NovelToon NovelToon
PEMURNIAN MUTLAK

PEMURNIAN MUTLAK

Status: tamat
Genre:Fantasi / Anak Genius / Action / Tamat
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Takindomaru

Lin Fan, seorang pemuda dari Clan Lin yang hampir punah, dilahirkan dengan meridian tertutup—cacat bawaan yang membuatnya dijuluki "Sampah Klan" selama 16 tahun. Dihina oleh tunangannya, dicampakkan oleh kerabat, dan dipaksa bekerja sebagai pelayan, Lin Fan hidup dalam bayang-bayang rasa malu.
Namun, nasib berubah ketika ia secara tidak sengaja menemukan sebuah Manik Giok Hitam berdarah di reruntuhan kuno keluarganya. Manik itu tidak memberinya kekuatan instan, melainkan kemampuan terlarang: "Pemurnian Mutlak". Ia bisa mengubah limbah qi menjadi esensi murni, menyempurnakan pil sampah menjadi obat dewa, dan melihat kelemahan setiap teknik musuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Takindomaru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: Ujian Jiwa dan Warisan Ganda

Lin Fan dan Xue Ying berdiri kaku, tidak berani bergerak sedikitpun. Tekanan aura dari roh Patriark Mo Han jauh lebih menakutkan daripada Komandan Huo Lie di luar. Ini adalah kekuatan yang melampaui pemahaman mereka—kekuatan seseorang yang telah mencapai tingkat kultivasi yang hampir ilahi sebelum kematiannya.

"Jawablah," suara Mo Han bergema lagi, kali ini lebih keras, membuat telinga mereka berdenging. "Apakah kalian pencuri? Atau penerus?"

Lin Fan menelan ludah, memaksa kakinya untuk tidak gemetar. Ia tahu bahwa ketakutan akan dianggap sebagai kelemahan. Dengan hati-hati, ia melangkah maju satu langkah, menempatkan dirinya di depan Xue Ying yang masih lemah.

"Hamba Lin Fan," kata Lin Fan dengan suara jelas, meski tenggorokannya kering. "Dan ini Xue Ying, survivor Sekte Lembah Es. Kami bukan pencuri. Kami datang mencari perlindungan dan kekuatan untuk melawan mereka yang menghancurkan warisan Anda."

Roh Mo Han terdiam sejenak. Mata birunya menyapu tubuh Lin Fan, lalu berhenti tepat di Dantian-nya, di mana Manik Giok bersembunyi.

"Manik Giok Yin-Murni..." gumam Mo Han, suaranya berubah dari marah menjadi penasaran. "Benda itu... itu adalah jantung dari teknik kultivasi keluargaku. Bagaimana kau bisa memilikinya, anak muda? Darahmu tidak berbau keturunan Mo."

Lin Fan berpikir cepat. Berbohong pada roh kuno seperti ini adalah bunuh diri. Sebagian kebenaran adalah pilihan terbaik.

"Hamba menemukannya di Gua Naga Es, warisan terlarang yang Anda tinggalkan," jawab Lin Fan jujur. "Hamba tidak memiliki darah Mo, tapi hamba memiliki afinitas elemen es dan kemampuan untuk memurnikan energi Yin. Manik Giok itu memilih hamba."

Mo Han tertawa pelan, suara yang terdengar seperti gesekan es. "Memilih? Benda mati tidak bisa memilih. Tapi jika kau bisa membawanya sejauh ini tanpa terbakar oleh energinya, mungkin kau memang layak."

Tiba-tiba, roh Mo Han mengangkat tangan tulangannya. Sebuah bola cahaya biru terbentuk di telapak tangannya.

"Namun, warisan tidak diberikan cuma-cuma. Aku akan memberikan ujian. Jika kau gagal, jiwamu akan menjadi bagian dari penjaga kuil ini selamanya. Jika kau berhasil, kau akan mendapatkan apa yang kau cari."

Xue Ying ingin memprotes, tapi Lin Fan menahan lengannya. "Terima tantangannya," bisik Lin Fan padanya. "Ini satu-satunya jalan."

Mo Han menunjuk ke lantai aula. Dari tanah batu, dua pilar es muncul, membentuk sebuah arena kecil.

"Ujiannya sederhana," kata Mo Han. "Pertarungan jiwa. Kau harus memasuki medan mentalku dan bertahan selama satu incaran waktu (sekitar 15 menit). Di sana, kau akan menghadapi ketakutan terbesarmu. Jika kau menyerah pada ketakutan, kau kalah."

