NovelToon NovelToon
Pembantu Pribadi Tuan Muda

Pembantu Pribadi Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:58.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: tml_8TR

Nayla Putri, anak sederhana yang tinggal didesa. Karena kebutuhan ekonomi yang meningkat, Nayla memutuskan untuk ikut dengan tetangga kenalan keluarganya.

Bi Sih merupakan teman sang Ibu yang kini bekerja sebagai pembantu rumah tangga dikeluarga Margatha. Kedatangan Bi Sih memberikan penawaran kepada Nayla untuk bekerja bersamanya. Menjadi pelayan seorang Tuan Muda yang merupakan anak tunggal keluarga Margatha.

Nayla yang perlu uang menyetujui pekerjaan itu. Hingga ia tiba di rumah besar yang begitu megah.

Kehidupannya semakin berbeda setelah ia melayani Tuan Muda yang ramah bahkan sangat perhatian. menghadirkan cinta kepada dirinya.

Kehadiran cinta itulah yang menjadi tantangan Nayla, karena ia harus menghadapi Ibu dari Tuannya yang menolak mentah hubungan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tml_8TR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 : Makan Malam

Dari siang hingga petang tiba. Nayla belajar banyak hal dari Kia. Dia akhirnya bisa beristirahat setelah jam menunjukkan pukul 6 sore.

"Huh, aku tidak tahu kalau seperti ini jadinya." Guman Nayla.

Berberes, menyajikan satu hidangan untuk makan siang, dan melakukan hal yang sudah sering dia lakukan. Nayka merasa hari pertamanya begitu lama berlalu.

"Kakak Kia bilang, biasanya tuan muda pulang di jam 7 malam. Jadi, aku memiliki banyak waktu bersiap." Benak Nayla.

Dia sudah mandi dan bersiap dengan seragamnya. Karena tidak ada hal yang di lakukan seorang diri, Nayla memutuskan untuk keluar kamar dan melihat, apakah ada hal yang belum di kerjakan.

Nayla melangkah ke ruang tengah, disana sudah ada Kia yang tengah berbicara dengan seseorang. Melihat kesibukkan Kia, Nayla memilih untuk mengecek dapur.

"Hidangan makan siang masih hangat, kira-kira di apakan ya?" Guman Nayla, dia melihat sup bening yang terletak di meja makan.

"Nayla, apa kamu sudah makan?" Tanya Kia yang berdiri di belakang Nayla.

Nayla memandang kearah Kia. "Aku sudah makan, jangan mengkhawatirkanku." Jawab Nayla dengan tersenyum.

Kia mengangguk, "Tuan muda akan pulang, saat itu persiapkan yang terbaik ya Nayla."

Tepukkan hangat terasa di bahu Nayla, dia menerima penyemangat dari Kia, kepala pelayan keluarga Margatha.

Nayla merasakan kalau Kia adalah wanita baik yang mendukungnya. Terasa seperti seorang kakak yang mengajarkan banyak hal kepada adiknya. Sayang, kehangatan ini berakhir dengan bell apartment berbunyi.

"Tuan muda sudah kembali, Nayla sambut kedatangannya." Ucap Kia.

Nayla mengangguk dan bergegas mendekati pintu. Sebenarnya, ada hal aneh yang membuat dia bingung. Kenapa harus menyambut kedatangan Tuan Muda? Dia bukan seorang istri yang menunggu kedatangan suaminya.

"Lupakan apa yang kamu pikirkan Nayla." Benak Nayla.

Pintu terbuka dengan perlahan, muncul seorang pria yang tampak lelah. Nayla bergegas mendekat kearahnya.

"Selamat datang tuan muda." Ucap Nayla, disambut tas yang tuan muda berikan.

"Hm." Deheman diberikan sebagai balasan untuk Nayla. Tuan Muda Vinlo melangkah pergi ke kamarnya tanpa mengatakan hal lain.

Nayla menatap tas kerja di tangannya. "Panas sekali, apa dia bekerja sekeras ini?" Benak Nayla.

"Nayla, tuan muda akan langsung membersihkan diri. Kamu harus menyiapkan pakaiannya, lalu menyiapkan makan malam untuknya. Lakukan dengan baik ya." Ucap Kia.

Nayla mengangguk, dia bergegas menuju ke kekamar tuan muda. Menyiapkan apa yang ditugaskan dan menyajikan makan malam

Setelah semua tugasnya selesai, Nayla menatap ke arah tuan muda yang turun dari tangga.

"Malam." Sapa Tuan Muda Vinlo. Nayla dan Kia mengangguk bersama.

Makan malam kali ini sederhana, Nayla memasak tumis kangkung dan ikan bakar dengan sambelnya. Tampak seperti makanan kampung yang sering Nayla buat.

Nayla tampak ragu dengan masakkan yang di buat.seperti pikirannya dulu, Dia tidak tahu selera seseorang. jadi, dia harus banyak memperhatikan Tuan mudanya.

