NovelToon NovelToon
Dendam Kesumat : Kasyaf

Dendam Kesumat : Kasyaf

Status: tamat
Genre:Poligami / Spiritual / Matabatin / Showbiz / Horor / Tamat
Popularitas:105.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Dharris S

Dendam kesumat yang terselubung, mengintai sebuah keluarga. Tak ada yang sadar kalau mereka tengah diincar ajalnya. Sampai saat sang anak sulung pulang dari merantau.

Takdir membuatnya mewarisi kekuatan gaib dari leluhurnya. Namun takdir itu juga memaksanya untuk menjadi tameng hidup bagi keluarganya. Santet dan sihir keji silih berganti menimpanya.

Siapa sebenarnya yang menyimpan dendam kesumat itu? Dan akankah si anak sulung ini bertahan?

stay tune!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Dharris S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

jati kobeng

Saat Icha kembali membuka mata, dia tampak mengenali landscape di sekitarnya. Dia lantas menyiapkan tasnya. Timbul keraguan di dalam hatinya untuk pulang sedirian.

Ingatan akan gangguan gaib di terminal masih sangat segar di kepalanya. Bahkan jantungnya masih berdebar-debar takut kala bayangan kebiadapan itu melintas.

Namun, mau tak mau dia harus turun juga. Dia ambil nafas panjang, dan dia hembuskan perlahan sembari membaca doa dalam hati.

“Bu, maaf. Sebentar lagi saya turun” kata Icha kemudian. Dia bermaksud meminta jalan.

“Oh. Kamu udah baikan?” tanya ibu itu.

“Sudah, bu” jawab Icha.

Rasa rindu pada sang ibu, membuatnya nekat melawan rasa takutnya. Ibu tadi tersenyum dan bergeser kembali ke depan. Ichapun ikut bergeser ke kursi di depannya. Tepatnya kursi tambahan yang terbuat dari kayu, yang menutupi jalan masuk ke baris paling belakang.

“Pak. Gapura depan ya, pak” seru Icha. Si sopir itu menengoknya dari spion tengah.

“Emang rumahnya mana, dek?” tanya ibu-ibu di sebelah sopir.

“Sido Dadi, bu” jawab Icha.

“Loh, sido dadi? Sama rumah bu Maryati, bebek?” tanya ibu itu lagi.

“Sebelahnya bu”

“Sebelah mana? Kan rumahnya di pojokan”

“Sebelah kamarnya” jawab Icha sambil tergelak.

“Sebelah kamarnya?”

“Iya. Saya anaknya bu Maryati, bu”

“Owalah” seru ibu itu mengerti.

“Kita anter aja, pak” ajak ibu itu.

“Aduh. Nggak usah, bu. Kasihan yang lain” sahut Icha. Dia merasa tidak enak dengan lima penumpang lainnya.

“Tapi hujannya masih deras lho, nduk”

“Justru itu, bu. Jalannya, susah. Pasti udah berkubang deh, jalannya. Mana berlumpur lagi, seringnya”

“Bener juga sih, bu” kata si sopir.

“Ya udah, kalo gitu. Ini, bawa payung ibu! Kayaknya kamu nggak bawa payung. Mantel juga kayaknya nggak bawa”

“He he” Icha meringis malu, mendapati tebakan ibu itu tepat sekali.

“Ini” kata ibu itu sambil mengacungkan payungnya.

“Lha terus, ibu gimana? Keujanan, dong?” tanya Icha.

“Tenang! Bisnya sampe ke pekarangan ibu, kok” jawab ibu itu.

“Hem?” Icha tak mengerti.

“Ibu ini, istri saya, dek” kata si sopir.

“Oh. Ha ha ha”

Icha tertawa mendengar penjelasan si sopir. Sontak tawanya mengundang candaan dari penumpang lain.

Akhirnya, tibalah dipenghujung perjalanannya. Diapun turun dan membayar ongkosnya. Dia juga berterimakasih atas payung yang dipinjamkan, dan dia berjanji akan mengembalikannya.

*Alhamdulillah. Ketemu sama orang-orang baik. lumayan, lah. Daripada enggak sama sekali*.

Dalam derasnya hujan, Icha melangkahkan kakinya untuk menyeberang jalan. Dia menyempatkan diri berteduh di sebuah saung, tepat di seberang jalan. Dia mencoba menelepon keluarganya. Tapi sama sekali tidak ada yang bisa dihubungi.

