Story One
Aldrich Keano Grissham adalah CEO sekaligus direktur perusahaan Keano Group , pewaris tunggal dari James Grissham dan Nathalie Smith. dia berwatak angkuh,arrogan,dingin,dan playboy tapi tampan. dia selalu dikelilingi wanita dan banyak wanita yang rela berakhir di ranjang bersamanya.
Hingga pertemuannya di cafe dengan seorang gadis yang bernama Clarissa Stefani. dia gadis pertama yang acuh dan cuek melihatnya , kalo gadis lain pasti mendatanginya dan memohon mohon padanya.
Aldrich yang baru pertama kali diabaikan seorang gadis diapun menatapnya tajam dan merasa tertarik dengan gadis itu.
"Gadis yang menarik".seringainya menatap gadis itu
"Akan kupastikan kamu jadi milikku".ucapnya penuh keyakinan.
Story kedua
Kisah cinta sang pewaris tahta Ciara dengan Rey
Story ke tiga
Kisah cinta Louis dengan Angela
Story ke empat
Kisah keluarga Johnstone dan keturunannya.
mau tau kelanjutan ceritanya ikutin terus ya dan jangan lupa masukin ke favorit ya. selamat mem
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayu andita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6.Posesifnya Sang CEO - 6 ( REVISI )
Happy Reading!
Setelah menggoda Clarissa , aldrich merebahkan dirinya di kasur king sizenya dan tertidur pulas.
Sementara Clarissa masih terjaga dan masih memandang langit malam melalui jendela kamarnya.setelah itu dia merebahkan tubuhnya di ranjangnya dan menuju alam mimpi.
💕💕
Esok hari Clarissa terbangun mendengar Alarm yang menunjukkan jam 07.30 dia bangkit dan berjalan menuju kamar mandi.setelah mandi dia berganti pakaian memakai kemeja dan rok.lalu merias wajahnya dan memakai lipgloss rasa strawbery pada bibirnya.setelah itu dia menuruni tangga menuju ruang makan.
"Pagi mom, pagi dad ," sapa Clarissa sambil mencium pipi mommy dan juga daddy-nya.
"Pagi sayang," balas mommy
"Pagi juga sayang," sahut Daddy
Abraham menuruni tangga dan bergabung dengan lainnya di ruang makan.
"Pagi semuanya," sapa Abraham
"Pagi nak. " sahut mommy
lalu mereka sarapan bersama dan hanya suara dentingan sendok yang mendampinginya.lalu Abraham dan Clarissa berpamitan pada mommy dan daddy mereka.
"Semuanya aku berangkat dulu ya. " pamit Rissa.
"Bareng kakakmu aja rissa. " usul mommy
"Enggak mom, aku naik taxi aja," Tolak Clarissa halus lalu mengambil tasnya dan meninggalkan ruang makan.
Abraham hanya menghela nafas kasar melihat kepergian adiknya.dia dan adiknya sama sama keras kepala dan sama sama tidak mau mengalah.Setelah itu dia menatap mommy daddynya dan berpamitan untuk pergi kekantor.
"Mom, Dad aku berangkat dulu ya,"ucap Abraham sambil tersenyum
"Iya hati hati nak, kamu harus sabar menghadapi adikmu yang keras kepala ," ucap mommy menasehati putra sulungnya
"Benar kata mommymu son," sahut daddy membenarkan ucapan sang istri
"Baiklah. " jawab Abraham singkat
lalu Abraham berjalan keluar dan memasuki mobilnya dan menuju ke perusahaan CS group.
sementara daddy dan mommy saling berpandangan.
"Kenapa Clarissa harus jutek dan cuek terhadap laki laki kalo gak ada laki laki yang mendekatinya gimana dad," keluh mommy
"Sudahlah mom mungkin Clarissa bersikap seperti itu ingin membentengi dirinya supaya tidak termakan omongan laki laki dan risaa tidak ingin merasakan patah hati sahut Daddy menasehati sang istri agar jangan khawatir pada putri mereka.
"Kamu bener dad aku tidak mau putri kita sakit hati hanya karena laki laki," jawab Mommy membenarkan omongan sang suami
lalu mereka saling berpelukan dan mereka pun duduk menuju ruang tamu.
