NovelToon NovelToon
Mr. Langit Tutor Nakal Ku

Mr. Langit Tutor Nakal Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romansa Fantasi / Bad Boy
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Jee Jee

cinta pertama jaman aku SMP sulit sekali aku lupakan... kenangan manis nya masih sama dan luka semasa SMA juga yang sulit aku lupa.. hingga suatu hari sahabat terdekat yang dari lahir udah barengan sama aku! kenalkan aku sama dia.. Tutor nakal ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6

..

 Dinginnya udara Puncak malam itu seolah nggak sanggup menembus kaca jendela Porsche hitam milik Langit yang tertutup rapat. Di dalamnya, dentuman musik house dengan bass yang menggetarkan dada memenuhi kabin, seirama dengan adrenalin yang mulai memuncak di nadi Jelita. Di sampingnya, Langit menyetir dengan satu tangan, terlihat sangat santai seolah jalanan berkelok Puncak adalah taman bermainnya. Sesekali ia menoleh ke arah Jelita, melemparkan seringai nakal yang selalu sukses membuat pertahanan Jelita runtuh.

"Siap buat malam paling kacau dalam hidup lo, Jee?" tanya Langit, suaranya nyaris tenggelam oleh dentum musik, tapi tatapannya yang tajam tetap terkunci pada Jelita.

Jelita hanya bisa menelan ludah. Di kursi belakang, Windi dan Haikel sudah sibuk dengan dunia mereka sendiri, tertawa-tawa sambil merencanakan pesanan mereka nanti di club. Jelita merasa seperti domba yang sedang dibawa ke sarang serigala, tapi anehnya, dia tidak merasa takut. Ada rasa penasaran yang membuncah. Bersama Langit, rasa takutnya seolah mati suri.

Mobil itu berhenti di depan sebuah club eksklusif di daerah Puncak yang tersembunyi di balik rimbunnya pepohonan. Begitu pintu mobil terbuka, aroma alkohol, rokok, dan parfum mahal langsung menyerbu indra penciuman Jelita. Lampu neon berwarna ungu dan biru menyinari wajah-wajah yang tampak haus akan hiburan.

"Ayo, jangan kaku lagi. Inget, tembok lo udah gue rubuhin, kan?" Langit merangkul pinggang Jelita posesif, menariknya masuk ke dalam kerumunan manusia yang bergoyang mengikuti irama.

Mereka duduk di area VIP yang sudah dipesan Haikel. Windi langsung memesan beberapa botol minuman yang labelnya asing di mata Jelita, tapi ia tahu itu bukan sekadar sirup. Langit menuangkan cairan berwarna kuning keemasan ke dalam gelas kecil, lalu menyodorkannya tepat di depan bibir Jelita.

"Coba dikit. Biar lo tahu rasanya jadi nakal yang sebenernya," bisik Langit tepat di telinga Jelita, hembusan napasnya terasa panas dan menggelitik.

Jelita menatap gelas itu ragu. "Ini... minuman laknat yang sering dibilang orang, kan?"

Langit tertawa lepas, kepalanya mendongak ke belakang memperlihatkan jakunnya yang bergerak seksi. "Laknat tapi bikin lo terbang, Jee. Cuma satu tegukan. Trust your tutor."

Dengan tangan gemetar, Jelita menerima gelas itu. Begitu cairan itu menyentuh lidahnya, rasa pahit yang luar biasa langsung menyerang. Rasanya aneh, seperti menelan api yang membakar kerongkongannya hingga ia ingin berteriak. Jelita terbatuk-batuk, wajahnya memerah padam, sementara Langit, Windi, dan Haikel tertawa melihat ekspresinya yang sangat polos.

"Pait banget, Lang! Gila ya, kok orang suka sih minum beginian?" protes Jelita sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan mulut.

"Awalnya emang gitu, Jee. Tapi tunggu semenit lagi, lo bakal ngerasa dunianya jauh lebih asik," sahut Haikel sambil berdansa kecil di kursinya.

Dan benar saja. Tak butuh waktu lama sampai kepala Jelita terasa ringan. Musik yang tadinya berisik kini terdengar seperti melodi indah yang memaksanya untuk ikut bergerak. Rasa malu yang selama 20 tahun ini membelenggunya menguap begitu saja. Jelita mulai tertawa, tawa yang lepas tanpa beban, sesuatu yang bahkan Yayan pun tak pernah bisa berikan padanya.

Langit memperhatikan setiap perubahan pada diri Jelita dengan tatapan lapar. Dia suka melihat Jelita yang lepas kendali seperti ini. Baginya, Jelita adalah karya seni yang sedang ia bentuk ulang.

"Gimana? Masih mau bilang gue tutor sesat?" tanya Langit sambil menarik Jelita agar berdiri, membawanya ke tengah lantai dansa yang semakin padat.

Jelita tidak menjawab dengan kata-kata. Dia justru melingkarkan lengannya di leher Langit, menarik pria itu agar lebih dekat. Di bawah lampu strobe yang berkedip-kedip, Jelita merasa dia bukan lagi Jelita yang kaku. Dia adalah api yang sedang berkobar.

