Brisa tiba-tiba terbangun di tempat asing, ia di culik dan kini sudah mengenakan pakaian pengantin. ia tak tau kenapa dan siapa yang sudah melakukan semua ini. Sampai ia tau jika ia sudah menjadi seorang istri dari pria misterius yang tak pernah ia temui bernama Tuan Adam.
Hidup Brisa berubah, menjadi istri seorang tuan Adam menjadikan seorang Cinderella. Ia membalas semua perbuatan keluarga yang pernah menyia-nyiakan dirinya. Sampai suatu ketika, pria bernama Tuan Adam berdiri didepan mansion tempat tinggal Brisa.
"siapa wanita ini?" tuan Adam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 6 - akhirnya
Bab 6
Setelah berpikir matang-matang, akhirnya Papa Loam pun menyetujui permintaan dari Brisa. Papa Loam hanya perlu merangkak dan meninggalkan rumah itu. Dan sebagai gantinya, pria itu akan mendapatkan bantuan untuk perusahaannya. Tentu saja ini harga yang murah baginya. Hanya dengan menyerahkan rumah, Papa Loam akan mendapatkan perusahaannya kembali.
"Baiklah kalau begitu. Hanya itu saja syarat darimu?" tanya Papa Loam kemudian.
Mama Maya dan Cheryl mulai kebakaran jenggot. Pastinya harga diri mereka akan terinjak-injak karena mereka diminta untuk merangkak oleh Brisa.
"Papa sudah tidak waras, ya? Papa hanya diam saja melihat bocah tengil itu mengusir kita dari rumah ini?" teriak Mama Maya.
"Brisa silan! Siapa kamu berani-beraninya mengusir kami dari sini?" sungut Cheryl ikut berteriak kesetanan.
Meski berat, Papa Loam yakin ini keputusan yang terbaik, daripada ia mempertahankan rumah tapi dirinya harus kehilangan perusahaan.
"Papa jangan mau dibodoh-bodohi oleh Brisa! Bocah itu hanya ingin mengerjai Papa! Bocah itu hanya ingin membalas dendam pada kita! Dia pasti tidak benar-benar berniat untuk membantu Papa!" oceh Mama Maya. "Pokoknya Mama tidak mau Papa menerima bantuan dari anak kurang ajar itu! Lebih baik Mama mati daripada Mama menerima bantuan darinya! Mama juga tidak mau merangkak keluar dari rumah ini!"
Ocehan Mama Maya semakin lama semakin membuat kepala Papa Loam pusing. Mama Loam dan Cheryl terus berteriak dan memprotes keputusan Papa Loam yang menerima tawaran bantuan dari Brisa.
"Aku juga tidak mau keluar dari rumah ini! Brisa yang harus pergi dari sini! Lebih baik kita usir saja dia sekarang!" sahut Cheryl.
"Papa sudah tidak peduli lagi pada Mama? Papa lebih memilih mendengarkan iblis kecil itu daripada yang mendengarkan kata-kata Mama?" tukas Mama Maya makin beringas saat mengamuk di depan Papa logam.
Papa Loam mulai kehabisan kesabaran. Pria paruh baya itu mencoba bertahan dan diam, tapi istri dan anaknya justru semakin menjadi.
"Kalian bisa diam tidak!" seru Papa Loam membentak Mama Maya dan juga Cheryl di depan Brisa.
"Kalau kalian tidak mau ikut dengan Papa, terserah kalian! Papa tidak peduli kalian menjadi gembel dan tinggal di jalanan!" sentak pria itu membalas teriakan dari Mama Maya dan juga Cheryl.
Mama Maya terkejut bukan main saat mendengar bentakan dari suaminya. Begitu pula dengan Cheryl, gadis yang biasa dimanja itu selalu mendapatkan apa pun yang ia mau dari Papa Loam. Tapi kali ini di depan Brisa, gadis itu diomeli dan dibentak oleh Papa Loam.
"Papa berani membentak Mama? Papa berani meninggikan suara di depan Mama?" sungut Mama Maya.
Kali ini Papa Loam tidak akan tunduk pada istrinya. "Memangnya kenapa? Memangnya kamu bisa apa? Kamu mau tanggung jawab kalau sampai kita bangkrut nanti? Memangnya kamu bisa membantuku mengurus perusahaan?" omel Papa Loam. "Yang kalian tahu hanya bisa menghabiskan uang saja, kan? Diam dan menurut saja kalau kalian tidak ingin menjadi gelandangan di luar sana!"
