NovelToon NovelToon
Dua Wajah Cinta

Dua Wajah Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Poligami / Pelakor
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Lima tahun menikah, Stella merasa hidupnya sempurna bersama Abbas, suami yang penyayang. Kehadiran Annisa—yang diperkenalkan Abbas sebagai adik sepupu yatim piatu—bahkan disambut Stella dengan tangan terbuka layaknya adik kandung sendiri.
​Namun, fatamorgana itu hancur saat Stella menemukan slip reservasi hotel di saku jas Abbas. Bukan sekadar perjalanan bisnis, slip itu mencantumkan paket Honeymoon Suite untuk Mr. Abbas & Mrs. Annisa.
​Kebenaran pahit terungkap: adik sepupu yang datang ternyata adalah istri siri suaminya selama setahun terakhir. Terjebak dalam pengkhianatan di bawah atap yang sama, Stella harus memilih: bertahan demi janji suci yang telah ternoda, atau pergi demi harga diri saat Annisa mulai menuntut pengakuan sah sebagai istri kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

...Askhan menghela napas panjang, matanya tidak lepas dari wajah pucat Stella yang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. ...

...Suasana ruangan VVIP itu begitu sunyi, hanya terdengar bunyi ritmis dari alat pemantau jantung yang terpasang di jari Stella....

...Askhan duduk di samping ranjang Stella sambil memegang selembar kertas hasil pemeriksaan laboratorium yang baru saja keluar....

...Dahinya berkerut dalam, matanya menyipit saat membaca baris demi baris angka dan istilah medis di sana....

...Hasilnya sangat mengejutkan. Tubuh Stella mengandung zat sedatif dengan konsentrasi yang tidak wajar. ...

...Ia membaca hasil lab yang menunjukkan dosis tinggi dari obat tidur yang seharusnya tidak dikonsumsi sembarangan, apalagi dalam jumlah sebanyak itu....

..."Stella, apa yang sebenarnya terjadi padamu?" gumam Askhan pelan, suaranya sarat akan kekhawatiran....

...Ia menyandarkan punggungnya ke kursi, menatap sahabatnya dengan penuh tanda tanya....

...Selama ini, ia mengenal Stella sebagai sosok yang sangat menjaga kesehatan dan disiplin. ...

...Sangat tidak masuk akal jika Stella mengonsumsi obat tidur sebanyak ini tanpa pengawasan medis....

..."Kamu kenapa? Apakah kamu mengalami insomnia?" gumam Askhan lagi, seolah berharap Stella bisa mendengarnya dan menjawab. "Atau ada seseorang yang sengaja melakukan ini padamu?"...

...Askhan tahu benar bahwa dosis setinggi ini bisa berakibat fatal jika Stella tidak segera dibawa ke rumah sakit. ...

...Jantungnya berdesir hebat saat memikirkan kemungkinan terburuk....

...Ia memutuskan untuk tidak memberikan hasil ini kepada siapapun terlebih dahulu, termasuk keluarga Stella, sampai sahabatnya itu terbangun dan memberikan penjelasan....

...Tangan Askhan bergerak merapikan selimut Stella. ...

...Di dalam benaknya, ia berjanji akan mencari tahu siapa yang bertanggung jawab atas kondisi ini. Jika ini adalah tindakan kesengajaan, maka Askhan tidak akan tinggal diam melihat sahabatnya hancur secara perlahan....

...Cahaya lampu ruang perawatan terasa menusuk indra penglihatan Stella yang baru saja kembali dari kegelapan....

...Ia mengerjap beberapa kali, mencoba memfokuskan pandangannya pada sosok pria yang sangat ia kenali...

..."Askhan..." suara Stella nyaris tak terdengar, serak dan sangat lemah....

..."Ssshh... Tenang dulu. Jangan banyak bergerak," potong Askhan lembut namun tegas. ...

...Ia segera berdiri dan meraih gelas di meja nakas. ...

..."Aku ambilkan air putih."...

...Dengan bantuan tangan Askhan yang kokoh di belakang punggungnya, Stella meminumnya perlahan-lahan. ...

...Sensasi dingin air itu sedikit meredakan rasa pahit yang tertinggal di kerongkongannya. ...

