NovelToon NovelToon
Tumbal Pasung Perjanjian Gaib

Tumbal Pasung Perjanjian Gaib

Status: tamat
Genre:Kutukan / Misteri / Horor / TKP / Tumbal / Hantu / Tamat
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

HIATUS.
Mohon maaf, Author sedang berhibernasi sampai musim salju tiba.


***

Aku enggak ingat lagi apa yang terjadi padaku malam itu. Saat terbangun, tiba-tiba saja aku sudah berada di dalam sini. Sebuah kurungan berukuran sempit yang disusun oleh besi-besi.

Di luar sana, tampak puntung rokok di atas meja mengepulkan asap. Beberapa pakaian dan surban juga tergantung asal di tembok. Sementara puluhan keris berdiri sejajar di dalam lemari kaca.

"Tutupi tubuhmu, Nduk!"

Tiba-tiba, suara serak kakek tua mengejutkanku dari arah lain sambil melemparkan selembar jarik.

Aku baru sadar, kalau dari tadi tubuhku sudah tanpa sehelai benang.

Ke mana perginya pakaianku?

Hijabku?

HP-ku?

Ya, Tuhan ...

Apa mereka benar-benar menyetubuhiku malam itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wanita Bernama Nurhalina

Benar saja. Selain motorku yang menjadi korban, perempuan yang tadi menambal ban denganku kini terjepit di antara bemper bus dan beton pembatas parit.

Aku tidak yakin bisa membantunya. Darah mengalir deras dari sisi perutnya yang tampak tertusuk patahan besi.

Mual.

Pusing.

Itulah yang kurasakan. Dengan napas tersengal, kupaksakan tubuhku mendekati motorku yang ringsek. Tak ada tanda-tanda motor itu bisa diperbaiki. Batok lampunya bahkan terpental jauh ke parit.

“Ya Allahhh!” teriak seorang wanita di depanku, memohon pertolongan. Tapi aku dan orang-orang di sekitarku hanya bengong. Tak ada yang bisa berbuat banyak. Jeritan juga terdengar dari dalam bus. Sementara aku masih syok. Satu-satunya motor milik Mbah, kini hancur lebur.

“Mas! Tolong tahan ini, biar kutarik Mbaknya!” seru seorang pemuda di sampingku.

Aku segera mengikuti perintahnya. Kupegang pipa besi itu untuk membuka ruang agar korban bisa keluar. Sementara pria jangkung itu merayap masuk, berusaha melepaskan celana korban yang tersangkut di patahan bemper bus.

“Arrhh!” jerit si perempuan saat melihat kakinya berlumuran darah. Ia mencoba mencabut besi tajam yang menancap dari paha hingga perutnya.

“Tahan, Mbak! Sedikit lagi!” ucap si pria sambil menahan besi agar terlepas dari tubuhnya.

“Sakitttt! Aaaargghhh!” pekiknya. Sayangnya, setelah beberapa kali percobaan, besi itu masih belum mau lepas. Darah terus mengucur dari pinggangnya.

“Ayoo, Mbak! Pasti bisaaaa … Arghhh!” teriak pria itu, berusaha sekuat tenaga mencabut besi dari tubuhnya.

Aku memejamkan sebagian mataku, sambil terus menahan besi penopang agar mereka punya ruang untuk bergerak.

“Ya, Allahhh! Sakittt!” jerit perempuan itu. Air mata mulai mengalir deras. “Gak kuat ... Arghhh .…”

Aku tak sanggup melihat darah sebanyak itu. Tapi pria jangkung itu masih berjuang keras menolongnya.

PLAKKK ....

TANGGGG TANGGG TANGG ....

Gelap.

Aku jatuh. Pipi menampar aspal. Hidungku panas. Dari posisi telentang, samar-samar kulihat wanita itu berhasil dikeluarkan.

NGIIIIIIIIINGG ....

“Mas,” bisik seseorang di telingaku. “Mas!” Suaranya makin keras. “Mas, sadar! Mas!”

Saat mataku terbuka, kulihat seorang mbak-mbak berseragam Indomart menyodorkan air mineral. Tangannya menopang kepalaku di lantai. Aku terbaring di teras tokonya.

Beberapa orang juga tergeletak di area parkir. Mereka memegangi kaki, kepala, tangan, dan bagian tubuh lain yang berdarah.

Ambulans sudah berjajar di pertigaan jalan. Salah satunya terparkir tepat di depanku, lengkap dengan tandu yang membawa para korban.

Semua orang berhamburan. Banyak yang berlumuran darah. Entah berapa jumlah korban dari kecelakaan ini. Sementara bus pariwisata besar itu masih menukik di ujung pertigaan. Seluruh jendelanya pecah, bodinya ringsek, bagian depannya nyaris tak berbentuk, dan asap hitam masih mengepul dari atapnya.

Motorku? Sudah pasti tidak selamat.

“Minum dulu, Mas!” kata wanita yang menopang kepalaku. Ia membuka tutup botol dan menyodorkan air ke mulutku.

Wajahnya tampak panik. Entah apa yang ada di pikirannya. Padahal aku bukanlah korban yang paling parah.

“Oh, iya ... makasih,” gumamku pelan. Aku masih mual, dan hidungku nyeri. Perlahan, kutopang kepalaku sendiri, tak ingin merepotkannya.

Begitulah aku. Saat melihat darah yang begitu banyak ... Pingsan.

“Mas, kalau begitu saya ke dalam dulu, ya?” ucapnya sambil menoleh ke arah kasir. Tampak seseorang sedang mengantre menunggunya.

Dia masih memakai masker hitam, seperti saat melayaniku tadi. Meski aku tak tahu seperti apa wajahnya, nametag di saku kanannya cukup membantuku mengingat namanya.

Nurhalina ....

...BERSAMBUNG...

1
Bunggo Sikumbang
aku ga paham alur cerita nya..
yul yul
teh @Ai Emy Ningrum nih mau lanjut nih...
yul yul: iya tuh ada notif...
total 2 replies
yul yul
mau lanjut disini lagi kk..?
zidan albady
Jln ceritanya ya begitu jd mana bisa kabur benarkan thor 😁
zidan albady
Otw nyimak dl thor sepertiny seruuu
Erika
Lah ko udah tamat?
Miu Nuha.
aku datang untuk pertama kak 🌻 ,, penuh misteri, bikin terkepo-kepo...

dukung karya aku juga ya di alice celestia dalian, sama2 genre horror/misteri,, mohon ulasannya 🤗
Filna
psikopatt
Filna
/Sob/
Filna
ya ampun
Filna
masa km percaya bahlils
Filna
ayo nur ,km bisa
Filna
serem
Filna
ya ampun, kenapa semua cowok disini bejad semua si
Filna
lengkap sudah penderitaan mu nur, jadi tumbal, perkosaan, skrg prostitusi
Filna
duh nurr, kena sial Mulu sih
Filna
mampus
Filna
/Angry//Angry//Angry//Angry/
Filna
Bahlil Bahlil jahat bgt si yg namanya bahlil
Filna
jahat bgt sii orang2 ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!