Ketika hidupnya akan berakhir tragis dari pria yang ia cintai.Ia seketika terbangun dan bereinkarnasi ke 10 tahun yang lalu.Dimana ia bisa mengulang kembali ke kehidupannya yang dulu.
Disaat itu,ia memiliki kesempatan yang ingin merubah nasibnya dan membalaskan semua perbuatan busuk dari pria yang selama ini ia cintai.Karena pria itu telah mengkhianati ketulusannya dengan berselingkuh dan merebut seluruh aset kekayaannya.
Apa yang akan dilakukan seorang nona muda bernama Alena,untuk membalaskan dendamnya pada pria itu??Dan juga kedua orangnya tuanya yang hidup menjadi parasit dalam kehidupannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mitha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
Toni yang merasa tidak terima atas perlakuan Alena pada kedua orang tuanya,langsung menyusul Alena yang sudah pergi.
"Tunggu,Alena.!" panggil Toni seraya mencengkram tangan Alena dari belakang.
Membuat Alena pun dengan cepat menghempaskan tangan Toni dari tangannya.
"Sikap macam apa yang sudah kau tunjukan pada kedua orang tua ku??Ada apa dengan mu??Apa kau sedang membalas ku?" tanya Toni yang protes pada Alena.
Alena pun hanya memasang raut wajah yang dingin pada Toni.
"Sikap macam apa?Memangnya kenapa?Aku hanya menunjukkan sikap ku sebagai majikan kalian." jawab Alena sekaligus memperjelasnya.
"Tapi kenapa kau harus seperti itu?Kalau kau masih marah pada ku,silahkan lampiaskan saja pada ku.Jangan pada mereka,mereka tidak tahu apa-apa." protes Toni lagi yang seakan sedang mengungkit masalah diantara mereka sebelumnya.
Sesaat Alena pun teringat akan perkataan Toni.
(Aku baru ingat,jika saat itu aku sedang kesal dengan nya karena Jena.Dan dia pasti berpikir saat ini aku sedang meluapkan rasa kesal ku padanya.)
"Masih marah dengan mu?Ku pikir tidak ada kaitannya.Cara ku tadi hanya ingin menyadarkan posisi kalian di rumah ini.Jangan seakan kalian memiliki peran dirumah ini." jawab Alena secara tegas dan langsung meninggalkan Toni begitu saja.
Toni pun kali ini tidak mengejar Alena lagi dan memilih membiarkan Alena pergi.
Alena langsung bergegas berjalan menuju mobilnya yang berada diarea halaman rumahnya.Ia memilih berangkat ke kampus dan enggan untuk sarapan lagi.Karena seketika ia merasa tidak nafsu untuk sarapan,setelah perdebatan dirinya dengan Toni dan kedua orang tuanya.
Terlihat mobil kesayangannya sudah siap untuk dipakai.Alena pun memasuki mobilnya dan terlihat Andi sang sopir yang tidak lain adalah ayah Toni sudah menunggunya.
Alena yang melihat hanya memilih diam dan sama sekali tidak memasang wajah yang ramah.
"Kenapa belum jalan?" tanya Alena pada Andi saat ia sudah duduk dibelakang kursinya.
"Bukankah kita harus menunggu Toni?" tanya Andi saat melirik ke arah Alena.
"Tidak usah menunggu dia,jalankan mobilnya." ucap Alena memberi perintah pada Andi.
"Alena,tolong jangan bersikap seperti ini terus.Paman tahu,masalah anak muda seperti kalian.Tapi akan tidak baik jika kalian seperti ini terus menerus.Selesaikan masalah kalian secara baik baik.Jangan bertengkar." ucap Andi kembali menasehati Alena dengan nada tenang.
Alena yang mendengar langsung menyunggingkan bibirnya keatas dan menunjukkan tatapan yang sinis.
"Paman,apa kau punya hak untuk menasehati ku?Perhatikan saja posisi mu jika kau masih ingin bekerja di keluarga ku." sindir Alena dengan nada sengit.
"Tapi,Alena.-"
"Jangan panggil aku dengan sebutan nama.!!Aku adalah majikan mu,nona muda Alena.!" sentak Alena langsung menegur Andi dengan kesal.
Sontak membuat Andi pun terdiam.
"Ma..Maaf nona Alena." ucap Andi yang seketika merasa bersalah.
Beberapa saat Toni pun datang dan membuka pintu mobil Alena.Dengan percaya dirinya Toni duduk tepat disamping Alena.
"Ayah,kita jemput Jena dulu baru ke kampus." ujar Toni saat menyuruh sang ayah sebelum akan melajukan mobilnya.
"Turun." sahut Alena saat menyuruh Toni tanpa menoleh ke arah Toni.
Toni pun langsung menoleh kaget.
"Alena,apa maksud mu?" tanya Toni bingung.
"Siapa yang menyuruh mu untuk satu mobil dengan ku.Dan enak sekali kau menyuruh ayah mu untuk menjemput pacar kesayangan mu dengan mobil ku?Apa kau sedang berlagak seperti tuan muda?" ujar Alena menyindir Toni dengan tatapan yang sinis.
sampe emosi banget bacanyaaaaaaaa
semangat alena
terus si Toni itu gimana, jangan sampe dia berpesta pora di villa yang bukan miliknya. sadar diri Toni kau itu cuma anak majikan berserta kedua ortumu 😏🔥😈🔥😈