NovelToon NovelToon
Kembali Hidup

Kembali Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Pelakor / Trauma masa lalu / Kontras Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Ganendra Badrika

Hari itu dimana aku salah memilih dan bersikeras walau orang tua ku melarang dan memperingatkan atas apa yang ku pilih.
aku hidup dengan status baru sebagai seorang istri, dimana aku harus selalu berusaha menutupi apa yang ku rasakan.

Hingga dimana hidup ku bagai di ujung jurang neraka yang menjelma di dalam bumi,
rasa ingin mengakhiri waktu untuk diriku sendiri.
sayang Tuhan masih baik mengirimkan perantara untuk hidup ku.
hari hari ku masih dengan segala pertanyaan hingga ayah ku datang ke rumah ku dengan seribu misteri jawaban.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ganendra Badrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vania

    lima bulan setelah Vania kembali ke rumah nya, sesuai kesepakatan yang di bicarakan antara keluarga kristi dan bunga, mereka mengijinkan anak kecil itu untuk di rawat oleh keluarga ratna, karena memang perlakuan dan sifat nya bisa mengembalikan mental nya yang mulai goyah di usia nya yang sangat kecil.

   Vania baru duduk di bangku sekolah dasar yang akan naik di kelas dua, hampir setengah tahun di tinggal sang ibu untuk menebus semua kesalahan nya, membuat mental anak itu hampir turun seperti kehilangan arah harus mengurus dua adik nya masih sekolah di taman kanak kanak.

  Hari hari nya di titipkan oleh nenek waliyah dan di bantu tetangga yang sering datang membantu waliyah memasak untuk pesanan nasi box yang di jual nya, wanita tua itu pun kewalahan untuk mengurus tiga cucu dari anak nya Bahri suami kristi walau kehidupan mereka tidak tergolong susah ataupun cukup tapi waliyah tidak mau berpangku tangan hanya meminta dari anak anak nya.

   Seminggu lagi nia akan menjalankan ujian kenaikan kelas, anak itu begitu giat dalam belajar siapa yang tidak iri melihat nya, selalu berandai andai kalau anak nya dirumah akan sama seperti nia yang mau belajar tanpa di suruh bahkan di paksa.

   Perestasi nya di sekolah pun tidak di ragukan dalam ulangan harian tidak pernah gagal mendapat nilai sempurna sebelum sang ibu di tahan nia selalu mendapat nilai seratus di setiap ulangan harian dan tugas sekolah nya, sayang nilai itu menurun walau sering belajar,

  Sejak awal kristi di tahan, gadis itu mencari tahu dimana mereka tinggal dan tentang anak - anak mereka, sampai bunga tertarik melihat vania, mendatangi sekolah nya mencari tahu pihak sekolah tidak mengetahui tentang ibu dari anak itu hal tentang anak itu.

   Wali kelas nya pun menyampaikan penurunan prestasi yang hanya rata - rata tujuh puluh walau terbilang cukup baik, pihak sekolah tidak mengetahui apa yang terjadi pada anak itu yang hanya mengira mungkin fase perkembangan anak yang naik dan turun dan nia lagi di fase turun jenuh untuk belajar.

  Selama tujuh bulan masa tahanan kristi bunga memperhatikan anak itu, tanpa di ketahui oleh keluarga nya, suatu waktu bunga berbicara dengan sang ibu akan mengambil anak itu ketika kenaikan kelas, "Bu, aku akan memindahkan anak Kristi untuk tinggal disini dan bersekolah disini sampai nanti anak itu pulih, apa boleh bu?"

"kamu yakin? Siapa yang akan mengurus anak itu, apa kamu bisa, ngak gampang loh ngurus anak kecil nak"

"nanti ku carikan pengasuh yang akan menjaga nya bu, se engak nya mental anak itu ngak keburu rusak parah"

"ya sudah kalau itu keputusan mu nak, jangan membuat anak itu semakin terluka loh"

"baik Bu" bunga merenungi apa yang di pesan ratna singkat tapi bermakna tapi semua sudah di perhitungkan nya, memang tidak mudah merawat anak kecil tapi akan lebih sulit mengembalikan mental anak kecil yang hancur menurut bunga

Hari kenaikan kelas pun tiba, bunga datang ke rumah bahri di temani revo sampai dirumah itu mereka di sambut nia dengan begitu memburu kebahagiaan, Nia berlari menghampiri gadis itu dan memeluk nya.

"Tante aku naik kelas nanti aku jadi kelas dua, tapi ....."

Wajah nya murung tidak melanjutkan cerita nya, gadis itu sudah menebak prestasi rangking nya menurun jauh bahkan untuk peringkay sepuluh besar saja tidak di dapatkan.

