NovelToon NovelToon
Clean Off

Clean Off

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Nomella Kamiyama, mahasiswi pindahan dari New York, tiba di California dengan satu misi: mempertahankan kesempurnaan hidupnya—mulai dari penampilan, kecerdasan, hingga kontrol diri yang absolut.
Namun, panggung sempurnanya terusik oleh kehadiran Zeus Sterling, pria paling populer di kampus yang dikenal sangat hangat, narsis, dan gemar menebar pesona.
Di mata Nomella, Zeus hanyalah gangguan visual yang "sok ganteng," sementara bagi Zeus, Nomella adalah tantangan bagi egonya yang setinggi langit.
Namun, di balik senyum menawan dan keramahan yang luar biasa, Zeus menyimpan rahasia kelam. Ia adalah pria yang aslinya dingin dan hancur, yang kini hidup dalam "identitas" kakaknya, Zayn, yang tewas dalam kecelakaan balap tragis. Zeus menolak semua wanita dan hanya ingin langsung menikah, sebuah bentuk duka ekstrem yang ia jalani demi memenuhi ekspektasi orang tuanya dan dunia.
Ketegangan memuncak saat Nomella mulai membongkar topeng Zeus, memicu sisi gelap sang pria yang berbahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dibalik Kemegahan

Apartemen Zeus Sterling di kawasan high-rise Santa Monica adalah sebuah kontradiksi. Dari luar, balkonnya menawarkan pemandangan Samudra Pasifik yang megah, tempat yang seharusnya penuh dengan pesta dan tawa. Namun di dalam, suasananya sedingin lemari es. Minimalis, gelap, dan sangat sunyi.

Zeus baru saja kembali dari pantai. Ia melempar kunci mobilnya ke atas meja marmer dengan kasar. Handuk yang tersampir di bahunya masih lembap, tapi ia tidak peduli.

Begitu pintu apartemen tertutup rapat, senyum lebar yang ia pamerkan di bawah terik matahari California tadi luruh begitu saja. Bahunya yang tadinya tegap, kini merosot. Wajahnya yang narsis dan penuh percaya diri berubah menjadi topeng porselen yang retak; hampa dan sangat lelah.

"Sayang... Mommy rindu."

Suara lembut itu memecah kesunyian. Zeus tersentak. Di sofa ruang tamu yang diterangi lampu temaram, seorang wanita anggun dengan setelan chanel hitam duduk menunggunya. Elena Sterling, sang ibu, menatap putranya dengan tatapan yang penuh dengan luka yang sama dalamnya.

Zeus tidak langsung menjawab. Ia berdiri mematung di tengah ruangan. Sosok Zeus yang hangat, yang menyapa satpam, yang menggoda mahasiswa baru, yang tertawa keras di pantai—sosok itu menguap seperti embun. Yang tersisa hanyalah pria berusia 20 tahun yang tampak seolah memikul beban seluruh dunia di punggungnya.

"Kenapa Mommy di sini?" tanya Zeus. Suaranya rendah, datar, dan tajam. Ini adalah suara yang tidak pernah didengar oleh siapa pun di kampus. Suara asli dari seorang Zeus Sterling yang "dingin".

Elena berdiri, melangkah mendekat dan mencoba menyentuh pipi putranya. "Kau tidak menjawab telepon Mommy selama dua minggu, Zeus. Mommy khawatir. Psikologmu bilang kau melewatkan tiga sesi terakhir."

Zeus menghindar dari sentuhan itu dengan gerakan kaku. "Aku tidak butuh psikolog, Mom. Aku sudah melakukan apa yang kalian mau, kan?" ia menunjuk dadanya sendiri dengan jempolnya. "Lihat aku! Aku ramah. Aku populer. Aku tertawa sepanjang hari sampai rahangku sakit. Aku menjadi 'Zayn' yang kalian bangga-banggakan. Apa itu belum cukup?"

"Zeus, sayang... ini bukan tentang menjadi Zayn. Ini tentang kesembuhanmu—"

"Kesembuhan apa?!" suara Zeus naik satu oktav, bergema di ruangan yang luas itu. "Kalian membawaku ke sana, ke ruangan putih itu, hanya supaya aku berhenti diam? Kalian tidak suka melihatku yang dingin? Kalian benci melihatku yang tidak bisa tersenyum setelah dia pergi?"

Zeus berjalan menuju jendela besar, menatap lampu-lampu kota yang berkelap-kelip. "Dua minggu ini... Mommy tahu betapa sesaknya? Setiap kali aku membuka mulut untuk bercanda, aku merasa seperti sedang mencekik diriku sendiri. Aku harus mengingat bagaimana cara Zayn tertawa, bagaimana cara dia menyisir rambutnya, bahkan bagaimana cara dia menatap wanita."

Ia berbalik, matanya yang biasanya cerah kini dipenuhi air mata yang ia tahan sekuat tenaga. Kehancurannya tumpah di depan wanita yang melahirkannya.

