NovelToon NovelToon
DUNIA MELLANIE

DUNIA MELLANIE

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: ara cahya

"Terimakasih sayang." Vano mencium singkat bibir Ella dan bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.

"Kapan kau akan menikahiku?" Ella masih berada di bawah selimut tanpa memakai pakaian.

ELLA, seorang model cantik dan seksi. Putri tunggal seorang pengusaha terkenal di kota tempat tinggalnya. Yang membuat kaum adam rela melakukan apa saja asal bisa bersama dirinya.

Menjalin hubungan dengan pengusaha tampan dan sukses. Yang di gilai oleh kaum hawa. VANO. Yang juga merupakan putra tunggal pengusaha sukses di kota tersebut

Meski mereka masih berpacaran, hubungan mereka layaknya pasangan suami istri. Seluruh orangpun tahu jika mereka memiliki hubungan spesial.

Jangan lupa meninggalkan jejak setiap membaca. Terimakasih atas waktu dan dukungan untuk author.

Akan ada 226 eps untuk DUNIA MELLANIE.

Dan,,,, akan dilanjutkan kisah cinta antara HANA & DENIS untuk bab selanjutnya.


Terimakasih, semoga suka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ara cahya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DM eps 06

Vano membalikkan badan dan berjalan kembali ke arah Vera. Tatapan matanya tajam mengarah ke Vera.

"Jangan uji kesabaran ku. Satu kata saja keluar dari mulutmu. Kau akan menyesal pernah di lahirkan."

Vano mencengkeram kuat dagu Vera menggunakan tangannya dengan tatapan membunuh.

"Hah, hah, hah." Vera memegang dagunya yang terasa masih sakit.

Dipandangnya tubuh Vano yang berjalan keluar dari kamar. Sekujur tubuh Vera merasa merinding takut saat mendengar ancaman dari Vano.

"Huh, padahal gue nggak kalah dari Ella. Malah oke gue ke mana-mana dari pada anak kemarin sore itu." gumam Vera masih merasakan sedikit rasa takut di hatinya.

"Apa yang akan dilakukannya, jika gue ngasih tahu Ella. Ahhh,,, gue lihat saja nanti. Nggak perlu gue mikir sekarang." Vera memegang kartu kredit yang Vano tinggalkan di atas nakas.

"Padahal belum apa-apa. Sudah ngasih segini. Gimana kalau gue beneran bisa ngedapetin dia. Apalagi bisa menjadi Nyonya Vano." Vera tersenyum sambil membayangkan sesuatu di benaknya.

"Ke mana perginya Nona Ella. Apa dia ada di rumahnya. Tapi kata Satpam di rumah, Non Ella belum pulang." ucap Reza di balik kemudi.

"Aaa,,,, benar-benar membuat gue pusing. Ternyata dia juga pandai menyembunyikan diri." Reza menatap ke arah jam yang melingkar di tangannya.

Sudah 4 jam lamanya dia mencari keberadaan Ella. Tapi Reza maupun anak buahnya belum menemukan keberadaannya. Hal ini membuat Reza frustasi. Karena biasanya, dia akan dengan cepat menemukan keberadaan seseorang dengan mudah.

Ponsel Reza berbunyi.

"Aku akan segera ke sana. Jangan beritahu siapapun dulu."

Reza menutup panggilan teleponnya dan bergegas ke tempat yang telah di sebutkan oleh seseorang di ujung telepon.

"Kamu yakin." tanya Reza pada anak buahnya.

"Yakin bos. Ada yang melihat Nona Ella masuk ke dalam hotel ini. Tapi,,," ucapnya menghentikan perkataannya.

"Tapi apa!" bentaknya.

"Tidak ada nama Nona Ella di list buku hotel." ucapnya dengan menundukkan wajah.

"Tunggu di sini. Jika melihat sesuatu yang mencurigakan segera hubungi aku." Reza melangkahkan kakinya menuju ruang pengawasan.

Di mana di ruangan tersebut terdapat banyak layar, yang menunjukkan gambar di setiap lorong hotel.

"Tapi Tuan, saya tidak berani. Ini menyalahi aturan." ucap karyawan hotel bagian pengawasan.

"Lakukan, atau aku akan melakukan sesuatu." Reza menyingkap sedikit jasnya bagian bawah yang memperlihatkan sebuah pistol di pinggangnya.

"Pasti kau tahu siapa aku. Dengan mudah aku bisa menemukan keluargamu. Kamu tahukan maksud ku." ancam Reza.

Tanpa banyak kata, pegawai tersebut mencari keberadaan Ella melalui CCTV hotel. Reza berdiri dengan mata melihat setiap gambar yang memperlihatkan Ella.

"Kamar 909." ujar pegawai hotel.

Dengan langkah pasti, Reza menuju kamar tersebut. Sampai di depan kamar, Reza memakaikan sarung pada telapak tangannya. Dan mengeluarkan alat kecil dari saku kemejanya.

