NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Sekretaris Aneh

Mengejar Cinta Sekretaris Aneh

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Aini Sanusi

Hai, salam kenal! ini karyaku yang pertama semoga kalian suka. Terima kasih sudah berkenan membaca!

Bab 1. Pertemuan

Namaku Aiu N. Ya, Aiu N. Banyak orang tanya nama panjangku tapi hanya ku jawab seperti itu saja. Aku memang tidak tahu kepanjangan "N" itu sendiri. Mereka bilang aku aneh karena gak tahu kepanjangan namaku sendiri. Mau gimana lagi emang itu yang terjadi.

Aku tinggal di toko kue yang letaknya di sebelah panti asuhan. Aku dibesarkan di panti asuhan. Menurut cerita ibu kepala panti, aku dibawa ke sana saat umurku 5 tahun. Nenek yang membawaku meninggal setelah 1 hari tinggal di panti. Tidak banyak yang diceritakan kepadaku tentang siapa aku. Meski penasaran tapi ya sudahlah, mungkin suatu saat akan datang jawabannya.

Hari sudah pagi, adzan subuh sudah berkumandang. Bergegas menuju kamar mandi untuk berwudhu. Hari ini memang seperti biasa hanya saja aku harus bergerak cepat karena ini hari pertama datangnya bos baru. Gak mungkin kan terlambat di hari pertama bos baru datang. Apa kata si bos nanti?!!

Setelah salat subuh, aku turun ke bawah menuju toko kue. Melihat persiapan toko yang akan dibuka pukul 06.00 setiap harinya. Semenjak kerja semua kegiatan toko ku serahkan pada anak-anak di panti yang sudah lulus SMA. Aku hanya tinggal mengawasi saja. Setelah persiapan selesai, toko dibuka dan pembeli mulai berdatangan. Aku kembali ke kamarku untuk bersiap-siap berangkat kerja.

Dengan mengenakan blouse berwarna biru langit, celana panjang hitam, serta blazer hitam aku siap untuk pergi kerja. Rambut dikuncir kuda, make up tipis, dan tidak lupa sepatu kets serta ransel biru dongker kesayangan menyertaiku pagi itu. Setiap hari ke kantor dengan naik angkutan umum. Males aja naik kendaraan pribadi, bikin macet dan nambah polusi.

Hanya 5 menit perjalanan sampai dengan selamat di kantor. Seperti biasa satpam yang ramah menyapa.

"Pagi, mbak!" kata pak satpam.
"Pagi, pak!" jawabku.

Aku berlari menuju lift setelah melihat ada lift yang terbuka. Selamat. Orang-orang di lift menatap aneh ke arahku. Aku hanya diam. Ku tekan tombol 10. Seketika ku dengar bisik-bisik tetangga, "Oo...itu ya si orang aneh itu!" kata salah seorang wanita. Tak ku pedulikan dan tetap diam saja. Satu persatu orang-orang itu turun dari lift. Tinggal aku seorang diri. Ting. Bunyi lift dan pintu terbuka. Aku segera masuk ke dalam ruanganku.

Setelah duduk di kursiku, ku nyalakan komputer dan membaca setiap email yang masuk. Ku lihat ke ruangan bos, si bos belum datang. Akupun pergi ke aula untuk melihat persiapan pertemuan pagi ini. Pertemuan dimulai pukul 09.00, sekarang masih jam 07.15. Setelah mengecek semua persiapan, aku kembali ke ruangan. Ku lihat lagi ruangan si bos, belum datang. "Kembali ke ruangan dulu ah!"

Sambil mendengarkan lagu Ready steady go-nya Laruku, ku cek lagi jadwal si bos hari ini. Kalo ada yang kelupaan bisa amsyong.

- Author pake dua kata subjek aku dan gue ya... itu semata ngikutin kata hatinya author yang aneh. -

Jujur aja gue gak tau orang macam apa yang bakal gantiin Pak Hadi. Sebenarnya ada rasa takut di hati, apa bakal cocok atau gak sama bos baru. Apa bakal dipecat ya kalo dia liat kelakuan aneh gue? Apa semua keanehan gue yang ditolerir sama Pak Hadi bakal berakhir? Jangan-jangan gue disuruh ngembaliin ruangan sekretaris kayak dulu lagi. Yap. Ruangan gue ini dah dirombak sedemikian rupa biar gue nyaman. Ruangan sekretaris yang udah mirip kamar kos-kosan. Meja kerja gue ganti sama meja minum teh ala jepang. Lantainya full karpet bulu. Dindingnya gue tempelin wallpaper gambar bunga sakura dan pemandangan musim semi di jepang. Gak lupa di meja gue pasang bingkai fotonya Hyde, vokalisnya Laruku yang ganteng. Gue juga bawa kasur lipet semacam futon gitu yang gue umpetin di lemari. Jaga-jaga kalo lembur dan males pulang jadi tidur di kantor. Serasa tu kantor gue yang punya, hahaha... Ada rak sepatu di depan ruangan. Isinya ada sendal bunny kesayangan gue, sepatu kets, flat shoes juga sepatu kerja berhak 5cm, dan sendal jepit.

