NovelToon NovelToon
PAHLAWAN ERA KEKACAUAN

PAHLAWAN ERA KEKACAUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Perperangan
Popularitas:575
Nilai: 5
Nama Author: erik riswana

Setelah terlibat menggulingkan kekuatan kaisar Shu , Yan Qin sebagai jenderal harimau kiri mendapatkan penghargaan, berharap penghargaan itu membuat dirinya menjadi seorang panglima perang ibukota yang sudah lama di cita citakannya sejak dahulu, namun saat penganugerahan penghargaan, harapan keinginan itu tidak terkabul ,tatkala kaisar baru memberikan mandat yang sangat menghina dan merendahkan dirinya sebagai seorang jenderal harimau kiri .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 6

" baiklah , kita berhenti satu malam di padang rumput ini , jangan lengah dalam sepi , kita tidak tahu bahaya apa yang akan datang pada malam hari " kata Yan Qin mengingatkan.

Segera rombongan mulai mengeluarkan satu persatu tenda kain yang besar , lalu dengan cekatan mulai mendirikan tenda di atas padang rumput kering kuning .

Para prajurit tidak membantu dalam pendirian tenda , mereka memiliki tugasnya sendiri , yaitu mengawasi dan melindungi warga yang sedang bersiap bermalam di padang rumput kuning kering.

Tanpa membutuhkan waktu lama , sebanyak sepuluh tenda besar berdiri dan ada satu tenda berukuran sedang , bendera kuning dengan lambang Qian berkibar di terpa angin .

Yan Qin memandang semua orang yang tampak begitu sibuk , ia berjalan ke arah tonggak pohon yang sudah tidak ada lagi bentuknya .

" musim kemarau panjang , apakah di Bingzhou juga sama " pikirnya dengan mata menatap ke arah celah sungai yang tidak terlihat ada air sedikitpun .

" Ye Lu selidiki aliran sungai itu , apakah memang benar kering atau ada masalah " perintah Yan Qin kepada prajurit yang selalu ada di dekatnya.

" baik jenderal...!"

Tanpa berlama lama , pria berusia tujuh belas tahun itu turun ke arah sungai, tangannya tampak begitu siap untuk menembakan panah bilamana ada bahaya , dan matanya yang tajam terus mengawasi area di sekitarnya.

Ia lalu berjalan menuju ke arah daerah tinggi , di mana keyakinan bahwa aliran air berasal dari tempat tinggi .

" kosong, tidak ada sumber air .. !"

Karena tidak ada hal yang mencurigakan , Ye Lu kembali ke atas padang rumput untuk melaporkan apa yang telah dia lihat.

" jenderal, sungai seluruhnya kering , tidak ada sumber air ..!"

Yan Qin mengernyitkan dahinya, dalam hatinya tampak ada keraguan .

" baiklah, hari sudah sore , sepertinya para pelayan sudah memasak makanan ,"

" semua orang berkumpul untuk makan sore...!"

Teng

Teng

Teng

Suara lonceng terdengar nyaring , para prajurit saling pandang satu sama lain, mereka datang segera ke arah tengah tengah tenda , di mana sudah tersedia beberapa makanan dan juga kue kue kering yang cukup untuk semua orang .

Para prajurit terlebih dahulu mengambil makanan, lalu berjalan ke posisi semula, mereka makan dalam posisi berdiri .

Yan Qin hanya bisa menggelengkan kepala saat melihat kelakuan para bawahannya yang begitu disiplin , tapi ia sangat senang dengan prajurit bawahan elit yang ikut dengannya.

Ia kemudian masuk ke dalam tenda kecil khusus untuknya , di mana di dalam ada seorang wanita sedang membaca beberapa lembar bilah bambu.

" kamu tidak makan ...?"

" ehh tuanku , aku belum lapar ..!"

Liu Yongning terkejut dengan kedatangan pria besar yang masuk secara tiba tiba , dengan gugup mengumpulkan beberapa bilah bambu yang sempat ia baca .

Yan Qin melihat bahwa itu adalah bilah bambu informasi tentang provinsi Bingzhou.

" apakah kamu mengerti tentang informasi ini ?"

" tuan kita semua akan masuk ke dalam sarang serigala , prefektur Bingzhou bukan milik Da Qian , hanya kota Datong dan kawasan Shanqi utara yang masih milik Da Qian " kata Liu Yongning dengan nada pelan.

" aku tahu tentang itu , tapi apakah kamu takut dengan suasana di sana?"

