Di cintai dengan tulus oleh pasangan merupakan impian bagi seseorang yang menjalin hubungan.
Mengisahkan perjuangan cinta anak sekolah antara Nasya dan Aditya. Aditya beberapa kali menyatakan perasaannya, namun di buat menunggu oleh keputusan Nasya untuk tidak menjalin hubungan dekat sampai mereka lulus SMA. Walau begitu, Aditya setia menunggu jawaban Nasya setelah nantinya lulus SMA.
Mereka berdua menjalin persahabatan sejak pertama kali mereka bertemu. Selama bersekolah mereka sangat bahagia dan nyaman satu sama lain sebelum datang wanita yang mengaku kekasih Aditya yang selalu berusaha untuk memisahkan mereka berdua.
Bagaimana kisahnya? Apakah hubungan mereka berjalan dengan mulus atau tidak?
Selamat Membaca 💫
Dukung karya ini dengan ➡️ Like, Subscribe, vote, dan komentar terbaikmu. Terima kasih.
Salam hangat dari Author💫
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vincar:), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 6 Penasaran
Hari sudah mulai malam, seperti biasa Nasya merapikan buku-buku yang akan di bawanya ke sekolah besok. Sebelum tidur Nasya sempat menonton drakor kesukaannya. Setelah itu, Nasya berdoa dan langsung tertidur di kamarnya yang sudah gelap.
.
.
.
Pagi hari.
Matahari mulai menampakkan cahaya, sinar dari matahari mulai memasuki ruang kamar Nasya. Saatnya Nasya mulai melakukan aktivitas sekolahnya seperti biasa. Dia bersiap-siap dan sarapan bersama keluarganya. Hari ini Nasya mempersiapkan bekalnya yang akan ia bawa ke sekolah.
Sesampainya di sekolah, terlihat Agnes di depan gerbang sekolah. Agnes pun memanggil Nasya untuk segera menghampirinya.
"Hai Cya, sini ..." sahut Agnes.
Lalu Nasya segera menghampiri Agnes."Hai, Nes."
Setibanya di kelas, Nasya melihat Aditya yang sudah sampai duluan dan duduk di bangku nya. Dia hendak menyapanya, namun Aditya kelihatan sibuk menulis sambil membolak-balik halaman buku.
Nasya dan Agnes pun langsung menuju tempat duduk mereka. Dari kejauhan Nasya melihat seorang gadis cantik yang memanggil Aditya di depan pintu. Lalu Aditya pun merespon panggilan dari gadis tersebut dan menghampirinya.
"Tet ..." bel berbunyi pertanda semua murid untuk berbaris di lapangan. Para siswa pun keluar kelas untuk berbaris.
Setelah selesai guru menyampaikan arahan, semua siswa kembali ke kelas masing-masing. Para guru-guru pun masuk ke dalam ke kelas untuk mengajar.
Tiga jam pelajaran sudah berlalu, bel istirahat pun berbunyi.
"Cya, ke kantin yuk," ucap Agnes yang mengajak Nasya.
"Enggak dulu Nes, aku sudah bawa sarapan dari rumah. Kebetulan saya tidak enak badan hari ini," ungkap Nasya sambil mengambil bekalnya di dalam tasnya.
"Baiklah, saya ke kantin dulu ya ..." ucap Agnes dengan senyuman.
Tanpa pikir panjang, Nasya pun mengambil bekal makanan dalam tasnya, dan segera melahap makanannya. Saat Nasya mengunyah makannya, tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya dari arah belakang.
"Hei ... kelihatan serius banget makannya," cetus suara pria di belakangnya.
Lalu Nasya menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang memanggilnya. "Eh Rafael, bikin kaget aja."
"Bawa bekal apa, Cya?" tanya Rafael pada Nasya.
"Makanan yang bisa di makan," jawab Nasya sembari memberi senyuman paksaan.
Nasya ingin mau bertanya pada Rafael tentang Aditya dan gadis tersebut. Tetapi dari jauh Nasya melihat Agnes yang hampir sampai di depan kelas. Nasya pun mengurungkan niat untuk bertanya pada Rafael tentang Aditya dan gadis tersebut.
"Hey ... ngapain kamu bersama sahabat saya," ucap Agnes pada Rafael.
"Apaan sih Nes, cuma mau duduk sebentar doang," sahut Rafael.
"Nes, walaupun begitu Rafael ini cucu kesayangan neneknya loh!" sahut Nasya yang mengingat kejadian kemarin.
"Cucu kesayangan?" tanya Agnes yang sedikit tertawa.
"Iya Nes, saat saya menghubungi Rafael di ponsel neneknya, di situ bertuliskan cucu kesayangan." Agnes dan Nasya pun tertawa terbahak-bahak.
"Ngomong-ngomong cepat amat makannya, tuh piring sama sendoknya di telan juga," ledek Rafael.
"Ih ... apaan sih, aku bukan anaconda yang melahap semuanya yah," ketus Agnes membalas ledekan Rafael.
"Sana, saya mau duduk" ucap Agnes sambil mengibaskan tangannya ke arah Rafael. Rafael pun meninggalkan meja Nasya dan Agnes.
.
.
.
"Ting Ting Ting ...." Suara bel pun berbunyi pertanda jam istirahat sudah berakhir. Semua siswa pun kembali ke kelas dan duduk di bangku masing-masing.