...Setelah napasnya lebih teratur, Askhan kembali duduk dan menatapnya dengan tatapan menyelidik yang tajam....

..."Kamu kenapa, Stella? Ada masalah di rumah tangga kamu?" tanya Askhan langsung ke inti masalah. ...

...Sebagai sahabat sekaligus dokter, ia tahu ada yang tidak beres....

...Stella menggelengkan kepalanya lemah. Ia mencoba mencari alasan, namun lidahnya terasa kelu....

..."Tidak ada, semuanya baik-baik saja."...

..."Lalu ini apa?" Askhan menunjukkan hasil lab yang sedari tadi ia genggam. ...

..."Hasil tes darahmu menunjukkan ada kandungan sedatif yang sangat kuat. Obat tidur dosis tinggi, Stella. Ini bukan dosis untuk orang yang sekadar sulit tidur. Ini dosis yang bisa membuat seseorang kehilangan kesadaran total dalam waktu singkat."...

...Mata Stella membelalak tak percaya. Jantungnya berdegup kencang menatap angka-angka di kertas itu. ...

..."Obat tidur dosis tinggi? Aku tidak pernah meminumnya, Askhan. Kamu tahu sendiri aku benci obat-obatan kimia. Hanya saja semalam aku..."...

...Stella mendadak terhenti. Bayangan Abbas yang menyodorkan gelas air putih sebelum ia pingsan melintas cepat di kepalanya. 'Sayang, minum dulu. Kamu kelihatan lelah...' Suara lembut suaminya kini terdengar seperti bisikan iblis di telinganya....

..."Ada apa?" desak Askhan, menyadari perubahan ekspresi di wajah Stella yang tiba-tiba pucat pasi. ...

..."Apa yang terjadi semalam? Siapa yang memberimu minum?"...

...Stella menggelengkan kepalanya dan tidak yakin. Ia ingin berteriak bahwa suaminya lah orang terakhir yang memberinya minum, namun hatinya masih menolak kenyataan pahit itu. ...

...Ia tidak ingin percaya bahwa pria yang ia cintai setega itu meracuninya....

..."Aku, hanya ingat merasa sangat mengantuk setelah menyiapkan koper Abbas. Mungkin aku hanya terlalu lelah," bisik Stella, mencoba membohongi dirinya sendiri sekaligus menghalangi Askhan untuk menyelidik lebih jauh....

...Di tengah ketegangan antara Stella dan Askhan, tiba-tiba ponsel Stella yang tergeletak di atas ranjang berdering nyaring. ...

...Nama 'Mas Abbas' berkedip di layar, membuat jantung Stella mencelos....

...Askhan memberikan isyarat dengan dagunya agar Stella mengangkat telepon itu. ...

...Dengan tangan gemetar, Stella menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel itu ke telinganya....

..."Hallo, Sayang," suara Abbas terdengar berat di seberang sana, namun terselip nada interogasi yang tajam. ...

..."Kata Bibi kamu keluar. Kenapa tidak izin aku? Kamu kan baru saja pingsan semalam, harusnya istirahat di rumah."...

...Stella memejamkan mata sejenak, mencoba mengatur napas agar suaranya tidak terdengar bergetar atau mencurigakan. ...

...Ia melirik Askhan yang memperhatikannya dengan tatapan prihatin....

..."Maaf, Mas. Aku ke kafe sebentar," dusta Stella, suaranya diusahakan setenang mungkin meski hatinya hancur mengingat hasil lab di tangannya....

..."Aku merasa suntuk di rumah sendirian dan butuh udara segar. Setelah ini aku langsung pulang."...

..."Ke kafe? Sendirian?" Abbas terdiam sejenak, seolah sedang menimbang kebenaran ucapan istrinya. ...

..."Ya sudah, jangan lama-lama. Ingat kondisi tubuhmu. Aku tidak mau pulang nanti mendapati kamu pingsan lagi."...

..."Iya, Mas. Hati-hati di jalan," ucap Stella lirih sebelum memutuskan sambungan telepon....

...Setelah ponsel mati, Stella tertunduk lesu. ...

...Air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya luruh juga. ...

