NovelToon NovelToon
GAMMATES

GAMMATES

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Teen School/College / Tamat
Popularitas:540.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lautan Biru

Namanya Gamma jika bersuara terdengar menggema begitu kuat di telinga yang mendengarnya.


Sebuah insiden yang terjadi membuat Gamma harus menikah dengan gadis berkaca mata tapi cantik yang mengandung benihnya.


Tesla gadis yang menjadi korban Gamma harus mendapat perlakuan kasar dari orang tuanya karena hamil.


Bagaimana kedua anak muda itu melewati kehidupan yang tidak terpikir oleh keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lautan Biru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tesla gelisah

Tesla duduk dengan gelisah di kursi belajarnya, gadis itu membolak-balikan ponselnya tidak jelas.

Tangannya kembali meraih benda pipih itu, dan melihat room chat atas nama Gamma.

"Online."

Gumam Tesla dengan perasaan gelisah.

Sedangkan ditempat yang berbeda, Gamma sedang membaca rentetan pesan dari Grub inti Black Tiger.

Gamma hanya membaca tanpa berniat untuk ikut masuk dalam topik tidak berfaedah mereka, dirinya memilih duduk di kusen jendela pintu dan menatap langit malam yang gelap.

Sejak tadi ponselnya memang tidak berhenti berdering, panggilan dari Kartika gadis yang Gamma php'in.

Mana mungkin Gamma mau ngedate or nonton sama model gadis begituan, tidak akan mungkin. Lebih baik dirinya dirumah memeluk guling.

Tangannya menyambar seputung tembakau untuk dia hisap, Gamma memang perokok sejak duduk di bangku SMP.

Kepulan asap melayang ke udara bersama hembusan angin malam. Begitulah setiap malam yang Gamma rasakan, selain berada di markas Black Tiger.

Gamma kembali meraih ponselnya, jemarinya menggeser dari room chat ke status. Disana dirinya melihat seseorang telah memposting langit malam yang penuh bintang, Gamma menatap keatas dan berdecak kecil melihat caption yang tertulis di story itu.

Tampa pikir panjang, pria itu menyambar jaket dan kunci motornya, Gamma keluar kamar saat jam makan malam berlangsung.

"Sayang mau kemana? kamu tidak makan dulu." Mentari menghampiri putranya yang hendak pergi.

"Gamma ada urusan Mah." jawab Gamma memberikan kecupan di pipi Mama nya sebelum pergi.

Rudy hanya menatap jengah dengan putranya keduanya itu, dirinya sudah habis kesabaran untuk menghadapi kenakalan dan sifat pembangkang Gamma.

Tanpa berpikir panjang, Rudy menghubungi asistennya.

"Bekukan semua rekening Gamma."

Mentari menatap suaminya dengan kening mengkerut, Sagara belum pulang jadi hanya tinggal mereka berdua.

"Mas, kamu apa-apaan sih. Jagan terlalu keras dengan Gamma." Ucap Mentari yang merasa tindakan suaminya berlebihan.

"Itu pelajaran untuk anak pembangkang seperti dia, bisa apa dia tanpa uang dariku."

Mentari yang kesal memilih meninggalkan meja makan setelah membanting sendok dan garpu.

Rudy hanya menghembuskan napas lelah. "Aku hanya ingin dia menjadi anak yang berguna, apa itu salah." Gumam Rudy yang merasa lelah.

Tesla menatap ponselnya dengan mata melotot, baru saja story yang dia buat dilihat oleh Gamma, pria itu menjadi orang pertama yang melihat statusnya.

"Masa dia kencan sambil main hp." Pikirnya. "Apa mungkin Kartika yang- ck, stop mikirin hama pengganggu Tesla."

Ponselnya dia lempar ke sisi kasur, Tesla tengkurap dengan selimut menutupi kepalanya.

Tiba-tiba ponselnya berdering, buru-buru Tesla mencari ponsel yang dia lempar tadi.

"Ya ampun." Tesla mendadak ketakutan saat melihat nama yang memanggil di ponselnya.

"Mau apa dia?" Gumamnya lagi.

Membiarkan ponselnya sampai nada panggilan itu berhenti, Tesla hanya diam menatap ponselnya berharap tidak ada panggilan lagi.

Ting

Sebuah pesan masuk, membuat Tesla menelan ludah.

"Angkat atau aku akan manjat ke kamar mu!"

Isi pesan yang dikirim oleh Gamma. Tesla menelan ludah dengan wajah pucat, ponselnya kembali berdering.

Dengan perasaan was-was Tesla menggeser tombol hijau untuk mengangkat panggilan.

"Ha-"

"Keluar sekarang!!"

Tesla memejamkan matanya, sambil menjauhkan ponselnya dari telinganya.