“Hadeeeehh. Nasib kalo di pegunungan. Sinyalnya masih kalah sama ujan” keluh Icha.

“Apalagi abis dua kali liat penampakan. Ya Alloh, jadi parno, deh”

Walau mengeluh, tapi Icha tetap beranjak dari duduknya. Dia memberanikan diri untuk berjalan melalui jalur yang melewati pinggiran hutan.

*AUUUUUUKKKK*

*GUK GUK GUK GUK GUK*

Terdengar suara serigala bersahutan dengan suara anjing. Di sekitaran tempat itu memang masih banyak terdapat anjing. Baik yang masih liar maupun yang dipelihara warga sebagai penjaga ternak.

*Sraaaaakkk*

Icha terkejut mendengar suara semak-semak beradu satu sama lain. Tepat di dekat dimana dia berada. Sebuah garis garis membelah semak-semak itu dari kejauhan mendekatinya.

“A... Apa itu?”

Langkah kaki Icha terhenti. Matanya terpaku pada garis yang semakin mendekatinya.

*Sraaaak*

“AAAAA”

Icha memekik kencang, walau sudah dia tahan. Tapi hanya beberapa detik saja dia terkejut. Karena ternyata itu tadi hanyalah sekawanan babi hutan yang lewat menyeberang jalan.

“Huuufftt Huuufftt Huuufftt Huuufftt”

Nafas Icha memburu saking terkejutnya. Seperti orang yang baru saja lari sprint.

“Huuuuuf, fiuuuhh”

Icha menghela nafas dalam. Dai berusaha menenangkan diri dari keterkejutannya. Butuh beberapa saat untuk dia meredakan degup jantungnya yang memburu. Tak kurang dari lima menit dia habiskan, untuk sampai bisa tenang kembali. Dia melanjutkan perjalanannya sambil tetap waspada.

“Kenapa masih nggak ada penerangan jalan, ya?” komentarnya.

Penerangan jalan dari depan saung tadi semakin lama semakin redup. Tak lama lagi, pasti akan segera gelap gulita.

“Ya Alloh, berasa kaya bukan orang sini. Rasanya jadi serem banget, jalan ini"

Karena jalanan semakin gelap, Icha menyalakan lampu flash ponselnya. Cukup terang di tengah kegelapan malam begini. Dia mulai memasuki pinggiran hutan.

Tempat yang dikenal menyeramkan. Sampai-sampai menjadi ikon desa itu. Karena banyaknya orang dari desa lain yang mengalami kejadian mistis saat melewati jalan ini. Tak peduli masih siang hari.

Pohon-pohon jati yang tumbuh besar menambah kesan angker tempat ini. Konon penduduk desa ini tidak berani menebang pohon-pohon jati di sini kalau hanya untuk menambah pundi-pundi kekayaan semata.

Karena sudah beberapa orang yang mengalami nasib buruk setelah melakukannya. Terkecuali memang terpaksa, baru bisa menebang jati-jati miliknya. Jadilah, masih banyak pohon jati berusia tua yang berdiri kokoh menjulang ke angkasa.

Suara desiran angin yang menggoyangkan daun-daun jati itu, menambah suasana sunyi. Bulu kuduk Icha meremang. Dia merinding merasakan suasana horor sendirian, hanya berteman lampu kecil.

Saat dia melihat pohon jati yang paling besar dan sudah lumutan, dia melihat ada kubangan besar di tengah jalan. Panjang kubangan itu lebih panjang dari lapangan voli.

Dengan lebarnya yang menutupi keseluruhan badan jalan.

Dengan perasaan was-was, Icha melipir ke pinggir kiri. Karena dia sudah menebak, kalau kubangan itu bisa sampai selutut, dalamnya.

Menepi hingga keluar jalan, itu berarti harus melewati akar dari pohon jati paling angker di jalur ini. Icha tak berani menoleh ke kiri. Melihat akar yang menyembul dari dalam tanah saja sudah membuat nyalinya menciut.

Cerita-cerita tentang kuntilanak, genderuwo dan sebangsanya, kembali terngiang di benaknya. Membuatnya mempercepat langkah kakinya.