Entah apa yang di lakukan pada tombol pintu masuk kamar Ella. Dia melakukan dengan sangat santai. Tidak ada rasa takut pada dirinya jika ketahuan pengunjung ataupun karyawan hotel. Bahkan pada CCTV yang sedang menyorot pada dirinya.

"Selesai." Reza memandang ke arah CCTV di dekatnya. Tatapan matanya seperti mengisyaratkan sesuatu pada siapa saja yang sedang bertugas menjaga ruang CCTV.

"Non Ella." gumamnya saat dirinya masuk ke dalam dan mendapati tubuh Ella berbaring di atas ranjang tempat tidur.

Tampak sebotol wisky yang sudah habis berada di atas meja dan juga bungkus rokok.

"Apa benar kau perempuan yang waktu itu." Reza menatap Ella.

Reza ingin menutup tubuh Ella menggunakan selimut. Tapi diurungkannya. Dia tidak ingin meninggalkan jejak apapun di dalam kamar

Reza mendekat dan mencoba mengendus bau mulut dari Ella.

"Hanya alkohol yang tercium." gumamnya.

Diambilnya bungkus rokok di atas meja. Dan di pungutinya beberapa puntung rokok yang berserakan di lantai hingga balkon kamar. Tidak lupa di ambilnya asbak untuk di buang isinya dan dibersihkan kembali.

Reza menghubungi Vano dan memberitahu keberadaan Ella saat ini. Reza berdiri di depan pintu kamar Ella, menunggu kedatangan Tuannya.

"Ella." gumamnya sambil menyenderkan badan ke tembok.

Pikirannya terbayang beberapa tahun yang lalu. Saat dirinya di hajar oleh beberapa orang di jalanan. Jauh sebelum dia menjadi asisten dari Vano.

"Hoe....! Kalau berani jangan keroyokan. Satu lawan satu." teriak Ella saat melihat seorang pemuda di keroyok oleh tiga orang di gang sempit.

Saat itu masih pagi. Sekitar pukul 10. Bahkan Ella masih memakai seragam SMA. Karena dia bolos sekolah dengan beberapa temannya. Karena ketahuan oleh penjaga sekolah, mereka lari untuk menyelamatkan dirinya masing-masing tanpa mempedulikan yang lain.

"Bocah. Lebih baik elo pergi. Nggak usah ikut campur urusan kita." tegur salah satu lelaki tersebut.

"Oke." Ella merangsek maju. Tangannya merogoh ke dalam tas sekolah miliknya.

Dan. SREEEEEERRRTTTTT....

"Aaaa,,, brengsek."

"Perihhhh."

"Sialan."

Disemprotkan parfum tepat ke muka mereka. Ella segera memegang tangan pemuda yang di keroyok tadi.

"Cepat larinya. Elo cowok lembek banget sih." Ella memegang lengan Reza dan membawanya berlari meninggalkan gang sempit tadi.

"Amankan." Ella mengatur nafasnya sambil melihat ke belakang. Takutnya mereka mengejar.

Reza juga tampak ngos-ngosan di samping Ella dengan badan setengah membungkuk.

"Elo nggak apa-apa?" Ella menepuk bahu Reza.

"Iya." Reza mengangkat kepalanya. Tampak seorang gadis cantik tanpa make up di depannya dengan memakai seragam SMA.

"Elo jadi cowok jangan letoy dong. Kuat. Biar nggak di diinjak-injak sama orang lain."

"Elo bolos?" Reza melihat ke arah Ella.

"Iya. Gue lagi bad mood. Eh,, kenapa elo malah urusin gue. Gue pergi dulu. Jaga diri elo baik-baik. Zaman sekarang harus kuat. Biar bisa melindungi orang. Dan juga nggak di remehin orang."

Ella pergi meninggalkan Reza yang masih menatap kepergiannya.

"Dimana Ella." suara Vano membuyarkan ingatannya tentang masa lalunya.

"Di dalam tuan." Reza membukakan pintu untuk Vano.

Sementara Vano masuk kedalam, Reza bersama dua orang lainnya menunggu di luar kamar.

"Ella." Vano melihat sekitar Ella, tampak berantakan.

"Vano." gumam Ella dalam tidurnya.

Vano mendekat dan tersenyum mendengar Ella memanggilnya, bahkan dalam keadaan tidak sadar, atau mabuk.

"Ella. Kamu berbahaya jika mabuk seperti ini. Sudah seperti orang mati."

Vano membenarkan posisi tidur dari Ella. Dan mencium wajah cantik kekasihnya. Ella bahkan tidak terganggu dengan kehadiran Vano.

"Kalian bisa pergi. Besok pagi bawakan kami pakaian ganti."

Vano menghubungi Reza di depan kamar Ella.

"Bagaiman kamu bisa masuk tanpa menggunakan identitas kamu. Benar-benar nakal."

Vano membaringkan badannya dan menghadap ke arah Ella. Ella menggerakkan badannya. Dan menggunakan badan Vano sebagai guling, sembari berucap sesuatu yang tidak bisa di tangkap oleh indra pendengaran Vano.