Waktunya pelajaran bahasa Indonesia pun di mulai. Tidak beberapa lama kemudian, bu Nur pun masuk ke kelas dan menuju tempat duduknya.
"Selamat Siang anak-anak," ucap Bu Nur.
"Siang Bu," sahut seluruh yang ada di dalam kelas.
"Anak-anak, silahkan buka bukunya halaman 5 tentang percakapan. Kalian hapalkan dan Ibu tunjuk dua orang maju ke depan nantinya," perintah Bu Nur.
Semua siswa pun langsung membuka bukunya dan menghafalkan percakapan dalam dialog tersebut.
****
15 menit kemudian.
"Baik anak, Ibu akan panggil dua orang untuk maju ke depan dan mempraktekkan percakapan yang telah kalian hafalkan," kata Bu Nur sambil melihat nama-nama siswa dalam absen.
Semua siswa pun tertunduk dan berharap agar namanya tidak di sebut.
"Aditya, silahkan maju ke depan," perintah Bu Nur dari tempat duduknya.
"Nasya, siapa Nasya?" tanya Bu Nur.
"Sa-saya Bu," jawab Nasya yang agak gugup.
"Nasya, silahkan maju ke depan bersama Aditya," perintah Bu Nur.
"Astaga, kenapa harus saya sih," ujar Nasya di dalam hati.
Aditya dan Nasya pun maju ke depan, dan memulai percakapan.
Aditya memulai terlebih dahulu percakapan, karena percakapan utama adalah tokoh laki-laki.
"Hai teman, bagaimana kabarmu," ucap Aditya memulai percakapan.
"Hai juga teman. Kabar saya baik," sahut Nasya yang terlihat gugup.
Di sela-sela percakapan, tiba - tiba Nasya lupa akan kalimat dari percakapan tersebut. Aditya pun membantu Nasya dengan suara kecil agar Nasya mengingat kembali percakapan tersebut.
.
.
.
"Tet tet tet." Bel pun berbunyi menandakan waktunya pulang sekolah.
"Huft ... akhirnya pulang." Lega Nasya seraya menghela nafas.
"Baik anak-anak, karna waktunya pulang besok kita lanjutkan, dan jangan lupa untuk menghafal percakapannya," perintah Bu Nur sambil memasukkan bukunya dalam tas.
Aditya dan Nasya pun kembali ke tempat duduk mereka.
"Kamu keren Cya," ucap Agnes yang menyemangati Nasya.
"Keren dari mana Nes, di sela percakapan saya lupa beberapa kalimat," kesal Nasya.
Lalu Nasya dan Agnes pun pulang bersama dan tiba di depan gerbang sekolah. Agnes pergi lebih duluan, sedangkan Nasya menunggu orang yang menjemputnya. Tiba-tiba telepon Nasya berbunyi. Ternyata Ibunya Nasya memanggil.
"Halo Bu," sahut Nasya yang sudah terhubung dengan Ibunya.
"Sayang, kamu naik ojek yah pulangnya, soalnya mobil di pakai ayahmu," ucap Ibunya Nasya.
"Iya Bu, gak apa-apa," jawab Nasya yang mengakhiri telpon.
****
"Cya ..." panggil seseorang dari arah belakang Nasya.
Terdengar sepertinya suara tersebut adalah suara Aditya. Lalu Nasya pun menoleh ke belakang.
"Kamu kok masih belum pulang?" tanya Aditya.
"Oh, saya lagi nunggu ojek," celutuk Nasya dengan senyuman.
"Nasya, bareng yuk," ajak Aditya.
"Hah ..." kejut Nasya.
Nasya pun mengiyakan ajakan Aditya. Aditya pun mengambil motornya dan mengajak Nasya untuk naik.
"Cya, yuk naik," ucap Aditya.
"Ba-baik," jawab Nasya terbata-bata.
Sepanjang perjalanan pulang, mereka berdua tidak berbicara satu kata pun.
"Nasya ... tanya siapa gadis yang memanggil Aditya tadi" desakan suara hati Nasya.
Sikap nya Aditya memang berbeda dengan Rafael. Rafael asik di ajak berbicara sedangkan Aditya hanya terdiam dan tidak mengeluarkan satu kata pun. Yah, walaupun candaan Rafael tidak nyambung.
Niat Nasya berbicara pun di urungkan.
"Ah, sudahlah gak usah di pikiran" ucap Nasya dalam hati.
Setibanya mereka di depan rumah Nasya, lalu Nasya turun dan mengucapkan terima kasih pada Aditya buat tumpangannya.
.
.
.
Rumah Nasya
"Halo Bu, Nasya sudah pulang," ucap Nasya yang memberikan salam.
Terlihat Adiknya Michael sedang bermain mobil-mobilan di ruang tamu.
"Hai Non," sahut Bi Yusni pada Nasya.
Bi Yusni menawarkan pada Nasya untuk segera makan siang. Nasya pun masuk ke kamar nya dan mengganti bajunya dan segera untuk makan siang.
Bersambung.
Habis di baca, jangan lupa like, komen, dan Vote. Jika ada kata-kata yang kurang berkenan bisa chat Author yah.
Semoga harimu menyenangkan💫
Aku masih pegang Adit Nasya nih. Tapi kalau Arman lebih gentle keknya bisa kali 😏😏😏
Coba Rafa jadi alim dikit
Berasa nyewa di sini