NovelToon NovelToon
Playboy Insaf

Playboy Insaf

Status: tamat
Genre:Playboy
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: winda siregar

Kisah tiga orang pria playboy bernama Riko, Aril dan Romi yang bersahabat dengan dua pria lainnya yang bernama Refan dan Bagus.

Tiga playboy ini iri melihat kehidupan dua sahabat mereka lainnya yang sudah berumah tangga hidup dengan bahagia bersama keluarga mereka.

Hal ini membuat mereka juga ingin bahagia seperti sahabat mereka lainnya. Tetapi kedua sahabatnya menyuruh dan mendukung mereka untuk berhenti menjadi seorang playboy dan membantu mereka mendapatkan pendamping hidup yang mereka sebut bidadari surga.

Ternyata untuk menjadi pria yang baik sangat sulit, mereka menjalani berbagai cobaan untuk mendapatkan bidadari surga mereka. Mungkin itu hukuman atas perbuatan mereka selama ini.

Akankah mereka berhasil insaf menjadi seorang playboy dan mendapatkan bidadari surga mereka atau mereka akan kembali pada hobby lama mereka sebagai seorang playboy?

Silahkan ikuti kisah selanjutnya. Tapi sebelum membaca silahkan pilih menu favorit dan jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya ya untuk mendukung novel ini.

Terimakasih....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Enam

Dua jam tidak terasa ngobrol bersama Cici.

"Duh Mas udah jam sepuluh, antarin pulang donk. Nanti aku bisa di marahin Papa kalau sempat Tante ngadu aku pulang larut malam" pinta Cici.

"Aku kira kamu gak ada takutnya sama siapapun" balas Romi.

"Papaku galak Mas, makanya aku takut" jawab Cici.

Waduh serem juga tuh kalau jadi calon mertua. Batin Romi.

Cici mengeluarkan dompetnya dari tas kecilnya.

"Kamu mau ngapain?" tanya Romi.

"Mau bayar makanan kita" jawab Cici.

"Kok kamu yang bayar?" tanya Romi tak suka.

Harga dirinya merasa tersinggung kalau makan dan minumnya di bayar oleh perempuan. Selama ini tidak ada wanita yang berhasil merendahkan dia seperti ini.

Biasanya malah para wanita mengharapkan uangnya untuk traktir makan belanja sana sini dan untuk lainnya. Tapi gadis ini berbeda.

"Mas kan tadi udah bantuin aku, trus mau antarin dan temani aku makan di sini dah gitu sekarang mau antarin aku pulang. Gak apa - apa donk tugas aku yang bayarin makan dan minum" jawab Cici.

"Tidak... tidak... kamu gak boleh lakukan itu. Biar aku yang bayar" cegah Romi.

"Ya sudah kalau begitu" Cici kembali memasukkan dompetnya ke dalam tasnya.

Romi mengeluarkan dompetnya dari saku celananya.

"Pelayanan" panggil Romi.

Tak lama seorang pelayan datang.

"Tolong billnya" pinta Romi.

"Langsung aja Pak ke meja kasir di depan" ucap pelayan.

Romi dan Cici berjalan ke arah luar dan membayar tagihan makanan mereka tadi setelah itu kembali ke mobil Romi.

"Dimana rumah Tante kamu?" tanya Romi.

"Di jalan XXX Mas" jawab Cici.

"Oke" balas Romi

Romi segera melajukan mobilnya menuju alamat yang diberikan Cici. Sekitar satu jam kemudian mereka sudah sampai di lokasi yang Cici sebutkan sebelumnya.

"Mas yang itu rumahnya" tunjuk Cici.

"Oooh, Oke kita sudah sampai" ujar Romi.

Cici segera turun dari mobil Romi dan berdiri di pinggir jalan.

"Makasih ya Mas sudah antarin dan temani aku malam ini. Daaaah" ucap Cici kemudian berlalu pergi dari mobil Romi.

Duh siaaaal... kenapa aku lupa tadi minta nomor ponselnya. Gimana kalau aku mau ajak dia jalan lagi besok - besok. Umpat Romi.

Romi melihat sekeliling rumah yang di tunjuk Cici tadi, sudah sepi. Tak enak rasanya kalau bertamu malam - malam di rumah orang.

