[COMPLETED]
Namaku Ferdi Alvaro aku adalah seorang guru Fisika di SMK Negeri 76 Cirebon. Awal nya hidup ku baik-baik saja, sampai akhirnya aku bertemu dengan Syarla Evita dia adalah muridku. Entah kebetulan atau apa keluarga ku dan keluarga nya bertemu dalam sebuah pertemuan bisnis.
Karena sebuah kesialan yang akhirnya membuat aku dan Syarla terjebak dalam situasi yang sulit di artikan dan membuat keluarga kami salah paham. Aku di tuduh memperkosa Syarla, oleh sebab itu aku di paksa menikahi syarla.
Sebuah pernikahan rahasia tanpa Cinta membuat hidup ku menjadi sangat rumit. Andai saat itu mereka mau mendengarkan perkataan ku, bahwa aku tak sedikit pun menyentuh syarla. Namun nasi sudah menjadi bubur untuk apa aku meratapi nasib ini.
Entah bagaimana kelanjutan hubungan rumah tangga kami, karena aku sampai saat ini belum mengerti arti Cinta sesungguhnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momo_chan76, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6. BALI
Syarla dan dino nampak sangat akrab mereka bahkan berbicara mengenai banyak hal, bersama dino syarla terlihat bisa tertawa lepas. Ferdi duduk disebelah mereka dan terus memperhatikan kedekatan syarla juga dino, entah kenapa rasa kesal melihat syarla dan dino dekat terpampang jelas di wajah ferdi.
Hari sudah mulai larut, suasana dalam bus begitu dingin. Syarla nampak sangat kedinginan karena mengenakan rok pendek yang bahkan tak menutupi lututnya itu, sedangkan dino nampak sudah lelap dalam tidurnya. Ferdi tak bisa diam saja melihat istri kecilnya itu kedinginan, ferdi langsung mengambil selimut dari dalam kopernya. Lalu ferdi berdiri menghampiri syarla.
"Ini selimut pakailah.. " ucap ferdi sambil memberikan selimut tersebut, syarla menatap ferdi sejenak lalu mengambil selimut itu.
"Terimakasih.. " ucap syarla saat ferdi berbalik hendak menuju tempat duduknya.
Ferdi hanya diam lalu duduk kembali, syarla akhirnya bisa memejamkan matanya karena rasa dingin dalam bus sudah tak terasa berkat selimut yang diberikan oleh ferdi.
'Aku heran dengan nya, kadang ia bersikap manis lalu tiba-tiba berubah dingin.. ' batin syarla berbicara lalu dirasa ia sudah tak kuasa menahan kantuk nya..
•••
"Syarla bangun kita sudah sampai.. " ucap dino sambil mengguncang pelan pundak syarla.
'Eunghhh' syarla melenguh pelan dan sedikit demi sedikit membuka kelopak matanya.
"Aku keluar duluan ya la.. " ucap dino.
Syarla hanya membalas dengan anggukan dan juga senyum kecilnya, karena dirasa ia masih mengantuk dan belum berniat keluar dari bus. Dengan enggan ia mencoba berdiri namun naas kakinya tak kuasa menumpu dan hampir saja ia terjatuh jika tidak ada tangan kekar yang menangkap tubuh kecilnya. Mata syarla membelalak menatap kedua bola mata berwarna hitam kelam milik ferdi.
"A-ano te-terimakasih.. " lirih syarla sambil memposisikan tubuhnya untuk berdiri tegak.
Ferdi melirik kearah rok yang di kenakan oleh syarla.. "Apa aku tak pernah memperingatkan mu tentang rok pendek yang kau pakai.. " ucap ferdi.
Syarla menunduk.. "Maafkan aku, aku lupa dan hanya membawa rok pendek.. " ucap syarla dengan nada menyesal.
Mendengar perkataan itu ferdi langsung keluar dari bus tanpa mengucapkan apa-apa lagi..
"Syarla cepat keluar... " panggil kedua temannya yabg sudah berada di luar bus,
Syarla lalu melangkah keluar.
"Ayo kita pergi ke hotel, semua anak sudah berada disana.. " ucap yolla lalu menggandeng tangan syarla.