"Aku tidak gila, Mom. Kumohon... jangan bawa aku ke psikiater itu lagi. Jangan masukkan aku ke rumah sakit itu lagi," bisik Zeus, suaranya bergetar hebat. "Aku hanya sedang menjalankan peranku. Jika dunia ingin Zayn tetap hidup, aku akan memberikannya. Tapi kumohon, biarkan aku punya tempat untuk tidak menjadi siapa-siapa."

Elena mendekat lagi, kali ini ia berhasil memeluk putranya. Zeus awalnya menegang, namun perlahan pertahanannya runtuh. Ia menyembunyikan wajahnya di bahu ibunya, dan untuk pertama kalinya setelah berminggu-minggu, topeng itu hancur total.

"Kenapa dia meninggalkanku, Mom?" isak Zeus pelan. Suaranya terdengar seperti anak kecil yang kehilangan arah. "Apa dia tidak menyayangiku? Kenapa dia harus memacu mobil itu begitu cepat? Dia tahu aku hanya punya dia. Dia tahu aku tidak bisa menjadi 'matahari' seperti dirinya."

Elena mengelus rambut putranya dengan pilu. "Dia sangat menyayangimu, Zeus. Ini kecelakaan..."

"Tidak! Dia egois!" Zeus melepaskan diri dari pelukan itu, emosinya meledak kembali. "Dia pergi dan meninggalkan semua beban ini padaku. Semua orang melihatku dan berharap aku adalah dia. Dan aku... aku sangat membenci diriku sendiri karena aku terus mencoba memenuhi harapan itu."

Ia teringat wajah Nomella Kamiyama di kelas tadi. Gadis itu—gadis ambisius yang sok sempurna—telah melihat menembus dirinya. Satu kalimat dari gadis itu telah meruntuhkan dinding yang ia bangun dengan susah payah selama tiga tahun.

"Kenapa kau memaksakan diri menjadi matahari bagi orang lain, padahal kau sendiri sedang membeku di dalam?"

"Ada seorang gadis di kampus," gumam Zeus tiba-tiba, membuat ibunya mengernyit bingung. "Dia dari New York. Dia sangat menyebalkan, Mom. Dia terobsesi pada kesempurnaan. Tapi hari ini... dia menatapku seolah dia melihat hantu di balik mataku. Aku takut, Mom. Aku takut jika topeng ini lepas, tidak ada lagi yang tersisa dari Zeus Sterling. Hanya ada sebuah ruang kosong yang dingin."

Elena menggenggam tangan Zeus yang gemetar. "Mungkin itu hal yang baik, sayang. Mungkin kau butuh seseorang yang melihatmu sebagai Zeus, bukan sebagai bayangan Zayn."

Zeus tertawa hambar, sebuah tawa kering yang menyakitkan untuk didengar. Ia mengusap air matanya dengan kasar, mencoba mengumpulkan kembali serpihan kepribadian palsunya.

"Tidak ada yang mau melihat Zeus yang asli, Mom. Dia terlalu gelap. Dia terlalu diam. Dia tidak menarik untuk dijadikan konten media sosial atau teman bicara di kantin," Zeus mengambil napas panjang, mencoba menormalkan suaranya. Wajahnya perlahan-lahan kembali mengeras, menjadi datar dan tak tersentuh. "Mommy sebaiknya pulang. Aku harus bersiap. Besok ada kelas pagi, dan aku harus kembali menjadi 'si narsis yang hangat' agar semua orang senang."

"Zeus..."

"Pulanglah, Mom. Aku baik-baik saja. Aku hanya... butuh latihan sedikit lagi di depan cermin."

Setelah ibunya pergi dengan hati yang hancur, Zeus berdiri di depan cermin besar di lorong apartemennya. Ia menatap pantulannya sendiri. Ia menarik sudut bibirnya ke atas, melatih senyuman yang tadi siang ia berikan pada Nomella. Ia mengedipkan matanya, mencoba mengembalikan binar narsis yang palsu itu.

Namun di dalam hatinya, ia tahu. Retakan itu sudah terlalu besar. Nomella Kamiyama telah menanamkan sebuah keraguan di kepalanya. Dan di tengah kesunyian apartemennya yang mewah di California, Zeus Sterling menyadari bahwa ia tidak tahu sampai kapan ia bisa terus menghidupkan orang mati di dalam tubuhnya sendiri.

Ia mengambil ponselnya, membuka kembali akun media sosialnya yang penuh dengan foto-foto ceria. Ia mengetik sebuah caption untuk foto pantai tadi sore: "Matahari selalu menyapa yang paling tampan."

Setelah menekan tombol post, Zeus melempar ponselnya ke tempat tidur dan jatuh terduduk di lantai, memeluk lututnya dalam kegelapan. Ia adalah seorang narsis yang paling kesepian di seluruh California.

🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!