NovelToon NovelToon
Sistem Dua Kekasih

Sistem Dua Kekasih

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Teen School/College / Sistem
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yapari

Saat Jepang berada diambang kepunahan karena krisis populasi, cinta bukan lagi pilihan, melainkan tugas negara yang menekan. Pemerintah membuat ulang kurikulum SMA bernama Sistem Dua Kekasih. Semua murid dipaksa berpasangan dengan lawan jenis, duduk berdampingan, tinggal bersama, dan semuanya dihitung berdasarkan poin.

Cerita berfokus pada Naruse Takashi, seorang remaja tanpa tujuan hidup yang hanya ingin mengabdi kepada seorang gadis biasa, yang dia percaya sebagai belahan jiwanya.

Kira-kira, siapakah yang akan menjadi belahan jiwa Naruse?

Genre: Drama, Psychological, Romance, School, System.

Catatan:
1. Cerita ini fiktif belaka.
2. Update satu Minggu 3-5 Kali.
3. Ada BAB Spesial tiap 20 BAB.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yapari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 — Kamar Nomor 25 —

Ini benar-benar melelahkan.

Mau tidak mau, aku harus beristirahat. Dan Kamar Nomor 25 adalah satu-satunya tempat.

Kuharap Miyazaki tidak merasa terganggu. Aku harus meminta maaf padanya atas banyak hal nanti.

Tanpa peduli dengan sisa-sisa tatapan mata yang mengarah kepadaku, aku tetap melangkah menuju kamarku sendiri.

Aku tidak tahu akan seperti apa isi ruangannya, dan kuharap itu tidak memaksa kami terlalu dekat.

Bagaimanapun, kami tetaplah remaja SMA biasa yang terpaksa tinggal bersama dengan lawan jenis. Oleh karena itu, jarak yang terlalu dekat akan menyulitkan.

Begitu aku membuka pintu, mataku disambut oleh keadaan ruangan yang menyala terang.

Aku mulai mengedarkan pandang pada tempat yang akan menjadi rumahku dengan Miyazaki.

Terdapat ruangan tengah yang cukup sempit... dengan satu sofa dan tatami di dekatnya. Lalu ada dapur minimalis, juga dua pintu kamar di sisi kiri dan kanan. Terakhir, ada satu kamar mandi yang sepertinya tergabung dengan toilet.

Miyazaki tidak ada di ruang tengah, kemungkinan dia ada di dalam kamar. Tapi, dia masuk kamar yang mana?

Aku tidak bisa beristirahat di kamar kalau begini. Begitu tanganku salah membuka pintu, maka dia pasti akan terkejut.

Mengetahui bahwa ada dua pintu di ruangan ini, setidaknya kami masih punya privasi. Dan sekarang, aku ragu menebak keberadaan Miyazaki.

Padahal peluangnya lima puluh banding lima puluh, ibarat menebak koin yang berisi gambar atau angka. Tapi, tetap saja aku tidak ingin mengganggunya.

Aku pun berdiri diam di ruang tengah selama beberapa saat, membiarkan keheningan menelan. Kepalaku mulai memikirkan beberapa hal.

Kami akan tinggal bersama selama tiga tahun ke depan, dan kami harus bisa melewati lika-liku di tempat ini.

Bahkan di hari pertama saja, kami sudah menghadapi banyak masalah. Kupikir aku akan lebih memikirkan Miyazaki ketimbang diriku sendiri.

Aku penasaran dengannya. Sangat penasaran. Dan menurutku, dia bukan tipe gadis yang terlalu defensif, tapi malah mencoba defensif.

Pasti ada alasan di balik itu semua. Dia memang gadis yang rumit.

Tidak, cukup.

Tubuhku hampir mencapai batas, dan bisa-bisanya otakku malah berpikir keras.

Karena aku tidak tahu Miyazaki ada di sisi pintu yang mana, dan aku tidak ingin menebaknya, jadi tidur di sofa adalah keputusanku.

Sofa biru muda ini terlihat muat untuk dua orang. Begitu aku mencoba duduk, rasanya sangat empuk.

Tanpa sadar, aku sudah membaringkan tubuhku dan menjadikan salah satu telapak tanganku sebagai bantal.

Ah, nyaman sekali.

Napasku jadi lebih tenang dibanding sebelumnya, sampai aku merasa rileks sesaat. Aku benar-benar memasrahkan tubuhku di sofa ini.