...Ia baru saja membohongi suaminya, pria yang kemungkinan besar telah meracuninya dengan obat tidur dosis tinggi agar bisa berbuat sesuatu di balik punggungnya....

...Askhan mendekat, meletakkan tangannya di bahu Stella. ...

..."Dia tidak tahu kamu di sini, kan? Stella, kebohongan ini tidak akan menyelesaikan masalah. Kamu harus cari tahu apa yang dia lakukan saat kamu dibuat tak sadarkan diri semalam."...

...Stella mendongak, matanya yang sembab kini memancarkan kilat amarah yang mulai membakar rasa sedihnya. ...

..."Aku akan pulang, Askhan. Aku akan berpura-pura menjadi istri bodoh seperti yang dia inginkan, sampai aku punya bukti kuat untuk menghancurkannya."...

...Askhan menatap Stella dengan sorot mata yang penuh kecemasan. ...

...Ia tidak bisa membiarkan sahabatnya pulang dalam kondisi mental yang terguncang dan fisik yang belum pulih benar tanpa pengawasan....

..."Aku antar sampai pos dekat rumah kamu," ucap Askhan tegas, tidak menerima penolakan. ...

..."Aku tidak tenang membiarkanmu menyetir sendiri dengan sisa obat itu di tubuhmu."...

...Stella menganggukkan kepalanya lemah. Ia merasa beruntung memiliki Askhan di sisinya saat dunianya mulai runtuh. ...

...Mereka pun keluar dari rumah sakit melalui pintu samping untuk menghindari kecurigaan....

...Askhan melajukan mobilnya menuju ke pos yang terletak tidak jauh dari rumah Stella....

...Sepanjang perjalanan, suasana hening menyelimuti kabin mobil, hanya deru mesin yang terdengar. ...

...Sebelum Stella turun untuk pindah ke mobil pribadinya yang sudah diantar supir pengganti ke titik tersebut, Askhan memegang lengan Stella sebentar....

..."Stella, dengarkan aku," ujar Askhan serius. ...

..."Untuk sementara jangan minum pemberian orang lain, meskipun itu dari Abbas. Selalu pastikan kamu yang menuang airmu sendiri. Aku punya firasat dia tidak sedang melindungimu, tapi sedang mengendalikanmu."...

...Stella terdiam, lalu mengangguk pelan sebelum melangkah keluar....

..."Terima kasih, Khan. Aku akan waspada."...

...Sementara itu, di tempat yang sangat jauh dari kegelisahan Stella, sebuah mobil mewah berhenti di lobi sebuah hotel resort berbintang yang menghadap ke arah pegunungan yang asri. ...

...Udara di sana begitu segar, sangat kontras dengan hawa dingin yang dirasakan Stella di rumah sakit....

...Abbas dan Annisa turun dari mobil dengan senyum lebar yang tak lepas dari wajah mereka. ...

...Petugas hotel segera menyambut dan membawakan koper-koper mereka menuju penthouse paling mewah yang telah dipesan atas nama samaran....

...Begitu pintu kamar tertutup rapat, Annisa langsung menghambur ke pelukan Abbas....

...Ia melingkarkan lengannya di leher pria itu, menatapnya dengan binar mata penuh kemenangan....

..."Mas, terima kasih atas semuanya," ucap Annisa dengan nada manis yang menggoda. ...

..."Terima kasih sudah membawaku ke sini, dan terima kasih karena sudah menyingkirkan 'penghalang' itu sejenak dari antara kita."...

...Abbas mengecup kening Annisa, lalu turun ke bibirnya....

..."Apapun untukmu, Sayang. Stella sedang tertidur pulas dalam kebodohannya di rumah sekarang. Dia tidak akan pernah tahu kalau suaminya sedang memanjakan wanita lain di tempat seindah ini."...

...Annisa tertawa manja, lalu menarik Abbas menuju balkon yang menyuguhkan pemandangan indah....

1
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo aku mampir kak👋
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
cinta semu
beruntung Stella punya teman yg cerdas ...😎
cinta semu
smg aja Stella instingnya tajam ...
tiara
wah wah ternyata sudah setahun toh mereka menikah siri,tunggu saja kalau stella tau rasain kalian
tiara
wah ga beres Si Abbas nih, sepertinya, ga tau diri tuh orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!