Lin Fan mengangguk. Ia sudah pernah menghadapi bisikan kutukan pedang; ini seharusnya serupa, tapi lebih intens.

"Aku siap," kata Lin Fan.

Ia duduk bersila di tengah arena es. Xue Ying mundur ke sisi ruangan, menonton dengan cemas.

Mo Han menyentuh dahi Lin Fan dengan jari tulangnya.

Dunia hitam.

Lin Fan tiba-tiba berada di ruang hampa yang gelap gulita. Tidak ada atas, tidak ada bawah. Hanya keheningan yang memekakkan telinga.

Lalu, suara-suara mulai terdengar.

"Kau sampah, Lin Fan." Suara Yan Lie.

"Kau akan mati sendirian." Suara Elder Mo.

"Kenapa kau tidak menyelamatkan kami?" Suara orang tua Lin Fan yang sudah lama meninggal.

Bayangan-bayangan muncul dari kegelapan. Mereka adalah orang-orang yang pernah menyakitinya, orang-orang yang ia gagal lindungi. Mereka mengelilinginya, menuduh, mengejek, dan menyerang secara psikologis.

Lin Fan merasa sesak. Rasa bersalah dan ragu-ragu mencoba merayap masuk ke hatinya. Mungkin aku memang lemah. Mungkin aku seharusnya menyerah saja.

Tapi kemudian, ia merasakan denyutan hangat di dadanya. Manik Giok.

"Es bukan hanya dingin. Es adalah ketenangan di tengah badai," ingatnya akan ajaran Sutra Embun Beku.

Lin Fan menutup matanya di dunia mental itu. Ia tidak melawan bayangan-bayangan itu. Ia menerima keberadaan mereka, mengakui rasa sakitnya, tapi menolak untuk dikendalikan olehnya.

"Aku menerima masa laluku," gumam Lin Fan dalam hati. "Tapi masa depanku adalah milikku."

Ia memvisualisasikan Manik Giok bersinar terang, cahaya putih murni yang mengusir kegelapan. Bayangan-bayangan itu menjerit saat tersentuh cahaya, lalu menghilang menjadi asap.

Kegelapan pecah. Lin Fan kembali sadar di aula kuil. Keringat dingin membasahi dahinya, tapi matanya bersinar lebih jernih dari sebelumnya.

Mo Han tampak terkesan. "Luar biasa. Kebanyakan kultivator muda akan hancur oleh rasa bersalah mereka sendiri. Kau memiliki keteguhan hati yang langka."

Roh itu kemudian menoleh ke arah Xue Ying. "Dan kau, gadis kecil. Darah Lembah Es mengalir di nadimu, tapi teknikmu kasar dan penuh kebencian. Kebencian adalah bahan bakar yang kuat, tapi juga racun yang lambat."

Xue Ying menunduk malu. "Saya... saya hanya ingin membalas dendam."

"Dendam buta akan menghancurkanmu sebelum kau mencapai musuhmu," kata Mo Han tegas. "Tapi aku melihat potensi. Lin Fan, karena kau lulus ujian, kau berhak memilih satu hadiah. Dan karena kau membawa rekan, aku akan memberinya kesempatan kedua."

Mo Han mengangkat kedua tangannya. Dua gulungan jade muncul melayang di udara.

Satu berwarna putih salju, berkilau dengan aura murni.

Satu lagi berwarna biru tua, berdenyut dengan aura tajam dan agresif.

"Gulungan Putih berisi 'Sutra Hati Es Murni'. Teknik ini akan menyempurnakan pemurnian Manik Giok-mu, memungkinkanmu mencapai Tahap Fondasi dengan fondasi yang sempurna tanpa cacat. Ini adalah jalur menuju puncak."

"Gulungan Biru berisi 'Seni Cambuk Naga Es'. Teknik serangan jarak jauh tingkat tinggi yang mengubah Qi menjadi naga es hidup. Ini cocok untuk gadis itu, tapi membutuhkan pengendalian emosi yang ketat. Jika tidak, cambuk itu akan memakan tuannya."

Lin Fan menatap kedua gulungan itu. Sutra Hati Es Murni terdengar seperti peningkatan langsung untuk kekuatannya saat ini. Tapi Seni Cambuk Naga Es akan membuat Xue Ying menjadi aset tempur yang jauh lebih berbahaya.

