Menceritakan keluarga sombong yang sangat kaya di kota namun di benci banyak orang.
Ada seorang petani yang pernah datang untuk meminjam uang pada keluarga yang kaya ini untuk berobat anaknya yang sedang sakit parah.
Tak di sangka bukannya pertolongan yang di beri oleh keluarga kaya ini tapi tindasan yang bertubi-tubi pada petani ini.
Karena tersinggung dan tidak terima akan perlakuaan keluarga kaya, petani membantai semua keluarga sombong itu.
Hingga akhirnya rumah itu sangat angker, arwah keluarga yang kaya dan sombong itu penuh dengan kebenciaan dan dendam.
Berpuluh tahun kemudian ada sepasang suami istri yang membeli rumah keluarga sombong itu dengan harga murah, tak di sangka ternyata rumah itu berhantu.
Namun sang istri ternyata bisa berkomunikasi dengan arwah yang penuh dendam itu, Apa yang akan terjadi dengan sepasang suami istri serta keluarganya? Akankah misteri di balik pembantai itu akan terungkap?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alsya suci maesya putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6. Mimpi Buruk
Vivian dan Lio melanjuti perjalanan mereka ke rumah orang tua Lio. Sebelum pulang Lio masih penasaran dengan yang ia lihat.
Aneh sekali, mengapa aku merasa ada yang janggal dari kejadian ini, mulai dari rumah mewah yang aku beli tadi, lalu kejadian di jalan.
Mengapa kejadian ini bisa terjadi terus menerus. Apa sebenarnya yang terjadi?
Ah.. Mungkin aku nya yang terlalu banyak berpikir, yang penting istriku baik-baik saja di kejadian mobil tadi.
Semoga memang hanya aku nya saja yang salah melihatnya.
Lio terus berpikir di sepanjang jalan.
Vivian pun hanya memperhatikan suaminya yang sedang fokus menggunakan mobil.
Setelah beberapa menit kemudian Vivian tertidur.
"Kakak! Kakak! Kakak!" Vivian memanggil suami nya namun tidak ada jawaban.
Ruangan apa itu? Mengapa aku merasa aneh dengan ruangan itu?
Aku harus cek ruangan itu.
Vivian berjalan perlahan menuju ruangan itu sambil memanggil-manggil suaminya.
"Kak! Kakak! Kakak ada di mana?" Vivian berjalan menuju pintu ruangan itu.
Mungkinkah kakak ada di dalam ruangan ini? Ruangan ini sangat kental aura negatif nya. Sebenar nya bekas apa ruangan ini? mengapa sangat kuat sekali aura negatif nya dan ada aroma yang sangat amis.
Bau amis ini seperti bau darah. Apa ada yang meninggal berdarah di dalam ruangan ini?
Aku sangat penasaran dengan ruangan ini. Aku harus melihat sendiri apa yang ada di ruangan ini.
Vivian berhenti di depan pintu ruangan yang aneh itu. Vivian perlahan memegang gagang pintu ruangan aneh. Setelah terpegang gagang pintu lalu Vivian ingin membuka pintu ruangan itu.
Bruukkkk......
Tiba-tiba ada suara benda terjatuh.
"Suara apa itu? Siapa itu? Apa itu kamu kakak?" Vivian terkejut melepaskan gagang pintu ruangan aneh. Lalu berjalan menuju sumber suara.
"Kakak! Apa itu kamu? Kakak! Kak, jawab panggilan ku kak! Kakak!" Vivian terus memanggil suaminya berjalan menuju sumber suara.
Aneh! Tidak ada siapa-siapa pun di sini! Dan juga tidak ada barang apa pun yang terjatuh di sekitar sini.
Apa aku yang salah dengar? Tapi itu benar-benar suara yang keras, hingga mengejutkan aku. Benar-benar suara sesuatu yang terjatuh dengan keras.
Tapi aku tidak menemukan apa pun di sini, sebenarnya itu apa ya?
Vivian berpikir mengenai apa yang sebenarnya terjadi hingga mengeluarkan suara yang sangat keras.
Sudahlah tidak ada apa pun di sini! Dan di sini juga tidak ada Kakak, aku lebih baik melihat ruangan yang tadi belum sempat aku masuki.
Vivian terus memanggil suaminya sambil berjalan menuju ruangan aneh yang belum sempat ia masuki.
"Kakak, kamu di mana kak?" Vivian terus memanggil suami nya sambil berjalan perlahan ke ruangan aneh.
Saat Vivian berjalan menuju ruangan aneh, tiba-tiba pintu ruangan aneh terbuka sendiri lalu ada sosok wanita berjalan dengan cepat menuju ke dalam ruangan aneh itu.
Vivian terkejut menghentikan langkah kakinya.
