NovelToon NovelToon
Single Mom

Single Mom

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Single Mom / Identitas Tersembunyi / Dendam Kesumat / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:66.5k
Nilai: 5
Nama Author: aisy hilyah

Saat keadilan sudah tumpul, saat hukum tak lagi mampu bekerja, maka dia akan menciptakan keadilannya sendiri.

Dikhianati, diusir dari rumah sendiri, hidupnya yang berat bertambah berat ketika ujian menimpa anak semata wayangnya.

Viona mencari keadilan, tapi hukum tak mampu berbicara. Ia diam seribu bahasa, menutup mata dan telinga rapat-rapat.

Viona tak memerlukan mereka untuk menghukum orang-orang jahat. Dia menghukum dengan caranya sendiri.

Bagaimana kisah balas dendam Viona, seorang ibu tunggal yang memiliki identitas tersembunyi itu?

Yuk, ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6

Pagi buta, saat sekolah masih sepi. Bahkan, para penjaga keamanan pun belum ada yang datang. Viona berdiri di depan tembok tinggi nan kokoh. Bagian belakang sekolah, di mana gudang tak terpakai itu ada.

Ia mundur mengambil ancang-ancang, menarik kain menutupi wajahnya. Lalu, berlari sekencang mungkin dan melompati pagar itu. Ia berjongkok di atas pagar, melihat sekeliling tempat tersebut sebelum melompat turun.

Wush!

Halus dan tanpa suara, hanya debu-debu saja yang berterbangan saat tubuhnya mendarat di atas tanah. Viona berjalan menuju gudang tanpa ragu. Memeriksa kembali tempat di mana dia menemukan tas serta sepatu Merlia.

"Terkunci?" gumamnya saat pintu gudang terkunci, padahal sebelumnya di malam itu tempat tersebut tidak terkunci sama sekali.

Viona mengeluarkan jepit rambut yang sengaja ia kenakan. Membentuknya seperti sebuah pengait, memasukkan benda itu ke lubang kunci dan memutarnya perlahan. Bunyi kunci terbuka pun membuatnya merasa lega.

Ia masuk ke dalam dan menutup pintu dengan rapat. Ugh! Debu-debu berterbangan menerpa wajah. Benar-benar sebuah tempat yang tak pernah dibersihkan. Apa yang sebenarnya dia cari di tempat itu? Entahlah. Mungkin ada sebuah petunjuk yang akan dia dapatkan.

"Harusnya ada sesuatu yang tertinggal di sini selain milik Merlia." Dia bermonolog sembari menyusuri tempat tersebut.

Ruangan yang tidak terlalu luas, hanya terpisah dari gedung-gedung yang lain saja. Viona membalik apa saja yang bisa dia angkat, melongo ke bawah, mendongak ke atas. Pada lemari-lemari usang yang dipenuhi debu dan kotoran binatang pengerat.

"Tidak mungkin tidak ada apapun di sini." Ia kembali bergumam sembari berkacak pinggang dan menghela napas panjang.

Kepalanya menoleh kian kemari, sesuatu berkilau tertimpa sinar mentari. Ia mendekat, berjalan pelan. Sebuah benda pipih tergelatak di salah sudut ruang berseberangan dengan sepatu Merlia ditemukan.

"Ponsel?"

Viona mengambil sebuah kaki kursi untuk menjangkau benda tersebut yang terselip di antara tumpukan meja. Ia memeriksa, mencoba menghidupkan. Sayangnya, benda itu kehabisan daya dan tak dapat dihidupkan.

"Mungkin di dalam sini aku bisa menemukan bukti itu," katanya sembari tersenyum getir. Dia harus bersiap dengan segala kemungkinan yang akan dia lihat. Apapun itu sekalipun harus menyakiti hatinya.

"Di mana dia meninggalkannya? Kenapa ceroboh sekali?"

Suara orang yang mendekat membuat Viona menoleh cepat. Dua sosok bayangan mendekati ambang pintu gudang tersebut. Sepertinya itu adalah pemilik ponsel yang ditemukan Viona.

Tubuhnya yang kecil membuat Viona dengan mudah menyembunyikan diri di antara tumpukan kursi dan meja. Ia merangkak naik dan menunggu siapa yang datang. Dari tempatnya bersembunyi, dia bisa melihat meski tak jelas siapa saja yang datang.

Mereka bukan teman sekelas Merlia.

Hatinya bergumam saat kedua siswa itu berada di dalam ruangan.