Meski lampu ruangan ini masih menyala, keadaannya tetap bisa membuatku memejamkan mata, lalu tak lama... aku tidak merasakan apa-apa lagi.

***

Penglihatanku gelap selama beberapa saat, sebelum akhirnya mataku terbuka. Pandanganku mengarah ke langit-langit ruangan ini.

Lampunya masih menyilaukan, jadi wajahku beralih ke sisi kiri... tempat aku melihat Miyazaki duduk santai di tatami.

"Miyazaki-san?"

Sadar kalau aku terbangun, dia menatapku balik. Sepertinya lamunannya buyar karena suaraku. Wajahnya masih saja datar seperti sebelumnya.

"Sudah baikan?"

"Itu pertanyaanku."

"Aku tidak apa-apa, dan maaf karena mengatakan sesuatu yang menyinggungmu."

"Justru aku yang minta maaf. Aku sudah membentakmu sebelumnya."

"Ya, sudahlah. Ada misi baru."

Kelihatannya dia baik-baik saja. Nada bicaranya juga masih seperti biasa.

Aku pun melihat layar hologram di hadapanku. Tadinya aku tidak sadar karena fokusku sepenuhnya ke Miyazaki.

[Misi Harian Pasangan!]

[Waktu Minimal: 1 Jam per Hari di Ruang Tengah!]

[Hadiah Dasar: 50 Poin Pasangan]

[Hadiah Tambahan: Tergantung kesesuaian interaksi dengan tindakan hari itu.]

[Contoh Tindakan:

Duduk berdampingan di sofa.

Memasak bersama.

Menonton bersama.

Mengobrol dalam jarak < 1 meter.

Melakukan aktivitas sinkronisasi.]

"Menonton bersama? Tidak ada TV di sini."

"Bukan masalah ada TV atau tidak, tapi aku menunggumu bangun agar misinya bisa mulai."

"Oh, jadi begitu?"

"Sebenarnya misinya bisa kita lewatkan, tapi mengingat ada kebutuhan sehari-hari yang harus dibeli... kita harus menjalaninya."

Aku baru ingat kalau kami semua tidak punya apa-apa saat tiba di sekolah ini. Yang kami punya hanyalah seragam dan juga jam tangan khusus dari sekolah.

"Aku mengerti, haruskah kita mulai sekarang?"

"Ya, sini jam tanganmu."

Selesai menyatukan jam tangan kami secara singkat, layarnya berubah tampilan.

[Sinkronisasi Ruang Tengah: Aktif!]

[Durasi: 00:00:01]

"Oke, kita harus bersama selama satu jam."

"Kau benar, dan kita juga harus gantian."

"Apanya yang gantian?"

Dengan posisiku yang masih berbaring di sofa, Miyazaki menatapku lekat-lekat seolah aku adalah orang yang serakah.

"Karena sofanya terlihat nyaman, aku juga ingin berbaring."

"Kau tidak puas dengan kasurmu, ya?"

"Itu dua hal yang berbeda."

Rupanya dia punya sisi egois seperti ini. Entah kenapa, aku merasa senang tiap melihat sisi barunya. Jantungku berdegup kencang.

Tanpa sadar, tanganku mulai bergerak sendiri. Posisi kami sebenarnya lumayan dekat, dan aku bisa meraih rambut hitam pendeknya yang dipotong sebahu ini.

Begitu merasakan sentuhan yang halus dan lembut dari rambut ini, tanganku menyeretnya ke dekat hidungku.

Kemudian aku mengendusnya. Bau sampo khas bunga lavender tercium, membuat suhu tubuhku meningkat drastis.

Ah, tidak. Kenapa aku begini?

Gerakanku begitu cepat, sampai-sampai Miyazaki tidak sempat merespons.

Saat sadar bahwa aku memainkan dan mengendus rambutnya seperti orang mesum, Miyazaki terdiam sesaat. Tatapannya menusuk mataku.

Aku mulai keringat dingin. Dia pasti marah, apalagi aku melakukannya tanpa izin. Tindakan impulsifku sudah keterlaluan.

Tak lama kemudian, Miyazaki membuka mulutnya.

"Takashi-kun, kau melakukan ini ke semua gadis?"

"Ti-tidak. Aku selalu menjaga jarak dengan banyak gadis sebelumnya."

"Kau yakin?"

"Ya, aku tidak bohong!"

Dia masih tampak defensif, dan ini jelas merepotkan.

