NovelToon NovelToon
GODDESS AGAINST FATE

GODDESS AGAINST FATE

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:271
Nilai: 5
Nama Author: XING YI

​Tiga puluh ribu tahun peperangan berakhir dengan kehancuran Alam Dewa. Lin XingYu, sang Dewa Primordial terakhir, harus mengorbankan 99% basis kultivasinya demi memukul mundur sembilan Iblis Agung. Di ambang kematian, ia melintasi dimensi untuk mencari penerus dan menemukan Ling Xinyue—seorang gadis bumi berusia 16 tahun yang tengah menghitung detik terakhir hidupnya akibat kanker otak.

​Kini, dengan jiwa manusia yang rapuh dalam raga dewi tercantik di jagat raya, Xinyue harus memulai perjalanan mustahil sejauh 50.000 mil menuju Pulau Warisan. Bersama Lian Yue, sang Merak Bulan Es, ia harus belajar menguasai kekuatan yang sanggup mengguncang semesta sebelum para Iblis Agung bangkit kembali. Ini bukan lagi tentang bertahan hidup dari penyakit, ini tentang menaklukkan takdir para dewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon XING YI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6:Terlibat Konflik

Kota ini adalah sebuah keajaiban arsitektur, dinding-dindingnya dibangun dari batu giok hijau tua yang disatukan dengan formasi Spiritual, membuatnya tampak bersinar redup di bawah cahaya rembulan seperti sebuah permata raksasa yang tertanam di bumi.

Saat Chen Lin melangkah turun dari kereta, ia merasakan perbedaan atmosfer yang mencolok.

Jika Kota Awan terasa seperti pasar yang bising, maka Kota Qīngchú terasa seperti benteng yang penuh dengan martabat dan bahaya yang tersembunyi.

Udara di sini jauh lebih padat oleh Energi Spiritual, namun di saat yang sama, ia merasakan adanya ketegangan yang merambat di antara jalanan berbatu yang lebar.

"Hati-hati, Chen Lin," suara Lin XingYu bergetar di dalam kesadarannya, membawa nada kewaspadaan yang tajam.

"Kota ini memiliki 'napas' yang berat. Ada banyak mata yang mengawasi dari balik bayang-bayang. Tekanan Spiritual yang kaurasakan adalah hasil dari formasi pemantau yang dikelola oleh kekuatan besar setempat."​ Chen Lin mengangguk samar.

Dengan caping yang menutupi wajahnya, ia berjalan menuju sebuah kedai teh yang ramai untuk mengumpulkan informasi tempat terbaik untuk mendengarkan desas-desus dunia tanpa harus bertanya terlalu banyak.

​Di dalam kedai teh Awan Giok, Chen Lin duduk di pojok ruangan, memesan secangkir teh hijau pahit.

Di balik tirai bambu, ia mendengarkan percakapan para pedagang dan praktisi yang sedang beristirahat.

Dari sanalah, ia mulai memahami struktur kekuasaan yang mengakar di kota ini. Lima Klan Utama yang menguasai lima wilayah di Kota Qīngchú .

​Klan Bei: Penguasa wilayah Utara, dikenal sebagai klan yang paling kaya karena mereka menguasai tambang batu giok dan bahan kimia untuk pemurnian. Mereka memiliki hubungan erat dengan sekte-sekte perdagangan besar.

​Klan Qin: Menempati wilayah Selatan, klan yang paling tradisional dan memiliki reputasi sebagai prajurit yang disiplin. Gaya bela diri mereka konon sangat keras dan tak kenal ampun.

​Klan Wei: Menguasai wilayah Timur, mereka adalah ahli formasi dan alkimia. Jika seseorang mencari obat-obatan untuk Marrow Purification, Klan Wei adalah tempat tujuannya, namun harga yang mereka minta seringkali bukan sekadar koin, melainkan nyawa atau janji setia.