Apa itu yang lewat cepat sekali masuk ke ruangan aneh itu? Sepertinya itu manusia dan merupakan seorang wanita, tapi mengapa ia masuk ke ruangan aneh itu?
Aduh, aku jadi sangat merinding. Apa aku lanjut masuk ke ruangan aneh itu? Kalo aku tidak masuk ke ruangan aneh itu, aku tidak akan tau apa kakak ada di dalam atau tidak.
Aku harus masuk! Jangan biarkan takut mengalahkan diri ku sendiri. Aku harus masuk ke ruangan itu.
Vivian menguatkan dirinya sendiri agar tidak kalah dengan rasa takutnya. Vivian berjalan perlahan menuju ruangan aneh.
Pintu ruangan aneh itu terbuka sedikit, samar-samar terlihat ada seorang wanita yang berdiri membungkuk memegang pisau di hadapan wanita itu ada seorang pria yang duduk lemas berlumuran darah.
Vivian terkejut melihat samar-samar di ruangan aneh yang pintu nya terbuka sedikit.
Vivian langsung berlari ke arah ruangan aneh itu. Ternyata saat pintu di buka dengan kuat oleh Vivian. Vivian melihat pria yang berlumuran darah itu adalah suaminya.
Vivian mendorong wanita yang memegang pisau tersebut dengan sangat kuat hingga wanita itu terjatuh.
"Siapa kamu? Mengapa kamu ingin menyakiti suamiku?" Bentak Vivian memeluk suaminya.
"Hahahahahahahaha.." Wanita yang memegang pisau itu tertawa penuh dengan kebencian memandang ke bawah.
"Mengapa kamu tertawa? Siapa kamu sebenar nya?" Bentak Vivian memandang kesal wanita yang memegang pisau tersebut.
"Hihihihihihihihihihi..." Tiba-tiba wanita yang memegang pisau itu tertawa sangat seram bagaikan suara kuntilanak.
Tiba-tiba suasana mencekam, Vivian merinding memeluk suami nya yang tubuh nya sangat dingin, sedangkan wanita yang memegang pisau itu masih tertawa seram sesekali menangis merintih kesakitan.
Vivian memeluk erat suami nya dan memandang wanita yang memegang pisau itu dengan aneh.
Wanita yang memegang pisau itu tiba-tiba berhenti tertawa. Suasana semakin mencekam. Wanita itu mengangkat kepalanya.
Vivian sangat terkejut saat melihat wanita itu mengangkat wajahnya. Wajah wanita yang memegang pisau itu sangat rusak mata nya hilang satu.
Vivian dan Lio gemetaran ketakutan. Wanita yang memegang pisau itu berdiri dan berjalan kencang menuju Vivian dan Lio.
Wanita yang memegang pisau itu penuh dengan aura kebencian mengangkat pisaunya dan ingin menusuk Vivian dan Lio.
"Aaahhhhhhhhhhhh!!!!" Vivian teriak dengan sangat keras.
Lio yang sedang mengendarai mobil terkejut dengan teriakan istrinya yang sedang tertidur.
Lio pun segera menepikan mobil nya dan berhenti.
"Vi! Vi, Bangun sayang! Kamu kenapa teriak? Apa kamu mimpi buruk?" Lio membangunkan dengan menggoyang-goyangkan tubuh Vivian.
"Aahhh! Huhuhuhu.." Vivian terbangun dari mimpi buruknya dan langsung memeluk erat suaminya sambil menangis tersedu-sedu.
"Tenanglah sayang! Jangan menangis lagi! Kakak ada di sini untuk kamu Vi" Lio memeluk dan mengelus-elus kepala istri nya mencoba menenangkannya.
"Huhuhuhuhu..." Vivian menangis tersedu-sedu dan semakin erat memeluk suaminya.
"Sudah jangan menangis lagi! Nanti kamu jadi jelek lo, nanti kalo kamu jelek aku pergi cari wanita yang lain lo!" Lio mencoba mencandai Vivian agar mau berhenti menangis.
"Huwaaaaaa.." Vivian malah semakin kencang menangis sambil memukul-mukul tubuh suaminya.
"Aduh, Kakak hanya bercanda Vi, mengapa kamu malah semakin kencang menangis? Tenanglah sayang, kakak hanya sayang kamu saja, tidak ada yang lain lagi di hati Kakak, hanya kamu seorang, jadi tenanglah! Hati Kakak sakit melihat kamu menangis, jadi berhenti lah menangis!" Lio menenangkan istrinya dengan mengelus kepala istrinya dan mencium kening istrinya.
***Bersambung....
Jangan lupa like, rate5, vote dan jadikan favorit ya..
Di tunggu jejak nya..
Terima kasih ♡^_^♡***
vivian jg ga bilang aja ke suaminya klo dia bisa lihat mereka 😔😔