Cantik tapi licik itulah julukan untuk Araina Jordan. Perempuan yang serba bisa dan paling menyebalkan bagi keluarga dan teman-temannya.
Araina yang tidak terima di jodohkan oleh keluarganya memilih kabur dari rumah...., sayangnya nasib tidak mendukungnya.
Bukannya bahagia, Ia malah mengalami kecelakaan setelah kabur dari rumahnya.
Tapi.....
Bukannya mati Araina malah masuk ke tubuh orang lain!
"Sialan! Kenapa jadi seperti ini!" ucapnya begitu frustasi.
Jiwa Araina malah bertransmigrasi ke tubuh Freya Anastasia Smith..., gadis cantik lemah lembut yang selalu dilindungi oleh dua keluarga besarnya.
"Tidak masalah yang penting masih kaya" gumam Araina.
Namun semuanya berubah ketika satu persatu ingatan Freya mulai masuk ke kepala Araina.
Pusing? Muak?
Araina baru menyadari ternyata ia bertransmigrasi ke dalam sebuah novel dimana ia hanya adik sepupu dari protagonis pria.
Mati? Tentu saja! Freya hanya seorang figuran....
(Apa yang akan dilakukan Araina selanjutnya? Yaaa rahasiaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Klarina_za29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dibalik Topeng Kepolosan!
Sampai di kantin mereka langsung duduk di meja yang kosong sambil memilih-milih makanan yang akan mereka pesan. Setelah selesai, Freya mengangkat tangannya bermaksud memanggil pelayan, namun ia tersentak kaget karna mendengar teriakan yang menyebutkan namanya.
"FREYA!"
Semua orang di kantin menatap ke arah pintu masuk. Melihat Sergio dengan wajah emosinya membuat semua orang menatap ke arah Freya. Sepertinya mereka tau apa yang akan terjadi nantinya.
Begitupun dengan Raya dengan wajah yang begitu khawatir, ia menggenggam tangan Freya. Ia takut Sergio akan kembali melukai Freya sama seperti sebelumnya.
Freya dengan wajah polosnya menatap ke arah Sergio dengan raut bertanya yang membuat teman-teman Sergio merasa ingin menyembunyikan Freya dari amukan Sergio.
Namun mereka tidak tau saja, di dalam hati Freya sudah berteriak kegirangan tidak sabar menunggu hal ini.
"Kak..., lupakan saja aku yakin Freya tidak melakukannya" bujuk Airin dengan lirih.
Sergio menatap Airin dengan raut khawatirnya, "Kamu tidak boleh membiarkannya lagi Airin. Lihat kan kamu sampai terluka lagi karna perbuatannya" ujarnya menunjuk bekas tamparan di wajah Airin.
Freya yang mendengar ucapan Sergio langsung melongo seketika, Heii apa barusan dia difitnah lagi? Apa di sekolah ini tidak ada manusia yang pintar? Pikirnya.
Sergio mengelus rambut Airin sebentar kemudian menatap tajam ke arah Freya. Ia ingin memarahi Freya namun seketika terhenti melihat wajah polos Freya.
"Kak..." panggil Airin sengaja karna tidak suka melihat Sergio menatap intens Freya.
Sergio mengepalkan tangannya ia harus menghukum Freya agar berhenti mencelakai Airin pikirnya.
"Freya. Kamu tau kan apa salahmu?" tanya nya dengan nada dingin.
Freya dengan polos menggelengkan kepalanya, "Aku tidak melakukan apa pun kak" jawabnya.
Sergio mengerutkan dahinya, "Bisakah sekali saja kamu berhenti berbohong Freya? Kamu sudah berkali-kali mencelakai Airin. Bahkan hari ini kamu menampar Airin!" ujarnya tidak habis pikir.
"A-aku tidak melakukan nya kak...., bisakah kamu percaya padaku..." lirih Freya dengan air mata yang sudah mulai tumpah ke pipinya. 'Akhhh sial....., keren juga akting gue' batinnya.
Sergio tidak suka melihat Freya menangis, tapi ia tidak ingin melihat Airin selalu di celakai Freya karna dirinya.
Bastian yang berdiri di belakang Sergio menepuk pelan bahunya, "Gio, Freya tidak mungkin melakukan hal itu. Bagaimana kalau kita lihat cctv" ujarnya ingin mencari tau kebenarannya.