"Kau harus menemukannya dengan cepat. Jika ada yang melihat kita pergi ke tempat ini, maka kita pasti akan dihukum," cerocos salah seorang siswa sembari menoleh ke belakang khawatir ada seseorang yang datang.

Viona menatap benda pipih di tangan, menggenggamnya lebih erat. Dia yakin mereka sedang mencari benda itu.

"Mungkin bukan di sini! Apa dia benar-benar lupa?" tanya orang tersebut tak sabar.

"Berhenti meracau dan bantu aku menemukannya. Jika kau tak ingin kita ditemukan!" hardik temannya kesal.

Mereka mencari ke segala sudut, mengangkat kursi dan meja, menyingkirkan barang-barang yang kemungkinan menyembunyikan apa yang mereka cari.

"Kalian sudah menemukannya?"

Suara seorang gadis menyentak Viona. Ingin dia melihat, tapi tak dapat bergeser. Dia datang dari lain arah.

Siapa? Apakah dia pemilik handphone ini?

Viona hanya dapat menajamkan telinga demi bisa mendengar apa yang sedang mereka bicarakan.

"Kami sudah mencari ke seluruh tempat ini, tapi tidak ada. Mungkin saja kau lupa di mana meletakkan ponselmu itu," jawab salah satu siswa yang datang mencari lebih dulu.

"Tidak! Malam itu aku yakin terjatuh di sini," tegas siswi perempuan itu dengan yakin.

Suara itu? Hati Viona menerka-nerka, mengingat-ingat pemilik suara seksi itu.

Derap langkah terdengar mendekati tempat Viona bersembunyi, tapi tetap saja ia tak dapat melihat sosoknya dari celah.

"Sudah aku katakan tidak ada," ucap siswa tadi sedikit kesal.

"Mungkin kau memang salah mengingat. Kita cari di tempat lain saja." Suara seorang siswa yang terdengar familiar di telinga Viona.

"Mungkinkah ada yang datang ke sini selain kita?" Siswi perempuan itu menduga.

Hal tersebut membuat Viona semakin yakin mereka terlibat dalam kejahatan yang terjadi pada Merlia.

"Tidak mungkin. Tempat ini terlarang bagi semua orang. Kita hanya beruntung saja karena berteman dengan pemilik sekolah ini," sahut yang lain dengan bangga.

Oh!

Viona membulatkan bibir, dia mengerti sekarang siapa yang mereka maksud.

"Sudahlah. Kita cari di tempat lain saja."

Langkah mereka pun menjauh, dan bunyi pintu tertutup terdengar cukup keras. Mungkin gadis pemilik ponsel itu kesal. Viona bergeser, melihat dari celah kursi. Ia beranjak turun, menatap ponsel di tangan.

"Aku akan memeriksanya setelah tiba di rumah nanti," katanya seraya memasukkan benda itu ke dalam saku.

Viona mendekati pintu, mengintip sekitar. Ia keluar setelah memastikan keadaan aman. Kembali melompati pagar belakang sekolah, berganti pakaian dan menyimpan temuan tersebut ke tempat rahasia yang dia buat.

Dia akan kembali ke sekolah sebagai petugas kebersihan untuk mencari tahu lebih dalam lagi. Tentang mereka yang pagi itu datang ke sekolah, mereka yang mendatangi gudang terbengkalai.

Viona mengenakan masker seperti biasa. Berjalan mendekati gerbang sekolah di mana penjaga keamanan Parta berdiri menyambut siswa-siswi yang datang. Rekannya mengambil cuti lantaran sakit karena hantaman Viona semalam.

"Pagi, Vi!" sapa Parta dengan sopan.

Langkah Viona terhenti, tubuhnya menegang mendengar panggilan itu. Ia melirik, beberapa saat menelisik wajah Parta yang kusam. Lirikan tajam Viona membuat Parta merasa tak enak. Penjaga keamanan itu tersenyum kecut, mengangguk dan mempersilahkan Viona untuk masuk.

Ia melangkah dengan tatapan masih mengarah pada Parta. Entah apa yang terjadi? Parta bergidik ngeri, tak akan lagi berani mengusik Viona.

"Ada apa dengan wanita itu? Kenapa lirikannya sangat menyeramkan begitu?" Parta bergumam pelan, memalingkan wajah dari sosok Viona yang menjauh.

Tempat yang pertama kali ia datangi adalah, toilet siswi perempuan.

