NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Menjadi Miliader

Terlahir Kembali Menjadi Miliader

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: cloudia

[cp akan terlambat]
negara : Indonesia

sinopsis:
Mati setelah seumur hidup bekerja sendirian itu melelahkan. Ketika Olyvia Arabella membuka mata, ia kembali ke usia 20 tahun—tepat saat calon ibu mertua menyodorkan amplop "uang perpisahan" yang ternyata hanya berisi seratus ribu. Dunia sudah gila: nilai uang menurun 10.000 kali lipat, dan hanya Olyvia yang sadar karena rekening bank masa depannya ikut terbawa. Sekarang ia menjadi satu-satunya konglomerat di dunia yang mendadak miskin. Tapi kekayaan tak membuat hidupnya lebih mudah, terutama saat para pria dari masa lalunya kembali—kali ini dalam keadaan jauh lebih melarat. Balas dendam tak cukup dengan uang. Tapi setidaknya, Olyvia bisa membeli waktu untuk memilih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Setelah Mempercantik Diri, Tentu Saja Membeli Mobil

Tiga hari. Tiga hari penuh Olyvia habiskan dengan kegiatan yang di kehidupan pertamanya hanya bisa ia impikan: berbelanja tanpa melihat harga.

Hari pertama setelah perawatan di klinik, ia kembali ke Galaxy Premium Mall dan menyapu bersih butik-butik yang sebelumnya hanya ia lewati dengan tatapan iri. Kali ini ia tidak ragu. Ia masuk ke butik Elite Atelier lagi, dan pramuniaga yang dulu memandangnya dengan curiga kini menyambutnya seperti ratu.

"Mbak Olyvia! Silakan, Mbak. Ada koleksi terbaru dari Paris."

Olyvia tersenyum tipis. Ia mengambil satu per satu blus sutra, rok midi, celana kulot, blazer, dan gaun malam. Total belanjaan di butik itu: Rp87,-. Ia membayar dengan kartu debit dan keluar dengan lima paper bag besar.

Hari kedua, ia melanjutkan ke butik sepatu dan tas. Sepatu hak tinggi berbahan kulit ular: Rp12,-. Sepatu flat balerina: Rp5,-. Sneakers putih minimalis: Rp8,-. Tas tangan kecil: Rp15,-. Tas ransel kulit: Rp18,-. Total: Rp58,-.

Hari ketiga, ia menuju toko jam tangan mewah. Di sana, matanya tertuju pada sebuah jam tangan wanita dengan tali kulit hitam dan bezel emas rose gold. Label harganya: Rp45,-. Ia membelinya tanpa pikir panjang. Ia juga membeli beberapa perhiasan kecil seperti gelang emas putih dan anting mutiara.

Tiga hari itu mengubah segalanya.

Pagi ini, Olyvia berdiri di depan cermin panjang apartemennya. Ia mengenakan blus sutra putih lengan panjang yang jatuh anggun, dipadukan dengan celana palazzo hitam yang membuat kakinya tampak lebih jenjang. Di pergelangan tangannya, jam tangan emas rose gold berkilau pelan. Rambutnya tergerai lurus berkilau, wajahnya cerah dan glowing, dan sentuhan lip tint merah muda membuat bibirnya tampak segar.

Ia menatap pantulan dirinya lama sekali. Ini gue? Seriusan? Cantik banget gila, anjay.

Wajah Tionghoanya kini tampak lebih jelas. Kulit putih bersih, fitur halus, rahang tegas tapi feminin. Matanya tidak sipit, tapi ada lipatan kelopak yang khas Asia Timur. Kombinasi gen ayah dan ibunya menghasilkan kecantikan yang unik. Ia tidak seperti selebgram kebanyakan yang mengandalkan makeup tebal. Kecantikannya natural, tapi sekarang diperkuat dengan perawatan dan pakaian berkualitas.

Gue kayak Catheez. Temennya Mayden itu loh. Cantik, anggun, tapi tetap ada kesan kalem dan cerdas. Bukan tipe cewek alay yang cuma modal bibir dower.

