NovelToon NovelToon
Ti Amo ("Buka Hatimu Untukku")

Ti Amo ("Buka Hatimu Untukku")

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:45.3k
Nilai: 5
Nama Author: monica mey melinda

Sejak kecil, Liliana sudah menaruh hati dan cintanya pada sahabatnya yaitu Andika. Namun, pria itu tak pernah menganggapnya Liliana sebagai cintanya.

Andika memiliki tunangan yang meninggal karena sakit. Ia tak bisa melupakan sang tunangan. Rasa cinta yang besar membuatnya tak bisa berpaling dari wanita manapun.

Rendi, sahabat sekaligus kakak kelasnya mencintai Liliana sejak kecil tanpa pamrih. Ia selalu ada untuk Liliana bahkan saat wanita itu mengalami keterpurukan akibat ulah Andika.

Rendi membawa Liliana menghindar dari Andika dan memulai kehidupan baru di luar negeri. Beberapa tahun kemudian, Liliana membawa gadis kecil yang cantik.

Namun sayangnya, sang anak menderita sakit parah dan membutuhkan darah yang cocok dengan gadis kecil tersebut. Liliana dilema.

Lalu siapa ayah kandung sang anak? Mampukah Liliana menguatkan hati ketika sang anak divonis tak bertahan lama hidup di dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon monica mey melinda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 6 Kisah Andika Pradana

Mohon saran dan kritiknya...

°

°

°

Kepulan asap rokok memenuhi kamar di salah satu hotel. Pria tersebut menghirup lalu mengeluarkan asapnya seperti kecanduan. Dulu hidupnya sehat, tidak merokok dan satu yang membuat semua orang tak tahu. Ia senang tidur dengan wanita yang baru dikenalnya. Semua itu ia lakukan untuk mengusir rasa sepi di hati.

"Apa kau selalu merokok setelah melakukan hal ini?"

Seorang wanita--anggap saja penghibur, sedang merapikan rambutnya yang berantakan sehabis pergelutan mereka semalam.

"Sudah dua kali aku melihatmu merokok dengan tatapan tanpa ekspresi," sahutnya lagi sambil berdiri dan memungut pakaiannya ke kamar mandi.

Andika tak bersuara, ia asyik dengan lamunannya.

"Siapa Jesi? Kau selalu menyebut namanya saat kita melakukan hal itu tadi malam." Vero--nama wanita penghibur itu setelah keluar dari kamar mandi.

Vero merasa kasihan pada Andika yang menurutnya sedang mengalami putus percintaan. Vero tahu ia tidak bisa mengetahui lebih banyak tentang Dika yang telah mencuri hatinya, karena pria itu adalah pelanggan yang harus ia layani.

Sekali lagi Vero menatap Dika yang matanya terus memandang langit-langit kamar dengan hampa. Ia menghela napas panjang.

"Kalau kau perlu teman bicara, hubungi saja aku. Aku tak akan melayani pelanggan seperti patung," ujar Vero sebelum menutup pintu kamar.

Dika membuang putung rokok dan melangkah pelan untuk membasuh diri setelah melakukan aktifitas semalam.

Di kamar mandi, ia tak langsung berdiri melainkan menatap cermin tanpa ekspresi. Ia bergumam dalam kesendirian.

"Aku merindukanmu, Jesi."

*****

Rendi yang bertemu klien di lobby hotel terkejut melihat Andika yang keluar dari lift. Ia ingin menghampirinya, tetapi kelihatannya jika sahabatnya itu dalam keadaan tak bersahabat.

"Boleh saya lihat daftar nama pengunjung, Renata?"

Mudah bagi Rendi yang ingin melihat daftar nama pengunjung hotel, karena ia pemiliknya.

"Ini Tuan Rendi." Renata menyerahkan bukunya.

Rendi menelusuri tiap nama dan menemukan nama Andika bersama seorang wanita. Ia mengernyitkan dahi.

"Renata, nama ini apa mereka saling kenal?" Rendi menunjuk ke buku tamu.