"Apa kau benar-benar melakukannya? Bagaimana jika mereka melapor kepada pihak berwajib?"

Langkah Viona terhenti tepat di bagian ujung kamar mandi. Di mana beberapa siswi sedang bergosip di depan cermin.

"Kau pikir mereka berani kepadaku? Kau lupa siapa ayahku?"

Deg!

Suara itu?

Suara gadis yang kehilangan ponsel pagi tadi. Viona mengintip, sekilas dia bisa melihat wajah itu. Wajah yang terasa tak asing, tapi ia tak tahu siapa.

Jadi kau yang melakukannya? Tapi kenapa?

Brak!

Sapu di tangan Viona terjatuh.

"Siapa di sana!" teriak gadis itu panik.

1
Liana CyNx Lutfi
merlia mau blas dendam mnkinkah merlia mau menemui ayah atau ibu tirinya? ,hati2 merlia muda2hn suksess
ria sufi
lanjutkan
halu halu viu
kira" apa yg ada di dalam otak kecil Merlia 🤔
kaylla salsabella
wah pasti mau ke feny
Aisy Hilyah: bisa jadi
total 1 replies
Nanin Rahayu
hati hati merlia jgn smpe merugikan ibumu...
Aisy Hilyah: semoga saja tidak
total 1 replies
Liana CyNx Lutfi
Sdh berkurang tinggal menghadapi kumpulan2 para penghianat lainya,,alhamdulillah ya Allah vioana tdak knp2 lanjutkan perjuanganmu viona untuk membasmi manusia2 yg gk tau berterimaksih itu
Liana CyNx Lutfi: Q seneng bngts bca novelmu thor ,tetap smangat muda2hn tmbh suksesss
Aisy Hilyah: terimakasih banyak semangatnya
total 2 replies
ria sufi
aparat busuk biarkan ja JD buntang di jalan, itu ganjaran mrk yg menyalah gunakan kekuasaan
Aisy Hilyah: ya, bener banget
total 1 replies
Ara
👍👍👍
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Dian Susantie
tinggal urusan ama si Lucknut Kendi + istrinya + Peni.. trus Ketua Agen, Ghavin + kakaknya dan ponakan bejatnya..!!
haiisshh.. masih banyak Vi..!! semangaaattt...!! ✊🏼✊🏼💪🏼💪🏼🔥🔥
Aisy Hilyah: hehe masih panjang yaaa
total 1 replies
Nanin Rahayu
semangat Viona 🥰🥰
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
vj'z tri
🥳🥳🥳🥳🥳🥳 keren Thor
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Liana CyNx Lutfi
Begitu tragis kehidupn viona ayahnya dibunuh krn menegakkan keadilan Sungguh jd orang baik dan jujur adalah nyawa taruhanya sungguh miris,,,jngn menyerah vi habisi smuanya blaskan dendam ayahyamu
Aisy Hilyah: betul sekali
total 1 replies
Dian Susantie
yah.. gitu deh.. bahkan di dunia nyata pun masyarakat udh ga percaya.. 🤭🤭
Aisy Hilyah: bener banget
total 1 replies
vj'z tri
😭😭😭😭😭😭😭 makin seruuuuuuuuu 🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Nanin Rahayu
Viona pasti kuat BS menghancurkan semuanya... jangan d gantung Thor
Aisy Hilyah: sudah pasti itu hehehe
total 1 replies
kaylla salsabella
semoga viona baik" saja
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
vj'z tri
wow kerenn 🥳🥳🥳🥳
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Agus Tina
Para penegak hukum yg bodoh. Hanya untuk menyelamatkan 1 atau 2 anak ingusan bodoh mereka harus mengorbankan pukuhan anggotanya juga kerugian material yg tidak sedikit.
Aisy Hilyah: bener banget bodoh
total 1 replies
Khusnul Khotimah
para pecundang,,,,,,berteriak hukum jika dia dirugikan,,,,,tp tutup mata tutup telinga membuang hati kala dirinya sendiri berbuat keji
Aisy Hilyah: sangat nyata
total 1 replies
Liana CyNx Lutfi
viona sdh menyiapkan segala kemunkinan untuk merlia sungguh dirimu ibu yg luar biasa viona ,km harus kuat iya merlia krn skrang ibumu membutuhkan km...viona tangguh mudah2n gk terjadi apa2 thor
Aisy Hilyah: bener banget harus dipersiapkan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!