NovelToon NovelToon
Penyihir Sampah Naik Level Jadi Archmage

Penyihir Sampah Naik Level Jadi Archmage

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Akademi Sihir
Popularitas:310
Nilai: 5
Nama Author: Benhard Ayub Simanjuntak

Aku dilahirkan tanpa mana. Dijuluki "Sampah Magic" dan dikeluarkan dari Akademi Sihir Kerajaan.

Saat hampir mati di hutan iblis, aku mendapatkan [Sistem Archmage].

Setiap mengalahkan monster = dapat skill sihir baru.
Api, Petir, Ruang, Waktu... semua sihir bisa kupelajari!

Sekarang, aku akan kembali ke akademi itu.
Dan membuat mereka semua berlutut di hadapanku!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Benhard Ayub Simanjuntak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Pertarungan Terakhir dan Pilihan Archmage

Bulan darah menggantung di langit.

Seluruh Kerajaan Luminar diliputi warna merah. Sawah mengering. Hewan melolong. Anak-anak menangis.

Ini bukan bulan biasa. Ini pertanda kiamat.

Di puncak Menara Hitam, angin sedingin es berputar membentuk pusaran.

Kael berdiri paling depan.

Baju zirah barunya retak-retak. Bekas luka di dada masih berdenyut.

Di tangan kanannya: Batu 7 Pecahan. Berdenyut seperti jantung.

Di tangan kirinya: Api hitam yang tidak pernah padam.

Di belakangnya, Luna dan Grom.

Luna: Jubah penyembuhnya sobek. Tongkatnya patah setengah. Tapi matanya tidak takut.

Grom: Satu matanya buta. Satu tanduknya patah. Tapi tombaknya masih berdiri tegak.

"Ini terakhir kalinya." Suara Kael serak. "Kalau aku tidak keluar... jangan ikuti aku."

"Tidak." Luna menggenggam tangan Kael. "Kita mulai bersama. Kita selesai bersama."

Grom mengangguk. "Grom tidak tinggalkan Tuan."

Kael menarik napas. "Baik."

_BRAK_

Mereka masuk ke Menara.

*Ruangan Altar - 00:00 Malam Bulan Darah*

Semuanya sudah berubah.

Lantai dipenuhi garis-garis rune merah. Mengalir seperti darah.

Langit-langit hilang. Diganti pusaran Gerbang raksasa. Dari dalamnya keluar suara jeritan ribuan orang.

Di tengah, di atas altar, berdiri dia.

Sang Tuan.

Tubuhnya telanjang. Tidak ada kulit. Hanya otot hitam dan urat merah yang berdenyut.

Di dadanya ada lubang besar. Di dalam lubang itu berputar 3 pecahan batu.

Di kepalanya, mahkota dari tulang.

"Selamat datang." Suaranya menggetarkan seluruh menara. "Anakku."

Kael maju 10 langkah. "Hentikan ini."

Sang Tuan tertawa. "Terlambat. Lihat."

Dia menunjuk ke 3 bola cahaya terakhir yang tersisa. Di dalamnya ada wajah-wajah warga desa yang terakhir.

"1 jam lagi. Gerbang terbuka sempurna. Dan aku akan pulang."

*Pertarungan Fase 1: Saling Bunuh [30 Menit]*

Tidak ada basa-basi lagi.

Kael melesat. Kecepatan Rank B.

[Skill: Nyala Archmage - Fase 4: Kiamat Merah]

Tinju Kael menghantam dada Sang Tuan.

_DUAR_

Dinding menara jebol.

Sang Tuan terpental 50 meter. Tapi dia tertawa di udara.

"LEMAH!"

Dia membalas dengan gelombang bayangan. Seluruh ruangan jadi lautan tinta hitam.

Luna membuat kubah cahaya. Melindungi Grom.

Grom menerjang masuk. Menjadi tameng hidup.

20 menit pertarungan.

Kael patah 4 tulang.

Sang Tuan kehilangan 1 lengan.

Tapi tidak ada yang tumbang.

"KENAPA KAU TIDAK TAKUT MATI?!" Raung Sang Tuan.

"Karena aku sudah mati sekali!" Bentak Kael. "10 tahun lalu!"