Seharusnya hal ini tak menjadi masalah, sebab Rendi adalah atasannya. Namun, tamu kemarin mengatakan jika kedatangannya harus dirahasiakan.

"Tidak apa-apa, Renata. Dia sahabat saya." Rendi tampak mengerti kegelisahan resepsionisnya.

"Tuan itu sering ke sini dan membawa wanita yang berbeda kalau mau menginap," ucap Renata gugup.

"Jangan khawatir. Dia tidak akan melaporkanmu ke polisi."

Selama dua tahun tidak bertemu telah membuat Dika berubah. Rendi tak menyangka selama ini sang sahabat melakukan hal di luar batas.

"Dika, ini aku Rendi. Bisa kita bertemu di kafe yang dulu?" Rendi mencoba menelepon nomer Dika ternyata masih aktif.

****

Dua pria yang pernah bersahabat erat kini terlihat menjauh. Jika dulu mereka saling bercanda, sekarang hanya kebisuan saja.

"Bagaimana kabarmu, Ren?" Dika bertanya seraya merokok.

"Kamu merokok?"

Tentu saja Rendi merasa aneh. Dika paling anti yang namanya merokok.

"Seperti yang kamu lihat," ketus Dika sembari menawarkan rokok pada Rendi, tetapi ditolak.

"Untuk apa kamu menemuiku?" tanya Dika dengan sinis.

"Apa tidak boleh aku menemuimu sebagai seorang sahabat?" tanya Rendi menatap Dika yang terlihat lesu.

"Tidak seharusnya kita bertemu, Ren. Anggap saja kita ini bagaikan dua orang yang tak saling kenal."

"Mengapa hidupmu seperti ini?"

"Maksudmu, Ren?"

"Sejak kematian Jesi, kamu berubah dan kulihat kamu ada di hotelku bersama wanita," ujar Rendi pelan agar Dika tidak tersinggung.

"Memang ada yang salah? Wajar aku ini pria yang butuh seorang wanita."

Tatapan Dika mengerikan, raut wajahnya memerah dan tangannya mengepal. Ia tidak suka jika kehidupannya dicampuri oleh orang lain walau itu sahabatnya sendiri.

"Urusi saja masalah percintaanmu dengan wanita itu," kata Dika beranjak pergi.

"Wanita itu punya nama, Dika. Liliana wanita yang selalu menantikanmu selama ini."

Dika menoleh sejenak dan menyeringai ke arah Rendi tanpa berkata lalu pergi.

Rendi menghela napas, Dika masih tetap mencintai Jesi walau wanita itu sudah meninggal lama.

*****

Andika Pradana dan Jesica Miranda sudah berkenalan sejak di bangku SMA. Jesica adalah sepupu Rendi yang tinggal di luar negeri. Kunjungan Jesi di rumah sepupunya membawa benih cinta yang tumbuh. Dika menyukai sifat lembut Jesi.

Mereka saling jatuh cinta, bersama menghabiskan waktu berdua. Dika dan Jesi bagaikan pasangan yang tak bisa dipisahkan.

Dika menyembunyikan hubungannya hingga ia dan Jesi satu kampus. Ia tak ingin ada yang tahu.

Dika sangat mencintai Jesi. Kenyataan Jesi didiagnosa memiliki kanker, Dika terus bersamanya hingga wanita itu meninggal di pelukannya bersama calon bayi mereka.

Tinggal dua bulan lagi, mereka hendak menikah. Namun, takdir berkata lain. Sejak kepergian Jesi, Dika semakin terpuruk dan menjauh dari sahabatnya.

Keluarganya bahkan tak bisa mengubah Dika. Ayah dan bundanya sudah tidak mengenali Dika. Anak lelakinya menjadi pemurung, sering keluar malam dan mabuk.

Sang ayah sempat membawanya ke dokter kejiwaan, karena Dika sering bicara sendiri.

Bagi Dika, dunianya sudah lama meninggalkannya seorang diri. Ia melampiaskan rasa sepi dengan gila bekerja dan main bersama wanita lain semalam.

Dika tak peduli tiap hari sang ibu merecoki dengan kasar agar segera berubah. Namun, Dika tak menggubris. Ia sudah nyaman dengan dunianya.

