Penguasa Daratan Merah
Menceritakan tentang seorang Raja Daratan Merah yang diincar oleh ketiga dewa agung, karena membawa ramalan buruk tentang mereka.
Zhen Wu yang mengetahui tentang ancaman itu, mencoba melawan mereka dengan segala kemampuannya. Dia menggunakan sebuah skill khusus yang hanya dia sendiri yang memilikinya, skill tersebut bernama Jiwa Neraka. Skill yang dapat mampu memanggil para Hantu dan mayat hidup yang sudah mati.
Namun karena kecerobohannya, dia pun terbunuh oleh ketiga Dewa Agung tersebut. Untungnya dia bisa memanfaatkan kelengahan para dewa, dan berhasil membawa jiwanya ke alam dunia bawah.
Zhen Wu yang telah berhasil berpindah tubuh, kini mulai bertekad akan membalas dendam terhadap para dewa yang mengincarnya, dan membuat ramalan yang ditakuti oleh mereka menjadi kenyataan.
*diusahakan update 2 chapter sehari atau lebih
*maaf jika masih terdapat banyak kekurangan, nantinya akan terus saya perbaiki.
terima kasih sudah membaca 😁
ig : @man_gervis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Man Gervis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chp 6 : Kelicikan Zu Chong
Zu Chong langsung mengubah sikapnya, dari yang sebelumnya marah menjadi lebih sopan.
"Ehm... Kita bisa membicarakan ulang tentang resep ini. Namun kalau boleh tau, siapa nama tuan muda?" tanya Zu Chong sopan.
"Ohh... Ada apa ini? Kenapa anda merubah sikap. Padahal sedari awal saya tidak dipersilahkan untuk memperkenalkan diri," tanya Zhen Wu yang masih mempertahankan nada bicaranya yang sopan.
"Janganlah marah tuan muda. Benar kata anda tadi, saya kurang lembut dalam memperlakukan tamu. Maka dari itu, mari kita mulai dari awal lagi. Saya Zu Chong, manager dari serikat dagang Bangau Putih. Saya tertarik dan ingin membeli resep pil yang anda tawarkan." Zu Chong tersenyum lembut saat menatap Zhen Wu di depannya.
"Namaku Zhen Wu, aku berasal dari keluarga Zhen. Mari bahas intinya saja, berapa harga yang anda tawarkan untuk resep pil ini?"
Zu Chong memandang Zhen Wu dengan serius, "Jadi tuan dari keluarga Zhen ya. Baiklah, 30 koin perak, aku hanya bisa memberikan harga segitu," ucap Zu Chong sambil menutup mata.
"25 koin perak dan beberapa bahan herbal, sekaligus sebuah tungku Alkimia. Ini daftarnya. Bagaimana?" Zhen Wu menyerahkan sebuah kertas catatan.
"Sepakat! Pelayan siapkan semua yang ada di dalam daftar ini." Zu Chong merasa senang karena bisa meraup untung dari Zhen Wu.
"hehe... kau masihlah anak anak. Masih terlalu jauh untukmu melawanku dalam urusan dagang," batin Zu Chong senang.
Mata uang di dunia ini menggunakan koin, yaitu koin Emas, perak, dan tembaga. 1 koin emas sama dengan 100 koin perak, sedangkan 1 koin perak sama dengan 10 koin tembaga. Dan kalau 1 koin emas, itu sama dengan 1000 koin tembaga.
Tidak berapa lama, datanglah pelayan yang membawakan herbal dan sebuah tungku alkimia. Pelayan itu kemudian memberikannya kepada Zhen Wu.
"Ini dia herbal serta tungku alkimia yang anda inginkan. Dan ini 25 koin perak, yang sudah kita sepakati tadi." Zu Chong memberikan semua barang itu pada Zhen Wu.
"Senang berbisnis dengan anda." Zhen Wu mulai berdiri dan bersiap pergi.
"Sama sama tuan, jika ada lagi barang yang ingin anda jual, silahkan datang ketempat kami," ucap Zu Chong yang tersenyum licik.
Zhen Wu langsung pergi dan tidak menggubris kata kata terakhir dari Zu Chong.
Pintu pun tertutup, hanya tersisa Zu Chong dan kepala pelayannya. Kepala pelayan itupun penasaran dengan resep pil yang di jual oleh Zhen Wu. "Tuan maaf apabila saya lancang. Tapi resep pil apa itu, hingga membuat tuan ingin menukar beberapa herbal dengan tungku alkimia serta 25 koin perak. Padahal itu hanya resep pil kelas satu peringkat rendah."