"ngak apa sayang, nanti kita kejar ya jadi juara satu di kelas, jangan sedih cantik nya hilang deh" gadis itu membalas pelukan nya dan mengusap pucuk kepala anak itu dengan kasih memberi energi positif lewat kasih sayang yang di rindukan seorang anak.

   Revo membuka suara di tengah mereka menyampaikan tujuan kedatangan mereka ke rumah bahri, meneruskan pembicaraan yang pernah di bahas sebelum nya.

    Anak itu senang jika ada di dekat bunga, hati dan pikiran anak kecil tidak bisa di bohongi walau hanya dari sorot mata nya saja yang berbicara.

   "Apa ngak merepotkan kalian nanti nya kalau nia ada disana?" waliyah merasa khawatir pada cucu nya itu ada di lingkungan yang baru di kenal nya, "saya bisa menjaga nya disini walau seada nya kami".

kening bunga mengerit heran dengan pola pikir nenek itu yang jelas di lihat nya ke walahan mengurus tiga anak kecil sekaligus, sampai waktu belajar nia terganggu "aku akan membiarkan nia ada disini kalau waktu belajar nya ngak ke ganggu nek, lihat aja nilai nya sangat turun bahkan kalian ngak tau anak ini minder ketika melihat teman teman nya selalu di dampingi"

  Gadis itu berbicara dengan nada penekanan bukan untuk memojokkan atau menyalahkan siapa pun, revo menatap nya memberi angkukan berisyarat untuk sabar pada gadis itu ia tau perempuan yang bersama nya sangat mempedulikan pendidikan anak anak era sekarang.

"Nek, cucu mu akan baik baik saja bersama kami, setidak nya sampai ibu nya bisa kembali dan mengurus nya, hanya itu, Kami pun mau yang terbaik untuk Nia sama seperti kalian" menjelaskan ke orang lebih tua sangat sulit merangkai kata kata, tak habis akal revo terus menjelaskan dengan detail apapun yang jadi pertanyaan nya.

  Tetap saja waliyah berat melepas kan cucu nya karena menurut nenek itu tanpa anak pertama bahri pekerjaan nya semakin banyak dan tidak akan ada yang membantu nya itu merugikan nya diri nya sendiri, hari hari nya akan semakin sulit karena menjaga dua balita empat dan lima tahun sepenuh nya.

 Memang nenek itu mencari uang untuk kebutuhan anak dan cucu nya yang tinggal rumah dengan berjualan makanan box itu tidak memberatkan dirinya yang memberatkan diri nya jika harus menjaga cucu cucu nya yang super aktif untuk usia nya yang tidak lagi muda.

  Bahri yang memperhatikan saja negosiasi antara ibu dan dua orang kota itu bingung harus memihak pada siapa, sejujur nya hati tidak berat karena sang anak akan mendapat kehidupan yang layak dari keluarga mereka mereka, tapi sang ibu membuat nya berpikir membantah orang tua apa boleh?

  "Mak, udah ngak apa biarkan nia di bawa mereka, emak juga kan banyak membantu di rumah ini, kenapa emak begitu berat melepas kan Nia? Saya cuma mau yang terbaik untuk anak anak saya Mak."

Tidak ada jawaban dari waliyah dari pertanyaan anak laki nya, tapi menjukkan muka yang masam dan tidak bersahabat pada semua yang disana.

Hari semakin sore senja pun hampir hilang akan berganti malam, tapi keputusan belum di simpulkan oleh keluarga mereka, gadis itu semakin geram dengan keputusan nenek tua itu.

"baiklah kalau memang ngak di kasih kami membawa nia ke jakarta, aku akan pastikan anak ini akan di ambil oleh Negera karena kalian memperlakukan nya dengan ngak semestinya, seorang anak se usia Nia harus nya ngak membantu nenek nya untuk bekerja bahkan harus merelakan waktu belajar nya loh"

   nada suara gadis itu sudah tidak bisa di tahan kali ini bunga memojokkan waliyah yang masih bersih keras pada pendiriannya.

"baiklah bawa aja anak itu, kau selalu mengancam keluarga ku, kemarin menantu ku sekarang aku, entah dimana pikiran orang kota"

  "karena kalian hanya memikirkan diri sendiri, ingat itu nek dan aku ngak akan mempersulit apapun disini aku hanya mau memanusiakan manusia selayak nya"

Vania yang tidak beranjak dari pangkuan gadis itu hanya memperhatikan perdebatan di rumah nya, memang rumah nya sudah tidak sehat bagi nya, dia rindu kehangatan layak nya seorang anak yang mendapat perhatian.

 "sayang siapkan apapun yang kamu suka untuk di bawa ya, untuk baju seperlu nya aja yang mana kamu suka, tante dan om tunggu disini, malam ini kita kerumah tante, besok sore kita beli baju disana aja ya" nia pun menurut dengan apa yang di perintahkan bunga berbegas kedalam kamar nya mengambil beberapa yang di suka nya, hati nya senang mendapat perhatian yang lama tidak di dapatkan lagi.

