Moona dan Shiren merupakan kakak adik yang saling menjaga dan menyayangi.
Namun entah mengapa Shiren dengan teganya menjebak adiknya yang bernama Moona melakukan hubungan one night stand dengan calon suaminya sendiri di hari menjelang pernikahan antara Shiren dan Ryan tersebut.
Hingga pernikahan pun berganti mempelai yakni Moona lah yang menggantikan sang kakak untuk bersanding di pelaminan bersama dengan Ryan.
Bagaimana kisah ketiga nya selanjutnya?
Yukk ikuti terus setiap episodenya.
Jangan lupa untuk like, komen dan subscribenya yaa🤗
Terimakasih ❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devi chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Moona Kelaparan
Shiren pun tampak melirik Angga dengan senyuman mesumnya tersebut. Namun segera ia melihat ke arah layar yang masih tayang tersebut.
Angga pun menampakkan senyum kemenangan di wajahnya karena telah berhasil menggoda Shiren lagi untuk ia jadikan penyalur has rat nya kembali.
Tak lama pun film tersebut berakhir. Lampu ruang bioskop kembali menyala. Namun Moona pun masih nampak tertidur dengan nyenyak ya di bahu Ryan.
Shiren yang melihat hal tersebut pun segera membangunkan Moona.
"Moon, bangun. Film nya telah selesai di putar," kata Shiren sambil menggoyangkan tubuh Moona.
Moona pun terkejut dan segera bangun dan ikut melangkah menuju pintu keluar mengikuti kakaknya dengan terhuyung-huyung hampir terjatuh jika saja Ryan tidak segera menangkap tubuh Moona.
"Lain kali hati-hati ya Moon," ucap Ryan sambil melepas pegangan nya terhadap Moona.
"Hishh, salah sendiri sudah tau aku capek. Ngapain juga disuruh ikut kalian yang sedang pacaran," gerutu Moona dalam hati.
"Sabar," ucap Angga dengan menepuk pundak Moona.
"Siap pak," jawab Moona secara singkat.
"Kalau sedang di luar jangan panggil saya bapak. Panggil saya kak Angga seperti kamu memanggil calon ipar kamu itu," ucap Angga dengan santainya.
"Baik lah kak," sahut Moona.
Tak berapa lama langkah mereka pun terhenti di area food court di dalam mall tersebut.
"Moon, kamu ingin pesan apa?" tanya Shiren kepada adiknya.
"Aku ingin makan nasi goreng 96 itu aja deh kak, yang pedes ya. Biar aku yang memilih tempat duduk dulu ya kak," ucap Moona yang kemudian di jawab dengan anggukan oleh sang kakak.
Moona pun mencari tempat duduk paling sudut dekat jendela kaca yang mana kemudian Angga pun mendudukkan pantatnya di kursi sebelah Moona tersebut.
"Kakak enggak pesan makan?" tanya Moona.
"Sudah Moon, nitip menu yang sama kayak kamu," ucap Angga.
Kemudian dengan malas pun Moona menghadap ke arah jendela melihat pemandangan jalan yang terlihat dari tempat duduknya tersebut.
Tak berapa lama Shiren dan Ryan pun menghampiri mereka berdua dan duduk saling berhadapan.
"Makanan nya belum datang ya kak? Aku udah laper banget nih," ucap Moona.
"Tunggu sebentar ya Moon, ditahan dulu laparnya," jawab Shiren.
"Moona masih terlihat kayak anak kecil ya, masih suka merajuk ke Shiren. Wajah kalian juga sangat mirip. Jika tinggi kalian sama mungkin terlihat seperti anak kembar. Hahaha," ucap Ryan sambil tertawa.
"Hih, kak Ryan baru tahu ya. Kemana aja selama ini baru tau kalau wajah ku dengan kak Shiren memang mirip," kata Moona dengan wajah bete karena menunggu pesanan makanan nya tidak kunjung datang.
"Sudahlah sayang, jangan mengajak ngobrol Moona kalau lagi lapar, dia nya suka marah memang kalau lapar seperti itu. Hehehe," ucap Shiren menengahi pembicaraan mereka.
Angga yang memperhatikan wajah Moona dan Shiren yang memang tampak mirip pun menjadi sedikit tergoda untuk mendekati adik dan kaka tersebut.
"Sama cantiknya, kali aja dapat dengan keduanya," gumam Angga dengan tersenyum aneh.
Ryan yang melihat Angga tersenyum seperti itu pun menjadi curiga.
"Ehem, makanan sudah diantar. Mari kita makan dan jangan pikirkan hal yang lain lagi," ucap Shiren mencairkan suasana.
Kemudian mereka berempat pun segera memakan hidangan masing-masing. Moona pun nampak memakan pesanannya tersebut dengan sangat lahap dan cepat hingga tidak ada nasi satupun yang tersisa di piringnya tersebut.
Angga, Ryan dan Shiren yang melihat Moona menghabiskan makanan nya dengan sangat cepat pun menjadi melongo.
"Kak, aku sudah selesai makan. Aku mau pulang dulu. Kalian lanjutkan lah bertiga. Aku ingin segera cepat sampai rumah. Bye," sahut Moona segera berlari menuju pintu lobby Mall.
"Tunggu!" teriak Angga yang telah berhasil mengejar Moona.
"Iya kak, ada apa?" tanya Moona dengan wajah bingung.
"Ayo aku antar pulang. Aku juga tidak mau mengganggu mereka berdua berkencan," ucap Angga menggandeng tangan Moona menuju basemen mobil.
Dengan terpaksa Moona pun mengikuti langkah kaki Angga karena sedari tadi tangannya pun di pegang dengan kencang menuju ke basemen mobil.