NovelToon NovelToon
Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Sistem / Tamat
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Di hadapan Kekacauan, Langit pun harus tunduk. Di hadapanku, takdir hanyalah sebutir debu."

​Ye Xuan terlahir kembali di Benua Langit Abadi dengan identitas yang memilukan. Meski menyandang nama klan besar, ia dianggap sebagai "sampah" tanpa bakat kultivasi. Puncaknya, di atas Altar Pedang, tunangannya—sang Dewi jenius—memutuskan pertunangan mereka dengan penuh penghinaan, sementara sektenya sendiri mencoba menghapus meridiannya dan mengusir dirinya beserta adiknya yang tercinta, Ye Ling'er.

​Namun, di saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara mekanis kuno bergema di jiwanya:

[Ding! Sistem Tubuh Suci Kekacauan Diaktifkan!]

​Seketika, Tulang Kekacauan Bawaan terbangun, memberikan kekuatan fisik yang mampu menghancurkan gunung! Mata Ilahi Kekacauan terbuka, menembus segala ilusi dan hukum alam! Dengan Kuali Semua Hukum, kecepatan kultivasinya menjadi tak terbatas, melampaui para dewa yang telah berlatih selama ribuan tahun.

​Kini, Ye Xuan bangkit bukan hanya untuk membalas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: PULANG KE RUMAH YANG RETAK

​Kecepatan Langkah Ruang Kekacauan membuat pemandangan di sekitar Ye Xuan menjadi garis-garis cahaya kabur. Di dalam dekapannya, Ye Ling'er akhirnya berani membuka mata.

​"Kak... kita benar-benar pergi?" bisik Ling'er pelan.

​Ye Xuan menatap adiknya, tatapan matanya yang tadi seungu neraka kini melunak. "Ya. Tempat itu terlalu bau untukmu, Ling'er. Kakak akan mencarikanmu istana yang wangi nanti."

​[Ding! Peringatan Sistem: Inang saat ini sedang membual. Saldo kekayaan Inang: 0 Koin Emas. Disarankan untuk merampok penjahat terdekat.]

​Ye Xuan hampir saja tersandung udara. 'Diam kau, Sistem! Aku sedang membangun suasana heroik!' gerutunya dalam hati.

​Mereka tiba di pinggiran wilayah Klan Ye, tapi bukan di kediaman utama yang megah, melainkan di sebuah gubuk reyot di tepi hutan bambu. Inilah tempat ayah mereka, Ye Tian, diasingkan setelah kekuatannya disegel.

​Namun, pemandangan di depan gubuk itu membuat darah Ye Xuan kembali mendidih.

​Tiga pria dengan jubah pelayan klan Ye sedang tertawa terbahak-bahak. Salah satu dari mereka sedang menuangkan sisa makanan babi ke atas kepala seorang pria paruh baya yang duduk di kursi roda. Pria itu adalah Ye Tian. Wajahnya pucat, kakinya lumpuh, namun matanya tetap tenang meski penuh penderitaan.

​"Makanlah, Tuan Besar Ye!" ejek pelayan bertubuh tambun itu. "Dulu kau jenius nomor satu, sekarang kau bahkan lebih rendah dari anjing penjaga kami. Berikan kunci gudang rahasia istrimu, atau hari ini aku akan mematahkan tanganmu yang tersisa!"

​Ye Tian terbatuk, suaranya parau namun tegas. "Kunci itu... tidak akan pernah jatuh ke tangan anjing seperti kalian."

​PLAK!

​Satu tamparan keras mendarat di wajah Ye Tian. "Anjing?! Berani sekali kau—"

​"Tangan itu..." sebuah suara dingin memotong kalimat si pelayan.

​Ketiga pelayan itu menoleh dan melihat Ye Xuan berdiri di sana dengan aura yang sangat menekan.

​"Oh, lihat siapa ini! Sampah kecil kita sudah pulang membawa si cantik Ling'er!" si pelayan tambun menyeringai mesum. "Pas sekali, Ling'er bisa kami jual ke rumah bordil untuk membayar utang obat ayahmu."

​[Ding! Analisis Musuh: Tiga sampah tingkat rendah. Rekomendasi: Gunakan satu jari kaki untuk menghemat energi.]

​Ye Xuan tidak bisa menahan diri untuk tidak menyeringai tipis pada komentar sistemnya. "Satu jari kaki? Terlalu mewah untuk mereka."

​Dalam sekejap—begitu cepat hingga mata manusia tidak bisa menangkapnya—Ye Xuan sudah berdiri di depan pelayan tambun itu.

​"Kau ingin menjual adikku?" Ye Xuan bertanya dengan suara lembut yang mematikan.

​"I-iya! Memangnya kau mau ap—AARRGGHHH!"

​Ye Xuan mencengkeram tangan pelayan itu dan memelintirnya seperti memeras kain basah. Suara tulang yang patah bergema renyah di udara.

​"Ini untuk tanganmu yang menyentuh ayahku," kata Ye Xuan datar.

​DUAK!

​Tendangan kilat mendarat di selangkangan pelayan itu hingga dia terbang dan tersangkut di dahan pohon bambu.

​"Dan itu untuk mulutmu yang menyebut adikku."

​Dua pelayan lainnya gemetar hebat hingga celana mereka basah. Mereka mencoba lari, namun Ye Xuan hanya menjentikkan jarinya. Tekanan gravitasi instan membuat mereka tersungkur mencium tanah dengan keras.

​"Xuan'er? Kau... kau bisa kultivasi lagi?" Ye Tian menatap putranya dengan air mata mengalir. Dia bisa merasakan aura yang jauh lebih kuat dari apa yang pernah dia miliki dulu.

​Ye Xuan berlutut di depan ayahnya, mengabaikan teriakan kesakitan para pelayan di latar belakang. "Ayah, maaf aku terlambat. Mulai hari ini, tidak akan ada lagi yang berani menghina keluarga kita. Siapa pun mereka."

​[Ding! Misi Tersembunyi Selesai: Balas Dendam Kecil.]

[Hadiah: Cairan Pemulih Sumsum Kekacauan (Dapat menyembuhkan kelumpuhan Ayah Inang).]

[Catatan Sistem: Tolong jangan menangis, itu membuat citra Inang yang keren menjadi sedikit lembek.]

​Ye Xuan mendengus pelan, menghapus setetes air mata di sudut matanya. "Diam, Sistem. Aku hanya kelilipan debu dari gubuk reyot ini."

​Ye Xuan kemudian menoleh ke arah pelayan yang masih sadar di tanah. "Kembali ke klan Ye. Beritahu mereka... Ye Xuan telah kembali. Dan beritahu pemimpin klan, aku akan datang menagih semua hutang nyawa ibuku minggu depan. Sekarang, MERANGKAK!"

ye tian(ayah ye xuan dan ye ling'er

1
Ardi Rahmad
keren banget
Ardi Rahmad
keren
Didi h Suawa
baik fiktifnya,,🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!