Lagi asik ngelamun, tiba-tiba pintu diketuk. Tok..tok...tok... Ku lihat Pak Hadi berdiri di pintu ruangan.

"Maaf pak saya ngelamun, gak tau bapak udah datang." kataku.
"Sudah gak apa-apa. Kamu kasih tau semua karyawan untuk berkumpul di aula 5 menit lagi". ucap Pak Hadi dengan senyum.

Tepat pukul 08.00 semua karyawan sudah berkumpul di aula. Kemudian Pak Hadi masuk bersama dengan dua orang pria yang mukanya aje gile, ganteng bener. Jujur aja gue sampe bengong liatnya. Gue cepet-cepet sadar, kalo gak fokus apa kata bos baru bisa-bisa habis pertemuan gue dipecat.

Gak pake basa-basi, Pak Hadi langsung memperkenalkan pria yang bersamanya.

"Assalamualaikum, Selamat Pagi! Ini anak saya yang mulai hari ini akan memimpin perusahaan." ucap Pak Hadi sambil merangkul anaknya dan tak lupa tentunya dengan senyuman.

"Assalamualaikum, Selamat pagi! Saya Andreas Putra Winata dan ini asisten saya Alex Wiryawan. Mohon kerja samanya selama saya memimpin. Terima kasih." ucap Andre singkat.

Setelah itu, semua karyawan kembali ke ruangan. Akupun meminta OB untuk membereskan aula. Sekilas ku dengar para karyawan membicarakan bos baru.

"Wuiiih...ganteng banget Pak Andre, udah punya pacar belum ya?? Pengen gue gebet dah si bos". kata salah satu karyawan wanita.
"Iya bener, ganteng banget, ada lesung pipinya, senyumnya itu loh, bikin hati lumer." kata karyawan wanita lainnya.
"Ganteng sih ganteng, tapi dia tu killer tau. Senyumannya cuma kamuflase aja. Belum pernah kan lo kena semprot sama dia" ucap seorang karyawan pria yang berlalu pergi.
"Apa sih ganggu aja?!!" kata para wanita itu.

Seketika jantung gue deg-degan setelah mendengar ucapan pria tadi. Apa jadinya sama gue nanti. Ya Allah tolong hambamu ini. batinku. Dengan perasaan gelisah kembali ke ruangan bos. Pasalnya Pak Hadi minta gue langsung ke ruangan setelah membereskan aula. "Haduuuhh...Ya Allah bagaimana ini? Tolong hamba Ya Allah." ucapku.

Tiba di depan ruangan bos, gue gak langsung masuk. Komat-kamit kayak dukun baca mantra kalo pas lagi praktek. Setelah mengumpulkan keberanian, akhirnya gue ketok juga pintu ruangan si bos.

"Masuk!" perintah Pak Hadi. "Aiu sini nak! akupun berjalan menghampiri Pak Hadi. Aku memperkenalkan diri, "Saya Aiu, mohon kerja sama dan bimbingannya, pak!" ucapku sambil mengulurkan tangan untuk berkenalan, tapi kepalaku masih menunduk. Malu. itu yang ku rasakan.

"Oo...jadi namamu Aiu ya? Ditulis dengan huruf A, I, U. Sungguh unik. Seunik orangnya ya!" ucap Andre dengan senyum yang tak bisa diartikan.

Seketika aku menaikkan kepalaku hingga menatapnya. Ucapannya hanya ku balas dengan senyuman tipis. Apa sih ni orang, kenapa emang kalo gue unik. Tentunya cuma ngomong dalam hati ya. Kalo terang-terangan bisa-bisa disemprot gue, mending disemprot lah kalo dipecat, amsyong kan.

Melihat senyumanku yang seperti itu, Pak Hadi langsung bicara. "Kalian baik-baik ya! Ya udah papa pulang dulu ya, Dre! Papa mau liburn dulu sama mama." ucap Pak Hadi dengan gembira. "Kamu mau oleh-oleh apa iu?" tanya Pak Hadi.

