Riski seorang Fans Sepak bola fanatic saat pulang nonton pertandingan di tabrak mobil dan akhirnya terlempar Ke Dunia Lain
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RRS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12: Derby Catalan dan Panggilan Sang Garuda
Kehidupan di Barcelona tidak pernah benar-benar tenang bagi seseorang yang memiliki bakat seperti Riski. Setelah debut manis di La Liga dan Liga Champions, jadwal padat menanti di depan mata. Namun, sebelum menghadapi tensi tinggi di lapangan hijau, ada satu ritual yang tidak pernah dilewatkan oleh remaja berusia 16 tahun ini: menyambung kembali akar ke tanah kelahirannya.
Pagi hari sebelum laga Derby Catalan melawan RCD Espanyol, Riski duduk di balkon apartemennya yang mewah. Di tangannya bukan lagi kaset rekaman pertandingan, melainkan ponsel pintar terbaru. Ia menekan tombol panggil internasional menuju sebuah panti asuhan di pesisir Bau-Bau.
"Halo, Ibu?" suara Riski melembut, sangat kontras dengan tatapan tajamnya saat di lapangan.
"Riski! Ibu baru saja melihatmu di berita televisi nasional. Mereka bilang anak Ibu sekarang sudah jadi bintang di Spanyol," suara Ibu Pengasuh terdengar bergetar karena bangga.
Riski tersenyum kecil. "Bintang itu masih jauh, Bu. Riski hanya sedang bekerja keras. Oh iya, Riski sudah mengirimkan sedikit rejeki ke rekening panti untuk biaya sekolah adik-adik dan perbaikan atap yang bocor kemarin. Tolong diperiksa ya, Bu."
Tanpa diketahui Ibu Pengasuh, nominal yang dikirimkan Riski bisa menghidupi seluruh panti selama bertahun-tahun. Bagi Riski, uang ratusan juta di Inventory-nya tidak akan berarti jika ia tidak bisa membalas budi pada tempat yang memberinya tempat berteduh saat ia bukan siapa-siapa. Percakapan itu singkat, namun cukup untuk memberikan ketenangan batin yang luar biasa bagi Riski sebelum memasuki "medan perang".
Sore harinya, saat Riski memasuki ruang ganti Camp Nou untuk bersiap menghadapi Espanyol, sebuah layar transparan berwarna biru muncul dengan bunyi denting yang khas.
[Ding! Misi Ganda Terdeteksi!]
[Nama Misi: Jenderal Derby & Panggilan Darah]
[Tujuan Khusus: Lakukan 10 Passing Sukses dalam Derby Catalan!]
[Hadiah Misi:]
Seluruh Statistik meningkat 10 Poin
1 Unit Mobil Toyota (Avanza Veloz - Versi Indonesia untuk operasional Panti)
Riski sedikit mengernyit. "Hanya 10 passing sukses?" pikirnya. Namun, ia segera menyadari bahwa dalam Derby Catalan yang brutal, melakukan satu umpan bersih tanpa ditekel adalah pencapaian tersendiri. Apalagi, surat resmi dari PSSI baru saja mendarat di meja manajemen Barcelona, meminta izin agar Riski bergabung dengan Timnas Indonesia U-19 untuk kualifikasi Piala Asia.
Menit ke-60: Derby Catalan (Barcelona vs Espanyol)
Skor masih kacamata 0-0. Espanyol bermain dengan taktik "parkir bus" dan fisik yang sangat keras. Pemain mereka tidak segan-segan melakukan pelanggaran kasar untuk menghentikan aliran bola Barcelona. Luis Enrique memasukkan Riski menggantikan Ivan Rakitic untuk memberikan kreativitas di lini tengah.
"Riski, jadilah jembatan. Jangan biarkan bola mati di kakimu," perintah Enrique singkat.