"Haha... Kau harus lebih banyak belajar lagi. Akan ku jelaskan, ini kemungkinan adalah resep pil milik Keluarga Zhen. Aku tahu keluarga itu sudah lama hancur dan pastinya mereka menyuruh anak itu untuk menjual resep pil ini." Zu Chong kemudian memperlihatkan resep pil itu.
"Para Alkemis diluar sana sangat suka dengan resep pil yang belum pernah mereka lihat. Kau tahu kan apa artinya?" Zu Chong menatap kearah pelayan tersebut.
"Ohh aku tahu tuan, jadi ini pasti adalah resep pil yang belum pernah dibuat oleh alkemis sebelumnya." Pelayan itu mencoba menebak pertanyaan Zu Chong.
"Tepat! serikat dagang kita akan untung banyak jika bisa memberikannya kepada para alkemis. Nantinya aku akan meminta mereka menurunkan harga obat mereka yang kita beli, agar serikat dagang Bangau Putih di cabang kota Kuzu milikku ini, bisa lebih banyak menghasilkan uang."
Zu Chong sangat senang dengan apa yang nanti dia dapatkan. Namun pelayannya kembali bertanya kepada Zu Chong.
"Tapi tuan, anda tahu dari mana jika resep pil itu asli. Bisa saja kan orang itu menipu kita. Dan kalau benar seperti itu, bukankah kita yang akan mengalami kerugian saat ini?"
"Tenanglah, aku tahu dia tidak menipu kita. Sebelum meninggal, Kakekku dulunya adalah seorang Alkemis. Dia pernah mengajarkanku banyak hal tentang alkimia. Walaupun saat itu aku tidak terlalu berbakat, tapi setidaknya aku jadi tahu cara meracik pil dan membedakan berbagai macam herbal. Maka dari itu, saat aku melihat resep pil ini, aku tahu bahwa ini adalah resep pil asli. Dan ini adalah pil Penghangat Tubuh, yang kemungkinan milik keluarga Zhen." Zu Chong mulai tersenyum dengan penuh kemenangan.
Zu Chong merasa berhasil, karena telah menipu Zhen Wu dengan mengatakan bahwa resep pil miliknya hanya seharga 30 koin perak. Padahal Zu Chong yakin, dia bisa mendapatkan keuntungan yang setara dengan 10 koin emas.
...***...
Diluar serikat dagang Bangau Putih, Zhen Wu mulai keluar dari pintu masuknya. Dia kemudian mencari sebuah penginapan yang tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil.
Zhen Wu tidak ingin terlalu mencolok untuk saat ini, karena dirinya yang masih belum bisa menerobos ke ranah Penempaan Tulang.
Setelah beberapa waktu, Zhen Wu menemukan penginapan yang terlihat cukup sederhana. Dia pun masuk kedalam sambil membawa kantung berisi herbal dan tungku alkimia.
Karena Zhen Wu belum memiliki uang yang lebih, dia belum bisa membeli cincin ruang.
Cincin ruang adalah sebuah cincin yang memiliki sebuah dimensi tersendiri, gunanya agar memudahkan seseorang untuk menyimpan barang dalam jumlah yang banyak.
Zhen Wu kemudian di sambut oleh seorang pelayan penginapan. "Ada yang bisa dibantu tuan?" tanya pelayan itu.
"Aku ingin memesan satu kamar untuk satu malam." jawab Zhen Wu.
"Baik, 8 koin tembaga."
Zhen Wu menyerahkan satu koin perak ke tangan pelayan itu. "Kembaliannya untukmu saja."
"Terima kasih atas kedermawanan tuan." Pelayan itu tersenyum sambil memberikan kunci kamar untuk Zhen Wu.
Hari sudah mulai gelap, Zhen Wu mulai masuk ke kamarnya. Untungnya penginapan ini tidak terlalu ramai, jika tidak, Zhen Wu akan menjadi pusat perhatian orang orang, karena membawa tungku alkimia dan bahan herbal dalam jumlah banyak.
Sesampainya dia didalam, Zhen Wu mulai mengunci pintu dan langsung membuat pil yang akan digunakannya untuk menerobos.