Aku tidak dapat membaca ekspresinya. Andai saja dia bisa bilang kalau dia sedang marah, kesal, atau sebagainya... maka aku tidak akan kerepotan.

"Maaf, Miyazaki-san. Aku tidak akan melakukannya lagi kalau kau tidak suka."

Pada akhirnya, aku hanya bisa meminta maaf. Sementara itu, Miyazaki menggelengkan kepalanya pelan, lalu mulai bicara.

"Aku sudah merenungkan segalanya di kamar tadi, Takashi-kun."

"Me-merenungkan apa?"

"Aku punya masalah kepercayaan sejak dulu. Tapi sejujurnya, aku senang ketika kau berkata sesuatu seperti menginginkanku. Makanya untuk saat ini, aku ingin mempercayaimu. "

"Benarkah?!"

Ketika dia mengatakan itu, mataku berbinar-binar. Ternyata dia bisa mengatakannya.

Perasaanku langsung bersemangat, seolah-olah berhasil menembus sedikit lapisan temboknya.

"Tapi, ada syaratnya!"

"Eh? Apa syaratnya?"

Dia mengajukan syarat, jadi lebih baik aku coba dengarkan dulu.

"Pertama, jawab semua pertanyaanku. Kedua, jangan lakukan sesuatu yang menarik perhatian lagi. Lalu terakhir, berikan seluruh pengalaman pertamamu kepadaku!"

"Banyak juga, ya?"

Ternyata syaratnya sama sekali tidak memberatkanku. Ini jelas sangat menguntungkan.

"Kau keberatan? Begini-begini, aku sebenarnya orang yang sangat egois."

"Tidak, kok. Aku terima semua syaratnya. Dan ngomong-ngomong, ini juga pertama kalinya aku mengendus rambut seorang gadis."

Aku menyetujuinya tanpa pikir panjang. Yang jelas, aku lega karena Miyazaki tidak marah setelah apa yang kulakukan tadi.

Seandainya dia marah, maka kemungkinan aku akan tidur di Zona Transisi untuk menebus kesalahanku.

Tapi, semuanya benar-benar sudah berlalu. Aku berhasil menemukan pasangan dan terhindar dari Zona Transisi, lalu membangun hubungan secara perlahan dengan Miyazaki.

Aku pun berbalik menatapnya lekat-lekat, dan kurasa ekspresinya agak berubah. Walau tidak terlihat mencolok, aku yakin dia hampir tersenyum tadi.

"Kenapa kau menatapku tajam? Dasar mesum!"

"Aku menunggu pertanyaanmu."

Kali ini aku yang tersenyum. Senyumku benar-benar lebar, dan aku sengaja menampakkannya dengan jelas.

1
Ftomic
rill 3 season ga ni?
Yapari Napa: semoga/Bye-Bye/
total 1 replies
Apa Cuba
makan nih jejak
🦊 Ara Aurora 🦊
Eh nggak jadi deh mau jam tangan kek gitu /Frown/ ribet menurutku aturan jam tangan nya terlalu banyak aturannya /Sob//Sob/
🦊 Ara Aurora 🦊
Jam tangan yg unik itu thor gue juga mau jam tangan kek gitu donc thor❓😭 /Grievance/thor balik mampir di ceritaku yg berjudul: Lampu Ajaib & Cinta Albino 🙏
🦊 Ara Aurora 🦊
kok seperti ribet itu yah... Masa di tempatkan Zona Transisi tdk ada tempat tidur pribadi... suhu di kontrol pada 16°C ... Pencahayaan tdk dimatikan penuh... Total Kapasitas 150 murid dalam satu ruangan gitu maksudnya? 🤔 aish ribetnya terdengar sulit 🙃😭
🦊 Ara Aurora 🦊: Waduh... wkwkwk 😂😂
total 3 replies
🦊 Ara Aurora 🦊
Mmm.. Aish belum ada sih bisa di koment bagian ini thor... Gue udah mampir yah thor 🙏
🦊 Ara Aurora 🦊: Sama2 kak 😊
total 2 replies
Ftomic
Very interesting. Sistemnya di dunia nyata dan realistis, trus premisnya oke. Keep it up bro!
Yapari Napa: wah makasih ya reviewnya/Smirk/
total 1 replies
Apa Cuba
alurnya kek classroom of the elite ni cuma versi tinggal bareng cewek
Ftomic: mana pacingnya sama lagi agak lambat
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!