NovelToon NovelToon
Rumah Ujung

Rumah Ujung

Status: tamat
Genre:Misteri / Iblis / Horor / Tamat
Popularitas:235.9k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Kematian misterius yang ada di rumah ujung membuat siapa saja akan ketakutan, bahkan puncak nya para warga sama sekali tidak kenal dengan penghuni rumah tersebut.

satu keluarga di bantai dan mayat mereka membusuk di dalam rumah tersebut, warga menguburkan secara layak namun seram nya rumah itu membuat siapa saja yang lewat akan ketakutan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Pardi celaka

Kraaaak.

"Aaaghhhk!"

Pardi menjerit keras ketika tangan dia seperti dipatahkan oleh sesuatu dan tulang dari dalam mencuat keluar, sosok yang menyakiti dia masih belum terlihat sama sekali sehingga Pardi mulai merasa ketakutan dan yakin bahwa memang ada sesuatu tak kasat mata di dalam rumah milik keluarga Sayuti ini sehingga dia harus segera kabur.

Namun jalan keluar untuk melarikan diri dari tempat ini sama sekali tidak ada sehingga Pardi kebingungan harus bagaimana untuk menemukan jalan tersebut, pintu kamar juga tidak bisa terbuka dengan benar sehingga dia memang kesulitan untuk mencari jalan keluar yang bisa membawa dirinya pergi dari dalam rumah ini.

Rasa ingin menangis namun ini semua memang kesalahan dia sendiri karena sudah dengan berani masuk ke dalam rumah milik keluarga Sayuti, padahal seluruh warga sudah percaya bahwa rumah itu memang ada setan yang tidak bisa dia hindari dan para warga juga memilih untuk membuat jalan sendiri agar tidak berhubungan dengan rumah tersebut.

Namun Pardi yang angkuh dan keras kepala malah ingin menantang setan yang ada di dalam rumah itu sambil membawa rekaman ponsel, berpikir bahwa dirinya tidak akan pernah bertemu dengan setan itu dan nanti akan bisa menghujat seluruh warga, namun apa yang dia dapat saat ini adalah hal yang begitu berbeda sekali.

Tangan mendadak saja patah dan tidak bisa bergerak sehingga ponsel yang dia pegang jatuh di bawah ranjang kamar ini, pergi masih berusaha untuk bangkit karena dia tidak mau bila nanti sampai mati sia-sia di dalam ruangan yang tidak dia kenal itu, bila sampai mati di sini maka tidak akan ada keluarga yang mengetahui.

Bisa saja nanti nasib Pardi akan sama seperti keluarga Sayuti karena mayat dia tidak akan ada yang menemukan, paling nanti bisa tercium oleh para warga ketika mayat Pardi sudah membusuk dan mereka baru mencium aroma tersebut lalu membawa jenazah pria keras kepala ini keluar dari sana.

"Aku tidak mau bilang sampai mati di sini." Pardi berusaha untuk membuka pintu.

Hosssshhh.

"Siapa yang ada di bawah sana?" Pardi berteriak keras karena mendengar seperti orang yang sedang bernafas.

"Toloooooong, siapa saja tolong aku dari dalam rumah ini." Pardi berteriak keras karena berharap ada orang yang lewat dan mendengar suara dia.

Hoooshhh.

Hoossshhh.

Sementara itu suara nafas semakin kencang memenuhi ruangan ini seolah memang begitu banyak orang yang tinggal di dalam ruangan tersebut, Pardi mepet pada dinding untuk melihat keadaan yang di dalam kamar itu karena dia berpikir bisa melihat keberadaan setan yang akan mencelakai dia.

"Tolong, tolong jangan celakai aku seperti ini." ujar Pardi sambil memegang sebelah tangan dia yang sudah patah.

"Hohohoooooo....

"Siapa yang tertawa seperti itu?!" Pardi semakin ketakutan ketika mendengar suara orang yang tidak biasa.

Glodaaaaak, Glodaaaaak.

"Jangan, tolong jangan ganggu aku seperti ini." Pardi memohon dengan ketakutan karena lemari di dalam ruangan itu bergetar keras.

Braaaakkk.

"Aaaahhhhhkkk!"

Pardi menjerit dan sebuah tangan menarik dia masuk ke dalam lemari itu sehingga sudah tidak ada suara lagi yang muncul di dalam kamar yang begitu luas dan juga mewah tersebut, tidak ada yang mengetahui bahwa Pardi masuk ke dalam ruangan ini dan dia sekarang menghilang begitu saja bersama dengan ponsel yang dia bawa.

Ponsel itu masih ada di bawah ranjang dan dalam keadaan hidup karena tadi memang masih terus merekam adegan yang tidak pernah dia sangka, lemari yang semula bergetar hebat seolah ada sesuatu di dalamnya itu kini perlahan mulai tenang kembali dan seolah tidak ada apa-apa.

Malam kembali hening seolah tidak ada kejadian apapun di dalam ruangan ini dan memang manusia tidak ada yang menjadi saksi mata atas hilangnya Pardi di dalam rumah Sayuti, semua karena kesalahan dia sendiri karena ingin mengatakan kepada semua orang bahwa hantu itu tidak ada dan mereka semua adalah manusia pengecut.

...****************...

"Aku mendengar suara berisik dari rumah itu loh." Elvi menatap Yanto yang sedang menonton televisi.

"Tidak usah didengar karena kita juga tidak tahu apa yang terjadi di rumah itu." Yanto mengabaikan saja karena dia memang takut.