“Alhamdulillah”

Dia mengucap syukur saat berhasil menghindari kubangan air itu. Sempat Icha mendengar ada suara orang berbincang-bincang. Dia tolehkan kepalanya ke belakang. Dia pikir ada orang lain yang hendak lewat, tapi ternyata tidak ada siapa-siapa di belakangnya.

"Ya Alloh, itu tadi suara apa, ya? Kok ada suara tapi nggak ada wujudnya?"

Perasaan takut menjadi semakin menggelayut. Dia mempercepat langkah kakinya. Sesekali masih terdengar suara orang tergelak di belakangnya, seolah mengomentarinya. Tapi pas dia tengok, tidak ada siapa-siapa. Dia percepat lagi langkah kakinya, hingga seperti setengah berlari.

“Loh. Kok ketemu kubangan itu lagi?” tanya Icha kaget.

1
Mulyati Wahyuni
ga smua org bs BHS Jawa EN inggris jdi biasa kan gunakan terjemahan di bwh nya agar pembaca novel LBH paham lgi
Dharris Tio: siap kakak. makasih masukannya
total 1 replies
Haidar Nurfadhillah
/Drool/
Dharris Tio: makasih kak. tunggu kelanjutannya ya
total 1 replies
Zayn at Thoriq
dah baca Ampe selesai... ZERUUU SEKALI.


ada kelanjutan nya gak????
Dharris Tio: makasih kak, udah baca karyaku. maaf nih, baru r5espon. aku lagi bikin lanjutannya kak. ditunggu ya!
total 1 replies
Kustri
widiiiih... tirtonadi, kota kelahiranqu
💪💪💪
Dharris Tio: deket dong. stay solo apa merantau kak
total 3 replies
Dony Ahmad Dony
ceritan sangat seru
Neni Afriani
bagus bgt
Ira_87
Menegangkan 😱😱😱😱
Dharris Tio: lanjutkan kak
total 1 replies
Chichie Spn
keren thor... bener2 menguras esmoni😂
Dharris Tio: makasih kak, udah ngikutin sampe akhir. mampir juga dong di karyaku yang lain
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
nahhhh kan tamat... katanya jgn kwatir masih bnyk lagi.. lha ini tiba2 dah tamat aja kk thor.. 😭😭😭😭😭😭
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ : woalah gono tah its ok lah klo begitu
total 2 replies
Ayu KaWa
cerita yg sgt bagus.. 👌
Dharris Tio: terimakasih kak.

mampir juga dong, di judul yang lain.
total 1 replies
Afri
syukur lah berakhir bahagia .. walau ada amanah yg akan Icha jalani .. semoga ada kelanjutannya ya Thor
makasih atas cerita HEBAT mu
see u next time
😍😍😍👍👍👍👍
Dharris Tio: terimakasih kakak udah setia sampai akhir. aku lagi ngerjain terusannya kak. doain ya kak, semoga cepet kelar dan bisa post lagi
total 1 replies
Afri
itu s bulek Rini .. udah mati tetap ngeselin yaa , GK bisa legowo ..
makanya nyawanya d tahan SM demit sembahannya ..
jahat
Dharris Tio: iya. emang gitu dia. ngeselin
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
gasken coy.. hayuk cha.. para raider g nyiapin amplop soanya mendadak gtu sih.. wkwkwkwkkk
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ : klo g di terobos kapan sampainya
total 4 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
waduhhhhhhh gitu jg kali
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ : lha iyakah
total 4 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
hayok.. kira2 bakal gmb knjuanya yah....
Erlina Arlena
tamat thor??
Dharris Tio: belum kak
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
waghh ending nya ok nieh... kira2 ada flashback g buat rini knp bs gosong dan hasan bisa gila... hayok kk thor bisa g ada partnya gtu...
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ : wuoke2.. sip wis
total 2 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
tak kiraiin segitu saktinya itu sekutu rini ehhh ternyata lebih hebat nyai.. hanya saja nyai biasa2 aja g di sombongkan kehebatanya.. sekarang gimana si rini.. apakah masih akan berlanjut utk membinasakan maryati atau hasan sndri... ahhh gmn yah
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ : wis jan nek gono iku wis payah... jan2
total 2 replies
Dharris Tio
aduh. malem tahun baru malah ditodong
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
wah makin seru ini bacanya tegang ampe giman peraasan gtu.. ngeriw sedap deh yakin...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!