NovelToon NovelToon
Wasiat Tanpa Cinta

Wasiat Tanpa Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ndo' Anha

Demi menyelamatkan hak waris adiknya dari keserakahan sang kakak tiri, seorang CEO wanita yang berhati dingin terpaksa terjebak dalam pernikahan kontrak. Ia harus bersanding dengan pengacara mendiang ayahnya—pria yang memandangnya dengan kebencian, namun memegang kunci kekuatan hukum yang ia butuhkan.

Tempaan hidup yang keras telah membentuknya menjadi sosok yang tegas dan tak kenal lelah. Di bawah atap yang sama, tak ada ruang bagi cinta, hanya ada dendam yang membara di hati sang suami. Demi ambisi masing-masing, keduanya terpaksa memerankan sandiwara rumah tangga yang sempurna di mata dunia.

Akankah benih cinta tumbuh di sela-sela permusuhan mereka, ataukah perpisahan pahit yang menjadi akhir dari kesepakatan ini?

Mau tahu kelanjutan ceritanya? Jangan lupa baca di sini, ya. 🤗

Jangan lupa, like dan komentarnya sebagai penyemangat Author. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ndo' Anha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. WATACI

Pagi itu, sinar matahari musim panas menyelinap masuk melalui celah gorden. Sesuai janji, Adnan sudah bersiap dengan kaos santai dan kacamata hitam, sementara Elano tampak sangat bersemangat membawa tas berisi perlengkapan renang.

Nika pun tak mau ketinggalan. Meski awalnya ia protes, ia akhirnya ikut bersiap, mengenakan gaun pantai simpel namun elegan. Ia tak ingin kehilangan pengawasan terhadap Adnan.

Saat mereka bertiga sudah berada di dalam mobil dan Adnan baru saja hendak memutar kunci kontak, ponsel Nika yang tergeletak di dasbor bergetar hebat. Nama 'Geby' berkedip-kedip di layar.

Adnan dan Elano saling berpandangan. Mereka tahu benar, jika asisten pribadi Nika sudah menelepon di hari libur, itu berarti ada hal yang mendesak di perusahaan.

Nika menghela napas panjang lalu mengangkat telepon itu. "Ya, Geby? Ada apa?"

Suara Geby terdengar panik dari seberang sana, bahkan saking kencangnya, Adnan bisa mendengar sayup-sayup kata 'masalah distribusi' dan 'stok barang'.

"Ibu, maaf mengganggu waktu liburnya, tapi pihak vendor membatalkan kontrak secara sepihak karena berita kemarin. Kita harus mengadakan rapat darurat sekarang jika tidak ingin kerugian membengkak."

Adnan sudah bersiap untuk menginjak rem atau bahkan turun dari mobil. Ia sangat yakin Nika akan menyuruh mereka membatalkan rencana ke waterpark dan langsung memutar haluan menuju kantor. Elano pun sudah mengembuskan napas kecewa, bahunya merosot seketika.

Namun, jawaban yang keluar dari mulut Nika justru membuat suasana di dalam mobil seketika membeku.

"Tunda sampai besok, Geby. Atau urus saja apa yang bisa kalian urus tanpa kehadiranku untuk sementara waktu," ucap Nika datar.

"Tapi Bu ... ini masalah besar," suara Geby terdengar tidak percaya.

"Aku bilang tunda, ya tunda. Aku sedang ada urusan keluarga yang tidak bisa ditinggalkan. Jangan hubungi aku lagi kecuali kantor benar-benar terbakar," tegas Nika sebelum mematikan sambungan telepon secara sepihak.

Hening.

Adnan menoleh pelan ke arah Nika dengan mata membelalak di balik kacamata hitamnya. Elano bahkan sampai melepaskan kontroler gim yang sedang ia pegang.

"Kak ... Kak Nika beneran?" Elano bertanya dengan nada ragu.

"Ini beneran Kak Nika? Kak Nika beneran menunda pekerjaan demi aku?"

Adnan ikut menimpali. "Apa matahari terbit dari barat pagi ini? Seorang Nika memprioritaskan liburan di waterpark daripada kerugian vendor? Kamu sedang tidak sakit, kan?"

Nika hanya merapikan rambutnya dan menatap lurus ke depan, berusaha menyembunyikan rasa gengsinya. "Kenapa kalian diam saja? Katanya mau ke waterpark. Cepat jalankan mobilnya, Adnan. Sebelum aku berubah pikiran."

Adnan menggeleng-gelengkan kepala, masih tidak habis pikir. Ia mulai memutar kemudi, namun dalam hati ia bertanya-tanya, apakah Nika memang sedang mencoba memulai "perang" baru dengan cara yang berbeda?