"Terserah bapak aja. Apa yang bapak kasih aiu terima." jawabku.
"Kalo jodoh mau gak iu?" tanyanya.
"Kalo ada dan dia mau sama saya gak apa-apa pak." jawabku asal sambil tertawa lepas. Pak Hadi berlalu sambil tertawa. Entah mengapa tiba-tiba ruangan jadi berasa dingin. kenapa ya batinku. Akupun berinisiatif mengecek suhu AC. Suhunya normal pikirku. kok dingin ya? batinku.

"Kamu kenapa pegang-pegang remot AC? tanya Pak Andre ketus.
"Ga..gak..apa-apa pak." jawabku terbata.
"Saya permisi ke ruangan, pak." kataku pergi sambil berlari kecil menuju pintu dan menutupnya dengan hati-hati. Takut tersinggung lagi tu si bos baru.

Di dalam ruangan. "Lo kenapa Dre? kok ketus gitu? katanya mo kasih kesan baik? Kalo begini mah yang ada dia takut sama lo?" kata Alex. Kalo mereka cuma berdua, Andre minta Alex untuk bicara selayaknya teman. Andre hanya diam saja tidak membalas perkataan Alex. Jadi namanya Aiu. Hmmm.... Andre hanya tersenyum.


Segini dulu ya. mohon komen dan sarannya. Maaf kalo masih banyak typo. Terima kasih sudah membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aini Sanusi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6. Toko Kue (part 2)

Lanjut lagi ya gaes... Happy reading! 😊

Masih di balkon, Andre yang melihat Alex nampak kesal, dia pun menjelaskan bahwa gak mau berduaan saja dengan Aiu takut terjadi fitnah. Alex pun mengerti dan akhirnya diam. Saat melihat-lihat bagian balkon, mata Andre menjurus pada sudut kiri balkon. Tampak sofa bed berwarna hijau tua lengkap dengan bantal berukuran besar juga selimut yang terpasang di atasnya. Terdapat rak buku di bagian dindingnya. Komik-komik tersusun rapi disana. Di bagin depan balkon terdapat kanopi. Beberapa tanaman hias tergantung disana. Di dekat pintu juga terdapat satu set kursi rotan dengan bantalan duduk berwarna hijau. Tanpa sadar Andre berjalan menuju sofa bed. Diapun merebahkan tubuhnya di sana. Nyaman. Ucapnya dalam hati. Tanpa sadar pria tampan itu sudah terlelap. Alex yang melihat itu hanya menggelengkan kepala. Lah bisa-bisanya dia tidur di rumah orang. Gumam Alex dalam hati. Alex duduk di kursi rotan. Sambil menunggu Aiu memasak Alex menelepon Arin.

Setelah dua kali panggilan akhirnya diangkat juga. "Assalamualaikum cantik!" Alex memberi salam sambil menggoda. Arin di seberang sana sebenarnya senang Alex menelepon. Tapi Arin menjawab dengan nada ketus, "Waalaikumsalam!" Gadis itu kesal karena Alex baru meneleponnya padahal sudah lama pulang. Arin tahu Alex sudah pulang dari papanya saat memberitahunya kalo papa akan liburan dengan mama. Pak Hadi juga memberitahu bahwa Andre sudah pulang bersama Alex.

"Ngapain telepon? dah gak penting lagi kan aku?"lanjut Arin ketus. Waduh! Ngambek kan ibu negara, batinnya. "Duh cantik! Kamu masih yang paling penting di hatiku." katanya lembut. "Kalo kamu mau marah, marah sama kakakmu sana. Dia yang bikin aku jadi sibuk bin repot. Apalagi tu orang lagi kasmaran jadi makin repot aku." lanjutnya lagi. Tanpa sadar Alex keceplosan, dan dia masih belum sadar akan hal itu. Arin di seberang sana terkejut mendengar kalo kakaknya lagi kasmaran. Sama siapa pikirnya. Duuh! Gak boleh kalo bukan sama Kak Aiu. Arin sudah sangat akrab dan senang dengan Aiu. Dia berharap Aiu jadi kakak iparnya. Gadis itu juga berencana menjodohkan Aiu dengan Andre.