​Klan Feng: Pemegang wilayah Barat, klan yang paling misterius. Mereka jarang mencampuri urusan politik kota, namun setiap orang tahu bahwa mereka memiliki jaringan informasi dan pembunuh bayaran yang tersebar di seluruh daratan.

​Klan Jing: Berada di pusat kota, bertindak sebagai penengah sekaligus penjaga kota. Mereka adalah klan yang secara formal diakui sebagai pemimpin dewan kota, namun kekuasaan mereka sebenarnya terus digerogoti oleh persaingan empat klan lainnya.

​"Kudengar Klan Bei baru saja menemukan urat nadi spiritual baru," bisik seorang pedagang di meja sebelah.

"Klan Qin sudah mulai memindahkan pasukan ke perbatasan wilayah Selatan. Ketegangan ini... aku khawatir perang saudara akan pecah sebelum musim dingin tiba."

​Chen Lin menyesap tehnya. Baginya, politik klan ini hanyalah gangguan, namun ia menyadari bahwa untuk mendapatkan bahan-bahan Marrow Purification tingkat tinggi, ia mungkin harus bersinggungan dengan salah satu dari mereka terutama Klan Wei atau Klan Bei.

​Setelah mendapatkan gambaran tentang peta kekuatan kota, Chen Lin berjalan mencari tempat untuk bermalam.

Ia menghindari penginapan mewah di pusat kota yang diawasi oleh Klan Jing. Sebaliknya, ia memilih sebuah penginapan kecil di perbatasan wilayah Klan Fang dan Klan Qin yang bernama Penginapan Teratai Sunyi.

​Sesuai dengan namanya tempat ini tersembunyi di dalam gang yang sempit, bangunannya tua namun kokoh, tertutup oleh tanaman merambat yang layu.

Pemiliknya adalah seorang wanita tua yang jarang bicara, sangat cocok dengan kebutuhan Chen Lin akan privasi.

"Kamar di lantai paling atas, paling pojok," kata wanita itu singkat sambil menyerahkan kunci kayu.

​Chen Lin melangkah masuk ke kamarnya. Ruangan itu sederhana, hanya ada sebuah tempat tidur kayu, sebuah meja kecil, dan sebuah jendela yang menghadap ke arah atap-atap Kota Qīngchú yang bersinar. Begitu pintu terkunci, ia segera meletakkan tasnya dan duduk bersila.

"Tempat ini cukup aman untuk sementara," Lin XingYu muncul dalam bentuk proyeksi tipis.

"Klan Fang di wilayah Barat ini memiliki aura yang sangat netral, mereka tidak akan mengusikmu selama kau tidak mengusik bisnis mereka. Sekarang, gunakan koin perak yang tersisa untuk mencari 'Inti Tulang Binatang' atau 'Esensi Giok Hitam'. Darahmu sudah di tingkat 7, tapi sumsum tulangmu masih terlalu rapuh untuk menampung ledakan Energi Spiritual di ranah selanjutnya."

Chen Lin menatap telapak tangannya. Di bawah cahaya rembulan yang masuk melalui jendela, ia bisa melihat garis-garis kebiruan di nadinya tanda dari pemurnian darah yang hampir mencapai puncaknya.

​"Lima klan, ribuan praktisi, dan satu kota yang penuh dengan harta..." gumam Chen Lin.

Suaranya dingin, membawa otoritas yang perlahan mulai tumbuh.

Ia tahu bahwa besok ia harus mulai mencari koneksi. Entah itu melalui pasar gelap Klan Fang atau pelelangan resmi Klan Bei.

Di kota besar seperti ini, penyamarannya sebagai Chen Lin harus lebih sempurna dari sebelumnya. Satu kesalahan kecil bisa menarik perhatian salah satu dari lima raksasa tersebut.

​Lian Yue mengepakkan sayapnya, hinggap di bingkai jendela sambil menatap ke langit malam.

Burung itu tampak merindukan kebebasan di Pulau Warisan, namun ia tahu bahwa satu-satunya cara untuk kembali ke langit yang lebih tinggi adalah dengan melewati dunia fana ini.