"Baiklah, Tuan Putri. Waterpark kita datang," gumam Adnan sambil melajukan mobil.

Setibanya di waterpark, suasana riuh rendah suara air dan tawa pengunjung langsung menyambut mereka. Nika pamit sebentar untuk menuju ruang ganti, meninggalkan Adnan dan Elano yang sudah tidak sabar untuk langsung menceburkan diri ke kolam.

Tak lama kemudian, Nika kembali. Langkah kakinya yang biasa terbalut sepatu hak tinggi, kini tampak ringan tanpa alas kaki. Adnan dan Elano yang sedang asyik bermain air seketika terdiam saat melihat sosok wanita yang berjalan menghampiri mereka.

Nika tampak sangat berbeda. Hilang sudah setelan jas kaku berwarna gelap yang selalu menjadi "seragam" kebesarannya sebagai direktur. Kali ini, ia tampil sangat feminin mengenakan pakaian renang yang simpel namun anggun.

Adnan terpaku di tempatnya. Dalam hati, ia harus mengakui bahwa Nika terlihat sangat cantik. Ini adalah kali pertama ia melihat istrinya tanpa topeng formalitas. Namun, egonya segera bangkit. Ia buru-buru memalingkan wajah dan bersikap acuh tak acuh.

Ingat, pernikahan ini hanya soal bisnis dan perusahaan, batin Adnan membentengi hatinya.

"Ayo, Kak Nika! Jangan cuma berdiri di sana! Airnya segar banget!" seru Elano sambil menyipratkan air ke arah kakaknya.

Nika tertawa kecil. Rasa antusias menjalar di dadanya. Seumur hidupnya, waktunya habis hanya untuk belajar, rapat, dan menatap layar laptop. Ini adalah momen langka baginya untuk benar-benar bersenang-senang.

Tanpa pikir panjang, Nika segera berlari kecil dan terjun ke dalam kolam untuk bergabung dengan mereka.

Byurr!

Namun, kegembiraan itu hanya bertahan sedetik. Begitu tubuhnya masuk ke dalam air, rasa panik langsung menyerang. Nika baru menyadari satu hal yang fatal, kaki kecilnya sama sekali tidak bisa menyentuh dasar kolam. Kolam itu ternyata jauh lebih dalam dari yang ia duga.

Nika tidak bisa berenang.

Tangannya mulai menggapai-gapai udara dengan panik. Ia mencoba berteriak, namun air mulai masuk ke mulutnya, membuatnya tersedak. Tubuhnya perlahan mulai tenggelam, terseret oleh beban air yang kini terasa begitu berat.

"To-tolong ..." suaranya tertahan, nyaris tak terdengar di tengah bisingnya tawa pengunjung lain.

Di tengah kepanikannya yang luar biasa, pandangan Nika mulai kabur. Namun, di antara sisa-sisa kesadarannya, ia melihat sebuah bayangan yang berenang sangat cepat ke arahnya.

1
🌸UmmiMasPutro🌸
alhamdulillah, semoga nggak ada celah barra n vivian keluar dr penjara
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝
wahh jangan2 dahh hamil🤭🤭🤭
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝
syukur lahh mereka selamat🤗🤗
🌹🌹WINA🌷🌷
bener kan filling akuh nika melamar Adnan, nika memenuhi wasiat mediang ayahnya...
🌹🌹WINA🌷🌷
pengacara Adnan kali mau dilamar🤭
🌹🌹WINA🌷🌷
bagus nika basmi korupsi...
🌹🌹WINA🌷🌷
ibu direkturnya sangat tegas sekali dan displin...
🌹🌹WINA🌷🌷: sama2 kakak☺
total 6 replies
🌹🌹WINA🌷🌷
perebutan harta warisan, apakah surat wasiatnya nika jangan menikah sama adnan...
🌹🌹WINA🌷🌷
bagus nika lawan bara jangan mau tindas, nika bukan perempuan lemah...
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝
ya ampun.. siapa yg di culik😬😬
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝
syukur lahh sekarang ada Adnan
Auleen
bagus
Uthie
Coba mampir menyimak 👍👍
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂
ya dibuat nonstop loh buk
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝
syukur lahh🤗🤗🤗
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝
hahahah nika trauma🤭🤭🤭
🌸UmmiMasPutro🌸
el di jadikan penjaga anak🤭 male nanny (Manny) 😂
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝
awas aja klo kmu bohong lagi Adnan
🌸UmmiMasPutro🌸
wehhh g berasa aq baca marathor🤭
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: hhh iya aunty maraton beneran
total 1 replies
🌸UmmiMasPutro🌸
hahahahaha.... lucas ketawa aq pun sama lucas🤭😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!