NovelToon NovelToon
Di Dua Hati

Di Dua Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:6.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: deti apriyani

Aira Cantika Putri seorang perempuan cantik , pintar dan rendah hati. Mahasiswa kedokteran yang banyak di sukai pria kampus karna kecantikan dan kerendahan hati nya. Terlahir dari keluarga yang sederhana dan penuh kehangatan.

Kendra Aditya Nugraha seorang dokter muda yang tampan tapi sikapnya begitu dingin dan kaku namun di dalam hati nya begitu hangat dan rapuh. Anak pemilik rumah sakit ternama di jakarta juga satu satu nya pewaris rumah sakit.


Reyhan Adi Utama seorang calon dokter sekaligus anak pebisnis sukses. Sikapnya yang begitu ramah dan hangat terlebih terhadap Aira wanita yang dia suka sejak kuliah. Dia pun teman seangkatan dengan Kendra.

Aira terjebak di antara dua hati pria tampan itu.
Manakah yang mampu meluluhkan hati Aira?
Kendra yang dingin dan kaku atau Reyhan yang hangat dan lembut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deti apriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Sengaja

Di Rumah Aira

"Siapa yang telfon Ra?" tanya Dinda yang baru saja keluar kamar mandi

"Kak Rey" jawab Bayu sambil asik memainkan handphone nya

"Heh memang nya namamu Rara?" cetus Dinda

"Aku kan bantu jawab Dinda ku sayang" goda Bayu

"Sayang sayang pala kau peyang, seenaknya aja panggil aku sayang" timpal Dinda makin kesal

"Awas saja kalo aku sudah dapat gebetan yang cantik jangan menyesal udah nolak aku" celetuk Bayu

"Cari aja mana ada cewek cantik mau sama cowo otak udang kaya kamu" jawab Dinda

Bayu baru saja hendak menjawab lagi omongan Dinda tapi keburu di potong Rara

"Ehh udah udah kerjaanya ribut mulu" timpal Rara

"Yang satu jail yang satu emosian tapi kalian ini ya kalo gak ketemu aja udah kaya buru keilangan sarangnya kebingungan" ceplos lagi Rara

"Abis tu orang nyebelin banget" ucap Dinda kesal

Bayu dan Dinda memang selalu saja ribut tapi itulah rasa saling sayang dan peduli mereka

"Jadi Kak Rey nelfon mau ngapain Ra?" tanya Dinda yang masih penasaran

"Oh dia besok ngajak bakti sosial di Rumah Sakit Harapan mau berbagi dan menghibur anak-anak penderita kanker" penjelasan Rara

"Oh kirain mau ngajak ngedate malah ngajak bakti sosial" ceplos Dinda kecewa

"Hhmm Dinda dinda.." ucap Rara

"Terus kamu besok mau ikut sama kak Rey?" tanya Dinda lagi

"Iya aku ikut.. Kamu mau ikut juga?" ajak Rara

"Males ah ke acara bakti sosial begitu pasti ngebosenin" seru Dinda

"Di coba dulu siapa tau asik kan kamu belum pernah" bujuk Rara

"Kamu ikut Bay?" Dinda malah bertanya pada Bayu

"Besok gak bisa aku mau ketemu seseorang" jawab Bayu sambil asik saja memainkan game

"Ketemu seseorang siapa?" nada Dinda tegas seolah mengintrogasi

"Adalah rahasia" jawab singkat Bayu

"Oke kalo mau main rahasia-rahasiaan" jawab Dinda dengan penuh kekesalan

"Yaudah jadi kamu jadi ikut apa enggak Din?" Rara bertanya lagi

"Yaudah aku ikut deh" jawab Dinda dengan malas

"Kamu nih orang mau pdkt-an malah di ikutin" celetuk Bayu

"Berisik kau , dari pada ngikutin kamu mending ikut Rara dan kak Rey" balas lagi Dinda

"Yasudah jangan nyesel kalo aku nanti pindah kelain hati ya" celetuk Bayu semakin membuat Dinda kesal

"Sebenernya dia itu mau pergi kemana sih" tanya Dinda dalam hati

***

Ke esokan hari nya Rara dan Dinda sudah bersiap-siap menunggu Rey begitu pun dengan Rey yang sudah di jalan sedari tadi