*Pertarungan Fase 2: Pengakuan [10 Menit]*

Sang Tuan tiba-tiba berhenti. Dia memegangi kepalanya.

"SAKIT... INGATAN ITU..."

Visi tiba-tiba muncul di kepala Kael. Dipaksa oleh Sang Tuan.

_100 tahun lalu.

Seorang pria berjubah putih menggendong bayi.

Bayi itu Kael.

Pria itu menangis. "Aku tidak mau jadi monster lagi. Aku mau jadi ayahmu."

Lalu pria itu menusukkan pisau ke jantungnya sendiri. Membelah jiwanya jadi 2._

Visi selesai.

Sang Tuan berlutut. "Aku... aku yang membunuh diriku sendiri... agar kau bisa hidup sebagai manusia..."

Kael terdiam.

"Berikan batu itu padaku." Bisik Sang Tuan. "Mari kita bersatu. Tidak ada lagi rasa sakit. Tidak ada lagi perpisahan."

*Pertarungan Fase 3: Pilihan [5 Menit Terakhir]*

Jam di langit: 00:55. 5 menit lagi Gerbang terbuka.

[Notifikasi Sistem DARURAT]

[PILIHAN TERAKHIR:

*HANCURKAN BATU* \= Segel Sang Tuan. Kael mati. Dunia selamat.

*BERIKAN BATU* \= Bersatu dengan Sang Tuan. Jadi Tuhan. Dunia "diselamatkan" dengan paksa.

*GUNAKAN BATU* \= Segel 100 tahun. Sang Tuan kembali lagi nanti.]

Kael menatap Luna. Air mata Luna jatuh.

Kael menatap Grom. Grom mengangguk pelan.

Kael tersenyum. Senyum pertama yang tulus dalam 10 tahun.

"Aku pilih nomor 4."

"Apa?" Sang Tuan bingung.

"Aku tidak mati. Dan aku tidak jadi kau."

Kael mengangkat Batu 7 Pecahan tinggi-tinggi.

[Skill Terlarang: Pemusnahan Jiwa + Pengorbanan Archmage]

[Efek: Membakar jiwa pengguna untuk memusnahkan musuh]

"Kael JANGAN!!!" Teriak Luna.

"Terima kasih... sudah jadi keluargaku..."

_FLASH_

Cahaya putih menyapu seluruh menara.

Cahaya itu menelan Sang Tuan. Menelan Gerbang. Menelan Kael.

_BOOOOM_

Menara Hitam runtuh.

*Epilog: 3 Hari Kemudian*

Reruntuhan. Abu. Keheningan.

Luna duduk di atas batu. Di pangkuannya ada guci kecil berisi abu.

Grom berdiri di belakang seperti patung.

Guild Master datang dengan 20 penyihir. "Kami tidak menemukan tubuhnya. Hanya ini."

Dia memberikan Lencana Rank B dan 1 pecahan batu. Pecahan ke-8.

"Dia menyelamatkan 2 juta orang." Kata Guild Master.

Luna tidak menjawab. Dia hanya menggenggam guci itu erat.

Tiba-tiba angin bertiup.

Abu di dalam guci berpendar. Naik ke udara.

Abu itu membentuk seekor burung api kecil. Burung itu menatap Luna 3 detik.

Seakan berkata: "Aku baik-baik saja."

Lalu burung itu terbang. Ke arah timur. Ke arah pegunungan.

Grom berbisik. "Tuan... hidup."

Luna mengangkat wajahnya. Air matanya jatuh. Tapi dia tersenyum.

"Dia pasti kembali."

*Scene Terakhir*

Di ujung timur Kerajaan. Di atas puncak gunung es.

Sebuah menara putih muncul dari tanah.

Di dalam menara itu, di dalam peti kristal, sesosok tubuh terbakar api putih.

Jantungnya berdetak sekali.

Dua.

Mata merah terbuka.

[Notifikasi Sistem]

[ARC 1: KEBANGKITAN ARCHMAGE SAMPAH - SELESAI]

[Kael: Status \= Reinkarnasi 1%]

[Musuh Baru: Dewan 12 Penyihir telah mendeteksi kebangkitan]

[ARC 2: PERANG ANTAR KERAJAAN - AKAN DIMULAI]

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!