Malam itu, Kota Qīngchú mungkin tampak tenang di permukaan, namun di dalam sebuah kamar kecil di penginapan tua, seorang pemuda desa sedang merencanakan langkah yang akan mengubah sejarah kota tersebut.

Chen Lin mulai menutup matanya, membiarkan Energi Spiritual nya menyatu dengan keheningan malam, bersiap untuk menghadapi badai yang akan ia ciptakan sendiri di esok hari. Keesokan Harinya.

Chen Lin berjalan dengan langkah tenang, caping bambunya menunduk, menutupi sorot matanya yang sedingin es perak.

Di bahunya, Lian Yue tampak seperti burung hiasan yang tak bernyawa, namun indranya sedang memetakan setiap fluktuasi energi di sekeliling mereka.

​Langkah Chen Lin terhenti di sebuah lapak tua milik seorang pedagang bungkuk. Di sana, di antara tumpukan rongsokan, tergeletak sebotol kecil Cairan Sumsum Kristal Hitam.

Itu adalah katalis langka yang ia butuhkan untuk memperkuat fondasi tulang sebelum benar-benar memasuki ranah Marrow purification.

​"Berapa harga botol ini?" suara Chen Lin rendah, datar, dan tak membawa emosi.

​"Dua puluh keping perak, Nak," jawab si pedagang tanpa melihat.

​Namun, sebelum jemari Chen Lin menyentuh botol itu, sebuah tangan dengan cincin giok mewah menyambar botol tersebut lebih dulu. Suara tawa yang melengking dan penuh penghinaan memecah keheningan transaksi.

​"Barang sebagus ini tidak pantas berada di tangan gembel seperti dia. Aku akan membayar lima puluh keping perak. Anggap sisanya sebagai uang tip karena kau tidak perlu melayani orang miskin ini,"

Ucap seorang pemuda dengan jubah sutra merah menyala, dikelilingi oleh empat pengawal berseragam.

Dia adalah Feng Huang, Tuan Muda kedua dari Klan Feng salah satu cabang kuat yang berafiliasi dengan Klan Fang.

Reputasinya di Pasar Kota Qīngchú sudah mendarah daging. Sombong, kejam, dan gemar menginjak mereka yang ia anggap lebih rendah.

​Chen Lin menoleh perlahan. Tatapannya tertuju pada botol di tangan Feng Huang, lalu beralih ke wajah pemuda sombong itu.

"Aku yang menanyakannya lebih dulu. Letakkan kembali."​Feng Huang tertegun sejenak, lalu meledak dalam tawa meremehkan.

"Kau dengar itu? Seorang bocah desa memerintahku? Kau tahu siapa aku? Aku bisa membuatmu merangkak keluar dari kota ini tanpa lidah!"

​Di dalam kalung giok, aura Lin XingYu tiba-tiba bergejolak. Suaranya yang sedingin kutub utara bergema di benak Chen Lin, membawa kebencian yang mendalam terhadap kesombongan yang tidak berdasar.

​"Xinyue... anak ini adalah sampah di jalan kultivasi. Orang seperti dia hanya akan menindas yang lemah untuk memuaskan egonya. Jika kau biarkan dia pergi sekarang, dia akan terus menyiksa orang-orang tak bersalah lainnya. Jangan membunuhnya di sini, itu akan merepotkan penyamaranmu. Tantang dia di Arena Bela Diri Pusat. Dan saat kau di sana... patahkan salah satu kakinya. Biarkan dia mengingat rasa sakit ini seumur hidupnya."

Chen Lin menerima perintah itu dengan patuh. Ia tidak membalas makian Feng Huang dengan amarah, melainkan dengan sebuah senyuman tipis yang membuat bulu kuduk para pengawal klan Feng berdiri tanpa alasan.

​"Jika kau memang sehebat bicaramu, Tuan Muda Feng, mengapa kita tidak menyelesaikannya secara terhormat?" Chen Lin menunjuk ke arah Menara Lonceng yang menjulang di pusat kota.