"Assalamualaikum.." salam Rey

"Wa'alaikumsalam.." Jawab Rara dan Dinda

Merek berdua pun keluar rumah bersamaan

"Ra udah siap?" tanya Rey

"Udah kak , tapi Dinda mau ikut boleh ya?" tanya Rara tiba tiba

"Ya kak Rey boleh ya aku ikut" sambung Dinda memasang wajah melas

"Hhmm Dinda ganggu aja nih padahal aku pengen berdua aja sama Rara" gumam Rey dalam hati

"Kak Rey kok diem aja?" tanya Rara lagi karna Rey malah bengong

"Oh iya gpp kok ikut aja Din" jawab Rey padahal dalam hati nya kesal

"Yess.. Makasih ya kak Rey" seru Dinda kesenangan

"Oh iya Bunda kamu mana Ra aku mau pamit" ucap Rey

"Oh Bunda lagi pergi kak , kita langsung berangkat aja" jawab Rara langsung memngunci pintu rumah

Mereka pun masuk kedalam mobil dan Rey mulai menjalankan mobilnya ke Rumah Sakit Harapan

***

Di Rumah Sakit Harapan

Rey , Rara dan Dinda pun memulai acara bakti sosial dengan yang lain nya juga para perawat. Mereka mengajarkan pelajaran, membacakan cerita, mengajarkan bermain alat musik, bermain game dan lainnya pada anak-anak penderita kanker yang tidak bisa ikut sekolah dan bermain seperti anak-anak pada umumnya karna mereka harus menjalankan perawatan di rumah sakit setiap hari

"Huh ternyata seru juga ya walaupun cape" seru Dinda sambil duduk di samping Rey yang sedari tadi memperhatikan Rara yang sedang bermain bersama anak-anak

"Rara cantik banget ya apalagi kalo lagi main sama Anak-anak gitu keliatan naluri keibuannya" ucap Dinda

"Iya.." jawab Rey tanpa sadar

"Hhmm hhmm segitu nya banget mandangin nya" ledek Dinda

"Eh Din.." Rey menoleh dengan kikuk sembari menggaruk kepalanya

"Sebenernya Rara itu cita-cita nya jadi Guru loh kak cuman karna Ayah nya Rara pengen Rara jadi dokter biar kehidupannya lebih baik dari Ayahnya yang cuman seorang PNS jadi Rara ngerelain cita-cita nya buat nurutin keingin Ayahnya" cerita Dinda

"Pantes aja dia suka banget sama anak-anak" jawab Rey sambil memandang Rara dari jauh

"Iya makanya dia seneng banget waktu kak Rey ajak ke sini" jawab lagi Dinda

***

Rara terus asik bermain dengan anak-anak itu tiba-tiba seorang anak laki-laki menarik tangan Rara

"Kak aku pengen pipis" ucap anak itu sambil memegangi bagian bawahnya

"Kamu mau pipis?" tanya Rara sambil berjongkok di depan anak tersebut

Anak tersebut hanya menganggukan kepala nya

"Yasudah ayok Kakak antar ke toilet" ajak Rara sambil mengulurkan tangannya

"Iya.. " jawab anak itu sambil menggengam tangan Rara

Mereka pun pamit pada Rey dan Dinda lalu pergi ke toilet

Mereka sudah tiba di depan toilet tapi anak itu minta di temani Rara masuk karna tidak mau masuk sendirian

"Kak ayo masuk aku takut" rengek anak itu

"Tapi kak gak bisa masuk sayang ini toilet laki-laki" jawab Rara yang berjongkok di depan nya

"Tapi aku takut" rengek anak itu lagi

"Gpp sayang nanti di dalam pasti banyak kakak-kakak dan paman-paman" bujuk Rara

"Enggak mau aku takut" rengek anak itu lagi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya

Rara pun berdiri kebingungan , bagaimana mungkin dia masuk kedalam toilet laki-laki

Tiba-tiba seseorang keluar dari dalam toilet dan Rara hendak meminta bantuan untuk mengantar anak itu pada orang tersebut