Mereka bertiga berjalan beriringan menuju hotel dengan wajah sumringah, sesampainya di hotel syarla terlihat duduk di dekat jendela hotel yang menampakkan keindahan pulau dewata Bali.. Syarla membuka koper miliknya dan memilih pakaian yang akan ia kenakan,, 'Semua nya rok pendek,, ferdi pasti akan memarahiku lagi.. '
Semua anak terlihat sudah rapih dan siap untuk berjalan-jalan berbeda dengan syarla yang masih duduk di depan kopernya..
"Syarla ada apa?" tanya adel pada syarla.
"Ah,, tidak apa-apa aku hanya tidak enak badan.. "
"Benarkah? Kalau begitu kau istirahat saja, biar aku dan yolla mencarikan obet untuk mu.. " ucap adel dengan wajah cemas.
"Ti-tidak usah, aku hanya butuh istirahat sebentar.. " jawab syarla sambil tersenyum kecut..
•••
Dilain tempat terlihat ferdi yang sedang gusar di depan sebuah toko..
Dengan percaya diri ferdi berjalan masuk kedalam toko itu, entah kenapa semua pengunjung toko tersebut menjadikan ferdi sebagai pusat perhatian..
"Tuan mau cari apa?" tanya seorang pelayan pada ferdi.
Ferdi terlihat kepayahan untuk mengucapkan apa yang akan ia beli.. "Se-sebenarnya saya mau membeli dress panjang bermotif.. "
Setelah mengucapkan apa yang ia beli sontak semua pembeli di toko itu saling berbisik dan menahan tawa mereka. Hal tersebut tentu membuat ferdi semakin malu..
"Kalau mau cari dress sebelah sini,, silahkan pilih.. "
Ferdi langsung memilih satu persatu dress yang menurut nya cocok di pakai oleh syarla, walau wajah ferdi sudah berubah menjadi merah karena menahan malu tapi tak mengapa ini semua demi istri kecilnya itu pikir ferdi. Setelah memilih beberapa pasang dress langsung saja ia buru-buru membayar dan keluar dari toko itu..
'Aishhh memalukan sekali,, ' gerutu ferdi di dalam hati, ia langsung saja melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju hotel.
Saat keluar dari mobil ferdi melihat yolla dan adel berjalan berdua tanpa syarla, tentu hal itu membuat ferdi bertanya-tanya..
"Yolla, Adel... " panggil ferdi lalu kedua anak tersebut menoleh kearah ferdi.
"Pak ferdi.. Ada apa ya?" tanya adel
"Kalian hanya berdua? Syarla mana?.. "
Yolla dan adel saling melirik.. "Ahh, syarla sedang tidak enak badan pak.. " tutur Yolla.
Wajah ferdi tiba-tiba berubah cemas mendengar perkataan dari yolla.. "Benarkah! Kalau begitu kalian jangan main terlalu jauh ya, saya akan kedalam sebentar.. " ucap ferdi lalu melesat masuk kedalam hotel.
Dengan langkah cepat ferdi menuju kamar syarla, sesampainya dikamar syarla ferdi terlihat berdiri mematung seolah tak berani mengetuk pintu..
Ferdi mencoba untuk mengatur nafasnya dan mengangkat tangan kanannya di depan pintu..
*Tok tok tok*
"Tunggu sebentar ___" teriak syarla didalam kamar.
*Celkek*
"Ada perlu ap____
Ucapan syarla terhenti tiba-tiba setelah melihat sosok ferdi yabg berdiri di depan pintu kamar hotelnya..
"Pak ferdi... " lirih syarla sambil membawa embel-embel Bapak padahal biasanya ia akan menyebut nama ferdi saja..
"Kata yolla dan adel kamu sakit?" tanya ferdi.
"Ini sebenarnya ___
Se-sebenarnya__ baju ku... " ucap syarla terbata-bata dan tak bisa menyelesaikan perkataan nya.
Ferdi seolah mengerti dengan apa yang akan di ucapkan oleh syarla, karena ia tau bahwa syarla pasti tak membawa pakaian panjang dan hanya membawa rok mini saja..
"Ini, pakailah! Aku tunggu di pantai.. " ucap ferdi sambil menyodorkan plastik yang berisi dress yang ia beli..
"Eh___ apa ini?" tanya syarla setelah mengambil plastik tersebut.