Ia tersenyum pada dirinya sendiri. Senyum itu terasa berbeda. Bukan senyum puas karena membeli barang mahal, tapi senyum seorang perempuan yang akhirnya menemukan jati dirinya.

Oke. Sekarang penampilan udah oke. Tapi ada yang kurang.

Ia menatap ke luar jendela apartemen. Di parkiran bawah, terlihat mobil-mobil warga yang sebagian besar adalah kendaraan standar: LCGC, MPV keluarga, atau motor matic. Tidak ada yang salah dengan itu. Tapi Olyvia merasa, untuk melengkapi transformasi ini, ia butuh sesuatu yang lebih. Sesuatu yang membuatnya bisa bergerak bebas dan tetap memancarkan aura kemewahan.

Mobil. Gue butuh mobil sendiri.

Bapaknya sudah punya SUV hitam pemberiannya. Sekarang giliran dirinya sendiri. Ia ingin mobil yang mencerminkan kepribadian barunya: elegan, berkelas, tapi tidak norak.

Ia mengambil dompet dan ponsel, lalu keluar apartemen.

Dealer Mobil Mewah "Prestige Auto"

Olyvia memesan taksi online menuju dealer mobil mewah di pusat kota. Begitu tiba, ia turun dengan langkah tenang. Satpam dealer yang melihatnya langsung membukakan pintu dengan hormat. Penampilannya yang elegan membuatnya terlihat seperti pelanggan serius, bukan mahasiswi iseng.

Di dalam dealer, berbagai mobil mewah berjejer rapi di bawah lampu sorot. Ada sedan Eropa, SUV Amerika, dan sport car Jepang. Olyvia berjalan pelan menyusuri showroom, matanya menilai setiap kendaraan dengan cermat.

Seorang sales wanita bernama Maya menghampirinya dengan senyum profesional. "Selamat siang, Mbak. Sedang mencari mobil? Ada tipe tertentu yang diminati?"

Olyvia mengangguk. "Saya cari mobil yang cocok untuk perempuan muda. Elegan, nyaman, tapi tetap bertenaga. Jangan yang terlalu mencolok, tapi jangan yang biasa-biasa aja."

Maya tersenyum paham. "Kalau begitu, Mbak bisa lihat di bagian sana. Ada beberapa pilihan dari brand Eropa yang cocok untuk profesional muda."

Mereka berjalan menuju deretan mobil Eropa. Maya menunjuk satu per satu. "Ini ada Audi A4, Mercedes-Benz C-Class, BMW Seri 3. Semuanya nyaman, desain elegan, dan punya performa bagus."

Olyvia menatap ketiganya. Audi terlalu maskulin. Mercedes terlalu klasik. BMW... BMW biru tua itu menarik perhatiannya.

Ia mendekati BMW Seri 3 berwarna biru midnight. Desainnya ramping, gril depan khas BMW yang gagah tapi tidak berlebihan, lampu LED yang tajam, dan velg alloy yang sporty. Ia membuka pintu dan duduk di kursi kemudi. Jok kulit berwarna krem terasa lembut. Dashboard minimalis dengan layar sentuh melengkung. Aroma mobil baru yang khas memenuhi hidungnya.

Ini dia. Ini gue banget.

Ia keluar dan menatap Maya. "Saya ambil ini. Yang warna biru midnight. Ada stok?"

Maya sedikit terkejut dengan keputusan cepat Olyvia. "Eh, ada, Mbak. Tapi apa Mbak mau test drive dulu? Atau lihat spesifikasi detailnya?"

"Gak perlu. Saya udah yakin. Berapa totalnya?"

Maya mengecek di tabletnya. "Untuk BMW Seri 3 M Sport, on the road Surabaya totalnya Rp58.000,-, Mbak. Sudah termasuk pajak dan administrasi."

Lima puluh delapan ribu rupiah. Di dunia normal itu sekitar lima ratus delapan puluh juta. Di dunia gue sekarang? Cukup uang jajan seminggu.

"Saya bayar lunas hari ini. Kartu debit bisa?"

Maya mengangguk cepat. "Bisa, Mbak. Silakan ke kasir."