"Arena Bela Diri. Jika aku menang, botol itu milikku dan kau berlutut meminta maaf. Jika kau menang... aku akan mematuhi seluruh perintahmu padaku."

Mata Feng Huang berkilat penuh nafsu membunuh.

"Berani sekali! Baik! Aku akan mengulitimu di depan seluruh kota agar mereka tahu apa akibatnya menantang Klan Feng!"

​Arena Bela Diri Pusat Kota Qīngchú dikelilingi oleh ribuan penonton yang haus akan hiburan.

Berita tentang 'pemuda desa yang menantang Naga Kecil Klan Feng' menyebar seperti api dalam jerami.

Feng Huang berdiri di tengah arena dengan pedang panjang yang memancarkan energi api yang cukup kuat ia berada di puncak Blood Purification Tingkat 6.

​Di sisi lain, Chen Lin berdiri diam. Ia bahkan tidak menghunuskan senjata. Capingnya sudah dilepas, menampakkan wajah Chen Lin yang tajam dan tak tergoyahkan.

"Matilah kau, semut!" Feng Huang melesat maju. Pedangnya membentuk busur api yang membara, membelah udara dengan suara menderu.

​Namun, di mata Chen Lin, gerakan itu lambat seperti siput. Dengan Blood Purification Tingkat 7, kepadatan energinya berada di dimensi yang berbeda.

Saat pedang itu nyaris menyentuh lehernya, Chen Lin bergeser setengah langkah gerakan yang sangat minim namun efektif.

"Teknik Pembeku Spiritual. "

​Seketika, suhu di atas arena menurun hingga arena tempat mereka berpijak menjadi licin karena bekuan es.

Api pada pedang Feng Huang meredup secara paksa, tertutup oleh lapisan embun beku yang merambat dari udara. Feng Huang terbelalak, ia merasa tubuhnya menjadi seberat gunung.

"Hanya ini kekuatan dari Tuan Muda kedua?" bisik Chen Lin yang tiba-tiba sudah berada di belakang Feng Huang.

​Feng Huang berbalik dengan panik, mengayunkan kakinya dalam tendangan berputar yang dilapisi energi spiritual.

Ini adalah saat yang ditunggu oleh Chen Lin. Mengikuti instruksi Lin XingYu, ia tidak menghindari tendangan itu. Sebaliknya, ia menangkap pergelangan kaki Feng Huang dengan tangan kirinya.

KRAKK!

​Bunyi tulang yang patah bergema di seluruh arena yang mendadak sunyi.

Chen Lin tidak hanya mematahkan tulangnya, ia menyuntikkan esensi es murni ke dalam sumsum tulang kaki Feng Huang, memastikan bahwa luka itu tidak akan pernah bisa sembuh secara total tanpa obat tingkat tinggi. Dan sekaligus menghancurkan basis kultivasi Feng Huang.

"AAGHHHH!!!" teriakan histeris Feng Huang memecah langit.

Ia tersungkur di atas lantai batu, memegangi kakinya yang kini membiru dan kaku.

​Chen Lin berdiri tegak di samping tubuh yang mengerang itu. Ia mengambil botol Cairan Sumsum Kristal Hitam yang terjatuh di lantai arena, lalu menatap kerumunan penonton dengan tatapan yang membuat para tetua klan yang hadir pun menahan napas.

​"Kekuatan bukan untuk menindas, tapi untuk mendaki," suara Chen Lin tenang, namun membawa wibawa yang tak terbantahkan.

​Ia berbalik dan berjalan meninggalkan arena, jubah kain kasarnya berkibar tertiup angin yang tiba-tiba menjadi sangat dingin

Di belakangnya, Feng Huang pingsan karena rasa sakit yang luar biasa, sementara nama 'Chen Lin' mulai terukir sebagai jenius baru yang menakutkan di Kota Qīngchú.

"Bagus," gumam Lin XingYu di dalam jiwanya.