Dengan perasaan kesal akhirnya Romi melanjutkan perjalanan kembali ke apartemennya. Romi segera berganti pakaian, bersih - bersih dan langsung berbaring di atas tempat tidurnya.

Romi menatap langit kamarnya mencoba mengingat - ingat semua tentang gadis unik yang dia temani tadi.

Sial.. sial.. sial.. aku cuma tau namanya Cici. Nama aslinya aku tidak tau, nomor ponselnya juga lupa ditanyakan. Ukh... umpat Romi kesal.

Akhirnya Romi memutuskan untuk tidur karena kesal memikirkan tentang Cici. Romi bertekad besok dia akan datang ke rumah tadi dan bertemu dengan Cici lagi untuk meminta nomor ponselnya.

"Tunggu aku besok Ci. Aku akan menemui kamu lagi" gumamnya sebelum tidur.

******

Keesokan harinya setelah sepulang kantor Romi melajukan mobilnya menuju rumah Tantenya Cici. Gadis yang dia temui tadi malam di diskotik

Romi menghentikan mobilnya tepat di depan rumah tempat dia mengantar Cici tadi malam. Romi keluar dari mobil dan menekan bel rumah tersebut.

Tak lama kemudian datang seorang wanita yang diduga Romi adalah asisten rumah tangga di rumah tersebut.

"Cari siapa Den?" tanya wanita itu.

"Anu Mbok, saya mau ketemu Cici" jawab Romi

"Cici? Cici siapa? Di sini gak ada yang namanya Cici" tolak wanita itu.

"Cici lho Mbok yang datang dari Surabaya. Katanya rumah Tantenya di sini. Tadi malam saya yang antar sendiri Cici ke rumah ini" ungkap Romi.

"Maaf Mas mungkin salah alamat kali. Di sini gak ada yang namnya Cici apalagi yang datang dari Surabaya" tolak wanita itu.

"Serius Mbok? Saya tidak sedang main - main lho Mbok" ancam Romi.

"Saya juga tidak main - main Den. Di rumah ini tidak ada yang namanya Cici datang dari Surabaya" tegas wanita itu.

"Tapi tadi malam saya antar dia kesini lho Mbok" ujar Romi meyakinkan.

Sial, aku memang tidak memperhatikan tadi malam Cici langsung masuk ke rumah ini atau ke rumah lain ya? Batin Romi.

Romi menggaruk rambutnya yang tak gatal. Sedangkan wanita yang di hadapan Romi hanya bisa menatap Romi dengan tatapan curiga membuat Romi enggan berlama - lama di depan rumah itu. Akhirnya Romi pergi dan meninggalkan rumah itu.

Romi kembali ke Diskotik tadi malam tempat dia dan Cici bertemu.

"Tumben kamu ke sini jam segini?" tanya bartender.

"Aku mencari seseorang" jawab Romi.

"Wanita?" tanya pria itu.

"Iya" jawab Romi kesal.

"Hahahaha.... ketagihan dengan servicenya tadi malam?" tanya sang bartender.

"Tadi malam kami tidak melakukan apa - apa. Kami hanya makan dan ngobrol setelah itu aku mengantarnya pulang" jawab Romi.

"Kamu sudah cari ke alamat rumah yang tadi malam kamu datangi?" tanya pria itu lagi.

"Sudah tapi pembokat di rumah itu mengaku tidak ada nama wanita itu di rumah tersebut. Sial" umpat Romi kesal.

"Sepertinya kamu sudah tertipu. Hahaha... bisa juga ya kamu di tipu oleh wanita" goda Bartender.

Romi terdiam dan masih terbayang - bayang wajah Cici. Senyum Cici, tawa Cici dan cueknya Cici. Pokoknya semua tentang Cici masih teringat jelas dalam ingatan Romi.

"Minta minum deh, yang biasa" ucap Romi.

Sang bartender langsung meracik minuman untuk Romi kemudian memberikannya kepada Romi.

"Jangan banyak - banyak Bung, hari masih sore masak kamu mau mabuk. Apalagi hanya karena satu wanita yang baru kamu temui satu kali" pesan sang bartender.

"Sial.... " umpat Romi.

"Hahahaha.. aku rasa kali ini kamu kena batunya. Bisa jadi kamu jatuh cinta padanya pada pandangan pertama" goda Bartender.

Romi terdiam dan langsung meminum minuman yang baru saja disuguhkan bartender dengan segala tegukan.