"Sudah cepat pakai sana.. Aku pergi ya.. "
Ferdi langsung meninggalkan syarla yang nampak kebingungan atas apa yang ferdi berikan..
Syarla membuka kantong plastik itu, dan ia sangat tidak percaya melihat isi di dalamnya..
"Dress___" ucap syarla tak percaya, namun ia tersenyum sendiri setelah nya. Karena kalau di pikir-pikir secara seksama mungkin sangat menggelikan melihat lelaki setampan ferdi membeli dress wanita ke toko.
"Hihihi.. Dia manis sekali.. " ucap syarla sambil cekikikan..
Dengan cepat syarla berjalan kedalam kamar mandi, dan membersihkan dirinya lalu mengganti pakaian nya dengan pakaian yang di belikan oleh ferdi..
Semilir angin dari bibir pantai membuat semua anak murid ferdi terlihat kegirangan, ferdi nampak senang melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah murid-murid nya itu..
"Syarla ayo kesini!!" jerit yolla membuat mata ferdi langsung menoleh kearah syarla..
Syarla nampak cantik dengan dress Bali yang ferdi berikan, bahkan mata ferdi tak henti-hentinya melihat syarla..
"Kamu cantik sekali,, aku snagat iri melihatnya.. " puji yolla pada syarla.
"Iya nih baju nya cocok banget dipake sama kamu.. Beli diman?"
Syarla tersenyum kearah dua temannya.. "Kalian bisa saja.. "
"Pak ferdi.. " panggil yolla pada ferdi membuat lamunan ferdi buyar.
"Eh___ ada apa?"
"Lihat syarla pak, cantik bukan?" tanya yolla, entah kenapa pertanyaan dari yolla membuat ferdi dan syarla berseri-seri.
"Cantik... " jawab ferdi sambil menatap kearah syarla.
Syarla tersenyum kepada ferdi.. "Terimakasih.. "
Tiba-tiba saja nampak dino berjalan kearah syarla, dan menarik tangan syarla.. Ferdi nampak tak suka dengan apa yang dilakukan oleh dino pada syarla.
"Eh___" pekik syarla kaget.
"Dino kamu mau bawa syarla kemana!! Berhenti.. " jerit yolla dan adel.
Sedangkan dino seolah tak memperdulikan jeritan mereka dan terus membawa lari syarla..
"Berhenti!!"
Syarla melepaskan tangan dino..
"Hehe maaf... " jawab dino cengengesan.
"Sebenarnya kamu kenapa?.." tanya syarla keheranan.
"Aku ingin memberikan ini untuk mu.. " ucap dino sambil memberikan sebuah kalung etnik modern bermata biru.
"Eh___ apa ini?
"Tadi aku tak sengaja melihat orang menjual kalung khas sini, dan ini sangat cantik jika kau pakai.. " ucap dino sambil tersenyum.
Syarla sedikit tak nyaman atas kebaikan dino, tapi ia tak mungkin menolak pemberian dari dino.. Dengan ragu syarla mengambil kalung itu.. Syarla tersenyum pada dino.. "Ah terimkasih dino ini sangat Bagus.. " ucap syarla.
"Sama-sama,,kau terlihat sangat cantik.. Bahkan aku tak mengira bahwa kau akan secantik ini.. " puji dino membuat syarla jadi salah tingkah.
Namun baru beberapa detik mereka berbicara tiba-tiba datang ferdi..
"Dino, syarla.. Cepat kemabli ke hotel kita akan makan siang bersama.. " ucap ferdi dengan wajah datar, dan matanya kini terfokus pada kalung yang sedang di pegang oleh syarla. Sontak syarla langsung buru-buru menyembunyikan kalung itu..
"Iyah pak.. " jawab dino lalu melangkah mengikuti ferdi yabg sudah berjalan duluan di depan dino dan syarla.
"Syarla, apa kau suka cokelat?" tanya dino pada syarla.
"Suka.. " jawab syarla singkat.
Mungkin mereka berdua tidak sadar bahwa ferdi terus menguping pembicaraan mereka.. 'Kenapa aku ini, mana mungkin aku cemburu pada bocah ingusan.. Sungguh memalukan.. ' batin ferdi memaki dirinya sendiri.
Bersambung..