"Tesla Terakota!! keluar sekarang, gue tunggu dibawah!!"

Tut...tut..

Telepon terputus, Tesla menghembuskan napas panjang sebelum menemui Gamma yang baginya cocok seperti hama, Tesla lebih dulu berdoa agar pemuda itu tidak marah dan membentak nya.

Gamma bersandar di motor besarnya, tangannya menyentuh tembakau dan menghisapnya dengan lambat, udara malam dan kecepatan laju motornya yang membuat tubuhnya sedikit merasa dingin, dan tembakau adalah cara ampuh untuk mengusir hawa dingin di jalan tadi.

Tesla keluar rumah dengan cara mengendap-endap, kelurganya sedang bersantai di kamar, jadi dirinya merasa sedikit aman.

Gamma menatap penampilan gadis yang berjalan menuju arahnya, piyama tidur lengan panjang dengan motif kodok dan warna mencolok, kacamata yang selalu bertengger di atas hidung kecil itu, Gamma tertawa kecil tapi Tesla tidak menyadari hal itu.

Saat gadis itu sudah dekat, Gamma melempar putung tembakau yang hanya berkurang sedikit.

"K-kenapa kamu tahu rumahku." Tesla melontarkan pertanyaan yang membuat Gamma berdecak kesal.

"Bukannya kamu sedang ngedate dengan Kartika, lalu kenapa kamu disini." Kali ini nada suara Tesla terdengar seperti kesal. Gamma bisa menangkap nada suara Tesla dengan baik.

Sudut bibir Gamma terangkat sebelah, entah apa yang sedang bersarang di hatinya, rasanya aneh dan asing.

"Bukan urusan loe." Jawab Gamma seperti biasa, datar dan dingin.

Tesla mencebikkan bibirnya. "Ya udah sana pulang." Usirnya dengan berani.

"Ck, gue belum makan." Ucap Gamma ketus.

Tesla menyipitkan matanya. "Terus apa urusannya sama aku, kamu orang kaya ngak mungkinkan kamu ngak dikasih makan." Omel Tesla dengan kedua tangan terlipat didada.

Sudah seperti ibu kos yang memarahi penghuni kos tidak bayar.

"Banyak omong." Gamma langsung menarik Tesla untuk menaiki motornya, pemuda itu naik lebih dulu sebelum memaksa Tesla untuk ikut bersamanya.

Meskipun dengan paksaan, tapi sikap manis Gamma sebelumnya membuat Tesla merasa bahagia.

Gamma memakaikan jaketnya meskipun dengan wajah datar, dan kini diatas motor, tangannya ditarik oleh Gamma untuk memeluk perutnya. Sungguh Tesla tidak mengira di balik wajah galak dan jahat itu ada kemanisan yang membuat dirinya diabetes.

1
Nining Chili
👍👍👍
Fina Fitriani
seruu... next
Gintania nia
bagus, seperti karya2 lainnya
16/06/1977
Luar biasa
peni
👍👍👍👍👍
yetiku86
bagus bgt ceritanya Thor 👍👍👍👍 tp kenapa dah selesai 😭😭😭
yetiku86
eh busyet.....tak kira namanya asli Tesla Terakota Thor 😅, jadi kukira kenapa ngga Tesla tisyu aja 🤭✌️
Winarsih Winarsih
ada boncap ga ya,lah kenapa kalau ceritanya seru gak berasa bgt bacanya ya
Winarsih Winarsih
suka banget sama gamaste
Khayla Salwa
Luar biasa
Rumini Parto Sentono
oh ternyata Gilang tak kirain Gevan...
Rumini Parto Sentono
wah bahaya nii Gevan tau Gamma berhubungan dengan Tesla...
Rumini Parto Sentono
pasti anak buah Gamma tuh yg kirim foto Tesla....
Rumini Parto Sentono
lah Gevan musuh nya Gamma, bahaya nihhh kalau Gamma tau bisa duel lagi.....
Qaisaa Nazarudin
Waaahh udah I ND aja ya thor, Singkat padat dan jelas, Alurnya juga gak berat2 amat deh, aku suka walaupun baca lompat2 heehee..👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️🌺🌺🌺🌺🌺🌺🥰🥰🥰
Qaisaa Nazarudin
Wiihh si Boss gak sabaran ya 😂😂😜
Qaisaa Nazarudin
Kalo gitu mending nikahkan aja mereka, Udah tinggal satu rumah juga tuh..
Qaisaa Nazarudin
Hurmm Sagara anaknya Bagaskara..
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah 🤲🏻🤲🏻 Sekarang baru Rudy tau,Selalu membandingkan Gamma dan Sagara,Noh lihat sekarang..
Qaisaa Nazarudin
Yeezzz👏🏻👏🏻💪🏻💪🏻💪🏻 Mampos loe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!