Inilah Awal kisah sebenarnya. Kisah seorang perempuan yang terpaksa menjalani janji suci yang diikrarkan dalam satu rangkaian "pernikahan."
Namun, nyatanya pernikahan ini bukan hanya kedok dari perjodohan belaka, tetapi semua ini terselimuti oleh harta, tahta kuasa dan kedengkian pria-pria tua itu saja.
Lagi, kepahitan pun harus Crystal telan mentah-mentah. Saat pria yang belum genap 24 jam menjadi seuaminya itu membawa wanita lain dikamar pengantin mereka.
Lalu apa yang akan Crystal lakukan ketika mengetahui suaminya selingkuh tepat di hari pernikahan mereka?
Sebuah awal dari kehidupan baru yang tak pernah terbayangkan olehnya. Di Mana
takdir yang tak kau harapkan malah membawamu ke dalam jeratnya, tidak ada yang bisa menghindar. Semua orang seakan menatapnya dan berkata "Menyerahlah!" Tapi, sanggupkah dia melepas takdir yang kian membelenggu nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Nufus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DUA SISI YANG BERBEDA
Sepeninggalnya Eomma dari rumah mereka, langsung membuat atmosfir canggung kembali melingkupi kedua insan berbeda jenis tersebut. Tanpa mengatakan apapun, Crystal pergi meninggalkan Sean yang masih duduk di sampingnya. Ia pergi menuju dapur untuk menyiapkan makan malam.
Melihat Crystal yang pergi meninggalkannya, Sean sendiri juga berinisiatif kembali ke meja kerjanya untuk mengerjakan pekerjaan kantor yang sudah tertunda selama dua hari ini.
Baru saja laki-laki tampan itu mengeluarkan berkas-berkas dari map, namun kejadian kemarin malam mengusik pikirannya lagi. Sejenak Sean menghentikan kegiatannya. Sikap istrinya yang selalu berubah-ubah. Dari sikap yang begitu dingin kemudian menjadi lembut, sangat lembut malah. Lalu wajahnya yang selalu ia tampilkan, wajah yang mengatakan bahwa ia baik-baik saja.
Bohong!
Sean tau, dari sorot matanya pun ia bisa membaca bahwa di balik semua sikapnya ada rasa yang tidak semua orang tau yaitu 'keputus asa'an'. Entah kenapa Sean memikirkan itu, tapi itu sangat tercetak jelas di matanya.
Apakah Crystal yang merupakan istrinya memiliki berkepribadian ganda? Oh, itu sangat tidak masuk akal. Tidak mungkin. Dan pemuda tampan itu termenung. Gadis itu kesepian dan mematuhi seluruh perintah orangtuanya.
Yang Sean tahu, biasanya putri-putri dari keluarga besar layaknya Keluarga Kim itu yah... punya sifat yang cukup memberontak, tidak langsung mengiyakan segala perintah yang datang untuknya.
Tapi dia berbeda...
Tiap kali dia menjawab pertanyaannya, pasti kata 'Ayah' terselip dalam kalimatnya. Bukannya bagi perempuan, seorang Ibu pasti lebih dekat dengannya? Sean mengacak-acak rambutnya- merasa frustasi. Ia menjatuhkan tubuhnya di kursi kerja dan menutupi wajahnya dengan bantal di dekatnya.
Menikah dengan Crystal, seorang aktris papan atas yang namanya selalu di elu-elu kan oleh Masyarakat korea Selatan dan termasuk Eomma nya yang mengidolakan istrinya itu. Setiap serial yang dibintangi oleh istrinya, Eomma nya tak pernah ketinggalan satu detik pun. Saat mendengar bahwa ia akan menjadi istrinya pun, Eomma yang paling bersemangat. Padahal ia yang akan menikah.
'Huh' bisa-bisanya aku memikirkan wanita itu! Sean merasa dia bisa gila jika terus-terusan memikirkan hal ini.
Ponsel android miliknya- berdering nyaring. Membuat Sean terkejut. Akhirnya menghela nafas sejenak dan mengambil ponselnya yang ia taruh di atas meja.
Sulli..
Dilayar hpnya, tertera nama kekasihnya memanggil. Dengan rasa senang yang bukan main, jarinya bergerak menekan tombol berwarna hijau.
"Ya, Sulli." Ujarnya lembut.
"Oppa, aku ingin berbicara padamu."
Sean sedikit menegakkan tubuhnya, ia merasa ada yang aneh dengan nada suara kekasih nya. "Hmm..bicaralah." Gumam Sean, terlihat ada guratan khawatir di wajah tampannya.
"Mianhe, Oppa. Mungkin ini terdengar tiba-tiba. Tapi Se-telah ku pikir-pikir, sebaiknya kita akhiri saja." Ujar Sulli sendu.
Sean mengeratkan genggaman pada ponselnya, ia sama sekali tidak suka dengan obrolan ini. Benar-benar membuatnya muak.
"Jika itu yang ingin kau bicarakan, sebaiknya lain kali saja." Ujarnya dingin- Ia langsung memutuskan sambungannya sepihak. Kalimat sederhana itu sukses membuatnya terperanjat. Gadis itu memutuskan hubungan antara mereka. Dengan perasaan yang kacau, Sean membanting hpnya kelantai. Menimbulkan suara yang nyaring di ruangan tersebut. Rahangnya mengeras.
Putus? Semudah itu baginya mengatakan kata putus. Aku tidak mau!
Astaga, apa yang dipikirkan kekasihnya itu. Sudah sejauh ini, kenapa ia menyerah begitu saja. Padahal ia sengaja membawa Sulli kehadapan Crystal- Istrinya. Agar Sulli tau, bahwa ia benar- benar mencintainya meskipun ia telah menikah.