"Awal yang sangat bagus. Hanya karena resep pil yang aku tulis, aku bisa dengan mudah mendapatkan sumber daya ini. Padahal waktu aku masih di Daratan Merah, pil itu hanya digunakan sebagai permen penghilang rasa ngantuk. Dan setiap orang sudah sangat bosan dengan rasanya, hingga menjadi tidak berguna lagi." Zhen Wu melihat semua barang yang dibawanya.
Pastilah obat itu tidak terlalu berguna seperti yang dikatakan oleh Zhen Wu. Karena Kultivator yang sudah berada di atas ranah Sang Murid, sudah bisa untuk tidak tidur selama berhari hari, bahkan berminggu-minggu.
"Hmm... Tapi sepertinya pil yang akan dihasilkan oleh resep itu akan sangat berguna di dunia ini. Apalagi banyak sekali kultivator yang belum mencapai ranah Sang Murid. Jadi kemungkinan besar pil ini nantinya akan laku keras. Huff... Sepertinya aku membuat kesalahan, haha...." Zhen Wu menertawakan dirinya sendiri, karena menurutnya resep pil yang dia jual pastinya akan menjadi perbincangan hangat di ranah alkimia nanti.
Namun dia tidak marah atau kecewa karena telah menjual resep itu, melainkan lebih tertantang dengan keadaan dunia yang dia tinggali sekarang ini.
Zhen Wu mulai meramu pil yang akan dia gunakan untuk menerobos.
Dahulu Zhen Wu adalah seorang Alkemis tingkat 13, dia dikenal sebagian orang dengan julukan Tangan Dewa Obat.
Dia menjadi Alkemis, dikarenakan para hantunya tidak ada yang memiliki kekuatan khusus penyembuhan. Maka dari itu, mau tidak mau Zhen Wu harus belajar untuk menjadi seorang alkemis, agar dapat menutupi sebagian kelemahannya.
Butuh 450 tahun agar Zhen Wu bisa menjadi Alkemis tingkat 13, yang membuatnya mendapatkan julukan Tangan Dewa Obat. Karena berhasil membuat berbagai macam pil dan telah menyembuhkan banyak orang.
Setelah 1 jam meramu pil, akhirnya Zhen Wu berhasil membuat dua pil kelas satu peringkat tinggi.
"Bagus, ini sudah lebih dari cukup untuk menerobos ke ranah Penempaan Tulang." Zhen Wu memegang pil yang aromanya telah memenuhi kamarnya. Pil itu sangatlah sempurna, hingga tidak memiliki kecacatan sama sekali.
Tanpa berlama lama Zhen Wu langsung menelan pil tersebut. Dia takut jika aroma pil itu menyebar ke seluruh penginapan, nantinya dapat menimbulkan masalah yang baru padanya.
Setelah pil itu ditelan, Zhen Wu mulai berkultivasi, agar bisa menerobos ke ranah Penempaan Tulang.
Butuh delapan jam Zhen Wu dapat bisa menerobos. Dia kini telah naik menjadi ranah Penempaan Tulang tahap awal.
"Akhirnya aku bisa naik ke ranah Penempaan Tulang. Ini saatnya untuk memanggil satu hantu ku." Zhen Wu kemudian menutup kembali matanya dan berkata sesuatu. "Penjara jiwa, terbukalah!"
Zhen Wu berhasil membuka kembali segel jiwa para hantunya. "Bagus, akhirnya telah terbuka." Zhen Wu masih dalam posisi duduk bersila. "Siapapun, keluarlah dari Jiwa Neraka!" perintah Zhen Wu yang membuat ruangannya terlihat bergetar.
Di ruangan kamar tersebut, nampak sebuah retakan dimensi dari arah depan. Satu sosok perempuan keluar melalui celah retakan tersebut.
Sosok yang tingginya sekitar 155 cm, dengan rambut panjang berwarna ungu dan mata merah gelap. Sosok itu terlihat cukup menyeramkan, karena seluruh tubuhnya penuh dengan bekas luka dan noda darah.
Tak lama kemudian, sosok hantu perempuan tersebut langsung tunduk dan berkata dengan suara yang lembut. "Lama tidak bertemu, tuan. Zi Li datang untuk membantu."
Selanjutnya>>>
Tokoh villain nya kapan muncul ya? Semoga villainnya cukup keren dan sebanding. Jangan ngebadut. Jadi perjuangan MC lebih terasa gitu. Ga melulu OP.