Nyali Mama Maya dan juga Cheryl langsung menciut begitu mereka melihat wajah geram Papa Loam. Rasanya malu sekali mereka dibentak-bentak oleh Papa Loam di depan Brisa.
"Brisa sialan! Berani-beraninya dia membuatku dibentak oleh suamiku sendiri!" batin Mama Maya sembari menatap Brisa dengan penuh kebencian.
"Kalian urus aja hidup kalian sendiri! Papa akan merangkak! Kalau perlu Papa akan bersujud jika memang hal itu bisa mengembalikan perusahaan Papa lagi! Kalian juga tidak ada gunanya untuk Papa! Papa akan melakukan apa pun demi perusahaan Papa! Kalian bisa hidup menjadi gembel di jalanan sana!" sungut Papa Loam. "Untuk apa juga Papa menjaga harga diri kalian? Harga diri kalian tidak bisa membantu Papa! Harga diri kalian tidak bisa membantu perusahaan Papa! Persetan dengan harga diri kalian!"
Mama Maya dan Cheryl tidak lagi berani bersuara. Keduanya bahkan tidak punya nyali untuk mengangkat kepala.
Daripada mereka diusir oleh Papa Loam, lebih baik Mama Maya dan Cheryl menurut pada pria itu. Ancaman Papa Loam pun berhasil membuat ibu dan anak yang menyebalkan itu membungkam mulut rapat-rapat.
"Sudah selesai dramanya, kan? Bagaimana kalau kalian mulai berkemas-kemas sekarang juga?" cetus Brisa.
Papa Loam dan keluarganya pun segera bersiap untuk keluar dari rumah peninggalan ibu Brisa. Gadis itu asik tertawa saat ia melihat orang-orang yang selalu menyiksanya itu kini merangkak di depan matanya dan keluar dari rumah peninggalan ibunya.
Dendam Brisa mulai terbalaskan satu persatu. Kini gadis itu sudah berhasil menyelamatkan rumah ibunya dari orang-orang yang sudah membuat dirinya menderita sejak Marsha meninggalkan dirinya.
"Awas kamu ya, Brisa! Aku tidak akan tinggal diam melihatmu menginjak-injakku seperti ini!" bisik Cheryl pada Brisa.
Brisa hanya mengangguk sembari melempar senyum mengejek pada saudara tirinya yang telah terusir itu. "Daripada berpikir untuk membalasku, lebih baik kamu pikirkan saja malam ini akan tidur di mana," ejek Brisa.
Mama Maya dan Cheryl hanya bisa berdecak kesal saat mereka merangkak di depan Brisa. Harga diri mereka hancur. Biasanya mereka yang menindas Brisa, tapi kali ini mereka yang diinjak oleh Brisa.
"Akhirnya aku bisa mendapatkan rumah Mama kembali," batin Brisa.
Rumah peninggalan Mama Marsha sangatlah berharga bagi Brisa. Banyak Kenangan manis yang masih tertinggal di sana bersama dengan ibunya, Sebelum akhirnya Mama Marsha meninggal dan Papa Loam membawa masuk Mama Maya dan anaknya, Cheryl.
Kehidupan indah Brisa berubah menjadi neraka baginya. Di usianya yang masih sepuluh tahun, gadis itu harus hidup menderita di rumah mamanya sendiri. Gadis itu harus hidup tersiksa semenjak ia tinggal bersama dengan istri baru papanya.
Brisa telah melewati banyak tahun-tahun berat seorang diri tanpa ada siapa pun yang menemaninya. Setidaknya, gadis itu bisa mendapatkan kembali kenangan indah dirinya bersama sang ibu. Brisa akan melindungi kenangan itu dan menjadikannya sebagai harta kesayangannya.
"Selamat tinggal para benalu! Aku tidak akan membiarkan kalian hidup senang di atas penderitaanku lagi!" gumam Brisa sembari menatap keluarga ayahnya yang sudah pergi menjauh dari rumah yang sukses ia rebut.
****
kk ku nantikan karya2 mu lagi yaa 😘😘😘
setlah drama sekian lama akhirnya adam memilih brisa yg gila
apa kabr smoyn
jangan sampai dipikirnya ia menikahi kekasihnya