Sean menjambak rambutnya, akibat luapan emosi yang semakin membakar hatinya. Frustasi, kalut memenuhi pikirannya. Apa yang terjadi? Kenapa ia tiba-tiba memutuskan hubungannya? Berbagai macam pikiran berkecamuk di otak Sean.
Alis tebalnya saling menaut. Tangan kekar itu mengepal kuat-kuat, rahangnya mengeras. Ia menghembuskan nafas keras-keras. Berkas-berkas perusahaan dilupakannya begitu saja.
Crystal... Yah wanita itu. Dia sumber masalah dari semua yang terjadi padanya. Karena dia, hubunganku dengan gadisnya berakhir begitu saja- pikirnya. Sean memejamkan matanya kuat-kuat. Membiarkan dirinya tenang sejenak. Otaknya memutar kembali kejadian kemarin malam.
...*********...
"Kenapa kau usir dia kemarin malam?" Ujar Sean tiba-tiba- bersandar pada pintu pendingin.
Pisau tajam yang sedang digunakan oleh Crystal untuk mencincang daging sapi di hadapannya terhenti seketika. Pandangannya teralihkan pada lelaki yang berada di sampingnya. Laki-laki itu menyandarkan punggungnya ke lemari es, menunggu jawabannya.
"Aku tidak mengusirnya." jawab Crystal santai. Ia tetap melanjutkan kembali kegiatannya dan sebisa mungkin menghiraukan keberadaan Sean.
"Kau tahu apa maksudku." Ucap Sean sinis.
Crystal menarik nafas pelan- sungguh apa permasalahan ini harus dipertanyakan lagi. Crystal pikir, malam itu sudah selesai semua. "Aku kasihan padanya." Ujar Crystal jujur. "kalau sampai Ayahku atau bahkan wartawan melihatnya bisa-bisa citranya akan menjadi buruk di mata masyarakat." Crystal mencoba sekali lagi memberikan pemahaman pada Sean, agar suaminya itu mengerti posisinya.
"Berita tentang dia yang menjadi selingkuhan mu, pasti seluruh korea selatan akan tahu. Karir dan reputasi mu akan buruk." Sambungnya lagi.
Sean hanya bisa tertegun mendengar jawaban Crystal. Benar juga. Semua yang dikatakan Crystal memang benar adanya. Pemuda berambut gelap ini tidak pernah berpikir sampai ke sana. Dia tidak pernah berpikir panjang. Dia mengajak gadisnya datang ke pernikahannya, hanya bermaksud untuk menunjukkan keseriusan nya pad Sulli dan juga untuk menggertak istrinya agar beberapa bulan kemudian mereka bisa cerai atau apalah.
Apa mungkin pekerjaannya di bidang hiburan dapat membuatnya berpikir sejauh ini? Dia memikirkan tindakannya sejauh ini. Pikir Sean.
"Oke, aku akui semua perkataan mu ada benarnya. Tapi, aku tidak ingin jika kau berkata kasar lagi pada kekasih ku." Tunjuk Sean memperingatkan Crystal.
"Pergilah, aku tidak ingin acara memasakku di ganggu olehmu." Ujar Crystal, ia juga sedikit mendorong bahu Sean agar pergi dari dapur.
"Kau tidak memakai cincinmu?" Pertanyaan itu meluncur saja dari mulut Sean, saat ia tak sengaja melihat jemari istrinya tak tersemat cincin pernikahan mereka.
Crystal juga merasa terkejut dengan pertanyaan tiba-tiba Sean. Jelas-jelas ia tau Suaminya tak menginginkan pernikahan ini dan rasanya pertanyaan itu tak harus keluar dari mulutnya. Lalu kenapa? Batin Crystal meremas erat gagang pisau itu.
Sean memandang Istrinya yang masih diam, kemudian ia pergi menaiki tangga menuju kamarnya kembali dengan sedikit kesal. "aku akan ke kamar."
Sean membalilkan tubuhnya dan melihat jarinya yang ternyata ia baru sadar bahwa ia masih memakai cincin kawin sialan itu.Ia mendecih seraya melepas cincin dari jarinya dan memasukkannya ke saku jeans celananya. Sean pun berlalu begitu saja.
Sedangkan Crystal ? Dia masih bungkam tapi tetap memperhatikan gerak-gerik dari suaminya. Ia juga bisa melihat bahwa Sean kecewa dari sorot matanya tadi. Tatapannya menerawang, ia memegang kalungnya yang berbandul cincin pernikahannya dengan Sean.
"I wish.. you love me." bisiknya pelan.
kita bongkar
*pelakor, novel hadir 1000 pelakor tidak jadi masalah karena pelakor pasti dilaknat, dibuat hina, dan akhirnya dibinasakan (ADIL)
*pemeran utama pria (suami) melakukan kesalahan juga tidak jadi masalah karena suami dibuat dapat balasan, menderita, menyesal, mengemis maaf, berjuang dapat kesempatan dan akhir dia membahagia istri (ADIL) dan posisi tidak karena di kebanyakan novel posisinya digantikan pebinor
yang jadi masalah
*pebinor jadi masalah karena kalian begitu memuja dan spesial kan sosok ini, dan semua kesalahan kalian benarkan, bahkan pebinor lebih spesial dari sang suami sah, dia bisa bebas peluk istri orang, bisa bebas menghina dan memprovokasi suami orang, semua kelakuan bejatnya dibenarkan dan akhirnya dia diberi wanita lain dan bahagia dan pebinor berpeluang besar menggantikan posisi pemeran utama pria (EGOIS)
*pemeran utama wanita (istri) jadi masalah karena semua kelakuannya kalian benarkan, apapun kesalahannya kalian tutup mata dan membenarkannya dan malah balik menyalahkan suami posisi aman 100% (EGOIS)