NovelToon NovelToon
Cinta Ada Karena Terbiasa

Cinta Ada Karena Terbiasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:7.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Sekar Laveina

Cinta dapat tumbuh tanpa disadari. Shilla dijodohkan dengan Denis disaat keadaan mentalnya sedang kacau. Namun cinta perlahan tumbuh di hati Shilla, hingga ia memiliki seorang putri, Daisy.

Shilla mengikuti jejak ayahnya, dan menjodohkan Daisy dengan Juan. Daisy pun menerima Juan, karena ia pria yang baik. Mereka di karuniai bayi kembar tiga dan salah satu diantaranya meninggal.

Lalu bagaimana kehidupan mereka sekarang? Kita lanjutkan kisah mereka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekar Laveina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelukan pagi dari Denis

Pagi tiba tanpa terasa oleh Denis. Ini pertama kalinya Denis bangun terlambat. Shilla sudah bangun dan selesai memasak sarapan pagi mereka. Nasi goreng plus telor ceplok sudah tertata rapi di meja makan. Sudah jam delapan pagi, tapi Denis masih belum keluar kamar. Shilla jadi bingung.

Aku bangunin, jangan, ya? Kalau dia marah saat aku bangunin, gimana?

"Tapi, tidak biasanya dia bangun siang. Aku bangunin aja, deh," gumamnya pelan.

Shilla pergi menuju kamar Denis. Setelah di depan pintu kamar, Shilla ragu untuk mengetuk pintu. Ia mencoba mengetuk dengan pelan. Tidak ada sahutan dari dalam. Shilla kembali mengetuk pintu dengan keras. Tapi, tetap tidak ada jawaban dari dalam. Shilla memutar gagang pintu.

 

Ceklek!

"Gak dikunci," pikir Shilla heran. Shilla melangkah masuk dan melihat Denis memang masih tertidur. Shilla mencoba memanggil dan membangunkannya.

"Den, Denis," panggil Shilla. Shilla tidak tahu kalau sebenarnya Denis sudah bangun saat mendengar Shilla mengetuk pintu, tapi Denis sengaja berpura-pura tidur. Shilla yang merasa Denis tak mendengar suaranya akhirnya memutuskan mengguncang pundaknya pelan.

"Denis, bangun!" Shilla mengguncang pundak Denis. Denis pura-pura melindur dan menarik tangan Shilla lalu mendekap Shilla yang terjatuh di atas dadanya. Dia masih pura-pura tertidur.

Deg!

Shilla merasa detak jantungnya berhenti seketika karena terkejut di tarik dan dipeluk erat oleh Denis. Shilla memberontak dengan kuat. Denis pura-pura terbangun seketika dan mengucek matanya.

"Shil! Maaf, maaf, aku gak tau itu kamu. Aku pikir guling tadi," ucap Denis pura-pura merasa bersalah. Shilla hanya terdiam kaku berdiri di depan Denis yang terduduk di ranjang. Denis turun dari ranjang lalu menggenggam tangan Shilla.

"Shil, kamu baik-baik aja?" tanya Denis yang heran melihat Shilla diam saja. Saat Shilla merasa tangannya di genggam, barulah Shilla sadar dan menarik tangannya. Tapi Denis makin menggenggam erat tangan Shilla.

"Lepasin." Shilla menarik tangannya untuk kedua kalinya, tapi tetap ditahan oleh Denis.

"Lepasin atau ...." Shilla menarik tangannya kembali dan Denis melepaskannya kali ini.

"Maaf." Denis menyatukan kedua tangannya lalu meminta maaf dengan tersenyum.

"Sarapannya sudah mulai dingin." Shilla berbalik pergi dan keluar. Shilla berlari menaiki tangga dan masuk ke kamarnya. Shilla berdiri bersandar di pintu kamarnya lalu memegangi dadanya.

