Raja Manusia adalah seseorang pendekar terhebat di benua tengah, Namun Raja dari dataran lain tidak bisa membiarkan Raja manusia bertambah kuat. Raja benua lain bekerja sama untuk membunuh Raja Manusia. Namun tidak menyangka Raja Manusia Bereinkarnasi kembali di sebuah keluarga sederhana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EON, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.6 - Janji.
“Aura bangun.” Setelah itu Paul berjalan ke meja makan.
“Baik ayah.” Setelah Aura bangun, Aura mencuci muka dan bergabung untuk makan.
Makanan tersebut sudah di buat oleh ibunya Aura, setelah selesai makan Paul dan Aura berjalan keluar rumah dan memulai pemanasan.
“Hari ini kita akan berlari sejauh sepuluh kilometer.” Paul dan Aura pun selesai pemanasan dan langsung berlari.
Setelah satu jam Paul yang pertama sampai karena perbedaan langkah kaki mereka , setelah menunggu sepuluh menit Aura pun selesai juga.
Paul terheran melihat Aura tidak kelelahan, Melihat Aura tidak kelelahan Paul langsung melanjutkan tahap selanjutnya.
“Sekarang mari kita melakukan Push up dan sit up masing-masing seratus kali.” Aura mengikuti perkataan Paul.
Aura mengerti alasan ayahnya melakukan latihan ini, Namun Paul tidak tahu, Aura sudah berlatih ilmu tubuh racun.
Setelah selesai, Paul pun tidak menyangka lagi, Aura tidak kelelahan sedikitpun.
“Tubuh anakku, Terbuat dari apa ucap Paul dengan heran.
“latihan seperti ini kupikir percuma saja, Aku harus menaikkan tingkatan latihannya.” Paul memikirkan rencana dalam melatih Aura.
“Aura sepertinya tubuh kamu istimewa, latihan seperti ini ayah rasa percuma, jadi sekarang ayah akan meningkatkan latihannya.” Aura menganggukkan tanda bahwa dia menyetujuinya.
Latihan pun menjadi sangat berat. Menanjak gunung dengan memikul batu seberat seratus kilo dan berang di danau dengan beban yang sama, membuat Tubuh aura menerima efeknya.
Paul dan Aura berlatih sampai matahari di atas kepala mereka berada.
“Aura mari kita istirahat sejenak, saatnya kita makan siang.” Setelah selesai makan siang mereka pun melanjutkan latihannya, setelah sore hari merekapun pulang.
Selama tiga hari ini Aura melakukan latihan fisik, Paul menelan ludah melihat tingkat latihan anaknya sangat berat.
“Aura!! Makan malam.” Ucap Lia di meja makan, setelah Aura selesai makan dia lanjut ke tempat tidur.
“Astaga!!” Ucap Aura tiba-tiba.
“Aku lupa aku berjanji dengan Naiya.” Aura baru mengingatnya, sudah satu hari lewat dengan waktu janji tersebut.
Aura memikirkan alasan yang harus di berikan kepada Naiya. Aura pun tidak pikir panjang dan langsung tidur.
“Aura bangun.” Ucap Paul.
“Ah, Aku lupa hari ini ada latihan.” Aura berencana untuk hari ini, dia pergi ke pasar mencari sebuah hadiah untuk Naiya.
“Ayah, hari ini aku ingin libur.” Ucap Aura kepada paul.
“Kenapa?” Tanya paul dengan penasaran.
“Aku ada janji dengan temanku.”
“Jika begitu baiklah, ingat jangan pulang terlalu malam, nanti ibumu khawatir.
“Baik ayah.” Aura melangkah keluar rumah.
Aura pergi menuju pasar, melihat toko-toko untuk mencari hadiah tersebut.
“Hmm.. ini bagus.” Aura melihat sebuah gelang tangan di sebuah toko.
“Bu, galung ini berapa harganya.” Aura menunjukkan gelangnya.
“ Itu Cuma tiga koin tembaga nak.” Ucap ibu tersebut dengan antusias.
Mata uang yang di gunakan ini di sebut uang koin tembaga, ada juga uang koin perak.
Koin perak sebanding sepuluh koin tembaga, dan setelah koin perak ada juga koin emas yang sebanding dengan sepuluh koin perak.
Aura memberikan sebuah satu buah koin emas.
“Nak ini...” Ibu penjual tersebut sangat terkejut, Karena Aura masih seorang anak kecil.
“Ibu ambil saja kembaliannya.” Setelah itu aura berjalan meninggalkan toko tersebut.
“Makasih banyak nak.” Ucap ibu itu dengan keras. Aura melanjutkan berjalan dan tanpa membalas ucapan ibu itu.
Uang tersebut berasal dari hasil menjual Pil Pembekuan Darah. Aura mendapatkan lima puluh koin emas.
Bagi Pendekar jumlah tersebut sangatlah kecil, Berbeda halnya dengan manusia biasa, Satu koin emas bisa menghidupkan kehidupan mereka selama enam bulan.
Aura berjalan menuju sebuah toko yang pernah di kunjungi, yaitu Assosiasi Pil cahaya.
Penjaga gerbang yang dulu merendahkannya, sekarang sangat menghormatinya, karena penjaga tersebut mengetahui Aura mempunyai saham di sini.
“Tuan muda... Saya Nia penjaga meja pembelian.” Ucap seseorang perempuan yang sudah Aura kenal.
“Mari tuan muda.” Nia membawa Aura ke sebuah ruangan, di ruangan itu ada seorang pria tua tidak lain pemilik toko ini.