   "aku udah selesai, aku bawa di dalam tas ini aja tante boleh kan?" anak itu menunjukkan isi tas nya yang kecil.

"oke deh, yuk siap siap pamit ke papah, nenek dan adik adik kita langsung berangkat sebelum tengah malam, nanti makan di jalan ya"

Anak itu pamit dengan hangat ke keluarga nya, bahri mempercayakan anak gadis nya pada keluarga bunga dan meminta maaf berulang kali sudah banyak menyusahkan mereka.

"Bang, kita pamit ke jakarta kalau ada apa apa jangan sungkan untuk bilang kabari saja lewat helen, vandy atau revo mana abang nyaman aja untuk berbicara, ini pakailah untuk keperluan dua anak mu fokus lah pada pekerjaan mu dan anak anak mu"

Bahri pun mengiyakan apa yang di sampaikan bunga, dengan senyum mengantar anak nya sampai kedepan pintu mobil yang akan menemani mereka sampai ibu kota.

"Jaga dirimu baik baik ya, ayah akan selalu menelepon atau mengirimkan pesan teks untuk mu, jangan merepotkan nenek dan tante loh"

Pelukan mengantar kepergian nia dengan nasehat sederhana "semoga kau jadi anak yang lebih baik lagi, maafkan papa ya nia"

Mobil mereka melaju keluar pekarangan rumah bahri yang masih menatap nya sampai ujung jalan dan tidak terlihat, air mata nya menetes ada rasa sedih kenapa rumah tangga yang di harapkan baik malah semakin menyiksa anak anak nya.

"Andai kau dulu menceraikan kristi mungkin ngak akan seperti sekarang Bahri..... Bukan membantu malah semakin menyusahkan hutang dimana mana, yang lama aja belum selesai nambah lagi harus mengganti rugi"

Suara waliyah terdengar tepat di belakang Bahri yang masih menatap ujung jalan. " udah lah Bu, mungkin takdir nya begini mau di apain lagi".

"Takdir yang di buat manusia karena sifat sombong dan egois nya, karena ulah nya perhiasan ibu juga ikut lenyap itu tabungan ibu belasan tahun cuma itu yang ibu sama rumah ini, abis perhiasan pasti nanti rumah yang bakal ilang juga"

Bahri tidak menjawab ibu nya yang mengumpat kesal karena istri nya yang sudah banyak merepotkan dan merugikan sang ibu.

"ngak malu anak di rawat orang begitu hah? mereka yang harus nya menuntut kalian tapi liat kan uang nya aja ngak di terima, malah di buat tabungan buat anak kalian sekarang ngurusin anak kalian, dimana pikiran kalian"

Kalimat yang menusuk nusuk dada tanpa benda sebagai perantara itu membuat lelaki kelapa empat itu semakin menunduk, meratapi setiap kejadian demi kejadian yang berlalu dan terjadi "udah masuk ngapain liatin jalan kosong begitu di liat tetangga ngak bagus" Bahri pun mengikuti kalimat sang ibu berjalan gontai masuk ke dalam rumah, langsung duduk di bangku ruang tamu tempat ayah dan anak terakhir duduk tadi, "entah kapan ya Bu nia di kasih balik ke sini?, pasti sulit untuk meminta nya kembali dengan kondisi rumah tangga bari kaya sekarang"

"kenapa emang nya, itu kan anak mu"

"Mereka kalo udah berucap susah Bu di tarik sampai nanti terbukti dan di lihat sendiri memang layak untuk di bela atau di lepaskan" bahri menarik nafas dalam berdiri meninggalkan sang ibu di ruang tamu.

Sementara di dalam mobil nia sangat senang dengan perjalanan nya, seperti baru bebas dari beban berat dalam hidup anak di bawah usia.

Menikmati perjalanan dan bernyanyi riang sepanjang jalan, senyum nya terus terbit dari bibir kecil nya yang mungil mata nya berbinar kebahagiaan tanpa beban yang memang seharus nya dia rasakan se masa kecil nya.

"Tante kita masih lama di jalan ya? Nia lapar sekali mau makan nasi" bunga yang mendengar nya pun panik tidak menyukai anak anak kelaparan "Vo kita cari tempat makan dulu ya, Nia lapar" revo pun langsung mencari lewat ponsel nya tempat makan terdekat yang masih buka.

Revo selalu menemani gadis itu, tidak mau kehilangan momen lagi bahkan sampai harus kehilangan bunga untuk kesekian kali karena di miliki orang lain

1
laesposadehoseok💅
Mengajak merenung
Towa_sama
Tambahin lagi adegan romantisnya, thor. Aku suka banget sama chemistry antara tokoh utama 😍
Jen Nina
Ngakak!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!