NovelToon NovelToon
Hubungan Terlarang

Hubungan Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Beda Usia / CEO / Selingkuh / Cinta Terlarang / Cintapertama
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda SB

Ketika cinta harus dipisahkan oleh perjodohan orangtua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ciuman paksa

Hari itu akhirnya tiba. Setelah jam terakhir perkuliahan selesai, Leya langsung mendapatkan panggilan telepon dari asisten rumah tangga, yang mengingatkan dirinya untuk segera pulang. Ingin sekali rasanya Leya beralasan agar tidak menghadiri acara makan malam itu. Namun, mengingat tatapan dingin tanpa belas kasih dari kakeknya... membuat Leya dengan terpaksa harus mengikuti makan malam yang menyakitkan itu. Karena di sini, Leya masih memiliki sedikit harapan agar kakeknya bisa menyayangi dirinya. Seperti kakeknya yang selama ini sangat menyayangi kakak laki-lakinya, yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri sejak kecil.

Ya, Leya memiliki seorang Kakak laki-laki Leya yang bernama Leo. Leo sejak kecil sudah sangat dimanjakan oleh Hardiman. Bahkan diberikan fasilitas pendidikan terbaik, dan segalanya yang terbaik untuk Leo. Akibat sering dimanjakan dan dituruti segala keinginannya, Leo bukannya tumbuh menjadi pria dewasa yang penuh dengan tanggung jawab. Melainkan ia tumbuh menjadi pria manja yang suka berfoya-foya. Tapi tentu saja, semua itu dia lakukan tanpa sepengetahuan kakeknya. Karena jika di hadapan pria tua itu, Leo akan berperan sebagai pria berpendidikan yang penuh dengan wawasan.

Leya menghela nafas panjang. Lagi-lagi hatinya selalu kalah oleh rasa rindu dan rasa keinginan untuk mendapatkan setitik kasih sayang dari Kakeknya. Ya, memang semenyedihkan itu kehidupan seorang Harleya Putri Calista. Sejak bayi ia tidak pernah mengenal dan tidak pernah mengetahui siapa ayahnya, bahkan ketika lahir sudah mendapatkan perlakuan dingin oleh kakeknya. Begitu juga dengan sang kakak yang hanya peduli dengan kehidupannya saja, dan satu-satunya yang masih memberikannya kasih sayang hanyalah sang ibu... Sukma.

Namum, Sukma juga tidak bisa memberikan kasih sayang seutuhnya. Karena sejak kakak kandungnya meninggal, Sukma bertanggung jawab meneruskan perusahaan keluarga. Hingga ia hampir tidak memiliki waktu bersama Harleya. Sebab wanita itu berangkat sebelum Leya bangun dan baru pulang setelah Leya tertidur.

Terbiasa hidup dalam lingkungan keluarga tanpa kehangatan. Membuat Harleya terbiasa menanggung semua masalahnya sendiri, tanpa bercerita pada siapapun. Sehingga apapun yang ia rasakan dan apapun yang ia alami... ia selalu merasakannya sendiri.

Dan... semua itu berubah, ketika ia bertemu dengan Angkasa. Namun kini, satu-satunya pria yang memberikannya cinta, kasih sayang, dan perhatian yang utuh... kini sudah terancam hilang dan lagi-lagi ia harus kembali sendiri.

"Kamu pasti kuat Leya! bukannya kamu sudah terbiasa dengan hal ini?" Leya berbicara pada dirinya sendiri.

Lagi dan lagi ia berusaha mensugesti otaknya untuk selalu kuat, terkhususnya saat menghadapi acara makan malam nanti.

Ketika akhirnya ia sampai di rumah. Seluruh asisten rumah tangga sudah disibukkan dengan berbagai persiapan, demi lancarnya pertemuan antara dua keluarga nanti.

Leya sama sekali tidak tertarik dengan apapun yang ada di sana. Meski aroma masakan yang harum tercium dari dapur hingga ke ruang tamu. Namum rasa lapar tak kunjung menghampiri, walaupun sejak pertemuannya dengan Angkasa semalam... tidak ada satu butir nasi pun yang masuk ke lambungnya.

"Non Leya tidak apa-apa?" seorang asisten rumah tangga menangkap tubuh Leya, yang hampir limbung saat menaiki anak tangga.

"Aku tidak apa-apa, terima kasih!"

Leya lanjut menuju ke kamar. Tidak langsung bersiap-siap seperti yang seharusnya. Malahan ia sedang berbaring di ranjang sambil menatap langit-langit kamar yang berwarna putih bersih.

Cukup lama Leya berada di posisi seperti itu. Tidak tahu entah berapa lama, namun yang pasti... ia baru tersadar dari lamunannya, ketika asisten rumah tangga mengingatkannya.

Hanya dalam waktu 30 menit, Leya sudah selesai mandi dan berdandan. Dengan bantuan makeup, ia berusaha untuk menutupi mata bengkaknya dan menyembunyikan raut kesedihannya dibalik ekspresi ceria yang sangat mudah untuk ia lakukan.

"Mama cantik sekali?" puji Leya, ketika turun ke bawah dan melihat Ibunya sudah cantik dalam balutan dress putih bersih.

"Anak mama juga cantik!" Sukma tersenyum. Kali ini senyumnya terlihat lebih tulus dari sebelumnya.

"Kira-kira ayah baru ku nanti tampan atau tidak ya Ma?" Leya bergelayut manja di lengan ibunya. Hal yang sangat jareng sekali ia lakukan.

"Bersikaplah yang normal! jangan kekanakan!" suara bariton kakeknya yang baru turun dari lantai atas mengejutkan Leya.

