NovelToon NovelToon
Suami Ku Musuh Bebuyutan Ku

Suami Ku Musuh Bebuyutan Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Bad Boy / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: mahealza

papanya elvaro dan zavira pernah sahabatan di waktu SD ,Namun nasib membedakan mereka , papanya elvaro sudah sukses sekarang. sedangkan papanya zavira hanya mempunyai toko bengkel.

keduanya bertemu setelah beberapa tahun menghilang,tapi masih dengan persahabatan yang hangat, terukir janji mereka yang dulu akan menjodohkan anak mereka. mamanya elvaro sangat keberatan menerima nya ,Karna menurutnya tidak setara. begitu juga dengan zavira menolak keras perjodohan ini Karna elvaro adalah musuh bebuyutan nya di sekolah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mahealza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kencan

Malam itu, Youjin membawa Zavira ke sebuah restoran rooftop yang tenang dan elegan. Lampu-lampu kota berkelap-kelip indah di bawah mereka, menciptakan suasana yang hangat namun tetap berkelas. Mereka duduk berhadapan, menikmati hidangan sambil berbincang tentang banyak hal. Youjin sangat sopan, perhatian, dan caranya memperlakukan Zavira begitu lembut, membuat hati gadis itu meleleh perlahan.

Suasana semakin romantis saat mereka berjalan berdampingan di area terbuka, angin malam berhembus pelan menyapa wajah mereka. Tanpa sadar, tangan mereka saling bersentuhan dan Youjin perlahan menggenggam tangan Zavira dengan lembut. Genggaman itu hangat dan membuat Zavira merasa sangat aman.

Di tengah keheningan yang indah itu, Youjin berhenti berjalan. Ia menatap dalam ke manik mata Zavira, wajahnya terlihat serius namun penuh ketulusan.

"Vira..." panggilnya pelan. "Selama ini kita dekat, dan gue ngerasa nyaman banget sama lo. Gue nggak mau cuma jadi teman biasa. Will you be my girlfriend?"

Jantung Zavira serasa mau copot. Detak jantungnya berpacu sangat kencang, wajahnya memanas. Ia ingin sekali menjerit mengatakan iya, ingin sekali mengatakan bahwa ia juga menunggu ini sejak lama.

Tapi...

''Kenapa nggak dari dulu?'' batin Zavira berteriak. ''Gue udah nikah sama Elvaro, walaupun itu cuma perjanjian. Dan lo... lo adalah idaman temen gue. Gimana gue bisa nerima lo sekarang?! Rasanya salah banget!''

Rasa bahagia bercampur dengan rasa bersalah yang begitu besar menghantam pikirannya. Dengan tangan yang sedikit gemetar, Zavira perlahan melepaskan genggaman tangan Youjin pelan-pelan. Ia berbalik badan, berjalan menjauh beberapa langkah dan menatap hamparan lampu pusat kota dari ketinggian itu, berusaha menyembunyikan wajahnya yang berkaca-kaca.

Youjin terlihat heran dan sedikit kecewa. Ia segera mengikuti langkah Zavira dan berdiri di sebelahnya. "Vi? Kenapa? Lo nggak mau ya?" tanyanya lembut.

Zavira menghela napas panjang, berusaha menetralkan suaranya agar tidak terdengar bergetar. Ia harus berbohong, demi segalanya.

"Jin..." Zavira menoleh sedikit, memaksakan senyum tipis yang terlihat sedih. "Kita kan udah kayak teman baik banget. Gue rasa... lebih enak begini aja. Gue... belum bisa kasih hati gue ke siapa-siapa sekarang. Maaf ya."

Padahal, di dalam hati kecilnya, Zavira berteriak histeris. 'Gue mau banget jadi milik lo detik ini juga Jin! Gue mau banget!'

Namun ia harus menahan semua itu. Ia harus menolak, meskipun rasanya menyakitkan.

Berikut lanjutan ceritanya:

 

"Antar gue sampai halte depan jalan utama aja ya, Jin," ucap Zavira pelan, memutus keheningan yang terasa berat. Ia tidak berani menatap wajah Youjin, takut laki-laki itu bisa melihat betapa hancurnya perasaannya saat ini.

