NovelToon NovelToon
THE TYCOON'S BITTER REVENGE

THE TYCOON'S BITTER REVENGE

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: caxhaaesthetic

Empat tahun lalu, Flaire Nathasha menghilang setelah melahirkan secara rahasia, meninggalkan Jaydane Shelby dengan luka pengkhianatan dan seorang putra balita bernama Jorden. Jaydane, sang penguasa bisnis sekaligus mafia, membesarkan Jorden dengan kebencian mendalam, mengira Flaire membuang anak mereka demi kebebasan dan karier.

Kini, Flaire kembali ke Jerman sebagai CEO Fernandez yang memukau dengan julukan "Queen of Lens". Kecantikannya yang tak tertandingi membuat Aurora, tunangan Jaydane, merasa terancam dan mulai menggali identitas ibu kandung Jorden yang misterius.

Jaydane yang dibutakan dendam mulai menghancurkan bisnis Flaire untuk memaksanya berlutut. Namun, di balik lensa kontak yang selalu menutupi warna mata aslinya, Flaire menyimpan luka trauma masa lalu difakta bahwa ia adalah korban pengasingan paksa keluarganya dan sama sekali tidak tahu bahwa bayinya masih hidup di tangan pria yang kini mencoba menghancurkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon caxhaaesthetic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RAHASIA DI BALIK KOLAM KEMATIAN

"Bawa bayi cacat ini keluar. Aku tidak peduli kau apakan, yang penting jangan biarkan dia hidup untuk mempermalukan namaku," desis Antonio dengan wajah tanpa emosi. "Buang dia ke kolam pembuangan di belakang gedung. Pastikan dia tidak pernah menarik napas lagi."

Antonio kemudian masuk ke kamar Flaire, melihat putrinya yang masih tidak sadarkan diri akibat bius total, lalu berbisik dingin, "Anggap saja bayi ini tidak pernah ada, Flaire."

Perawat itu membawa kotak bayi darurat menuju pintu belakang rumah sakit yang menuju ke area kolam pendingin generator yang dalam dan gelap. Bayi mungil itu Jorden bahkan tidak menangis; ia terlalu lemah dan kedinginan.

Tepat saat perawat itu mengangkat kotak bayi untuk dilemparkan ke dalam air yang hitam, sebuah tangan kekar mencengkeram pergelangan tangannya.

KRAK!

Tulang tangan perawat itu patah seketika. Marco, orang kanan kepercayaan Jaydane yang sudah mengintai sejak awal, muncul dari kegelapan.

"Jika kau menjatuhkan kotak itu, kepalamu akan menyusul ke dasar kolam," suara Marco terdengar seperti bisikan iblis.

Jaydane muncul dari balik bayangan, matanya merah karena amarah yang tak terkendali. Ia mengambil kotak bayi itu dengan tangan gemetar. Di dalamnya, ia melihat seorang bayi laki-laki dengan rambut blonde tipis yang sangat mirip dengannya, namun yang paling mengejutkan adalah saat bayi itu sedikit membuka matanya.

Hijau. Crush Green.

"Dia punya mata ibunya," bisik Jaydane serak. Jantungnya bergetar hebat. Rasa benci pada Antonio saat itu hampir membuatnya ingin membakar seluruh rumah sakit tersebut.

Jaydane menoleh pada Marco. "Urus perawat ini. Jangan biarkan dia bicara. Dan beri tahu tim medis kita, siapkan inkubator di pesawat pribadi. Bayi ini tidak akan pernah kembali ke tangan keluarga Fernandez."

Jaydane sempat ingin masuk ke kamar Flaire untuk membawanya pergi, namun ia melihat melalui kaca pintu bahwa Flaire sedang dipasang berbagai alat pacu jantung karena kondisinya kritis. Antonio berjaga di sana dengan barisan pengawal bersenjata.

Jaydane tahu, jika ia memaksakan perang sekarang, nyawa Flaire yang lemah bisa terancam. Ia harus membuat pilihan paling menyakitkan: Membawa bayinya pergi untuk menyelamatkannya, atau tetap di sana dan membiarkan Antonio menghabisi mereka berdua.

"Kita pergi sekarang," ucap Jaydane sambil memeluk kotak bayi itu dengan posesif.

"Katakan pada dunia bahwa bayi ini mati. Dan biarkan Antonio percaya dia sudah berhasil."

...Kembali ke Masa Kini...

Jaydane meletakkan gelas wiskinya. Ia menoleh ke arah tempat tidur, melihat Flaire yang masih terlelap.

Flaire tidak tahu bahwa Jaydane-lah yang menyelamatkan Jorden dari dasar kolam kematian itu. Flaire juga tidak tahu bahwa selama empat tahun ini, Jaydane membesarkan Jorden dengan rasa sakit, mengira Flaire sudah setuju dengan rencana ayahnya untuk melenyapkan anak mereka demi kebebasan.

"Andai kau tahu, Little Bird," bisik Jaydane pelan. Ia mendekat, membelai pipi Flaire. "Kau hampir kehilangan segalanya karena pria yang kau panggil Ayah. Tapi aku di sini sekarang. Dan tidak akan ada kolam atau monster mana pun yang bisa menyentuh kalian lagi."

Tiba-tiba, mata Flaire terbuka perlahan. Ia melihat tatapan Jaydane yang begitu dalam dan penuh luka.

"Jay? Kenapa belum tidur?" tanya Flaire dengan suara serak khas orang bangun tidur.

Jaydane mengecup keningnya lama. "Hanya memikirkan betapa beruntungnya aku... karena kau masih di sini."

1
Ashlee Qirana
mudah difahami
𝐅𝐋𝐎𝐑𝐘𝐍 아몬
LANJUTKAN THORRRRR!!!!! /Hunger/
𝐅𝐋𝐎𝐑𝐘𝐍 아몬
lanjutin thorrr cinta /Applaud//Kiss/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!