****

"Ayah dan Bunda mau ke rumah Lili. Apa kamu mau ikut, Dika?"

Sang ayah meminta Dika untuk ikut ke perjamuan makan malam yang diadakan keluarga Liliana.

"Tidak, Yah. Dika sibuk," jawab Dika tanpa mengalihkan pandangannya ke berkas pekerjaan.

"Sesekali kamu harus ikut, Nak," sahut sang meredam emosi suaminya.

Dika tetap fokus menatap layar laptop di meja kerjanya, ia bahkan menyuruh kedua orang tuanya segera pergi dari kamarnya.

Dika menghentikan bacaan laporannya, ia mengambil sesuatu di laci. Ditatapnya foto Jesi memakai gaun pengantin yang dicoba waktu mereka mencoba. Cantik, anggun dan kebaikan hatinya yang mampu membuat Dika tak bisa melupakan Jesi.

"Aku merindukanmu, Jesi. Apa bisa kamu datang ke mimpiku malam ini?"

"Andai kita masih bersama, mungkin anak kita sudah besar dan hidup kita bakalan bahagia," ujarnya dengan menerawang.

Di dalam kesendiriannya, Dika selalu mencari bayangan Jesi melalui foto. Ia akan bicara atau tertawa jika mengenang kebersamaan mereka. Ia berjanji pada diri sendiri kelak tak akan menikah.

"Jika suatu hari ada wanita yang mendekatiku, aku berjanji akan menjauh."

Hati Dika sudah membeku, tak peduli rekan kerja atau pegawai di kantornya saling berebut ingin memilikinya. Tetap saja ia menolak dan hanya dijadikan cinta semalam, sesudah itu ia akan meninggalkan wanita tersebut tanpa kata.

\=Bersambung\=

Terima kasih sudah membaca. Mohon beri dukungannya berupa komentar dan votenya. Kalian boleh promosi di kolom komentar.

1
Alanna Th
tq, author 😘😍💗👍🙏🙏👋👋
Alanna Th
kasihan mey, lili. walaupun berat, relakan mey pergi. mey sdh tdk kuat mnanggung ksakitannya. d sana tdk ada sakit n air mata 😵😫😰😥😭😭
Alanna Th
baik dika maupun lili gk mau mngalah utk kbahagiaan putri mrk yg sdg sekarat. kl mey pergi utk selamanya, mnyesalpun sdh percuma. d sini pemeran utamanya keras hati spt pemeran pmbntny. biasanya slh satu mngalah 😱😰😫😭
Anna Hasbiah
bintang untukmu thor, semangat terus berkaryanya
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Hicks...Hicks...Hicks...menguras air mata utk kepergian Mey selama nya Ikut merasakan kesedihan yg dlm sbgai seorg ibu yg merawat menjaga Mey dg bgtu baik...😭😭😭
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Iliyana terllu egois klo Dy tak mau menikah dg Dika demi Putri canteeeq nya...
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Huft....sungguh sakit Lilyana...sgt sakit hati yg tak Terperi...
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Paraaaaah...teramat paraaah...sikap Dika , ini sgt menyakitkan hati Lilyana...
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Sakit rasa nya klo diperlakukan bgtu dg Dika....
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Yach mmg itu jln terbaik utk melupakan seseorg , pergi utk melupakan nya...😞
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Pilu rasa nya ttg Liliyana....😢
❄️ sin rui ❄️
gilaaa di sinih yg berjuang habis2 san cuman si lili, dan sangat beruntung bagi si jesi di cintai sama cowo sebegitu besar nya
Khanza
s2 donk 😭😭😭😭 Sampai melahirkan
Khanza
menarik
Khanza
hai Thor aku mampir
IzZa Afkarina
😢😢😢
Serli Ati
aq setuju keputusan yg diambil lili
Serli Ati
ceritanya terlalu, tidak masuk akal, emang betul-betul sebuah khayalan.
Anjum Zuhriyah
ayo lah dik
Anjum Zuhriyah
sedih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!