"Jangan pernah mabuk dengan lelaki lain. Lihat saja kalau kau berani melakukannya."

Vano mengecup bibir Ella dan memejamkan kedua matanya. Rasa kantuk sudah menyerang dirinya. Karena saat ini sudah jam setengah empat pagi.

"Nona Ella sekarang sudah bersama Tuan Vano. Nona dalam keadaan baik-baik saja."

Reza menghubungi Hana, di tangannya memegang sebungkus rokok milik Ella.

"Sejak kapan. Bahkan Tuan Vano juga tidak tahu" gumamnya.

Setahu Reza, Ella bukan perempuan perokok.

"Eegggghhhh." Ella meregangkan ototnya, matanya mengerjap silau saat cahaya matahari mengenai wajahnya yang cantik.

Ella bangun dan duduk di atas ranjang. Mencoba mengembalikan kesadarannya.

Vano duduk di kursi depan ranjang Ella dengan tenang. Bahkan pakaiannya sudah berganti pakaian kerja, yang di antarkan oleh Reza. Vano memang sengaja menunggu Ella sampai bangun.

Bahkan sekarang sudah hampir jam 9 pagi. Yang artinya Vano menyuruh Reza untuk menghandle pekerjaannya.

Mata Ella terbuka dengan sempurna. Di lihatnya di depannya ada Vano yang sedang menatapnya. Pandangan mata Ella menelisik seluruh ruangan.

Ponselnya tergeletak di lantai. Di meja ada botol wisky yang sudah kosong. Ella kembali melihat seluruh ruangan tempatnya tidur. Matanya melihat pakaian yang saat ini di gunakan.

1
Anonim
Kak kok gak ada lanjutannya mellanie comeback ? Ada di app apa kak?
Fatchi
thor ella jgn sama vano
Fatchi
ela jgn sama vano thor la..
Sri Haryanti
kpn terbongkar y Hana SMA Vano
Dwi Diana
apa gak bisa Vano kembali lg 😭😭😭
Anita Eliyana
kangen ella
Linda Lie
Vano beneran meninggal thor 😭😭😭 g rela bgt
ara cahya: relakan akak... biar tenang di alam sana.. 😊🤲
total 1 replies
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
ara cahya: mksih akak... 😘😘
total 1 replies
meyandriani94💕💕💕
ahhh.. thor rasa nya masih gk ikhlas klw vano udh meninggal, karena yg lain pada punya pasangan masing² sedangkn Ella gk ad pasangan nya,,
ara cahya: carikan dong akak...
total 1 replies
Tati Aulia
tamat nih ceritanya😭
ara cahya: 🙂🙂🙂🙂🙂
total 1 replies
emak
thor masa Melani ganti laki lagi, bukannya keluarga mereka serba tau sekecil apapun yang akan terjadi, terus emak kecewa aja tiba2 tuh laki mati dengan semudah itu masa iya keluarga mereka yang sehebat itu g bisa ngelindunvi evan, huhuhuhu sedih emak
ara cahya: takdir di tangan Tuhan makk... 😊☺️
total 1 replies
Kiki Yanah
bagus
ara cahya: ☺️☺️😊
total 1 replies
Baya Azka
aq sedih thor ternyata Vano meninggal betulan aq kira hanya menghilang untuk menyusun rencana melawan musuhnya😭😭😭😭
ara cahya: cup... cup....
total 1 replies
Junida Susilo
Akhirnya mereka bertemu kembali
ara cahya: 😊☺️😊🙂
total 1 replies
Shybilla Khanaz
semangat yaa Thor,,aku slalu setia menantikan karya²mu yg spektakuler dan amazing
Shybilla Khanaz: ❤️❤️❤️
total 2 replies
zida_mufida
Trimakasih author cerita yg terakhir mengandung bawang pagi2 dibikin nangis sama author.....terimakasih author utk karyamu.....♥️♥️♥️♥️🌹🌹🌹🌹🌹🥰🥰🥰
ara cahya: othor juga mksih akak...
krn akak selalu setia menunggu karya othor.... 🙏🙏😊😘
total 1 replies
gaby
Brarti Vano beneran mati dong thor, kalo Melanie dipertemukan sm tokoh pria lain & cerita cinta yg berbeda.
gaby: Jadi " Vano bangkit dari kubur "😅😅
total 2 replies
Qidho Lahonda
sejujurnya kecewa sihh
vano dan ella berakhir bgni ceritanya..
padahal berharap vano kembali
ara cahya: maaf kak...
soalnya othor gak punya kekuatan seperti di naruto...
yang bisa menghidupkan kembali orang yang sudah meninggal...
✌️✌️🤭🤭😁😁
total 1 replies
ChEbonk ChEntill
hanna dan denis sudah bahagia thor . lyra juga udah mati .. skrg balikin dong cerita ella vano nya
Tati Aulia
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!