"Kok kalau terus dibiarkan begitu maka terasa seram juga loh, Bang." Elvi duduk di sebelah Yanto.

"Ya kalau tidak dibiarkan mau bagaimana lagi karena kita juga tidak tahu keluarga mereka ada di mana? mau langsung bongkar juga tidak mungkin karena itu rumah orang." jawab Yanto.

"Susah untuk mengambil keputusan pada rumah itu Karena dia pasti akan terus menghantui seluruh warga." Elvi mendadak saja merasa merinding.

"Tapi para warga sekarang aman kalau mau pergi ke sawah karena sudah ada jalan lain yang lebih aman." ucap Yanto.

"Memang para warga yang mau ke sawah jadi aman, tapi kita yang tinggal terlalu dekat dengan rumah itu jadi tidak tenang setiap malam." sanggah Elvi.

Yanto mengangguk karena dia setuju dengan ucapan istri dia saat ini, sebab Dia juga merasa ketakutan yang cukup besar ketika berdekatan dengan rumah tersebut, tapi mau bagaimana lagi karena rumah mereka memang cukup dekat dengan keluarga Sayuti dan tidak memiliki rumah lain untuk pindah dalam waktu dekat ini sehingga mau tidak mau hanya bisa menikmati saja.

"Tapi barusan memang seperti ada suara berisik dari dalam rumah itu." Elvi berkata dengan sangat yakin.

"Kamu tidak usah terlalu mendengarkan karena nanti malah menjadi ketakutan kita tersendiri." ucap Yanto.

"Ya di mana tidak mau mendengarkan orang memang sudah sangat dengar tadi dari situ." Elvi berkata lirih.

Yanto menghelai nafas panjang dan dia juga ikut mengintip dari jendela untuk melihat keadaan rumah milik keluarga Sayuti itu, lampu dalam rumah itu masih menyala seperti biasa dan sedikit mengurangi rasa takut di dalam hati mereka semua ketika kebetulan menatap rumah itu, sebab kalau seluruh lampu mati maka yang ada rumah tersebut akan bertambah seram saja.

"Rumah sebesar itu lalu mendadak tidak ada yang menghuni sehingga siapa saja pasti akan merasa takut." Yanto berkata pelan.

"Ya kalau tidak ada tragedi yang menimpa mereka maka kita tidak akan takut begini, tapi karena kejadian tragis itu maka kita jadi takut dan tidak berani untuk keluar malam hari." keluh Elvi.

Elvi biasanya sering pulang malam ketika pulang kerja karena memang dia sering dapat shift malam dari tempat pekerjaan dirinya saat ini, namun karena masih takut dengan rumah tersebut maka dia meminta kepada bos tips siang saja dan pulang sekitar jam enam sore agar tidak melihat betapa seramnya rumah itu.

Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen kalian ya.

1
MiilaaManurung
👍👍👍😘😘😘
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
alhamdulillah 1 udah tamat lagi, aku tunggu ceritamu yang baru kak thorr lope-lope sekebon apel malang 🍊 😂
Apriyanti
terimakasih Thor 🙏😘0
NoviTa jungkook: sama-sama ya sayang🥰
total 1 replies
Fiyan Ayu
terimakasih othor untuk karya²nya...sellu ditnggu pokokya
Raffaza Direzky87
makasih... semua ceritamu selalu ku nanti Thor... selalu menanti yg baru
Laila Amalia
kok dah tamat .
terus nasib Rani gimana thor
nurul supiati
akhirnya tmattt juga
Eli Rahma
mksh thor ..selalu ditunggu karya barunya..sukses selalu../Kiss//Kiss/
NoviTa jungkook: nanti ada tambahan bab lagi ya
total 1 replies
Nurr Tika
semoga dapat ide baru lagi thor semangat terus sukses slu thor
NoviTa jungkook: udah ada ide baru tapi tunggu yang DENDAM ANISA PAS 40 BAB DULU.
total 1 replies
Ayuk Witanto
Maharani gimana kabarnya
NoviTa jungkook: nanti ada part tambahan BAB
total 1 replies
Ela Jutek
ahh selesai
Ayuk Witanto
ngeri Mak...
tapi biarlah mereka dapat hadiah
nur
lha maharani gmn tu thor, kok gk diceritain dpt gknya mutiara burung gagk
NoviTa jungkook: nanti ada tambahan
total 1 replies
Ayuk Witanto
kok Angelina mak
INDRA
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
K & T K & T
mksh Bess atas kerja kerasnya membuat cerita yg luar biasa,di tunggu karya2mu selanjutnya🥰👍👍
NoviTa jungkook: sama-sama🥰🥰
total 1 replies
💓ismi💓
terima kasih thor ceritamu selalu menemani hari hariku diwaktu senggang dari nguli..ditunggu cerita barunya 💪💪💪
NoviTa jungkook: terima kasih 🥰🥰
total 3 replies
mifta
cerita yg ini menurut sy kurang seru g kayak crta2 yg sebelumny🙏🙏🙏klu menyinggung novita
NoviTa jungkook: enggak apa², sesuai dengan selera kalian saja🥰
total 2 replies
edelweis🌻
di tunggu karya barunya mak,pasti lebih seru
NoviTa jungkook: mudah-mudahan sesuai dengan selera kalian nanti ya🥰
total 1 replies
Siti Sarifah
terima kasih kak author 💪💪💪
NoviTa jungkook: sama-sama, nanti tunggu cerita baru lagi ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!