Tuan muda Vinlo menyantap makanan tanpa memberi komentar. Nayla jadi bingung melihat reaksi tuan muda.

"Dia tidak berkomentar?" Benak Nayla. Banyak pertanyaan muncul di pikirannya.

"Terima kasih makan malamnya." Ucap Tuan Muda Vinlo. Dia bangun dan melangkah pergi meninggalkan meja makan.

Nayla semakin tercenga dengan tingkah tuannya, semua di luar dugaan. Selama tadi pagi, Nayla menduga kalau Tuan Muda Vinlo orang yang banyak berkomentar. Tetapi, dugaannya salah, tuan muda tidak berkomentar sama sekali.

"Apa tuan muda kelelahan? Dia bekerja bukan?" Benak Nayla.

Pikirannya yang berjalan membuat pekerjaan terakhir selesai tanpa hambatan. Nayla bengong setelah mencuci piring kotor.

"Apa ada yang ingin kamu tanyakan Nayla?" Tanya Kia yang datang mendekat.

Nayla langsung menatap kearah Kepala Pelayan. "Banyak yang ingin ku tanyakan. Kakak Kia, kenapa tuan muda tidak memberikan komentar. Mak-maksudku, biasanya seseorang akan menilai sesuatu. Tetapi, kenapa dia tidak melakukannya."

Ketidak tenangan Nayla membuat Kia tersenyum. "Kamu gadis yang baik Nayla ...."

Nayla mengerutkan alisnya, mendengar apa yang Kia ucapkan.

"Dengar, ada satu hal yang harus kamu ketahui. Tuan muda anak yang sederhana, karena Ibunya juga seorang wanita dari desa. Jadi wajar jika tuan muda dengan santai memakan masakkanmu." Lanjut Kia.

"Ibunya? Apa maksud Kakak Kia, kalau Tuan muda bukan anak kandung Nyonya Besar?" Tanya Nayla, pikirannya sekarang kembali tenang dan dia dengan mudah menangkap apa yang orang lain katakan.

Kia mengangguk dengan perlahan. "Benar, nyonya besar bukan Ibu kandung tuan muda. Cukup sampai disini Kia menjelaskannya, jadi bekerjalah dengan baik." Ucap Kia.

Nayla akhirnya paham, tidak semua orang berada itu lahir dari kekayaan. Mereka pasti pernah mengalami hal buruk dalam hidup mereka.

Setelah mendapatkan penjelasan seperti itu, Nayla bergegas untuk beristirahat. Tetapi, saat tiba di ruang tengah. Nayla melihat kesibukkan tuan mudanya.

"Dia sudah bekerja seharian, apa dia tidak lelah?" Benak Nayla.

Langkah kakinya mendekat kearah ruang tengah. Dia berdiri tidak jauh dari tempat duduk tuan muda.

"Anda sepertinya sangat sibuk tuan muda, bagaimana kalau di temani sesuatu ... seperti teh dan cemilan?" Usul Nayla secara tiba-tiba.

Vinlo yang sibuk mengetik berkas menatap kearahnya. Kegiatan yang cepat itu berhenti seketika. "Teh dan cemilan? Apa yang bisa ku dapatkan?" Tanya Vinlo.

Nayla senang mendapat respon baik dari tuannya. Dia dengan semangat menjawab. "Tuan muda, Nayla sempat membuat dessert ... apa anda berkenan untuk memakannya?" Tanya Nayla.

Perasaan kagumnya membuat Vinlo tersenyum, dengan pelan kepalanya mengangguk. "Baiklah, bawa apa yang kamu hidangkan untukku."

Nayla dengan perasaan senang melangkah pergi untuk mengambil hidangannya. Kepergiannya membuat Vinlo mengelengkan kepala.

Tidak perlu menunggu lama, Nayla membawa teh hangat bersama dessert buatannya. Semua itu di letakkan pada meja dekat dengan Vinlo.

"Ini tuan muda, selama menikmati." Ucap Nayla.

Vinlo mengangguk dan kembali melanjutkan pekerjaannya. Nayla sudah belajar bagaimana seharusnya dia bertindak.

Kia sudah menjelaskan, jika Tuan muda Vinlo bekerja sebaiknya tidak menganggu. Jadi, setelah menghidangkan itu semua, Nayla memutuskan untuk menjauh dan pergi ke arah dapur.

Dia melihat Kia tersenyum ke arahnya. "Ada apa Kakak Kia? Anda tersenyum begitu indah...." Nayla kagum melihat senyum yang Kia tampakkan.

"Sepertinya aku tidak perlu khawatir lagi. Nayla, kamu sudah belajar banyak hal." Ucap Kia dengan menyentuh pundak Nayla.

"Hah?" Dengan bingung Nayla menatap kearah Kia. Dia merasa ada sesuatu di hatinya, rasa kegelisahan.

"Nyonya besar tidak mengijinkanku berlama-lama disini. Melihat perkembanganmu yang begitu cepat, aku memutuskan akan kembali ke kediaman utama malam ini juga." Lanjut Kia.

