NovelToon NovelToon
Fy Unig

Fy Unig

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di mata tetangga apartemennya di Los Angeles, Faelynn Yosephine (26) hanyalah "perawan tua" pengangguran.

Namun, di balik pintu kamar, ia adalah penulis novel romantis papan atas yang memikat jutaan pembaca.

Dunia tenangnya terusik saat Kingsley Emerson (29 tahun), seorang agen elit CIA yang menyamar sebagai diplomat, mulai mengirim pesan misterius dengan nama akun Son_Roger.

Kingsley, yang baru saja kembali dari misi berdarah di luar negeri, terobsesi dengan detail taktik dalam tulisan Faelynn yang terlalu akurat.

Berawal dari debat teknis hingga gombalan tak terduga, Kingsley mulai memasuki hidup Faelynn, membawa bahaya nyata yang selama ini hanya Faelynn tulis di Novelnya.
.
.
Happy reading dear 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#19

Matahari mulai naik lebih tinggi, menyinari jalanan di sekitar gedung apartemen dengan cahaya yang lebih tajam. Faelynn dan Kingsley berjalan santai menuju pintu masuk lobi setelah sesi lari pagi mereka. Wajah Faelynn tampak segar dengan rona merah di pipinya akibat olahraga, sementara Kingsley berjalan dengan ketenangan seorang predator yang sedang beristirahat.

Namun, ketenangan itu pecah saat mereka mencapai area depan lift. Di sana, berdiri Ibner. Pria itu tampaknya sengaja menunggu, bersandar di dinding dengan tangan bersedekap. Ia menatap Faelynn dengan tatapan meremehkan, lalu beralih menatap Kingsley dari ujung kaki hingga ujung kepala.

Rasa iri membakar hati Ibner. Pria di depan Faelynn ini terlalu sempurna—terlalu tinggi, terlalu tegap, dan memiliki aura yang membuat Ibner merasa seperti serangga kecil. Dan ego Ibner yang terluka tidak bisa membiarkan itu terjadi begitu saja.

"Jadi, ini 'pahlawan' yang dikabarkan mati itu?" Ibner memulai dengan suara yang sengaja dikeraskan agar orang-orang di lobi bisa mendengar.

Faelynn menghentikan langkahnya, tangannya secara refleks mencengkeram lengan Kingsley. "Ibner, minggir. Kami mau lewat."

Ibner tertawa hambar, langkahnya maju satu tindak untuk memangkas jarak. Ia menatap Kingsley dengan senyum licik. "Kau hebat juga bisa selamat. Tapi aku penasaran, apa kau tahu siapa wanita yang sedang kau gandeng ini sebenarnya?"

Kingsley tetap diam, wajahnya sedingin es. Ia hanya menatap Ibner dengan pandangan kosong, seolah pria di depannya hanyalah udara yang tidak berarti.

"Kau mungkin merasa bangga memilikinya sekarang," lanjut Ibner, suaranya kini dipenuhi racun. "Tapi biarku beritahu kau satu hal, Tuan Diplomat. Aku sudah menidurinya berkali-kali. Dia itu milikku sebelum dia menjadi milikmu. Rupanya pria berkelas sepertimu suka dengan wanita bekas?"

Deg.

Dunia seolah berhenti berputar bagi Faelynn. Darahnya terasa membeku di dalam pembuluh darahnya. Ia menatap Ibner dengan mata membelalak, tidak percaya bahwa pria yang pernah ia cintai bisa melempar fitnah sekejam itu di depan umum.

"Ibner! Kau gila!" suara Faelynn gemetar karena marah dan malu. "Kenapa kau berbohong? Aku bahkan tidak pernah mengizinkanmu menciumku lebih dari lima detik, apalagi melakukan itu!"

Air mata mulai menggenang di sudut mata Faelynn. Ia menoleh ke arah Kingsley dengan panik. Ketakutan terbesarnya adalah Kingsley akan percaya. Kingsley adalah pria terhormat dari keluarga baik-baik, bagaimana jika dia merasa terhina dengan kata-kata "bekas" itu?

"King... aku bersumpah demi nyawa ibuku, aku tidak pernah melakukannya bersamanya. Dia berbohong, King. Aku tidak pernah melakukan itu dengan siapa pun," isak Faelynn, suaranya nyaris hilang karena sesak.

Ibner tertawa semakin keras, merasa telah memenangkan pertempuran mental ini. Ia menunggu Kingsley melepaskan tangan Faelynn, menunggu Kingsley merasa jijik.

Namun, yang terjadi justru sebaliknya.

Kingsley melepaskan rangkulannya di bahu Faelynn, namun bukan untuk menjauh. Ia melangkah maju satu langkah besar, membuat Ibner harus mendongak jauh ke atas untuk menatap wajah Kingsley. Tekanan udara di lobi itu seolah turun seketika. Kingsley memancarkan aura membunuh yang begitu pekat hingga Ibner tersedak tawanya sendiri.

