Nabila Asofi telah dijodohkan orangtuanya, Tapi sebuah kecelakaan merenggut nyawa suaminya disaat pernikahan mereka belum genap satu tahun ,dan Sofi sedang hamil tua. Disaat itu mantan kekasih yang ditinggalkannya mencoba mendekatinya lagi, akankah Sofi berpaling dan kembali pada kekasihnya setelah menyandang status janda dengan dua anak kembar?
SELAMAT MEMBACA SEMOGA TERHIBUR...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Binti Ulfa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Badai Segera Berlalu
☘️☘️☘️☘️
Saat pagi harinya alarm hp Sofi berbunyi nyaring sekitar tiga puluh menit sebelum adzan subuh. Segera dia mematikan alarm hp yang ada dimeja sebelah tempat tidurnya, sebelum Faiz mengomelinya lagi.
Semalam ternyata mereka tidur saling berpelukan tidak seperti saat sebelum tidur Sofi yang memeluk suami yang tidur memunggunginya.
Jika tidak ingat niat baiknya untuk bangun lebih awal ingin rasanya Sofi tidur lagi dalam pelukan hangat dan bersandar di dada bidang suaminya, tapi dia segera bangun dan pergi ke kamar mandi untuk wudhu lalu menunaikan sholat tahajjud. Didalam doanya dia berharap dan berdoa untuk kelangsungan rumah tangganya diberi cahaya kebaikan, diberikan rasa saling cinta dan sayang juga diberikan keturunan yang sholih dan sholihah.
Selesai menunaikan sholat tahajjud Sofi kembali ke tempat tidur menghampiri suaminya yang masih lelap dalam tidur. Ia duduk ditepi ranjang memperhatikan dari dekat wajah Faiz.
"Kata orang tua tua dulu jika seorang yang punya wajah tak cantik akan mendapat jodoh yang tampan, dan itu terjadi padaku. Faiz adalah pria tampan dan sempurna secara fisik, tidak seperti dirinya. Ah, masa bodo lah apa kata kata itu benar atau tidak aku tak perduli, " kata Sofi dalam hati.
Dengan tak sadar tangannya menelusuri hidung mancung suaminya, lalu beralih ke alis yang tebal dan hitam. Dia melihat garis bibirnya pun tegas dan berakhir dia mengelus dagu rahang yang kasar dengan titik titik hitam. Rambutnya yang agak tebal baru dicukur, mungkin sebelum menikah. Tiba tiba Faiz menyambar tangan Sofi saat dia masih menyentuh dagu itu hingga membuat muka Sofi merah karena malu.
"Maaf, sebenarnya aku mau membangunkanmu karena sebentar lagi adzan subuh!" katanya membuat alasan.
Faiz pun tersenyum dan berkata iya terimakasih sudah membangunkannya. Walaupun sebenarnya dia sudah bangun dan pura pura masih tidur saat Sofi mendekati dan memperhatikannya intens, lalu meraba wajahnya. Ia hanya tak mau membuat istrinya lebih malu lagi.
"Apakah sudah terdengar adzan, Sof?" tanya Faiz mengucek mata dan menutup mulut dengan tangan sebelah saat menguap.
"Belum, sebentar lagi. Sudah sana ambil wudhu dulu." pinta Sofi tersenyum.
"Tunggu sebentar saja " Tiba tiba tangan Faiz menarik Sofi kuat sehingga dia jatuh telentang diatas kasur, dan Faiz segera memeluknya dengan erat. Sofi meronta ronta berusaha melepaskan pelukan Faiz namun tenaganya kalah kuat, hingga akhirnya dia diam pasrah dalam pelukan hangat suaminya.
"Iishhh, apaan sih mas disuruh ambil wudhu malah rebahan lagi. Peluk peluk lagi. Itu lho sudah terdengar adzan subuhnya, cepat cepatlahh. Waktu subuh kan cuma pendek." kata Sofi pura pura bersungut sebal.
"Iya iya, tapi itu bibir gak usah dimonyongin begitu. Kucium baru tau rasa kau nanti, " goda Faiz.
"Iiih gak mau! Bau, belum sikat gigi kamunya."
"Eeeh, seger tahu. Hahaha..!" Faiz malah tertawa.
Faiz tertawa senang berhasil menggoda istrinya.
Sofi segera bangkit setelah berhasil terlepas dari pelukan, Faiz pun segera bangun menuju kamar mandi untuk wudhu dan segera melaksanakan subuh.
Sesudah subuh berjamaah dan Sofi mencium tangannya, Faiz duduk didepan Sofi. Dari gelagatnya, sepertinya dia mau bicara serius dengan istrinya.
"Mmm, mas. Sebelumnya aku mau minta maaf tentang yang kemarin itu." kata Sofi sambil menunduk tapi Faiz diam saja memandang lurus.
"Aku sama sekali tak tahu kalau Farhan tiba tiba mengirim pesan seperti itu, aku juga langsung menghapusnya. Cuma kubaca, tanpa menjawabnya. Aku juga tidak pernah ketemu dia setelah kita menikah." ucap Sofi beralasan.
"Kalau sebelum kita nikah?" matanya memandang tajam netra istrinya.