"Dokter Kendra" ucap Rara kaget yang ternyata orang itu adalah Ken

"Kamu.." ucap Ken sambil bingung karna lupa pada nama Rara

"Aira dokter" ucap Rara yang tau dari ekspresi Ken yang bingung

"Oh iya, sedang apa depan toilet laki-laki" tanya Ken dingin

"Begini dokter , dia mau buang air kecil tapi dia takut masuk sendiri. Bisa minta tolong antar dia kedalam dok?" penjelasan Rara sekaligus minta tolong

"Yasudah tunggu sini" ucap Ken dingin

Lalu Ken berjongkok di depan anak itu dan tersenyum

"Kamu mau pipis?" tanya Ken dengan lembut

Anak itu hanya mengangguk

"Yasudah biar dokter yang antar ya" ajak Ken sambil menggengam tangan mungil anak itu

Mereka pun masuk kedalam bersama dan Rara hanya menunggu di depan toilet

Tidak lama Ken dan anak kecil itu keluar

Anak itu langsung menghampiri Rara dan meraih tangannya

"Terima kasih dokter Kendra atas bantuannya" ucap Rara

"Sama-sama" jawab Ken dengan nada dingin nya seperti biasa

"Dia adik mu?" tanya Ken tiba-tiba

"Bukan dokter , dia salah satu pasien di rumah sakit ini. Saya sedang ada bakti sosial dengan Kak Rey dan teman-teman yang lain juga" penjelasan Rara

"Ada Rey juga?" tanya Ken sembari mengerinyit kan dahi nya

"Ada dok dia sedang menunggu di taman rumah sakit dengan anak yang lain" jawab Rara

"Dokter mau bertemu Kak Rey biar saya sampaikan nanti" tawar Rara

" Gak usah biar saya ikut kalian saja ke sana" jawab Ken

Mereka pun berjalan menuju taman dengan Rara yang bergandengan dengan anak kecil itu di depan sedangkan Ken berjalan di belakang sambil terus menandangi mereka berdua

1
Diiaan
th 2020 baca pertama kali, dan skrg baca lagi di th 2025😁
susi lufia
nggak pernah bosan ngulang bacanya
Maya Sari Niken
bagus sih,tpi maaf terllu bnyak basa basinya dr bab awal dan terllu detail setiap kejadian dceritain scra dtail smpai dialog sama pelayan kamar hotelpun secara komplit
ibaratnya ga praktis panjang lebar
Maya Sari Niken
sebodoh2nya orang masa ga dipikirin dlu walau darurat
mau nikah aja sama orang asing
Maya Sari Niken
bapaknya Ken itu
yuli93
bagus
Katarina Sutirah
bagus jalan cerita nya
Gustein Arifin👑
akhirnya ketemu juga novel iniii haaaa😭😭😭udh lma w cari" baru ktemu
ini adalah novel pertama yg aku baca di NT dan pertama kali aku baca novel gara" liat prolognya sw temen haaaa terharu bgt dua th llu ini aku msih blom download apk NT ah perjuangan ngingat judulnya😭😭😅😂
Aprilia Amanda
eh sinting. sikap lu bikin gw gedeg tau ga😒
Aprilia Amanda
knp ya klo cowo ngacak² rambut cewe walaupun cuma sebentar rasanya nyamaaaaannnn banget??🤭
Aprilia Amanda
kok lyra manggilnya kak rey sih
Aprilia Amanda
nyari perkara lo will
Aprilia Amanda
ikut terharu keinget dulu tau hamil dedek. setelah penantian lama alhamdulillah dikasih kepercayaan juga sm allah😇
Aprilia Amanda
hamil ini😄
Aprilia Amanda
yaelah thor. yg jelas ngapa klo bikin adegan tuh🤣
Aprilia Amanda
dika sadboy🥺😄
Aprilia Amanda
lucu si ken🤣
Aprilia Amanda
akhirnya gol juga🤣
Aprilia Amanda
ah elah ganggu aja sih🤣
Aprilia Amanda
udah tua gk mikir dulu kalo ngomong. asal mangap aja tu mulut. harta ga di bawa mati woyyyyy😑
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!