Begitu masuk, Riski langsung disambut dengan tekel keras dari gelandang bertahan Espanyol. Namun, dengan Phy: 55, ia mampu menjaga keseimbangan dan melepaskan operan pendek kepada Sergio Busquets.
[1/10 Passing Sukses]
Riski mulai menari di lini tengah. Ia tidak mencoba melakukan dribble panjang yang berisiko kehilangan bola. Ia bermain efektif, satu-dua sentuhan, bergerak mencari ruang, dan memindahkan bola dengan cepat.
[5/10 Passing Sukses]
Tensi memanas di menit ke-75. Pemain Espanyol mulai frustrasi karena tidak bisa merebut bola dari kaki Riski. Saat Riski menerima bola di area lingkaran tengah, tiga pemain mengepungnya. Dengan ketenangan luar biasa (Pas: 54), ia melakukan umpan no-look pass kepada Neymar di sisi sayap.
[8/10 Passing Sukses]
Momen penentu terjadi di menit ke-82. Riski menerima bola dari lini belakang. Ia melihat celah kecil di pertahanan Espanyol. Ia melepaskan umpan terobosan vertikal yang membelah pertahanan lawan tepat ke kaki Luis Suarez. Umpan itu begitu akurat hingga Suarez tidak perlu melakukan kontrol tambahan untuk mencetak gol.
[10/10 Passing Sukses - MISI BERHASIL!]
Stadion Camp Nou bergemuruh. Barcelona unggul 1-0 berkat visi bermain sang remaja nomor 23. Pertandingan berakhir dengan kemenangan tipis, namun bagi Riski, kemenangan sebenarnya ada pada notifikasi yang muncul di kepalanya.
[Ding! Seluruh Statistik Meningkat 10 Poin!]
[Hadiah Mobil Toyota telah dikirim ke alamat Panti Asuhan Bau-Bau!]
Riski merasakan aliran energi yang sangat kuat menyapu seluruh otot dan sarafnya. Kekuatannya, kecepatannya, dan akurasi tembakannya kini berada di level yang sangat menakutkan bagi pemain seusianya. Ia bukan lagi sekadar talenta hebat; ia mulai mendekati level pemain elit dunia.
Statistik Riski (Usia: 16 Tahun - Update Pasca Derby):
Pac (Speed): 60 (+10)
Sho (Shooting): 67 (+10)
Pas (Passing): 64 (+10)
Dri (Dribbling): 67 (+10)
Def (Defending): 62 (+10)
Phy (Physical): 65 (+10)
Overall: 64.1
Dua hari setelah Derby, Riski tidak langsung beristirahat. Ia mengemasi barang-barangnya, menuju Bandara El Prat untuk menggunakan jet pribadi barunya, Cessna Citation CJ3+. Tujuannya bukan untuk berlibur, melainkan memenuhi panggilan tugas negara.
Di dalam kabin pesawat yang tenang, Riski membaca surat panggilan dari Timnas U-19. Ia tahu, di Indonesia, jutaan mata sedang menantinya. Mereka ingin melihat apakah "Si Ajaib dari Barcelona" benar-benar nyata atau hanya sekadar sensasi media.
"Aku akan membawa Garuda terbang lebih tinggi," tekadnya dalam hati.
Pesawat jetnya membelah langit Eropa menuju Jakarta. Di bagasi sistemnya, hadiah mobil Toyota untuk panti asuhan sudah terkonfirmasi sampai di Bau-Bau. Riski tersenyum puas. Ia telah memberikan yang terbaik untuk klubnya, ia telah berbakti pada orang tua asuhnya, dan kini saatnya ia memberikan segalanya untuk lambang Garuda di dadanya.
Informasi Keuangan & Aset (Inventory):
Total Saldo: Rp 200.000.000
Aset: 1 Jet Pribadi, 1 Rumah di Catalunya, 1 Apartemen di Barcelona.
Update Aset: 1 Unit Toyota Avanza Veloz (Dihibahkan ke Panti Asuhan).