" hamba tidak tahu tuan , tapi sepertinya untuk bertahan hidup sangat sulit "

Yan Qin hanya tersenyum mendengar pengakuan kalimat yang keluar dari mulut wanita cantik berkerudung putih itu " ya memang sangat berbahaya , banyak berkeliaran bandit gunung, pemberontak petani , suku Xiongnu, dan memang hanya kota Datong yang relatif aman , tapi tujuanku bukan di sana , melainkan di reruntuhan kota tembok raksasa , kota Yinxizhou " ucapnya dengan nada jelas dan tenang .

" tuan , apakah anda akan membuka kota baru ?"

" ya ... !"

Yan Qin menatap ke arah luar , di mana malam sudah mulai datang .

" kamu makan dahulu, aku akan keluar.. !"

Tanpa berbasa basi , Yan Qin berjalan keluar, di mana , obor penerangan sudah di nyalakan, dan padang rumput kuning terlihat begitu jelas dan juga cukup terang.

Matanya menatap sekilas ke arah kegelapan yang cukup mencekam , beberapa orang tua mulai keluar dari dalam tenda , bergabung dengan para prajurit yang selalu ada di luar tenda.

Mereka berbincang tentang kehidupan atau basa basi yang cukup panjang dan tidak terlihat adanya wanita dan ia yakin bahwa para wanita ada di dalam tenda bersama anak anak yang sudah beristirahat.

" semua pria berkumpul..!" Teriak Yan Qin keras.

Suaranya terdengar hingga beberapa puluh meter dari luar tenda, mengejutkan binatang malam yang sudah siap untuk mengais rezeki .

Tanpa membutuhkan waktu yang lama, dalam waktu singkat, sekitar dua ratus pria , baik itu prajurit ataupun orang tua dan pelayan pria , mereka berkumpul untuk mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh atasan mereka.

" terimakasih telah mendengarkan perintah ini , semoga semua orang memiliki kesehatan dan mendapatkan perlindungan dari para dewa dan tuhan di atas langit sana, saya Yan Qin merasa senang dan kagum dengan ketulusan semua orang dalam mengikuti langkah berbahaya ini , dan tidak mengeluh akibat perjalanan panjang yang cukup melelahkan, saya katakan bahwa perjalanan ini memakan waktu sekitar dua sampai tiga bulan , dan kita setelah sampai akan mendapatkan rintangan besar , ular lokal di tempat baru kita pasti akan datang melawan atau bersembunyi dalam kegelapan, jadi apa yang harus kita lakukan dengan mengantisipasi semua ini ...!"

" hancurkan rintangan.... bunuh pemberontak ... tumpas bandit gunung ...!"

Semua pria menjawab dengan keras dan seragam , semangat para prajurit tidak serta merta sudah ada sejak lahir , mereka di latih dengan berbagai macam rintangan, cobaan , atau perang perangan skala kecil sampai sedang , dan slogan negara untuk keadilan menumpas kejahatan sudah tertanam dalam hati setiap prajurit.

" bagus , itulah semangat prajurit... tapi kita semua tidak tahu , apakah kita akan bersama selamanya atau berpisah di tengah jalan, jadi sekali lagi , aku ingin mendengar sekali lagi , apakah kalian bersedia untuk hidup mati dalam perjalanan ini , dan mengukir prestasi keabadian untuk dunia ...!"

" bersedia...!"

" kurang keras , sekali lagi ..!"

" kami semua bersedia , bahu membahu dengan tuan jenderal dalam mengarungi semua kehidupan...!"

Yan Qin bertepuk beberapa kali , tanda puas dengan apa yang telah dikatakan oleh semua orang yang mengikutinya .

" untuk orang tua , sebaiknya beristirahat, biarkan kami para prajurit berjaga ...!"

Pria tua yang sudah memiliki rambut putih berdiri " tuanku , kami semua tidak bersedia untuk beristirahat, walaupun kami sudah tua dan dianggap sebagai tulang tua , tapi semua beban dan kesulitan kami yang tua juga ingin merasakannya " kata Lao Ye dengan kalimat yang berapi api .

" ehh ayah mertua, sebaiknya ayah istirahat...!"

" apa yang kamu katakan nak , apakah kamu meremehkan tulang tua ini ...!" Mata Lao Ye sedikit ada rasa tidak puas dengan putra menantunya yang begitu malu dan canggung .

" tidak ayah , tapi ...!"....

" hahahaha... sudah sudah, malam ini kita akan mengadakan latihan , kalau memang tulang tua begitu tangguh, maka malam ini adalah pembuktiannya " seru Yan Qin lantang .

1
Aisyah Suyuti
good👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!