Nayla terkejut hingga menyentuh pundak kepala pelayan. "Jangan bercanda kakak Kia, aku belum satu hari berada disini. Bisa di bilang, aku belum belajar banyak hal."

Kia mengeleng mendengar ucapannya. "Tidak, kamu sudah belajar dengan baik. Terutama membuat tuan muda bahagia, seperti yang kamu lakukan tadi. Tuan muda tersenyum melihat tingkahmu."

Nayla menjadi bingung mendengar apa yang di katakan Kia. Dia tidak melakukan apa-apa, semua itu kebetulan. Membuat dessert karena Nayla ingin mengunakan alat-alat di dapur, dia hanya belajar mengunakan itu semua.

Sekarang, dia malah membuat semua baik-baik saja. Nayla bingung seperti apa jika dia seorang diri di sini. Dia takut terjadi sesuatu padanya.

"Tenang Nayla, Tuan muda tidak akan menyakitimu. Di dalam hatinya tertanam cinta kepada Ibunya. Jadi, dia tidak akan menyakiti perempuan." Ucap Kia dengan penyemangatnya.

Nayla merasa sedih mendengar apa yang di ucapkan Kia. Dia akhirnya akan bekerja seorang diri di apartment ini.

"Nayla!" Panggil Vinlo.

Nayla menatap Kia yang mengangguk. Dengan berat hati dia melangkah keluar dari ruang dapur.

"Iya Tuan Muda, ada perlu sesuatu?" Tanya Nayla. Dia tiba dengan perasaan sadih. Sedih karena Kia kembali ke kediaman utama.

"Terima kasih, teh dan dessertnya. Ah, aku akan memberi tahumu. Kia akan kembali ke kediaman utama, jadi semangatlah." Ucap Vinlo.

Nayla terteguh, dia terkejut mendengar ucapan tuan muda. "Jadi, memang Kakak Kia tidak bisa berlama-lama disini?" Benak Nayla.

"Jangan bersedih, Kia akan berkunjung ke sini. Saat ada masalah disini, dia juga bertangung jawab akan hal itu. Kamu tidak perlu takut, aku tidak akan melakukan hal aneh kepadamu." Lanjut Vinlo.

Nayla mengangguk, dia tidak oleh bersedih. Bekerja di sini, menjadi pembantu merupakan pilihannya. Jadi, Nayla harus bersiap menghadapi apa yang terjadi.

"Nayla mengerti tuan muda." Ucap Nayla.

1
Surati
bagus
~Ķímhwä~: terima kasih
total 1 replies
Nenieedesu
semangat terus kakak
Nenieedesu: sama sama kak
total 2 replies
Nenieedesu
jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak dinovel aq kak dear Handana
~Ķímhwä~: Baiklah, kim akan mampir⚘
total 1 replies
Nenieedesu
sudah aq like dan favoritkan kak
~Ķímhwä~: Terima kasih⚘
total 1 replies
Sugianto Ae
ceritanya bagus, aq selalu tunggu kelanjutan cerita nya....
~Ķímhwä~: Terima kasih sudah stay di sini
total 1 replies
Indah Kurniawati
kiloliter ol ol eh i ini i8i
@Dior_bna
top
@Dior_bna
menarik
~Ķímhwä~: Terima kasih kak⚘
total 1 replies
Wanda Khumairah
Lanjut Thor
anna dharta
cepetin alur nya kak, jangan kebanyakan ngelamun nayla nya hehehe, bagus kak ceritanya. ikuti juga ceritaku ya kak, JANDA MANDUL , makasiih kakak dan sukses selalu 🌹
Olive 🫒
enak ini, apalagi pake gurame goreng, Nay 😋
~Ķímhwä~: Bikin laper🤭
total 1 replies
Olive 🫒
aku muter, Nay. Tidur rapi, pagi bngun, bantal di bawah, guling kemana, selimut udah, ah sudahlah, semua kacau 🤣
~Ķímhwä~: 🤣🤣Kim pun sama
total 1 replies
Lady_MerMaD
semangat beb
~Ķímhwä~: Terima kasih kak⚘
total 1 replies
Elprida wati tarigan
ceritanya sangat bagus. semangat kak
~Ķímhwä~: Terima kasih
total 1 replies
Merpati_Manis (Hind Hastry)
bagus, rekomend 👍👍
Merpati_Manis (Hind Hastry)
awal yang menarik, semangat, Kak 👍👍
~Ķímhwä~: Siap kak
total 1 replies
Baby_Miracles
ceritanya bagus
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™
karya yang luar biasa, kayaknya bakalan jatuh cinta nih Nayla, semangat kakak
~Ķímhwä~: Terima kasih semangatnya kak⚘
total 1 replies
Baby_Miracles
ceritanya bagus nih, bunga dan iklan meluncur. semangat
~Ķímhwä~: Terima kasih
total 1 replies
darakirana
Duh ikut deg2an

Seperti menghadapi Chef Juna 😅
darakirana: 🤣 🤣 🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!