Olyvia mengikuti Maya ke meja kasir. Ia menyerahkan kartu debitnya dan menandatangani beberapa dokumen. Proses administrasi berjalan mulus. Dalam waktu kurang dari satu jam, BMW biru midnight itu sudah resmi menjadi miliknya.

Maya menyerahkan kunci mobil dengan kedua tangan. "Selamat, Mbak. Semoga puas dengan mobil barunya. Kalau ada masalah, langsung hubungi saya."

Olyvia menerima kunci itu dan merasakan bobotnya yang padat. Logo BMW di gantungan kunci berkilau. "Terima kasih, Mbak Maya."

Ia berjalan menuju mobil barunya, membuka pintu, dan duduk di kursi kemudi. Mesin menyala dengan suara halus. Ia mengatur posisi duduk, spion, dan menyentuh layar sentuh di dashboard. Semuanya terasa sempurna.

Gue punya mobil sendiri. BMW lagi. Gila.

Perlahan, ia melajukan mobil keluar dari dealer. Sensasi mengemudikan mobil semewah ini sungguh berbeda. Suspensinya lembut, kabinnya senyap, dan tenaganya responsif. Olyvia merasa seperti sedang melayang di atas aspal.

Ia melirik pantulan dirinya di kaca spion tengah. Seorang perempuan muda dengan blus sutra putih dan wajah glowing, duduk di balik kemudi BMW biru midnight.

Ini gue. Olyvia Arabella. Bukan lagi mahasiswi lusuh yang diremehkan calon mertua. Bukan lagi cewek bodoh yang dipermainkan Arjuna. Ini gue yang baru.

Ia tersenyum dan menyalakan musik klasik dari radio satelit. Alunan piano lembut mengisi kabin. Ia melajukan mobilnya menyusuri jalanan Surabaya yang mulai ramai sore hari.

Di Jalan Raya Surabaya

Saat berhenti di lampu merah, Olyvia melihat beberapa pengendara motor melirik mobilnya. Bukan lirikan iri, tapi lirikan kagum. BMW biru midnight itu memang mencuri perhatian tanpa perlu berteriak.

Ponselnya bergetar. Pesan dari grup sahabat.

Karina: Vy, lo di mana? Tadi gue liat di story orang, ada BMW biru keren banget lewat. Jangan-jangan itu lo?

Olyvia menyengir. Cepat sekali gosip menyebar.

Olyvia: Iya, itu gue. Baru beli.

Sela: HAH?! LO BELI MOBIL BMW?! GILA LO, VY!

Karina: Bentar. Lo beli mobil cash? Kayak beli gorengan?

Olyvia: Iya. Kenapa?

Sela: Gue pingsan. Tolong anterin gue jalan-jalan pake mobil lo kalo gue udah balik.

Olyvia: Siap.

Ia meletakkan ponsel dan kembali fokus ke jalan. Lampu hijau menyala, dan ia melaju dengan mulus.

Arjuna dulu suka pamer mobil papanya ke gue. Dia pikir gue terkesan. Sekarang gue punya mobil sendiri. Lebih bagus. Beli pake duit sendiri.

Pikirannya melayang pada momen-momen di kehidupan pertama. Arjuna sering menjemputnya dengan mobil sedan hitam milik keluarganya. Olyvia yang naif selalu merasa istimewa. Padahal itu bukan mobil Arjuna, dan Arjuna hanya ingin pamer.

Sekarang lo mau pamer apa lagi, Jun? Mobil papanya? Silakan. Gue punya BMW sendiri. gak kek lo yg pamer masih harta ortu.

Kembali ke Apartemen

Olyvia memarkirkan BMW birunya di basement apartemen. Ia turun dan menguncinya dengan remote. Lampu sein berkedip dua kali, menandakan mobil terkunci.

Ia berjalan menuju lift sambil membawa paper bag kecil berisi dokumen mobil. Beberapa penghuni apartemen yang melihatnya melirik dengan tatapan kagum. Seorang ibu muda yang biasa menyapanya di lobi langsung berbisik pada suaminya.

"Itu Mbak Olyvia. Sekarang beda banget ya. Cantik, terus bawa mobil BMW."

Olyvia pura-pura tidak mendengar. Tapi di dalam hatinya, ia tersenyum puas.