Youjin terlihat kecewa, namun ia tidak memaksa. Dengan lembut ia mengangguk, "Oke, kalau itu mau lo."

Sepanjang perjalanan menuju halte, suasana terasa canggung dan sunyi. Tidak ada lagi tawa atau obrolan ringan seperti sebelumnya. Youjin menghentikan mobilnya tepat di pinggir jalan dekat halte bus yang cukup terang.

"Makasih ya malam ini," ucap Zavira sambil membuka pintu mobil. Suaranya terdengar lemah.

"Sama-sama, Vi. Hati-hati," balas Youjin pelan, matanya masih menatap Zavira dengan tatapan yang sulit diartikan—campuran antara rasa sayang dan kekecewaan.

Zavira segera turun dan melambaikan tangan cepat. Ia berjalan masuk ke area halte dan berdiri membelakangi mobil Youjin, memastikan laki-laki itu benar-benar pergi. Begitu mobil Youjin menghilang dari pandangan, Zavira menghela napas panjang yang tertahan di dadanya. Rasanya lega tapi juga sesak.

Ia segera mengeluarkan ponselnya dan memesan layanan taksi online. Tidak butuh waktu lama, mobil taksi pun datang. Zavira masuk ke dalam dan menyebutkan alamat rumahnya.

Sesampainya di depan gerbang rumah yang besar itu, Zavira turun dan membayar ongkos. Ia berjalan pelan memasuki halaman. Lampu teras rumah menyala terang, dan di sana, duduk santai di kursi taman, sudah ada Elvaro yang menunggunya.

Cowok itu sedang memainkan ponselnya, tapi langsung mendongak saat mendengar suara langkah kaki Zavira.

"Lama banget," celetuk Elvaro santai, meski matanya menyapu seluruh penampilan Zavira, seolah ingin tahu apa saja yang terjadi malam ini.

Zavira hanya diam, melewati Elvaro dan berjalan masuk ke dalam rumah. "Ngantuk," jawabnya singkat, berusaha menutupi perasaannya yang sedang kacau balau.

***

"Antar gue sampai halte depan jalan utama aja ya, Jin," ucap Zavira pelan, memutus keheningan yang terasa berat. Ia tidak berani menatap wajah Youjin, takut laki-laki itu bisa melihat betapa hancurnya perasaannya saat ini.

Youjin terlihat kecewa, namun ia tidak memaksa. Dengan lembut ia mengangguk, "Oke, kalau itu mau lo."

Sepanjang perjalanan menuju halte, suasana terasa canggung dan sunyi. Tidak ada lagi tawa atau obrolan ringan seperti sebelumnya. Youjin menghentikan mobilnya tepat di pinggir jalan dekat halte bus yang cukup terang.

"Makasih ya malam ini," ucap Zavira sambil membuka pintu mobil. Suaranya terdengar lemah.

"Sama-sama, Vi. Hati-hati," balas Youjin pelan, matanya masih menatap Zavira dengan tatapan yang sulit diartikan—campuran antara rasa sayang dan kekecewaan.

Zavira segera turun dan melambaikan tangan cepat. Ia berjalan masuk ke area halte dan berdiri membelakangi mobil Youjin, memastikan laki-laki itu benar-benar pergi. Begitu mobil Youjin menghilang dari pandangan, Zavira menghela napas panjang yang tertahan di dadanya. Rasanya lega tapi juga sesak.

Ia segera mengeluarkan ponselnya dan memesan layanan taksi online. Tidak butuh waktu lama, mobil taksi pun datang. Zavira masuk ke dalam dan menyebutkan alamat rumahnya.

Sesampainya di depan gerbang rumah yang besar itu, Zavira turun dan membayar ongkos. Ia berjalan pelan memasuki halaman. Lampu teras rumah menyala terang, dan di sana, duduk santai di kursi taman, sudah ada Elvaro yang menunggunya.