Tanpa ragu, Lin Fan mengambil Gulungan Putih untuk dirinya sendiri, dan melemparkan Gulungan Biru ke arah Xue Ying.

Xue Ying menangkapnya, terkejut. "Untukku? Tapi kau yang lulus ujiannya..."

"Aku butuh partner yang kuat, bukan beban," kata Lin Fan datar, meski senyum tipis terlihat di sudut bibirnya. "Pelajarilah. Kuasai emosimu. Dan jangan biarkan cambuk itu mengendalikanmu."

Xue Ying menggenggam gulungan itu erat-erat, matanya berkaca-kaca. Untuk pertama kalinya, seseorang mempercayainya sepenuhnya. "Terima kasih, Lin Fan."

Mo Han mengamati interaksi mereka dengan kepuasan. "Bagus. Kerja sama. Itu kunci bertahan hidup di dunia kultivasi yang kejam ini. Sekarang, dengarkan baik-baik. Pintu di luar tidak akan tahan lama. Huo Lie sedang menggunakan artefak peledak tingkat tinggi. Kalian punya waktu sekitar satu jam sebelum pintu runtuh."

"Waktu satu jam?" Lin Fan panik. "Kami belum sempat mempelajari teknik-teknik ini!"

"Kalian tidak perlu mempelajarinya sekarang," kata Mo Han. "Gulungan-gulungan itu berisi benih pengetahuan. Saat kalian bermeditasi nanti, informasinya akan terbuka perlahan. Tapi ada hal lain yang harus kalian ambil segera."

Mo Han menunjuk ke belakang tahtanya. Sebuah panel dinding bergeser, mengungkapkan sebuah peti besi kecil.

"Di dalamnya terdapat Peta Rahasia Terowongan Bawah Tanah yang mengarah keluar dari lembah ini, melewati posisi musuh. Dan sebuah Pil Pembeku Darah, obat darurat yang bisa membekukan waktu kematian seseorang selama satu jam, memberi kesempatan terakhir untuk kabur atau bertarung."

Lin Fan segera mengambil peti itu. "Mengapa Anda membantu kami?" tanya Lin Fan tiba-tiba.

Mo Han tersenyum sedih. "Karena aku lelah melihat warisanku disalahgunakan oleh keturunanku sendiri yang serakah (mengacu pada Elder Mo). Aku ingin melihat seseorang yang murni melanjutkan jalanku. Pergilah, anak-anak. Jangan biarkan api membakar es ini."

Roh Mo Han mulai memudar, cahayanya semakin redup.

"Ingat... keseimbangan. Api dan Es. Yin dan Yang. Jangan biarkan salah satu mendominasi sepenuhnya..."

Suara itu menghilang. Kerangka di tahta itu kembali diam, mata birunya padam.

Lin Fan dan Xue Ying saling pandang. Mereka tidak punya waktu untuk berkabung atau merayakan.

"Mari kita pergi," kata Lin Fan, membuka peta dari peti itu. "Ada pintu rahasia di belakang altar ini."

Mereka berlari ke belakang tahta, menemukan mekanisme tersembunyi, dan masuk ke dalam kegelapan terowongan.

Tepat saat pintu batu utama di aula depan runtuh dengan ledakan besar, dan Huo Lie beserta pasukannya menyerbu masuk dengan wajah marah...

Mereka sudah hilang.

1
Aman Wijaya
mantab Lin Fan lanjutkan perjalananmu
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat semangat semangat
Aman Wijaya
lanjut terus Thor 🔥🔥🔥🔥
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor 💪💪💪
Aman Wijaya
mantull . ditunggu updatenya Thor 💪💪💪
Aman Wijaya
akhirnya punya sekutu bahkan jadi pendamping nantinya
Aman Wijaya
jooooz Lin Fan lanjutkan aksimu
Aman Wijaya
gaaas njeduk terus Thor
Aman Wijaya
markotop top top lanjut
Aman Wijaya
gaaas terus Thor
Aman Wijaya
gaaas njeduk terus Thor
Aman Wijaya
rencana yang menarik Lin Fan
Aman Wijaya
gaaas terus Thor lanjut
Aman Wijaya
semangat Lin Fang
Aman Wijaya
top top markotop lanjut
Jade Meamoure
koq manik giok bisa ketahuan sama elser Mo ya
Bakpau
Kerenn☺️
Bakpau
menurut aku bagus😍
Jojo Shua
🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!