Biarkan mereka bicara. Gue gak perlu pamer. Cukup jalanin hidup gue dengan tenang. Tapi kalo ada yang cari masalah, gue siap.

Ia masuk ke unit apartemennya dan merebahkan diri di kasur. Hari ini terasa panjang tapi memuaskan. Tiga hari belanja gila-gilaan, ditutup dengan pembelian mobil impian.

Ini baru hidup. Bukan cuma soal duit. Tapi soal jadi versi terbaik diri gue sendiri.

Ponselnya bergetar. Notifikasi dari DouDou. ChenYu sedang live. Olyvia membuka aplikasi dan masuk ke live room ChenYu. Pria itu sedang bermain gitar, menyanyikan lagu Mandarin yang lembut.

Olyvia mengirim beberapa gift kecil, kali ini tidak berlebihan. Ia hanya ingin menikmati musik sambil bersantai.

ChenYu: Queens! Xie xie ni de liwu! (Terima kasih hadiahnya!)

Olyvia mengetik balasan di kolom komentar.

Queens: Bu keqi. Ni chang de hen hao. (Sama-sama. Kamu bernyanyi dengan sangat baik.)

Penonton lain langsung heboh begitu melihat nama Queens muncul.

Pengguna1: Queens is here! The legend!

Pengguna2: 女王来了! (Sang Ratu datang!)

Olyvia tersenyum membaca komentar-komentar itu. Di dunia maya, ia adalah Queens, sosok misterius kaya raya yang dielu-elukan. Di dunia nyata, ia adalah Olyvia Arabella, perempuan muda yang baru saja menemukan kembali dirinya.

Dua dunia. Dua identitas. Tapi satu tujuan: hidup bahagia dengan cara gue sendiri.

Ia menutup DouDou dan merebahkan diri. Matanya menatap langit-langit apartemen. Besok ia akan mulai memikirkan langkah selanjutnya. Properti untuk ibu. Balas dendam untuk Arjuna. Dan mungkin, sedikit eksplorasi dunia baru yang terbuka lebar di hadapannya.

Dunia ini milik gue. Tinggal gue mau ngapain.

1
Fauziah Daud
terharu sangat... trusemangattt
nana
bagus banget
Fauziah Daud
seru bangat... trusemangattt
Fauziah Daud
seru.. trusemangattt
Fauziah Daud
trusemangattt
Kirina
hmmm tadinya bingung mau komentar apa, tapi e... nama agen nya kok sama semua ya sama nama ibu nya arjuna yaitu 'Ratna', apa jangan2 mereka kemabar lagi🤣🤣🤣🤣
Kirina: bagaimana dengan mia, reva, melinda, silviana, cecil, siska, moli, fani, novi, fitri, atau yang lainnya gitu....
total 2 replies
Andira Rahmawati
pindah apart aja ..yg tingkat keamanannya lebih tinggi..👍
Andira Rahmawati
hadirr...thorr💪💪💪
Kirina
ini kapan beli properti buat ibunya thor kok di undur mulu heran atau author lupa lagi
Kirina: gak papa 😇 tetep ya kak🤗 stay strong💪
total 5 replies
Yusna Wati
semangat ya thor up nya💪🤗
Ahmad Fauzi
bagus seru
Ellasama
salfok SM PP mu kak,,,/Chuckle/
Cloudia: kenapa dengan PP ku, bagus ya🤭
total 1 replies
Ellasama
puas banget,, nah kan gini baru bener si fl harus strong anti badai
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjuttt
Ellasama
kok si olyv gak cepet nindak si Juna sih, seenggaknya kan jangan dibiarin gitu aja nanti dia nya makin ngelunjak lagi
Cloudia: pakai kapak aja gak sih?🤭
total 1 replies
Ellasama
tenang aja mbak mu itu supper super kaya tujuh turunan tujuh tanjakan /Hey/
Ellasama
monyet 🐒 gak tuh/Facepalm//Curse/
Ellasama
waduhhh, ni dunia cocok bgt buat isi kantong aku/Hey/
Ellasama
wihh satu dunia kek nya nak dibeli sama si olyv deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!