"Lo emang sesat, Lang. Tapi gue suka," gumam Jelita berani.

Mendengar itu, Langit tidak membuang waktu. Di tengah riuhnya manusia dan kerasnya musik, dia kembali mencuri sebuah ciuman. Tapi kali ini, ciuman itu jauh lebih liar dari yang pernah mereka lakukan di Porsche. Ada rasa alkohol yang tertinggal di bibir mereka, menambah sensasi panas yang membakar gairah. Jelita membalasnya dengan berani, tidak ada lagi kekakuan, tidak ada lagi rasa ragu.

Windi yang melihat dari kejauhan hanya bisa menyenggol Haikel. "Gila ya, temen gue bener-bener udah berubah. Langit emang bener-bener racun buat dia, tapi kayaknya itu racun yang paling dia butuhin."

Malam semakin larut, dan tingkat kenakalan mereka pun naik level. Dari satu gelas, jadi dua gelas, sampai Jelita merasa lantai yang ia pijak seolah berayun. Langit terus menjaganya, mendekapnya dari belakang sambil berbisik-bisik hal yang membuat wajah Jelita semakin panas.

"Lo tahu nggak, Jee? Malem ini lo cantik banget. Tembok tinggi lo udah rata sama tanah, dan gue bangga banget jadi orang yang ngerubuhinnya," bisik Langit sambil mengecup bahu Jelita yang terbuka.

Jelita memejamkan mata, menikmati setiap sentuhan Langit. Pikirannya benar-benar bersih dari bayangan masa lalu. Yayan? Siapa itu Yayan? Nama itu sudah terkubur di bawah dentuman bass club malam ini. Yang ada hanyalah Langit, pria yang mengajarinya bahwa hidup terlalu singkat untuk dijalani tidak harus dengan kaku.

Mereka kembali ke villa saat fajar hampir menyingsing. Di dalam mobil, Jelita sudah setengah sadar, kepalanya bersandar di bahu Langit. Bau alkohol dan rokok menempel di pakaian mereka, tapi mereka tidak peduli.

Sesampainya di villa, kenakalan itu belum berakhir. Di ruang tengah yang hanya diterangi cahaya bulan dari balik jendela besar, Langit menarik Jelita ke dalam pelukannya lagi. Suasananya jauh lebih tenang dibanding di club, tapi tensinya justru jauh lebih tinggi.

"Capek?" tanya Langit lembut, sambil merapikan rambut Jelita yang berantakan.

"Capek, tapi... gue ngerasa hidup, Lang," jawab Jelita jujur

Langit tersenyum tipis, kali ini senyumnya tidak nakal, melainkan penuh dengan kepuasan. Dia mencium kening Jelita lama, sebelum akhirnya membimbing gadis itu masuk ke kamar. Di malam yang dingin di Puncak itu, Jelita menyadari bahwa perjalanannya dengan sang tutor nakal bukan lagi soal pelarian. Ini soal penemuan diri yang baru.

Dia sudah mencicipi sisi gelap dunia, dia sudah membiarkan sarafnya dilumpuhkan oleh minuman laknat dan ciuman panas, dan anehnya, dia tidak menyesal sedikit pun. Bersama Langit, Jelita belajar bahwa terkadang kita harus menjadi rusak dulu untuk tahu bagaimana cara memperbaiki diri dengan cara yang lebih seru.

"Besok kita lanjutin pelajaran selanjutnya ya, Jee," bisik Langit sebelum mereka berdua tenggelam dalam tidur yang lelap.

Jelita hanya tersenyum dalam tidurnya. Dia tahu, bersama Langit, setiap hari akan menjadi bab baru yang penuh dengan kejutan, kenakalan, dan tentu saja... cinta yang tidak pernah membosankan. Hantu masa lalu itu kini sudah benar-benar lenyap, digantikan oleh langit yang luas, biru, dan penuh dengan petualangan yang tak berujung.

1
Vike Kusumaningrum 💜
Gimana ceritanya itu, maksapun kamu udah telat Yan, Langit udah jauuuuh merubah Jelita, bahkan udah icip2 jg. lah kamu ???

susah jadi dirimu Jee. mana sodaraan pula. 🤦‍♀️
jhiee: kedua nya boleh gak beb😭😭😭 soalnya aku aja dilema.. mau milih siapa🤣🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
akan kan mereka bertemu ??

hohoho jawbanya ada di tangan kk author tercinta ini 🤣🤣🤣
jhiee: hahaha rahasia🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
🤣🤣🤣🤣masih jadi misteri , kucing agen rahasia 🤣🤣🤣
Desy Bengkulu
ngakak aku baca nya kak dari awal sampek yg ini , makan kurma si langit ngajarin yg enggak² berjung uji nyali kesabaran , tapi bagus sih, si langit bisa jaga kehormatan jelita
jhiee: sebenarnya ini novel harus di kasih label 21+ 🤣 karena ini gendre nya agak beda dari yang lain😭kalau di novel lain lebih mementingkan etika kalau di sini trabas aja🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!