"Tadinya aku mau pulang ke apartemen, tapi kakakmu minta ditemenin." Alex masih menjelaskan. "Sekarang kamu dimana?" tanya Arin. "Sekarang lagi di rumah Ai..." Alex menjeda ucapannya. Ya ampuun hampir aja keceplosan. Ketika akan melanjutkan bicara, tiba-tiba Aiu datang. "Lex, makanannya udah siap. Tolong bangunin pak bos!" pinta Aiu pada Alex. Arin di seberang sana yang menyadari suara perempuan jadi teringat dengan suara itu. Kayak pernah denger suara perempuan tadi tapi siapa ya? pikirannya melayang. Alex pun langsung menyudahi panghilannya. "Udah dulu ya, nanti ku telepon lagi cantik. Assalamualaikum!" Arin yang masih penasaran dengan suara tadi pun hanya bisa mengiyakan dan menjawab salam, "Waalaikumsalam".

Alex segera membngunkan Andre. "Dre...Dre...Bangun! Ah, lo malu-maluin aja pake tidur segala di rumah orang!"

Tak lama Andre bangun karena tubuhnya digoyang-goyangkan Alex.

"Duh...lo ganggu aja deh, orang lagi enak tidur juga!" kata Andre kesal.

"Et dah... lo emang kagak ada akhlak ya, bisa-bisanya tidur. Lah lo pikir ini di rumah lo apa?" Alex mengomel kayak emak-emak gak dapet jatah bulanan. Andre yang tersadar cuma nyengir kuda. "Noh makanan udah siap! Tuan putri udah nungguin lo dari tadi!" lanjut Alex. " Iya...iya... Udah ngapa lo ngomelnya. Dah kayak cewek lagi PMS aja lo! Sensi bener!" jawab Andre santai. Alex hanya bisa menghela napa kasar. Untung temen kalo gak dah gue siram pake air. Maki Alex dalam hati.

Di ruang tamu, Aiu sudah menunggu. Makanan sudah terhidang di meja. Andre yang datang langsung duduk dan menyantap nasi goreng seafood buatan Aiu. Emang bos gak ada akhlak, bukannya basa-basi kek, minta maaf kek, eh malah langsung nyelonong makan aja ni orang. Kesal Aiu dalam hati. Aiu iseng bertanya,"Enak bis?" Andre yang sedang menikmati makanannya langsung menjawab dengan sumringah,"Enak pake banget!" Andre tidak sadar apa yang diucapkannya. Aiu yang mendengar itu jadi tersenyum. "Kalo enak habisin ya bos, di wajan masih ada kalo bos mau nambah!" Aiu menjelaskan. "Siap, apapun yang kamu masak pasti ku makan sampai habis!" jawab Andre dengan mantap dan senang. Sama seperti tadi siang, Andre menghabiskan 3 piring nasi goreng. Aiu sengaja memasak banyak karena ingat kejadian tadi siang dimana si bos makan dengan porsi besar.

Setelah makan, Aiu membereskan meja dan mencuci piring. Andre rebahan di atas karpet sambil menyalakan televisi. Ini orang emang gak ada malunya ya. Main rebahan sama nonton tv pula. Serasa banget rumah sendiri. Gumam Alex dalam hati. Andre memegang remot dan mencari chanel tv kesukaannya. Setelah mendapatkan chanel yang diinginkan Andre mulai serius menonton. Alex yang melihat Andre seperti itu hanya bisa diam saja. Entah apa yang akan dikatakan pemilik rumah nanti, biar sajalah pikirnya. Selesai mencuci piring, Aiu yang melihat Andre sedang menonton anime kesukannya pun langsung bergabung. Gadis itu duduk di sebelah Andre. Alex yang melihat Aiu langsung menonton bukannya marah jadi melongo. Ya ampun ternyata pikiran gue salah. Ini dua makhluk emang sama anehnya. Ya Allah kuatkan hambamu ini dalam menghadapi kelakuan aneh mereka. Doa Alex dalam hati. Aiu pun tertawa saat melihat adegan lucu dalam anime itu. Pemandangan itu tak luput dari penglihatan Andre. Sebenarnya sejak Aiu menonton, Andre sudah tidak fokus pada anime. Andre hanya memandangi wajah Aiu saja. Kamu memang cantik, sama cantiknya dengan saat itu. Andaikan saja saat ini kita sudah halal, aku ingin merebahkanmu di pangkuanku, mengelus rambutmu, dan mengecup keningmu, lalu aku akan memakan...mu. "Astaghfirullahal adzhim!" ucap Andre tiba-tiba. Aiu yang mendengar mengerutkan dahinya dan bertanya,"Bapak kenapa kok istighfar segala? Ada yang kelupaan ya?"