"Sebelum nikah tentu saja pernah." kata Sofi spontan dan jujur tentunya.
"Kapan terakhir kali kalian ketemu?" Faiz memberondong pertanyaan untuk Sofi.
" Seminggu sebelum kita nikah."
"Waktu itu aku bilang, kalau aku terpaksa menuruti kemauan ayah sama ibu untuk menikah denganmu, tapi itu dulu. Sekarang aku mau berusaha menerimamu sebagai suamiku, aku janji." Sambil mengangkat dua jari, telunjuk dan jari tengah.
"Hmmm, baiklah aku pegang janjimu Sof. Kau jangan pernah berhubungan dengan mantanmu itu mulai sekarang."
" Oiya, nanti kita mampir buat beli nomer hape baru ya, sebelum pergi ke rumah Mama?"
"Nomer lama disimpan saja."
Sofi pun mengangguk mengiyakan untuk ganti nomer hape baru. Mereka beranjak setelah terjadi kesepakatan. Negosiasi antara suami dan istri.
"Mas Faiz, apa boleh aku bawa boneka ini?" Sofi menunjukkan boneka Hello kitty berukuran besar dipelukannya saat mereka berkemas kemas, membuat Faiz geleng kepala sambil tersenyum.
"Wah, sepertinya aku bakal ada saingan nih, di tempat tidur."
"Apaan sih kau ini, mas!" Sofi cemberut mendengar gurauan Faiz.
"Boleh boleh saja sih...asal jangan dijadikan teman tidur, sebab teman tidurmu cuma satu, masmu yang tampan ini." kata Faiz menyombongkan diri sambil mengepalkan tangan didada.
"Ha haha, ternyata kamu itu selain sombong narsis juga ya hahaha." Sofi tak kuat untuk tidak tertawa mendengar kenarsisan suaminya.
"Itu namanya percaya diri sayang ..... !" kata Faiz gemas sambil mencubit hidung mancung Sofi .
"Aduh duh, sakit tauu !" Sofi meringis merasakan sakit karena cubitan Faiz. Dan Sofi membalasnya dengan memukul lengan Faiz, dia tersenyum sambil memperhatikan istrinya yang tertawa. Baru kali ini Faiz melihat istrinya tertawa lepas.
Setelah sarapan Sofi dan Faiz berpamitan pada ayah dan ibu untuk berangkat menuju rumah mertua. Tetapi sepertinya ayah Sofi ingin bicara sesuatu dengan Faiz, sementara Faiz berbicara dengan ayahnya Sofi membuka akun sosial medianya yang hampir dua minggu tak dibuka. Sofi tak membuka sosmed selama itu karena sebenarnya dia ngambek harus dinikahkan dengan Faiz.
Pertama kali yang dibuka adalah akun Face***k , dia hanya menscroll keatas dan kebawah karena tak ada yang menarik hati untuk dibaca, setelah itu dia membuka akun inst****am dan menemukan sesuatu yang menarik hati.
Ada sebuah akun followernya bernama M.F.HABIBI, yang menandai akun miliknya yang mengunggah kata kata mutiara pernikahan dan lebih kaget lagi dia juga mengunggah foto pernikahannya dengan Faiz. Hingga membuat kolom komentar banjir dengan ucapan selamat menempuh hidup baru, happy wedding dan lain sebagainya. Sofi mencoba membuka akun yang telah mengunggah foto itu tapi sama sekali tak menemukan siapa pemiliknya karena sepertinya akun itu tak pernah memposting apapun. Sofi juga coba melihat siapa siapa yang follow akun itu dan tak ada akun yang dikenalinya, membuat alisnya menyatu, berfikir siapa dia.....?
"Lagi lihat apa sayang?"
"Ehh, nggak kok. Cuman ini ada akun yang gak ku kenal, dia tag akun aku. Dan lihat postingannya!'' Sofi memperlihatkan hape pada suaminya. " Apa Mas kenal akun ini?" Aku curiga dia adalah teman Faiz.
Faiz mengamati postingan itu dan kemudian tersenyum,
"Benar, kamu gak kenal akun ini?" "Coba ini nama akunnya M.F.Habibi, mungkin ini inisial nama dia!" katanya kemudian.
Sofi berfikir, M.F ...... Ahaaaa!
"Muhammad Faiz? jadi ini akun mas Faiz?" Faiz pun hanya tersenyum manis.
" Kau gak sadar ya sayang, kalau aku udah lama follow akun kamu?"
" Aku gak nyangka aja, dari mana mas tahu akun aku?"
Faiz mengedikkan bahunya sambil tersenyum.
"Nanti aja lah aku ceritainnya, sudah siang nih, ayo kita segera berangkat!"
Kata Faiz sambil menggandeng tangan istrinya keluar dari rumah dan berpamitan untuk pulang. "Hmmm,,, kapan ya aku balik lagi ke rumah ini?" batin Sofi mengikuti langkah Faiz.
🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵
Sampai sini aja man teman, coba kalau singgah dan baca tulisanku ini tekan like dan komen apa aja terserah, yang penting komen biarpun cuman sekedar kata up, biar aku semangat nulisnya.. Aku yakin kalian akan tambaahhh cuuuantik,,,,
BABAY MUACCH......