"Keadilan di dunia ini seringkali harus ditulis dengan rasa sakit. Sekarang, mari kita gunakan cairan ini. Malam ini, kau akan memulai langkah pertamamu menuju Marrow Purification."

​Chen Lin dengan cepat pergi menghilang ke dalam gang-gang gelap, meninggalkan kekacauan di pusat kota.

Ia tahu, mulai hari ini, Klan Feng tidak akan tinggal diam.

Berita tumbangnya Feng Huang menyebar seperti racun yang merambat di pembuluh nadi Kota Qīngchú.

Di dalam aula utama kediaman Klan Feng, suasana terasa sebeku es abadi.

Aroma dupa gagal menutupi bau amarah yang meluap dari sosok pria paruh baya yang duduk di kursi Patriark 'Feng Jian', Ketua klan sekaligus ayah dari pemuda yang kini kehilangan masa depannya sebagai praktisi.

"Seorang bocah desa... mematahkan kaki putraku dan menghancurkan martabat Klan Feng di depan publik?"

Suara Feng Jian rendah, namun setiap katanya membawa tekanan Spiritual yang membuat retakan kecil pada lantai marmer.

​Ia tidak mengirim pasukan resmi. Itu terlalu mencolok dan akan mengundang tawa dari empat klan besar lainnya.

Dalam kegelapan politik Kota Qīngchú, dendam paling baik diselesaikan oleh mereka yang tidak memiliki nama.

Dari balik tirai hitam di sudut ruangan, dua siluet muncul tanpa suara, seolah-olah mereka adalah bagian dari bayang-bayang itu sendiri.

Mereka adalah dua pembunuh bayaran yang berada di puncak Blood Purification Tingkat 9.

Tubuh mereka kurus, namun setiap serat ototnya telah ditempa dengan racun dan latihan ekstrem yang melampaui batas manusia biasa.

​"Bawa kepalanya, dan pastikan setiap tulang di tubuhnya dihancurkan sebelum ia mengembuskan napas terakhir," perintah Feng Jian dengan suara keras.

Malam itu, Kota diselimuti kabut yang lebih pekat dari biasanya. Chen Lin duduk bersila di kamarnya di Penginapan Teratai Sunyi, botol Cairan Sumsum Kristal Hitam telah kosong di sampingnya.

Ia bisa merasakan sumsum tulangnya berdenyut, menyerap esensi hitam yang dingin dan mulai mengubah struktur internalnya.

​Namun, ketenangan itu terusik. Di bahunya, Lian Yue tiba-tiba berdiri tegak, sayapnya sedikit bergetar memancarkan aura tipis.

​"Dua pemangsa telah masuk ke wilayahmu," suara Lin XingYu bergema, tenang namun penuh antisipasi.

"Mereka berada di puncak ranah pertama. Darah mereka sudah sangat murni, hampir menyentuh ranah Marrow Purification. Ini adalah ujian yang sempurna untuk melihat sejauh mana kau bisa melampaui batasan sub-tingkatmu."

​Chen Lin membuka matanya. Ia tidak melarikan diri. Sebaliknya, ia memadamkan lampu minyak di mejanya, membiarkan ruangan jatuh ke dalam kegelapan total.

Dengan satu gerakan halus, ia melompat keluar melalui jendela, mendarat di atas atap kayu yang licin oleh embun malam.

​Di kejauhan, dua bayangan hitam melesat di atas atap-atap kota, bergerak dengan sinkronisasi yang mengerikan.

Mereka tidak menggunakan obor, indra spiritual mereka telah terkunci pada sisa-sisa aura es yang ditinggalkan Chen Lin.

​Pertemuan itu terjadi di atas menara tua yang sudah ditinggalkan di perbatasan wilayah Klan Fang.

Si Kembar Gagak Hitam berhenti di dua sisi yang berbeda, mengepung Chen Lin di tengah. Mereka tidak bicara.

Di tangan mereka, belati melengkung yang berwarna hitam legam berkilat tertimpa cahaya rembulan yang pucat.

