Karena permintaan Dari ke dua orang tuanya, Marcel terpaksa menikahi perempuan yang bahkan belum dikenalnya sama sekali. sedangkan Syifa hanya menurut saja apa permintaan dari omanya untuk menikah. lantaran setelah kepergian dari kedua orang tuanya, hanya oma haidah lah satu-satunya keluarganya.
Marcel.
Kita lihat saja nanti, setelah menikah? aku akan buat hari-harimu seperti di neraka, dan kau sendiri. yang akan minta berpisah dariku. sehingga aku akan bebas dari belenggu pernikahan palsu ini.
Syifa
perasaan apa ini, akankah pria! yang akan kunikahi nanti bakal mencintaiku dengan sepenuh hati atau malah sebaliknya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sari Fernita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6
Hari mulai pagi dan cahaya matahari pun masuk di sel-sela jendela kamar Roy. namun mereka bertiga masih tertidur dengan nyenyaknya. hingga akhirnya Bunyi dering ponsel Marcell yang membangunkannya.
Marcell mengerjap dan mencoba meraih ponselnya setelah itu langsung mengangkat tanpa melihat siapa yang menelfonnya.
" Halo." ucap Marcell dengan suara serak khas orang bangun tidur.
" Kenapa lama sekali kamu angkat telfon dari mamah Cell??? mamah lelah. sekarang juga cepatt?? jemput mamah di bandara." teriak Raisa.
Mendengar Teriakan nyaring dari ibunya. refleks ia menjauhkan ponselnya dari telinganya.
" mamah kenapa datang tiba-tiba." tanya Marcell.
" kamu tidak senang mamah pulang ke jakarta." emosi Raisa memuncak mendengar pertanyaan konyol dari putranya.
" bukannya begitu mah? aku malah senang mama pulang. tapi Marcell hanya terkejut karena biasanya juga mamah setahun sekali baru balik lagi ke jakarta." ujar Marcel dengan lembut.
" pernikahanmu sebentar lagi? jelas mama harus datang dong." balas Raisa.
Mendengar kata pernikahan membuat Marcell berdecak kesall.
" iya mah"? tunggu? Marcell akan segera berangkat ke bandara Menjemput Mamah.
Sejak perceraian Jordan dan Raisa. mereka sama-sama merintis usaha sendiri. Jordan mengurus beberapa cabang perusahaan di jakarta. sedangkan Raisa Mengurus perusahaannya di London, oleh karena itulah ia jarang pulang ke jakarta. sejak itulah Marcell tidak lagi tinggal bersama ayah ataupun ibunya. makanya kini ia memilih tinggal di Apartemennya sendiri.
Sebagai putera satu-satunya dari mereka ia bebas memilih dengan siapa ia akan tinggal nanti. Namun karena Marcell lebih memilih tinggal sendiri, terpaksa Jordan menurutinya dan memberikan Apartemen untuk Marcell tinggali.
" Roy gue pinjam mobilmu? buat jemput mamah di bandara." mohon Marcell.
" Tante Raisa di jakarta sekarang." terkejut Roy.
" iya Roy? sekarang gue harus cepat pergi. kalau terlambat habislah gue, elo tau sendiri kan mamah bagaimana." ujar Marcell.
" ini kunci mobil??cepat gih sekarang elo jemput tante di bandara." ujar Roy sembari melempar kunci mobilnya kepada Marcell.
Setelah 30 menit perjalanan Akhirnya Marcell sampai di bandara dan benar sajah dari jauh tampak Raisa berdiri sambil melipat tangan. tentu sajah dengan raut wajah yang tidak bisa di tebak. tatapan ibunya membuatnya bergidik ngeri. dengan sigap Marcell melangkah kearah Raisa untuk membantunya membawa koper. agar tidak membuat kesalahan ia tidak berbicara sepatah katapun. takut memancing emosi ibunya.
Saat di dalam mobil tidak ada yang memulai pembicaraan. hingga akhirnya raisa memulai pembicaraan lebih dulu.
" cell?? apa kau sudah tidak ada hubungan lagi dengan Hana." tanya Raisa.
Marcell tersentak akan pertanyaan Raisa. ia bingung harus menjawab apa? sampai sekarang ia belum memutuskan Hana dan tidak akan pernah melakukan Hal itu.