Andre yang ditanya jadi salah tingkah. Alasannya apalagi kalo bukan karena pikiran liarnya. "Iya nih... saya lupa kalo ada berkas yang ketinggalan di kantor yang harus saya baca malam ini." Andre beralasan. Alex hanya senyum tipis sambil menahan tawa. Alex daritadi melihat apa yang dilakukan dan paham arti tatapan Andre barusan. "Ya udah saya pulang dulu ya. Untuk sarapan besok saya mau sandwich terus untuk makan siangnya pengen tumis kangkung. Kamu belanja pake uangmu dulu, nanti tagihannya saya masukkan sekalian sama bayaran masak kamu ya. Sertifikat kamu gak usah dibawa lagi. Saya udah lihat!" Andre berkata panjang lebar sambil menunjuk bingkai sertifikat yang terpajang di dinding.

Saat akan turun, Aiu berdehem, " Ehem... Pak sendal saya jangan dibawa pulang!" Andre yang sadar masih memakai sendal rumah langsung nyengir menyadari kesalahannya. "Eh iya dikirain sendal hotel bisa dibawa pulang, hehehe...!"

Mereka pun turun. Sampai di lantai bawah tampak para pelayan toko sedang berberes. Jam sudah menunjukkan pukul 21.00 waktunya tutup toko. Aiu mengantar sampai pintu toko. "Hati-hati di jalan pak!" Andre hanya mengangguk sambil tersenyum.

Aiu yang kembali ke dalam langsung dihujani pertanyaan dari adik-adiknya.

"Siapa tu kak? Ganteng banget!" tanya Vera penasaran.

"Iya kak, siapa tu cowok? Keren! Bawa mobil segala." tanya Ranti

"Calon suami ya kak?" Novi menimpali.

Dimas dan Deni juga tidak mau kalah menimpali. "Asiiiikk...kita punya kakak ipar!"

Aiu hanya menjawab,"Apaan sih kalian. Jangan mikir aneh-aneh kalian. Dia itu bos kakak yang baru. Dia minta kakak jadi chefnya juga." jawab Aiu jujur.

"Gak apa-apa kak. Sekarang bos nanti kan bisa jadi suami. Kalo betul jangan ditolak ya kak!" canda Vera. "Udah ah kakak mau ke atas!" Aiu berlalu meninggalkan mereka.

Sesampainya di kamar Aiu merebahkan dirinya di kasur empuknya. Dia mengulang kembali kejadian tadi di ingatannya. "Dasar bos aneh!"

Sementara di dalam mobil Alex langsung tertawa mengingat kejadian tadi. "Hahahaha...lo ngelamun jorok tadi ya?" tanyanya. "Berisik lo!" jawab Andre kesal. "Ya lo lagi pake ngayal yang nggak-nggak!" tambahnya lagi. "Ngapa lo senyum-senyum? Gue jadi merinding!" tanya Alex. "Gak papa! Bagus deh Arin dititipin papa disitu. Kan jadi banyak kesempatan buat deketin Aiu." jawab Andre. "Lex, lo tolong cari tau ada gak cowok yang lagi deket atau ngejar-ngejar Aiu!" lanjutnya lagi. "Siap bosku!" jawab Alex.

Besok lanjut lagi ya gaes. Terima kasih sudah membaca 😊

1
Vien Vienk
Luar biasa
Sawiru
m
Sawiru
😍
Sawiru
.
Priskha
sdh jadi menantunya kok msh manggil om ya????
Priskha
br kl ini tau ada kantor lengkap sm dapur, meja mkn dan bs masak juga, ini kantor apa rmh thor 😂😂😂😂😂
akhirnya ketemu nih novel
nia
nama aiu kan nama langka. kok ga ada yg ngeh gitu kl anaknya om adrian itu tunangan andre
nisa
😭😭😭😭
nyesak banget bc crita ini kk😭
ok banget👌👌👍
terimakasih
Marlida Yusuf
kok bisa masak tidur kantor apa ya
Nur Hayati
kok langsung panggilx mas ya,,
Juragan Jengqol
pengantin lama ga mau ganggu pengantin baru...
uups
arin siapa
Maryana Fiqa
😭😭😭😭
Callysta Nungrum Amira
sekali jadi😶
Wita Kurniawati
ga apa2, dengan begitu aku jd tertarik..
Elmiah
mantap cerita nya bikin baper ,nasehat,kasih sayang ,tentang sahabat dan tentang keluarga mantap
Elmiah
mantap cerita nye seru banget
Elmiah
cerita bagus banget lanjut bikin penasaran aja
Elmiah
mantap cerita nya lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!