Clarissa sudah tiba di Kantor CS group dan dia berjalan menuju ruangannya.dia berpapasan dengan Rina yang menatapnya sinis.Clarissa mengabaikannya dan masuk ke ruangan nya.rina merasa emosi karena Clarissa mengabaikannya.
"Dasa wanita j****** ," maki Rina
di ruangan nya Clarissa jengkel dengan Rina yang menatap nya dengan tatapan sinis.
"Dasar wanita rendahan kalo kamu tau siapa aku sebenarnya kamu tidak akan berani menatapku sinis dan mengataiku jalang. " gerutu Clarissa
setelah itu Clarissa melanjutkan pekerjaannya dan fokus pada komputernya dan membuang pikiran tentang Rina yang membuatnya pusing.
jam makan siang pun tiba, Clarissa bersiap untuk pergi makan siang dikantin.drrtt...drtt ponselnya berdering lalu dia membuka pesan itu.
"Hai sayang aku merindukanmu," tulis Aldrich dengan emoticon love
"Ck pria ini selalu menggangguku emangnya dia gak punya kerjaan apa," gerutu Clarissa dan mengabaikan pesan itu tanpa membalasnya
lalu dia melanjutkan makan siangnya tanpa membalas pesan yang masuk dari hapenya yang sedari tadi menyala terus.dia merasa hari ini hari yang menjengkelkan menurut Clarissa dan membuat moodnya buruk.setelah membayar makanannya dia kembali ke kantor dan disana karyawan dikumpulkan oleh Abraham.
"Baiklah saya disini mau mengatakan kalo Clarissa Stephani yang akan menjadi wakilku di perusahaan mulai saat ini dan nanti jam 1 menemui wakil dari Keano group," ucap Abraham tegas
Para karyawan pun berbisik bisik membicarakan Clarissa dan menatapnya apalagi Rina yang makin membencinya juga memandangnya sinis.Clarissa merasa kesal dan tidak nyaman dengan tatapan mereka.
"Keputusanku sudah final dan tidak bisa dibantah. " ucap Abraham menatap mereka tajam
"Kenapa anda memilih Clarissa pak apa dia menggoda anda dengan tubuhnya," balas Rina memandang sinis Clarissa dan menatap Abraham dengan tatapan tak terima
Abraham yang mendengar ucapan Rina yang mengatai adiknya merasa geram dan emosinya memuncak.
"Mulai saat ini kamu saya pecat," ucap abraham emosi
"Kenapa anda memecat saya hanya karena membela wanita jalang ini," jawab Rina sambil menunjuk Clarissa
"Cukup rina, dia Adik saya makanya saya membelanya," balas Abraham dengan amarah memuncak
Rina yang mendengarnya syok dan kaget begitu juga karyawan lain yang kaget sekaligus takut.lalu abraham menyuruh securiti menyeretnya keluar.Abraham memandang karyawan lain dengan tajam dan membubarkan mereka semua.
"Kamu gak papa kan Ris," tanya Abraham
"Gak papa kak," balasnya
"Oh ya nanti jangan lupa jam 01.00 siang kamu bertemu dengan direktur Keano Group direstauran," tegur Kak Abraham dengan tegas.
Clarissa hanya pasrah dan menganggukkan kepalanya mendengar perintah sang kakak.
"Iya pak boss," ucapnya
Abraham tersenyum lalu kembali ke ruangannya begitu juga dengan Clarissa. didalam ruangannya dia menyiapkan berkas berkas yang akan dia bawa nanti ke resatauran.
"Masih jam 11 masih satu jam lagi pertemuan nanti. " ujarnya sambil melirik jam tangannya
Setelah menyiapkan berkas, dia menyenderkan kepalanya di kursi sambil memijit pelipisnya. Dia merasa lelah dan butuh liburan, sepertinya dia akan minta izin orang tua juga kakaknya untuk berlibur. Clarissa menarik nafas dalam dalam, lalu menghembuskan nafas pelan. Tak di sangka seseorang hanya menilai orang lain dari penampilan mereka tanpa tahu siapa sebenarnya orang yang dia hina.
"Kalau sudah begini, aku tidak bisa mandiri. Aku masih bergantung sama orang tua dan kak Abraham. " desahnya.
"Ini semua gara gara si Rina itu, terpaksa membuka identitasnya. " makinya dengan raut jengkel
bersambung