Bercerita tentang seorang gadis cantik berusia 20 tahun yang bernama Kayla Syakira Narendra. Dia harus menerima perjodohan yang sudah disepakati oleh orang tuanya dengan pria yang bahkan tidak ia ketahui siapa.
Namun siapa sangka cinta datang begitu cepat kepada Kayla. Dan ternyata pria yang telah menjadi suaminya itu merupakan cinta pertamanya.
Bagaimanakah reaksi Kayla setelah mengetahui bahwa pria yang sudah menjadi suaminya adalah cinta pertamanya? Ikuti terus kisahnya ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulian Anna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dijodohkan
Hari sudah semakin sore, urusan kantor pun sudah beres semua. Tama segera keluar dari kantor bergegas pulang ke rumah.
Tama takut jika sampai rumah terlalu sore, jadi ia sempatkan dulu mampir sebentar di masjid untuk melaksanakan sholat ashar.
Diwaktu yang bersamaan Kayla juga mampir ke masjid yang sama dengan Tama. Dia sedang duduk di teras masjid sambil mencopot sepatunya. Sama halnya dengan Tama yang juga duduk di teras seberang Kayla, ia pun sedang mencopot sepatunya.
Saat sudah selesai keduanya pun sama-sama beranjak untuk menuju ke tempat wudhu. Dan tak sengaja mereka berpapasan dan saling menatap sekilas kemudian berlalu ke tempat wudhu masing-masing.
"Kenapa bisa bertemu dengannya lagi? Eh tapi rajin ibadah juga, ganteng lagi," batin Kayla. "Isshh apaan sih Kay, sadar-sadar biarpun ganteng tetap aja ekpresinya datar. Tapi tunggu! kenapa jantungku berdegup kencang kaya habis lari maraton setelah bertemu dengannya?" Kayla merasa bingung dengan jantungnya.
"Kita bertemu lagi gadis kecilku. Kau sekarang sudah tumbuh menjadi gadis yang dewasa dan juga cantik," ucap Tama dalam hati diiringi senyuman yang mengembang di bibirnya.
Selesai sholat Tama langsung keluar terlebih dahulu menuju parkiran. Saat akan masuk ke mobil, Tama melihat Kayla yang berjalan menuju mobilnya yang ada di parkiran masjid. Dia mengurungkan niatnya untuk masuk ke mobil dan berjalan menghampiri Kayla yang akan masuk ke mobilnya.
"Hayy, assalamualaikum, Nona" sapa Tama kepada Kayla dengan senyuman manisnya.
Kayla menengok ke asal suara. "I-iya wa'alaikumsallam. Ada apa ya?" tanya Kayla dengan gugup setelah melihat wajah orang yang menyapanya.
"Perkenalkan nama saya Adhitama, Nona bisa memanggilku Tama." Mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
Menerima uluran tangan Tama. "Saya Kayla."
"Saya ingin meminta maaf atas kejadian waktu itu. Saya tidak bermaksud mengerem mendadak dan membahayakan pengendara lain ataupun Nona yang pada saat itu berada di belakang saya. Waktu itu memang ada sesuatu yang menyebabkan teman saya menginjak rem secara mendadak," jelas Tama.
"Iya, saya juga minta maaf kepada Tuan karena sudah marah-marah kepada teman anda. Tapi lain kali lebih hati-hati lagi," jawab Kayla yang berusaha menutupi rasa gugupnya.
"Aisshhh, kenapa dengan jantungku ini? seperti habis maraton saja. Tapi dia memang tampan Tuhan," gerutunya dalam hati.
"Maaf Tuan kalau tidak ada yang dibicarakan lagi saya permisi," pamit Kayla.
"Oo, silahkan Nona maaf mengganggu waktu anda. Hati-hati di jalan Nona suatu saat kita pasti akan bertemu kembali," jawab Tama kemudian berlalu menuju mobilnya.
Kayla langsung pergi dari pelataran masjid dengan tanda tanya atas ucapan Tama tadi.
Dia masih bingung dengan maksud dari ucapan Tama yang mengatakan pasti akan bertemu kembali. Kayla merasa aneh sekali, dia sudah seperti Dilan saja yang meramal Milea akan bertemu di kantin. Begitu kira-kira yang ada dipikiran Kayla.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Di taman rumah terlihat dua orang yang sedang terlibat perbincangan yang serius.
"Apa kontrak kerjasama dengan perusahaan Syahreza Grup sudah deal, Pah?" tanya Lena pada sang papah.
Yah, dua orang itu tak lain adalah Lena dan Bastian sang ayah.
"Sudah, Nak," jawab Pak Bastian. "Kamu ngga usah khawatir lagi".
"Yes ... dengan begitu aku jadi lebih mudah untuk mendekati Tama karena alasan kerjasama kita pah."
"Kamu harus bisa mendapatkan Tama, Len!" ucap Pak Bastian. "Karena dengan itu perusahaan milik kita akan semakin berkembang pesat, dan kamu juga bisa mendapatkan harta keluarga Syahreza."
"Papah tenang saja aku pasti bisa mendapatkannya," jawab Lena dengan penuh keyakinan.
"Besok kamu jangan lupa untuk meeting dengan Syahreza Grup mewakili papah!"