"Bro... nanti kalau kamu bertemu atau mendengar seorang wanita bernama Cici segera hubungi aku" pesan Romi.

"Oke Bro... aku akan hubungi kamu. Cici ya namanya?" pria itu balik bertanya.

"Ya, ciri - cirinya dia sedikit tomboy dan polos tidak feminim apalagi memakai make up" jawab Romi sambil menjelaskan ciri - ciri Cici kepada pria di hadapannya.

"Wokeeeh" sambut sang bartender.

"Kalau begitu aku pergi dulu ya, aku mau mencari di ke suatu tempat" pamit Romi.

Romi segera membayar minumannya dan pergi meninggalkan diskotik. Romi langsung menjalankan mobilnya menuju Cafe yang tadi malam dia temui.

Setelah sampai di Cafe Romi segera mencari pelayan yang tadi malam melayani mereka.

"Eh Si Mas datang lagi. Mbaknya mana?" tanya pelayan itu.

"Kamu ingat kan wajah wanita yang tadi malam saya bawa ke sini?" tanya Romi.

"Ingat" jawab pelayan tersebut.

Romi segera mengambil kartu namanya di dalam jas kerjanya dan memberikannya kepada pelayan tersebut.

"Ini kartu nama saya? Kalau kamu melihat wanita itu datang ke sini lagi, kamu pinta nomor handphonenya bagaimana caranya setelah itu hubungi saya. Nanti saya akan berikan kamu tips yang besar" perintah Romi.

"Emangnya wanita itu membawa sesuatu milik Bapak?" tanya pelayan itu.

Ya.. sepertinya dia sudah membawa sesuatu dalam diriku. Aku tidak tau apa itu tapi aku kehilangan dia. Batin Romi.

"Kamu gak usah banyak tanya, kerjakan saja apa yang saya perintahkan kalau mau dapat bonus yang banyak" tegas Romi.

"Baik Pak, akan saya laksanakan" jawab Pelayan.

Romi segera meninggalkan Cafe tersebut dan melangkah pulang menuju rumahnya. Dia sedang tidak bersemangat pergi kemana pun malam ini. Lebih baik pulang dan beristirahat.

.

.

BERSAMBUNG

1
ep_mygTHV
sambel petee🤣
ep_mygTHV
td gua pikir jodoh rihana yoga , trnyataa ohh trnyataaa bobauu si bayu nii jodoh rihana😂
ep_mygTHV
arillll titisann lu bangettttt 🤣🤣🤣🤣
ep_mygTHV
klo cwe rini yaa 🤣
ep_mygTHV
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ep_mygTHV
hamillll ini mahhhhhh😍😍
ep_mygTHV
denger kata "saat saat terakhir hidup nya" bulu kuduk merinding.... 😥
ep_mygTHV
wah kek nya udh mulai terungkap ini.. serruuhhhh ,,,
ep_mygTHV
klo riko sm hana tes d hari yg sama kok aneh hana hasilnya dh kluar , tp riko blm kluar , scr d novel ini kan riko ceo lbh bnyk duit dan bsa ngelakuin apa ajah...
gua rasa hana cm mo anaknya d urus riko dh makanya nitip anak nya 2hr gua rasa gak bakalan balik2 lg...
ep_mygTHV
wkwkwkwk ngakakkkk🤣🤣🤣
ep_mygTHV
wkwek emg lo gatau diri ril 🤣🤣🤣
ep_mygTHV
ini bukan aril dahh fix 🤣🤣🤣🤣🤣 kesambet setan pulau cinta🤣😂
ep_mygTHV
iya bgt lg.. pas hamil klo mau ini yaa harus... gabsa nahan , berat bgt klo nahan ngidam 🤣
ep_mygTHV
wkwkkwkk 🤣🤣🤣
ep_mygTHV
demi yaa demii gua merinding asli 🤣🤣
ep_mygTHV
berasa aril jd pelakor 🤣🤣🤣
ep_mygTHV
wkwkwk ga hrs muak jugaaaa din 🤣🤣🤣🤣
ep_mygTHV
wkwkkwk pertanyaan nya bkin ngakak 🤣🤣🤣🤣🤣
ep_mygTHV
parahh thorr.... ngakak gila asli 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ep_mygTHV
jujurr dok , lu ngerasa lucu/geli??? 🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!