Setelah diet ketat yang dilakukan oleh Crystal akhirnya gadis itu mempunyai badan ideal bak Lisa Blackpink idolanya.
Crystal ingin meninggalkan masa lalu atas pembully an yang dialaminya di sekolah lamanya.
Nona muda itu pindah sekolah di Sky High School yang ternyata di sekolah itu, Crystal bisa mewujudkan cita-citanya yaitu mempunyai dua pacar sekaligus.
Bagaimana cerita Crystal dengan dua pacarnya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MATB BAB 6 - Belajar Adil
"Dia lagi," gerutu Dexter dalam hatinya.
Dexter ingin mengabaikan Crystal tapi dia merasa tidak suka dengan gaun terbuka yang dipakai gadis itu apalagi teman-temannya terus memperhatikan.
"Jangan terus melihatnya," ucap Dexter pada teman-teman geng motornya.
"Apa kau mengenalnya, Dex?" tanya salah satunya.
Bukannya menjawab , Dexter justru berdiri dari tempat duduknya dan mendekati Crystal.
"Sebenarnya kau kabur dari pesta atau apa," ketus Dexter kemudian.
Pemuda itu membuka jaketnya lalu melemparkan pada Crystal. "Pakai itu!"
"Wah..." Crystal meraih jaket dari Dexter itu. "Ternyata kau sangat perhatian, Kapten!"
Dexter kembali acuh lagi, pemuda itu kembali pada teman-temannya untuk memesan minuman dan makanan.
Tidak apa-apa, perhatian kecil dari Dexter lebih dari cukup.
Karena takut Sera mencarinya, Crystal segera pergi setelah minumannya jadi. Gadis itu keluar dari kafe dengan mengenakan jaket Dexter.
"Kenapa lama dan apa yang kau pakai itu?" tegur Sera ketika melihat Crystal yang sudah kembali ke butik.
"Pokoknya jaket ini jangan sampai dicuci ya, Mom. Biar aroma kapten tidak hilang," ucap Crystal.
"Kapten siapa?" tanya Sera.
"Itu kapten basket di sekolah baruku, aku tadi bertemu dan dengan perhatiannya dia memberikan jaketnya ini, so sweet kan, Mom?" Crystal memutar-mutar badannya karena kesenangan.
Sera sampai geleng kepala dibuatnya, sepertinya dia harus berbicara pada Saka mengenai kelakuan Crystal. Pasti ini karena efek bully membuatnya gadis itu ingin diperhatikan lebih.
Di depan Saka dan Sera mungkin Crystal terlihat baik-baik saja tapi mereka tidak tahu bagaimana gadis itu di belakang mereka.
"Lepas gaunnya supaya cepat diperbaiki, kan sudah mommy bilang dadanya sedikit terbuka," ucap Sera kemudian.
"Ya ampun, aku lupa. Pasti kapten tadi tidak mau bagian terbuka ini dilihat orang lain," Crystal jadi berasumsi sendiri.
Crystal jadi semakin menyukai Dexter, hari pertama di sekolah barunya berjalan dengan sempurna.
Biasanya Crystal tidak bersemangat ke sekolah sebelum pindah karena masih berhadapan dengan mantan teman-temannya yang toxic.
Tapi, sekarang dia tidak sabar menunggu pagi tiba supaya cepat sekolah.
"Bibi An, besok pagi buatkan sandwich lalu bagi menjadi dua kotak," pinta Crystal.
"Sandwich?" tanya Bibi An karena tidak biasanya Crystal meminta makanan berkarbohidrat.
"Itu bukan untukku tapi untuk calon pacarku," jawab Crystal tanpa beban.
"Dua?" tanya Bibi An lagi.
"Iya karena calonnya memang ada dua," jawab Crystal.
Tidak mau bertanya lagi, Bibi An segera membuat sandwich sesuai permintaan nona mudanya. Saat sudah jadi, Crystal buru-buru berangkat sekolah tanpa sarapan pagi.
Gadis remaja itu, menunggu Dexter di parkiran dengan membawa satu kotak sandwichnya. Tapi, hampir jam pelajaran dimulai, Dexter tak kunjung muncul.
Crystal tidak tahu kalau Dexter memang sering datang terlambat tapi pemuda itu tidak pernah mendapat hukuman atau harus mengurus surat izin seperti yang lainnya.
"Hampir satu jam aku menunggu, apa kapten tidak masuk sekolah," gerutu Crystal karena takut telat lagi.
Akhirnya Crystal menyerah dan ingin masuk ke kelasnya tapi bersamaan dengan itu, terdengar suara motor yang tak lain adalah motor Dexter.
"Ah, itu dia," Crystal buru-buru berlari mendekati pemuda itu.
"Kapten..." panggilnya.
Dexter mengerutkan kening karena Crystal yang lari ke arahnya.
"Aku membawakan sandwich, tolong dimakan," ucap Crystal buru-buru memberikan kotak sandwichnya.
Setelah berada di tangan Dexter, Crystal berlari lagi masuk ke dalam sekolah.
Sebelum masuk ke kelasnya, Crystal menyempatkan diri menemui Raven dan memberi kotak sandwich lainnya.
"Ketua, aku datang untuk memberikan ini. Aku harus cepat masuk ke kelas," ucap Crystal ketika menemui pemuda itu.
Raven jadi bingung sendiri karena mendapat kotak sandwich itu. "Kenapa kau memberiku ini?"
"Akan aku jawab saat jam istirahat nanti," jawab Crystal seraya berlalu pergi.
Gadis itu sudah terbiasa berlari karena program dietnya. Beruntung guru mata pelajaran belum sampai di kelasnya.
"Huft, ternyata belajar adil susah, ya," keluh Crystal. Setelah ini dia harus membuat jadwal supaya tidak keteteran.
penasaran banget sama ending ceritanya..
tapi apa boleh buat..
semoga suatu saat kak dhevis masih mau ngelanjutin cerita2 yg hiatus walopun tanpa kompensasi apapun..
stay healthy and keep fighting.. 😘😍🥰🤩