​Salah satu dari mereka melesat maju, gerakannya secepat kilat yang menyambar. Belatinya mengincar tenggorokan Chen Lin, membawa aliran Spiritual yang tajam dan beracun.

Chen Lin bergeser, namun bayangan pembunuh kedua sudah berada di belakangnya, siap untuk melancarkan serangan padanya.

"Teknik Bayangan Tujuh Pedang! "

​Dalam sekejap, tubuh Chen Lin seolah terbiaskan. Bayangan spiritualnya muncul, menahan serangan dari belakang dengan lengan yang dilapisi kristal es keras, sementara Chen Lin yang asli melakukan putaran balik yang spontan.

​Udara di sekitar menara itu mendadak menjadi statis. Teknik Pembeku Spiritual dikerahkan pada kapasitas maksimalnya.

Chen Lin membiarkan raga Ice Heart-nya melepaskan hawa dingin yang selama tiga hari ini ia kumpulkan.

​"Kalian terlalu lambat," bisik Chen Lin.

​Mereka terkejut. Meskipun mereka berada di tingkat 9, mereka merasakan darah mereka sendiri mulai melambat, seolah-olah dipaksa menjadi kristal es oleh kehadiran pemuda di depan mereka.

Ini adalah penindasan ranah yang tidak masuk akal, seorang tingkat 7 menekan dua tingkat 9.

​Pembunuh di depan Chen Lin meraung, membakar esensi darahnya untuk memecah kebekuan. Ia menebaskan belatinya dengan kekuatan penuh, menciptakan gelombang energi hitam yang merobek atap menara.

​Chen Lin tidak menghindar. Ia mengangkat tangan kanannya, membiarkan belati itu menebas telapak tangannya. Namun, tidak ada darah yang mengalir.

Belati itu tertahan oleh lapisan es transparan yang tumbuh dari kulit Chen Lin.

​"Darahku tidak lagi merah untuk kalian tumpahkan," ucap Chen Lin dingin.

​Ia mencengkeram tangan pembunuh itu. Hawa dingin yang mematikan merambat dari tangan Chen Lin, masuk ke dalam meridian lawan, membekukan aliran Spiritual-nya secara paksa dari dalam.

Sang pembunuh berteriak tanpa suara saat jantungnya mulai membeku karena es.

​Pembunuh kedua mencoba menolong saudaranya, namun bayangan spiritual Chen Lin meledak dalam serpihan es yang tajam, menjadi ribuan jarum energi yang menghujam tubuhnya.

Di bawah langit malam yang sangat gelap, tarian maut itu berakhir dengan tragis.

​Dua pembunuh bayaran terbaik Klan Feng kini berdiri kaku di atas menara, menjadi dua monumen es yang berkilauan di bawah sinar rembulan.

Mata mereka masih terbuka, menyimpan ketakutan abadi sebelum nyawa mereka direnggut oleh dingin yang mutlak.

​Chen Lin berdiri di puncak menara, napasnya mengeluarkan uap perak yang panjang. Ia menatap ke arah kediaman Klan Feng yang jauh di sana.

"Tingkat 9 pun bukan lagi tandinganmu dalam hal kualitas energi," Lin XingYu memuji, suaranya mengandung kebanggaan yang samar.

"Kau telah membuktikan bahwa raga dewi, meskipun di Alam Bawah, tetaplah penguasa."

​Chen Lin tidak menjawab. Ia hanya membersihkan debu dari lengan bajunya, lalu melompat turun, hilang kembali ke dalam kabut kota.

Malam itu, Kota Qīngchú tetap tenang, seolah tidak pernah terjadi pembantaian singkat di atas menara tua.

Namun bagi Klan Feng, Besok pagi akan membawa pesan yang lebih mengerikan daripada sekadar kaki yang patah, pesan bahwa mereka telah memancing badai yang takkan bisa mereka jinakkan.

1
Milk Lk
udh nabung 2 minggu lebih gas momentum walau cuman 20 chapter, semangat terus thor up nya
Milk Lk
Wah bagus sih ini, gas next chpter tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!