“Oh.. Tuan muda.” Pria tersebut menyadari keberadaan Aura.
Setelah Nia mengantarkan Aura dia langsung menuju ke kamar milik cucu pemilik toko.
“Tuan putri, Tuan muda Aura sudah datang kemari.” Naiya yang lagi tertidur tiba-tiba bangun setelah mendengar hal tersebut.
Naiya yang mendengar hal tersebut langsung bangkit dari tempat tidur.
Nia yang melihat kejadian tersebutpun menggelengkan kepalanya, Tidak menyangka Naiya bersikap seperti itu.
Aura yang lagi berbicara dengan pemilik toko tersebut tiba-tiba melihat pintu ruangan terbuka.
Yang masuk tidak lain Naiya. Naiya langsung menghampiri Aura.
“Aura kenaaa..” Tiba-tiba Aura menjentikkan jarinya di kening Naiya.
Naiya menyentuh jidatnya yang sakit.
“Kenapa bau mu, seperti ini.” Ucap Aura kepada Naiya.
Seketika itu Naiya langsung berlari keluar ruangan. Naiya lupa dia belum mandi setelah bangun tidurnya.
Pemilik toko menggelengkan kepalanya karena tidak nyangka dengan sifat cucunya.
“Pak tua, bisa minta sebuah kertas dan pena.” Aura menulis sesuatu, Pemilik toko tersebut antusias karena dia pikir suatu hal yang menguntungkan.
“Pak tua, Tolong siapkan bahan-bahan yang di kertas ini.” Aura memberikan kertas tersebut.
“Baik Tuan muda.” Jawab Pak tua tersebut kecewa karena apa yang diharapkannya tidak terjadi.
“Hahaha, Jangan masang wajah seperti itu pak tua.” Aura melempar sebuah kertas lainnya.
“Ini...” Pak tua tersebut terkejut sambil memandang wajah Aura.
“Kamu taukan pak tua itu pil apa.” Tanya Aura.
“Saya tau, ini Pil Teratai Biru dan Pil Harimau.” Pak tua itu tidak menyangka di tangannya ada resep pil yang sudah hilang.
“Masterku memberikan itu karena percaya kepadamu.” Pemilik toko tersebut tau maksud tersebut.
“Tuan mudah, Bagaimana dengan saham lima persen?” Pemilik toko berbicara dengan serius.
“Baiklah.” Aura sangat puas dengan hal tersebut.
Pemilik toko tersebut sangat bahagia, karena dengan pil ini keuntungan Assosiasi pasti akan naik.
Pemilik toko tersebut segera keluar dan langsung menyiapkan bahan-bahan yang di inginkan Aura.
Pil Teratai Biru berguna untuk menyembuhkan sebuah luka, sedangkan Pil Harimau dapat meningkatkan kekuatan selama satu jam saja.
Kedua Pil ini sangat berguna untuk para Pendekar.
Setelah sepuluh menit, Pemilik toko pun kembali masuk ke ruangannya, di ikuti sorang gadis kecil tidak lain Naiya.
“Tuan muda, ini barang yang kamu minta.” Pemilik toko tersebut membawa sebuah kantong.
“Terima kasih pak tua.” Aura pun memasukkan kantong ikut kedalam cincin penyimpanannya.
“Aura!! Kenapa kamu melanggar janjimu.” Naiya marah kepada Aura kerena tidak menepati janjinya.
“Ah.. Itu.” Aura mencari sebuah alasan. Niaya yang berniat ingin memukul Aura tiba-tiba menjadi berhenti.
“Maaf Naiya, Kemarin Aku sibuk dengan latihan ku.” Aura mengeluarkan sebuah kantong.
Aura memberikan kantong tersebut kepada Naiya.
“Apa ini.” Tanya Naiya dengan Antusias.
“Buka saja, Itu sebagai tanda permintaan maaf.” Nia membuka kantong tersebut.
“Terima kasih, Aura.” Nia sangat bahagia atas pemberian Aura.
“Tapi kamu harus menemaniku bermain.” Ucap Nia sambil memakai gelang tersebut.
“Tapi..” Sebelum Aura selesai bicara, tangan Aura ditarik oleh Niaya.
Mereka berdua keluar mengelilingi kota.
“Ah.. Ini seperti aku menjadi pengasuh anak.” Aura menghela nafas.
Tidak terasa waktu sudah waktu mulai sore. Mereka berdua kembali ke Assosiasi.
“Aku harus pulang.” Namun Naiya menarik baju.
“Bisa tidak lebih lama sedikit.” Naiya berbicara dengan muka sedih.
“Jika aku pulang terlalu sore, Aku akan kena marah ibuku.” Tiba-tiba perasaan Aura tidak enak.
“Yaudah, Aku yang ke rumah mu saja.” Naiya dengan antusiasnya.
“Ke rumahku?” Aura kaget dengan omongan Naiya.
“Tidak boleh?” Ucap Naiya memasang muka sedih. Aura tidak tega melihatnya dan pada akhirnya mengiyakan.
“Tapi kamu pergi minta ijin dulu kepada kakek mu.”
Naiya mengiyakan dan pergi ke tempat kakek nya.
Setelah lima menit Naiya dan pemilik toko menghampiri Aura. “Aura, ayo kita pergi.” Naiya sangat senang karena baru kali ini dia pergi keluar temannya.
Aura yang melihat Naiya hanya bisa menghela nafas yang panjang, Mereka berdua pun meninggalkan toko.
BERSAMBUNG>>>
Jozzzzzzzzzzz jozzzzzzzzzzz jozzzzzzzzzzz Gandozzzzzzzzzz Author 👍