Cowok itu sedang memainkan ponselnya, tapi langsung mendongak saat mendengar suara langkah kaki Zavira.

"Lama banget," celetuk Elvaro santai, meski matanya menyapu seluruh penampilan Zavira, seolah ingin tahu apa saja yang terjadi malam ini.

Zavira hanya diam, melewati Elvaro dan berjalan masuk ke dalam rumah. "Ngantuk," jawabnya singkat, berusaha menutupi perasaannya yang sedang kacau balau.

Elvaro menyipitkan mata melihat punggung Zavira yang berjalan masuk dengan langkah gontai. Ia bisa merasakan ada yang berbeda dari gadis itu. Suasana hati Zavira terlihat hancur, campuran antara sedih dan bingung.

"Heh, Vira!" panggil Elvaro, bangkit dari duduknya dan mengikuti langkah Zavira dari belakang. "Lo kenapa sih? Wajah pucet banget. Gagal nge-date ya?" godanya, tapi nada suaranya tidak setajam biasanya.

Zavira berhenti di tengah lorong rumah yang sepi. Ia tidak berbalik, tapi bahunya terlihat menegang.

"Gak usah tanya banyak deh, El. Capek," jawabnya pelan, suaranya terdengar serak dan lelah.

Elvaro berjalan mendekat, berdiri tepat di sampingnya. Ia menatap profil wajah Zavira yang terlihat murung. "Gue tahu lo bohong tadi. Gue tahu lo pergi sama Jin, kan?" tebak Elvaro langsung.

Zavira menghela napas panjang, akhirnya menoleh menatap Elvaro. Matanya terlihat berkaca-kaca, membuat jantung Elvaro sejenak berhenti berdetak.

"Iya... gue sama Jin," akui Zavira akhirnya dengan suara bergetar. "Dan dia... dia nembak gue malam ini, El."

Wajah Elvaro berubah kaget. Alisnya terangkat tinggi, ia tidak menyangka Jin akan secepat itu. "Terus? Lo terima?" tanyanya cepat, nada suaranya tiba-tiba terdengar lebih serius, sedikit menuntut.

Zavira menggeleng pelan. Air mata akhirnya jatuh membasahi pipinya. "Gue tolak..."

Zavira melangkah melalui elvaro ,menutup pintu sedikit membanting. Elvaro menatapnya lekat.

1
Ivy
lanjut thor 👍💪💪💪💪
olyv
sudah aku vote ya thor .... semangat up nya
Ivy
nexxxxtttt 👍👍
Nessa
hukuman apa nih…🤭 lanjut thor
mahealza: boleh
total 1 replies
Ivy
lanjut thor 💪💪💪
olyv
hhmm istri orang weh jangan jadi pembinor ya youjin 😄
Nessa
maksih thor udah up nya bejibun 🤗
di tunggu up berikutnya 🙏🏼
mahealza: semoga selalu suka
total 1 replies
Nessa
eh apaan ini, pembaca juga ikut shock dengan aksi nekat zavira 🤭
Wkwkwkwk 😁
Nessa
harusnya jujur tentang perasaanmu vira pd youjin
Nessa
apa youjin akan menembak zavira jadi pacar anjaayyyy 🤭
raraaa
up
Nessa
suka ceritanya lanjut donk thor
mahealza: makasih 🤭 .sorry jarang up
total 1 replies
Fadhil Ahmad
Alur cerita bagus tdk berbelit
Fadhil Ahmad
Cemangat othor...💪💪💪next
mahealza: cemangat juga bacanya
total 1 replies
olyv
awal yang seru n menarik 👍👍
mahealza: makasih kakak
total 2 replies
Nessa
lanjut thor 👍🏻👍🏻
mahealza: oke kak
total 2 replies
Nessa
el g ingat kejadian semalam y wkwk🤭
Nessa
ngak mungkin elvaro pelaku pelecehan itu.. takut bgt el udah bucin parah tapi endingny vira pergi tingalin el
mahealza: semoga jangan😲
total 1 replies
Nessa
huh 😥
Nessa
aura cemburu el kuat bgt 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!