Kingsley terdiam selama beberapa detik yang terasa menyiksa, kemudian sebuah senyum tipis yang sangat mengerikan muncul di sudut bibirnya.

"Mau dia bekas siapa pun, mau dia pernah tidur dengan seribu pria sekalipun..." Kingsley memulai, suaranya rendah namun bergetar dengan otoritas yang tak terbantahkan. "...yang jelas sekarang dia sedang bersamaku. Milikku."

Kingsley mencondongkan tubuhnya ke telinga Ibner, membisikkan kata-kata yang hanya bisa didengar oleh pria itu. "Dan sebagai pria yang memilikinya sekarang, tugasku sangat mudah. Aku akan menghapus semua jejak dan bekas siapa pun yang pernah ada di sana, sampai dia hanya ingat bagaimana rasanya sentuhanku. Dan untukmu..."

Kingsley menjauh sedikit, menatap mata Ibner yang kini dipenuhi ketakutan. "Terima kasih sudah menjaga 'barangnya' tetap utuh dengan kebohonganmu yang menyedihkan itu. Karena jika kau benar-benar pernah menyentuhnya..." Kingsley melirik ke arah tangan Ibner, "...aku harus memastikan tangan itu tidak akan pernah bisa menyentuh apa pun lagi seumur hidupmu."

Ibner mundur selangkah, wajahnya pucat pasi. Ia bisa merasakan bahwa pria di depannya ini bukan hanya sekadar bicara. Ada sesuatu yang sangat gelap di balik mata Kingsley.

Kingsley berbalik, mengabaikan Ibner yang mematung ketakutan. Ia merengkuh Faelynn yang masih terisak, menarik gadis itu ke dalam dekapan dadanya yang bidang.

"Ayo masuk, Sayang. Udara di sini mulai berbau sampah," ucap Kingsley lembut, sangat kontras dengan nada suaranya pada Ibner tadi.

Begitu mereka sampai di dalam lift yang tertutup, Faelynn langsung memeluk pinggang Kingsley dengan erat, menyembunyikan wajahnya di dada pria itu. Isak tangisnya semakin kencang.

"Kau... kau percaya padaku kan, King? Aku benar-benar tidak pernah melakukannya. Aku menjaganya untuk orang yang benar-benar kucintai," rintih Faelynn di balik kaus Kingsley.

Kingsley menghela napas panjang, mengecup puncak kepala Faelynn dengan penuh kasih sayang. Ia mengangkat dagu Faelynn agar mata mereka bertemu.

"Lyn, dengarkan aku," ujar Kingsley serius. "Aku sudah melewati banyak hal di dunia ini untuk tahu mana permata. Aku tahu kau jujur. Tapi bahkan jika dia berkata jujur pun, itu tidak akan mengubah perasaanku. Bagiku, kau adalah awal dan akhir. Masa lalu mu adalah milikmu, tapi masa depanmu... itu mutlak milikku."

Faelynn menatap mata Kingsley yang teduh namun kuat. Rasa takut dan malunya perlahan memudar, digantikan oleh rasa aman yang luar biasa. Ia menyadari bahwa Kingsley bukan hanya mencintai sosoknya, tapi juga melindungi harga dirinya dengan cara yang paling ksatria.

"Terima kasih, Ay... Terima kasih karena telah mempercayaiku," bisik Faelynn.

Kingsley tersenyum, kali ini senyum yang tulus. "Jangan pernah menangis untuk pria seperti itu lagi. Itu hanya membuang-buang air matamu yang berharga. Sekarang, hapus air matamu. Kita punya bab baru yang harus diselesaikan, bukan?"

Di dalam lift yang bergerak naik, Faelynn merasa beban yang selama ini ia pikul akibat bayang-bayang Ibner telah terangkat sepenuhnya.

Kingsley Emerson bukan hanya pahlawan di medan perang, tapi dia adalah pahlawan yang menyembuhkan luka terdalam di hati Faelynn. Dan bagi Ibner, hari itu adalah hari di mana ia menyadari bahwa ia baru saja membangunkan singa yang salah.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
ren_iren
kembalikan king dan faelynn😂
Ros 🍂: maafkan author Buntu 😭🤣🙏🏼
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍
ren_iren
dan tetiba king and faelyn berubah jd gadis angkat jemuran... dirimu kak, ada2 aja.... 😂😂😂
Ros 🍂: Nanti saya revisi kak, biar masuk cerita nya, Makasih Kak 🫶🙏🥰
total 3 replies
winpar
lnjut thorrr
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍👍
Ros 🍂: ma'aciww kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!