" kenapa mamah tanyakan itu." tanya Marcell kembali sembari terus fokus menyetir.
" mamah ingin memastikan saja bahwa kau harus benar-benar meninggalkan wanita itu. Dia tidak pantas untukmu. dan ketahuilah Mama sangat senang Akhirnya kau akan menikah dengan putri sahabat mamah." ucap Raisa dengan senyum sumringah.
Sedangkan Marcell merasa kesall. tidak habis pikir mengapa bisa orang tuanya sangat menyukai wanita yang bahkan sangat ia benci.
" tapi Marcell gak cinta sama Syifa Mah. Marcell cintanya sama Hana." sanggah Marcell.
" Hana...Hana...dan Hana lagi? mamah tidak habis pikir padamu Marcell. apa yang kamu sukai dari wanita itu. keluarganya tidak jelas, dan dengan bangganya wanita itu memakai pakaian minim memamerkan tubuhnya di depan banyak orang, berpelukan, dan mama yakin pasti diluar sana ia berselingkuh di belakangmu. apa sedikitpun tidak ada rasa sakit hati melihat kekasihmu melakukan hal itu.
" sungguh hal itu sangat menyakitkan mah? tapi mau bagaimana lagi, model adalah pekerjaannya dan Hana menyukainya, jadi marcell bisa apa selain menurutinya. dan Marcell percaya sama Hana mah? Hana tidak akan mungkin berselingkuh di belakangku."
" Terserah kamu percaya atau tidak.pokoknya mamah tidak suka kalau kamu masih berhubungan dengan wanita itu. ingat Marcell kau akan menikah sebentar lagi, jadi setelah kamu menikah kamu harus biasakan untuk mencintai istrimu kelak." Perintah Raisa.
" Terserah??." ucap Marcell dengan emosi.
**********
Oma Haida menyuruh Syifa untuk segera bersiap. karena sebentar lagi mereka akan berangkat ke butik untuk melakukan fiting baju. dan tidak lupa juga Oma Haida memberitahu Syifa untuk lekas menghubungi Marcell agar tiba di butik tepat waktu.
" Sayang cepat habiskan sarapanmu dan Segeralah bersiap? sebentar lagi kita berangkat. dan jangan lupa hubungi Marcell agar tiba di butik dam 10." ujar Oma haida sambil mengoles roti dengan selai.
" iya Oma?." balas Syifa.
Setelah menghabiskan sarapannya Syifa beranjak dari meja makan dan melangkah menuju kamarnya untuk bersiap-siap.
Setelah sampai dikamarnya ia lebih dulu meraih ponselnya untuk menghubungi Marcell. ia sebenarnya merasa malas jika harus menghubungi Marcell, tapi karena ini perintah dari Omanya, maka ia harus lakukan.
" Ada apa kau menelfonku." ucap Marcell dengan ketus.
" Sumpah nih Cowo kasar bener? sabar...sabar..?orang sabar di sayang tuhan." gumam Syifa dalam hati.
" jangan lupa nanti jam 10 kau harus datang tepat waktu di butik. kita akan melakukan fiting baju." ujar Syifa.
" kamu sendiri saja? gue lagi malas." ucap Marcell setelah itu ia mematikan telfonnya.
" kurangajar? seenaknya sajah mematikan telfon dariku. apa yang harus aku katakan pada oma kalau Marcell tidak ingin melakukan fiting baju. yaampun Marcell kau membuatku dalam masalah." geram Syifa.
Setelah selesai bersiap Syifa menghampiri Omanya yang sedari tadi menunggunya di ruang tamu.
" sayang?? kau sudah menghubungi Marcell kan." tanya Oma Haida memastikan.
Syifa Tersentak dan bingung harus menjawab apa. kalau ia katakan yang sebenarnya, takut Omanya akan merasa kecewa.
" e....ehh??? iya oma. Aku sudah hubungin dia. dia akan datang Oma." Ujar Syifa gelagapan terpaksa berbohong.
" Baguslah kalau begitu? sekarang ayo kita berangkat." ajak Oma Haida.
" iya Oma." balas Syifa.
Setelah mereka semua masuk kedalam mobil. mobil pun melaju meninggalkan pekarangan rumah Keluarga Carless Shwab dan bergegas menuju Butik.
Bersambung...