Leya langsung duduk tegak, tidak lagi bermanja. Karena tatapan tajam kakeknya, selalu membuat Leya merinding ketakutan. Meskipun pria itu itu tidak bersuara.

"Ma!" Leya ingin dibela. Namun jangankan mendapatkan pembelaan dari ibunya, hanya sekedar kata penenang ataupun tepukan lembut dari ibunya... itupun sama sekali tidak ia dapatkan.

"Seharusnya aku tidak berharap!" Leya menunduk. Hubungannya dengan ibunya memang baik. Namum entah mengapa, Leya selalu merasa ia dan ibunya tidak memiliki keterikatan batin dan tali kasih yang erat selayaknya seorang ibu kepada anak perempuannya.

Leya duduk di samping ibunya sambil bermain ponsel. Ia sama sekali tidak menunggu kedatangan tamu yang katanya terhormat. Malahan ia berharap, tamu itu tidak datang atau setidaknya sang kakek memberinya perintah untuk masuk ke dalam kamar.

Tetapi harapan Harleya sama sekali tidak terwujud. Karena 20 menit kemudian, rombongan keluarga Felix datang. Ada Persimon yang masih gagah dalam balutan jas abu-abu muda, ada Anna yang tampil anggun dalam balutan dress hitam yang kontras dengan kulit putihnya. Serta jangan lupakan sang bintang utama... Angkasa Bimantara Felix yang terlihat sangat tampan dalam balutan jas hitam dengan wajah datar dan tatapan dinginnya.

"Selamat datang sahabatku?" Hardiman menyambut kedatangan mereka dengan sangat hangat.

Kedua pria tua itu tersenyum lebar. Sepertinya mereka sudah sangat menantikan hari ini tiba.

"Angkasa, apa kabar?" Sukma tersenyum sambil mengulurkan tangannya.

"Baik!" Angkasa menjawab dengan singkat. Ia sama sekali tidak peduli dengan apa yang ada di hadapannya. Karena sejak tadi, kedua matanya sedang mencari sosok mungil penghuni hati dan penguasa seluruh cintanya.

"Dimana Harleya?" batin Angkasa mencari, tanpa menyadari jika sosok yang ia cari sedang duduk bersembunyi dibelakang tubuh ibunya.

Mata Harleya kembali berkaca-kaca. Ternyata ia tidak sekuat itu untuk kembali melihat Angkasa. Tembok yang sudah susah payah ia coba untuk bangun. Ternyata sudah runtuh di detik pertama mereka bertemu.

"Leya! ngapain kamu disana? kesini!" panggilan dari kakeknya membuat Harleya berdiri. Ia menyeka air mata yang hampir tumpah, lalu memasang wajah ceria seolah tidak ada yang ia rasakan!

"Halo Oma, Opa apa kabarnya?" sapa Leya ceria berdiri disamping Ibunya.

"Halo sayang! Kamu sudah sebesar ini ternyata... Sangat cantik?" sahut Anna memeluk dan mencium pipi Leya yang masih terus tersenyum.

"Terima kasih, Oma juga cantik?" Leya balik memuji, tanpa menatap Angkasa yang sejak tadi terus menatapnya penuh kerinduan.

"Kamu... tidak mau menyapaku sayang?" batin Angkasa ingin meraih, memeluk dan mencium Harleya.

"Lea, ini Om Angkasa... Calon ayah tirimu!" Hardiman memperkenalkan keduanya.

Setelah sekian lama mereka ada di ruangan yang sama tanpa saling menatap ataupun menyapa. Kini, dengan terpaksa Leya kembali menatap wajah tampan, yang masih ia usahakan untuk dilupakan.

"H-halo Om!" suara yang keluar dari bibir mungilnya bukan hanya terbata, tapi juga bergetar.

"Halo Harleya, kamu cantik sekali?" Angkasa mengulurkan tangannya, yang tidak langsung mendapatkan balasan dari Leya.

"Harleya, jabat tangan Om Angkasa!" bisik Sukma mengingatkan.

Ternyata ia kembali melamun. Leya segera membalas jabatan Angkasa. Namum sebelum pria itu puas menikmati sentuhan halus tangan Harleya, gadis itu sudah kembali menarik tangannya dengan cepat.

Setelah berbasa-basi yang membuat Leya sama sekali tidak nyaman. Akhirnya waktu makan malam tiba. Sebelum ke meja makan, Leya pamit ke toilet dan ternyata... Angkasa juga melakukan hal yang sama.

"Apa yang Mas lakukan?" Leya terkejut, ketika Angkasa tiba-tiba masuk ke toilet yang sama dengan dirinya.

"Aku merindukan kamu, sayang?" Angkasa langsung memeluk dan mencium bibir Leya dengan rakus.

Leya memberontak, ia berusaha untuk melepaskan ciuman Angkasa yang menggebu. Namun, ia kalah tenaga dari Angkasa yang sudah menahan tengkuknya.

"Buka mulutnya sayang!" Angkasa berusaha untuk menerobos masuk, tapi Leya menutup rapat bibirnya. Sambil berusaha untuk melepaskannya.

Tetapi sayangnya pria itu sama sekali tidak memberikan Leya banyak kesempatan. Ia hanya memberikan waktu beberapa detik bagi mereka untuk menarik nafas. Lalu kembali menyatukan bibir dalam ciuman yang penuh rindu, sakit, serta frustasi dari rasa cinta yang terancam kandas.

1
Jhesika Cika
bagus cta ny
Dew666
👑👑👑
Dew666
💜💜💜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!