"Beress itu pah." Lena berlalu pergi meninggalkan sang papah masuk ke dalam rumah menuju ke kamarnya dengan wajah sumringah. Ia tak sabar akan segera bertemu dengan Tama besok.
"Akhirnya aku bisa bertemu denganmu Tama. Aku sangat merindukanmu," ucap Lena lirih sambil merebahkan tubuhnya di ranjang.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Kayla sampai dirumahnya. Setelah mengucapkan salam, dia langsung naik menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri.
Kayla lalu turun ke dapur membantu mami dan bibi menyiapkan makan malam.
Ia menghampiri maminya yang sedang sibuk memasak. "Mi, ada yang Kayla bisa bantu?"
"Sebentar lagi juga selesai, Nak," ucap Bu Sonia. "Kamu tolong hidangkan saja makanan yang sudah siap di meja makan."
"Ok Mi," jawab Kayla sembari menata makanan di meja makan.
Semua sudah berkumpul di meja makan untuk makan malam. Suasana hening, tak ada suara apapun selain suara dentingan sendok dan garpu saling bersahutan.
Sampai tiba-tiba suara pak Ruri membuat semuanya mengalihkan perhatian mereka.
"Kay, nanti sehabis makan ke ruang keluarga ya, ada yang ingin papi bicarakan denganmu," ucap Papi yang sudah terlebih dahulu selesai makan dan berjalan menuju ruang keluarga.
"Baik Pi, nanti Kay menyusul."
Selesai dengan makan malamnya, Kayla bergegas menghampiri sang papi yang sedang menunggunya di ruang keluarga. Dia penasaran dengan apa yang ingin dibicarakan papinya. Pasalnya saat menyuruhnya untuk ke ruang keluarga tadi wajah papi terlihat sangat serius.
Kayla mendudukan dirinya di kursi yang berhadapan dengan papinya.
"Sebenarnya apa yang ingin Papi bicarakan dengan Kay?" tanya Kayla.
"Begini Kay, papi ingin menjodohkan kamu dengan anak dari sahabat baik papi," ucap Pak Ruri yang membuat Kayla terkejut.
"A-apa Pi, Kayla mau dijodohkan dengan anak dari sahabat Papi?"
"Iya, Nak. Kamu mau kan?"
"Tapi Pi, Kayla masih terlalu muda. Dan juga Kayla belum terpikir untuk menikah," tolak Kayla.
"Papi tau, Nak. Tapi papi ingin kamu mendapatkan laki-laki yang baik. Setidaknya papi sudah mengenal dengan baik lelaki yang akan menjadi suamimu," ucap papi dengan suara lembut.
"Kamu mau ya?" bujuk pak Ruri kepada Kayla.
"Dengan begitu kita juga dapat mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan antar kedua keluarga, Nak," sahut Mami Sonia ikut menimpali.
"Baiklah ... semua terserah Mami sama Papi, Kayla ikut saja."
"Ya Allah jika dengan menerima perjodohan ini menjadi cara baktiku kepada kedua orang tuaku, maka aku ikhlas. Aku yakin orang tuaku tidak akan menjerumuskan anaknya kepada hal yang buruk," batin Kayla.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Di kediaman keluarga Syahreza, orang tua Tama sedang duduk santai sambil menonton televisi, sedangkan Tama selesai makan malam tadi dia langsung naik ke lantai dua menuju kamarnya.
Terdengar dering telepon dari saku Pak Daniel. Setelah dilihatnya nama yang tertera di layar telepon itu, Pak Daniel langsung mengangkat panggilan tersebut.
"Halo ... assalamualaikum, Ri," sapa Pak Daniel.
"Wa'alaikumsallam, Niel," jawab pak Ruri. "Aku cuma mau menyampaikan kalau putriku menerima perjodohan dengan anakmu," sambungnya lagi.
"Alhamdulillah," ucap Pak Daniel bahagia lalu memeluk istrinya. "Kalau gitu Minggu ini aku dan keluarga akan datang untuk melamar Kayla." ucapnya.
"Aku tunggu kedatangan kalian, wassalamu'alaikum," ucap Pak Ruri mengakhiri panggilannya.
Tama yang baru saja keluar dari kamarnya dan turun untuk bergabung dengan kedua orangtuanya.
Ia mengernyitkan keningnya merasa heran mendapati ayah dan bundanya terlihat tersenyum bahagia sambil berpelukan.
"Ehem ... kayanya lagi pada bahagia nih. Bagi-bagi dong kebahagiaannya sama Tama," kata Tama sambil tersenyum.
"Pastinya kami akan bagi kebahagiaan ini denganmu, Nak," ucap Bu Sukma.
"Kebahagiaan apa, Bund?" tanya Tama penasaran
\=\=\=\=\=***\=\=\=\=\=
Yang tidak ditakdirkan untukmu akan menemukan caranya untuk hilang.
Dan yang ditakdirkan untukmu akan menemukan jalannya untuk pulang.
@wak_admin
*****
**catatan :
Buat kalian yang mau liat visual yang baru, ada di bab PENGENALAN yah. Disitu aku udah ganti visualnya.
Dan jangan lupa, like, Comment, and Vote**.
mampir ya