculkan visual yang membuat Amira, yang semula berdiri dengan keanggunan mutlak bak seorang ratu, seketika membeku di tempat.

​Di balik layar kaca setebal beberapa inci itu, tampak sosok Aris. Namun, ia tidak lagi mengenakan kemeja kusut di dalam sel tahanan pengap Polres Jakarta Selatan. Suaminya itu kini duduk rapi di sebuah sofa kulit mewah di dalam ruang VIP, mengenakan jas hitam baru yang tampak licin tanpa cela. Wajahnya yang tadi pagi dipenuhi keputusasaan, kini kembali memancarkan keangkuhan dan senyuman jemawa yang sangat akrab di mata Amira.

​Namun, bukan sosok Aris yang membuat napas Amira tercekat. Melainkan sosok pria paruh baya berambut putih keperakan yang berdiri di samping Aris, menatap ke arah kamera dengan senyuman tipis yang sangat dingin. Pria itu mengenakan setelan jas buatan penjahit Savile Row Inggris, dan di tangannya, ia memegang selembar dokumen dengan segel lilin merah dari Pengadilan Tinggi Jakarta.

​"Halo, Amira... Istriku yang cerdas," suara Aris terdengar renyah dan penuh kemenangan dari speaker ponsel Doni yang sengaja dikeraskan oleh petugas kepolisian KP3 Pelabuhan. "Kamu pikir kamu sudah menang? Kamu pikir dengan memenjarakanku dan menakut-nakuti ibuku di lobi, kamu bisa mengambil alih seluruh kerajaan Pratama?"

​Amira melangkah maju satu kali, matanya menatap tajam ke arah layar ponsel. "Mas Aris... bagaimana bisa kamu keluar dari polres? Surat visum dan laporan KDRT-ku sudah sah secara hukum!"

​Aris tertawa terbahak-bahak, sebuah tawa ejekan yang menggema di antara riuh rendah terminal Harbour Bay. Ia menggeser kameranya sedikit ke arah pria berambut putih di sampingnya.

​"Perkenalkan, Amira. Ini Tuan Nicholas Wijaya," ucap Aris dengan nada yang sengaja ditekan. "Pemilik saham mayoritas Wijaya Holdings Singapura... sekaligus kakak kandung dari Om Harlan-mu yang terhormat."

​Deg. Jantung Amira seolah berhenti berdetak mendengar nama belakang itu. Wijaya. Ia menoleh dengan cepat ke arah Taufik, orang kepercayaan Om Harlan yang berdiri di sampingnya, namun wajah Taufik pun kini tampak kebingungan dan mulai sibuk memeriksa ponselnya yang tiba-tiba dibanjiri pesan masuk dari Singapura.

​Tuan Nicholas, pria berambut putih itu, mendekatkan wajahnya ke arah kamera interkom. Suaranya terdengar bariton, namun memiliki aksen bahasa Indonesia yang sangat kaku khas orang yang sudah puluhan tahun tinggal di luar negeri.

​"Selamat siang, Keponakanku, Amira Shinta," ujar Nicholas dengan nada datar tanpa emosi. "Adikku, Harlan, memang memegang amanah dari ayahmu. Tapi dia lupa, bahwa modal awal yang digunakan ayahmu untuk mendirikan pabrik Snack Pratama tiga belas tahun lalu... sebagian besar berasal dari dana talangan anak perusahaan saya di Singapura yang belum pernah dilunasi hingga hari ini."

​Nicholas mengangkat dokumen bersegel lilin merah itu ke depan kamera. "Siang ini, tim pengacara saya telah mengajukan Intervensi Hukum Darurat dan Pembatalan Gugatan Sementara atas dasar sengketa piutang prioritas internasional. Secara hukum tertinggi, seluruh laporan KDRT, pembekuan rekening lima miliar, hingga penyitaan rumah yang kamu lakukan... dinyatakan Status Quo atau ditangguhkan demi hukum sampai audit investigasi aset selesai."

​Nicholas tersenyum dingin. "Artinya... Aris Pratama bebas demi hukum hari ini. Dan uang dua miliar yang dibawa Doni di dalam tas itu? Itu adalah pembayaran bunga utang resmi yang sah yang dikirimkan Aris ke rekening perusahaan saya di Batam. Doni tidak mencuri, dia adalah kurir resmi saya. Jadi, silakan perintahkan petugas kepolisian di sampingmu untuk melepaskannya... atau kamu yang akan saya tuntut atas pencemaran nama baik dan korporasi internasional."

​Amira merasakan seluruh sendi tubuhnya mendadak lemas. Di balik blazer hijau zamrudnya yang mewah, keringat dingin mulai bercucuran. Taktik catur yang ia susun bersama Pak Sanusi dengan begitu rapi selama berminggu-minggu, ternyata dihancurkan dalam hitungan jam oleh kekuatan oligarki yang jauh lebih raksasa dari masa lalu ayahnya sendiri.

​“Ternyata... Ayah punya utang tersembunyi pada keluarga Wijaya? Dan Om Harlan... apakah dia sengaja menjebakku, atau dia juga tidak tahu kelicikan kakaknya sendiri?” Pikir Amira berputar liar, memicu rasa mual hebat yang kembali menyerang ulu hatinya.

​"Mbak... Mbak Amira... saya permisi ya," Doni menyeringai puas. Ia bangkit dari lantai, merapikan jaket hoodie-nya, lalu menyambar kembali ransel militernya yang berisi dua miliar rupiah. Petugas kepolisian KP3 Pelabuhan yang menerima instruksi baru dari pusat lewat radio panggil mereka, perlahan menurunkan senjata dan melangkah mundur, meminta maaf kepada Doni karena salah tangkap.

​Doni berjalan melewati Amira dengan sengaja menyenggol bahu wanita itu, lalu melangkah santai menuju gerbang imigrasi feri internasional, siap melesat menuju Singapura tanpa ada satu pun hukum di Indonesia yang bisa menahannya sore itu.

​Di balik layar ponsel yang masih menyala di tangan salah satu petugas, wajah Aris kembali muncul dengan sorot mata yang penuh dengan dendam yang membara.

​"Pulanglah ke Jakarta, Amira," bisik Aris penuh ancaman. "Kembalilah ke rumah kita. Kita selesaikan urusan domestik kita di dalam kamar... secara pribadi. Aku tidak sabar ingin menyambut anak yang ada di dalam kandunganmu itu... dengan caraku sendiri."

1
partini
semua orang kalau udah tersudut bilang nya khilaf
gendiz: ya kaaan kak 🤭
total 1 replies
partini
,👍👍👍👍
falea sezi
sejauh ini muter wae. lahh😕
gendiz: makasih ya sudah mau baca, semoga next bab enggak kerasa muter alurnya
total 1 replies
partini
busettt dari dari bab 1 Ampe yg ini Amira apes Thor, kata jadi Badas eh malah kaya gini
gendiz: makasih ya masukkan nya , semoga nanti next bab alurnya gak membingungkan lagi,🤭
total 3 replies
gendiz
bisa mereka dari segi cerita
gendiz
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!