"Kenapa rasanya akhir-akhir ini aku sedikit aneh? Setiap kali bersentuhan dengan Denis, jantungku selalu berdebar-debar kencang sekali. Baru sebulan aku di sini tapi bayangan wajah Mas Jody terasa memudar." Pikiran Shilla menerawang, matanya terpejam. Sedetik kemudian Shilla ingat.

"Sebulan? Berarti Bi Sumi harusnya sudah akan kembali ke sini, kan?" Shilla tersenyum senang. Dia berbalik dan membuka pintu lalu turun kembali menuju ke ruang makan. Denis menyusul tak lama kemudian. Mereka pun memulai sarapan jam sembilan pagi. Biasanya mereka sarapan jam tujuh, tapi hari ini karena ulah Denis yang ingin mengerjai Shilla, akhirnya mereka terlambat sarapan.

Shilla sangat ingin menanyakan Bi Sum pada Denis, tapi Shilla tidak berani untuk menatap Denis.

 

"Em, Shil, apa tidak apa-apa, jika aku mulai berangkat ke kantor? Bukan aku tidak mau menemanimu, tapi banyak tugas yang tidak bisa kuselesaikan di rumah." Denis meminta izin pada Shilla.

"Tapi, kalau kau tidak mengizinkan, tak apa-apa," sambung Denis kembali. Ia menghabiskan jus tomat kesukaannya.

"Berangkat saja," jawab Shilla singkat. Ia bangkit dari kursi dan membawa piring bekas ke tempat cucian piring setelah mereka selesai sarapan.

__________BERSAMBUNG___________

1
Felycia Fernandez
salut sama Denis...paket komplit...jadi lakik Baek bener...cintanya bener2 tulus dari dulu💖💖💖
glaudys3
Lumayan
Fransiska Siba
knp harus meninggal thor? 😭
$꒒2🙌SHEAN
ya ampun, kek anak sekolahan klo lagi jatuh cinta 🌝🌝🙈🙈
$꒒2🙌SHEAN
hah? aghh🙈🙈🙈
$꒒2🙌SHEAN
uhuk uhuk..😂😂😂
$꒒2🙌SHEAN
Kayak cerita anak sekolahan nih🤔🤔😂😂😂
$꒒2🙌SHEAN
kejam amat si shilla 😑😑
$꒒2🙌SHEAN
Nyonya Zein siapa?🙄🤔🤔
Sekar Laveina: Shilla Anggila Zein. Nama ayahnya ganti jd nama keluarga suaminya
total 1 replies
Rini Haryati
seru,terharu
lanjut
keren,semangat
mksh
Sekar Laveina: terima kasih kak sdh dkung karyaku dr awal smpe akhir 😘😘
total 1 replies
Jans🍒
baru awal2 dah sedih aja
Sekar Laveina: 😁😁😁sedih berbuntut manis kak
total 1 replies
Jurainah Yadi
Aduh...ni namanya Cinta Mati...❤
Jurainah Yadi
Duh kasihannya juan...tambah tua dong mun ditinggal 3 tahun lg🤔🤔
Sekar Laveina: 🤣🤣🤣🤣makin mateng kak
total 1 replies
Jurainah Yadi
Baru baca cerita yang mulai dari judul nya sudah sangat menarik tuk dibaca...semoga kelanjutannya tambah menarik...👍👍👍❤❤
Sekar Laveina: terima kasih kak sdh dkung karyaku🙏🙏😘😘😘
total 1 replies
siti kulsum
aduhh thorrr knpa harus di munculin sekarang sihh pelakornyaa.. baru aja bunga" cintanya itu mekar loh.
Endang Astuti
baguss Thor bikin Lope Lope aja....
Endang Astuti
waow keren Thor kok dengaren kok serem ber bau bau hantu bule🤣
Endang Astuti
njaluk di tepas ..kpla Satya Ben warasss
Endang Astuti
nahhhhh Lo....ktahuan bucin dahhh😍
Endang Astuti
makiiiin serrrrruuuuu😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!