"Percuma saja kita ke sana, palingan rekamannya sudah di hapus lagi. Kalian lupa Freya siapa" sindir teman satunya.
Airin dibalik tubuh Sergio tersenyum miring. Ia tidak akan membiarkan citranya menjadi buruk di depan semua orang. Hanya Freya yang boleh menderita di sini pikirnya.
Sedangkan Freya menatap Bastian dengan senyum tipisnya, masih ada yang pintar di antara mereka pujinya.
"Minta maaf!" ujar Sergio yang membuat semua orang kembali menatap ke arah Freya. "Aku akan mempertimbangkan perasaan mu jika kau meminta maaf pada Airin" sambungnya.
'Dih, ogah' batin Freya menolak keras hal itu. Lebih baik ia menguras air laut dari pada meminta maaf pada bocah sialan itu. Sayangnya hal ini tidak bisa ia utarakan langsung di depan mereka. Apalagi image nya Freya yang lemah lembut dan polos tidak akan mengatakan hal gila seperti itu.
"Freya.." ujar Sergio dengan nada peringatannya.
Freya mengalihkan pandangannya yang membuat semua orang merasa iba padanya. Walaupun mereka tidak menyukai kelakuan Freya tapi mereka juga kasihan melihat Freya.
'Sudah waktunya' batinnya menyeringai setalah melihat jam di dinding. Setelahnya...
Freya menatap sedih ke arah Sergio, "Maaf kak..., Aku tidak akan melakukannya. Aku tidak bersalah...., terserah kakak mau percaya atau tidak padaku. Mulai hari ini kak Sergio tenang saja..., Aku tidak akan lagi mengganggu kehidupan kalian berdua" jelasnya dengan sesekali menghapus air matanya.
"Dan untuk kamu. Aku tidak tau kenapa kamu selalu memfitnah ku. Tapi aku selalu percaya...., kebohongan mu pasti akan terbongkar juga di akhir nanti" ujar Freya menatap Airin.
"Aku harap kita tidak pernah bertemu lagi kak...." tambah Freya menatap Sergio sebelum akhirnya menggenggam tangan Raya kemudian menariknya pergi dari sana.
Deg...
Hati Sergio rasanya begitu sakit mendengar ucapan Freya. Bahkan ia masih terdiam mencoba memahami perkataan Freya.
"Kak Sergio..." panggil Airin dengan sedih. Ia sangat senang mendengar Freya akan melepaskan Sergio untuknya, namun ia harus membuat Sergio membenci Freya agar Sergio bisa fokus ke padanya.
Sergio memijit kepalanya sebentar, "Kita kembali ke kelas. Aku akan bicara lagi pada Freya agar meminta maaf padamu dengan benar" ucapnya merasa bersalah pada Airin.
Bastian hanya diam menatap temannya itu, ia yakin Sergio akan menyesal karna selalu membuat Freya sedih dan mengecewakannya.
"Ya kak..." ujar Airin dengan lembut.
Baru mereka berjalan ke arah pintu Airin meminta waktu sebentar karna ingin berbicara dengan temannya. Di waktu yang bersamaan tiba-tiba saja ponsel mereka berdering. Karna penasaran mereka membuka ponselnya.
Mereka membuka akun sekolah dan melihat beberapa video dan foto yang dikirim di sana. Mereka cukup penasaran karna judulnya "Dibalik Topeng Kepolosan"
Mata Bastian melotot melihat rekaman video itu, ia segera mengalihkan pandangannya pada Sergio yang masih berada di samping Airin menunggu perempuan itu berbicara dengan temannya.
"Bas, sumpah Airin benar-benar melakukan ini?" ujar temannya tidak percaya.
Bastian menoleh ke arah temannya, "Lihat sendiri videonya kan? Apalagi yang mau kau pertanyakan?" sindirnya yang membuat teman-temannya itu terdiam.
"Wah apa ini, Airin beneran pemain ternyata..."
"Kau benar, lihat wajah sok polosnya"
"Kasihan sekali Freya di fitnah jalang itu.." sindir yang lainnya.
"Sekarang baru kau bilang jalang? kemarin kemana aja heh.."
"Airin hebat banget menipu orang, bahkan Sergio saja ke tipu..."
"Coba lihat ke sana, Sergio bahkan belum tau apa yang terjadi"
Suara bisik-bisik mereka semakin terdengar keras ketika akun sekolah mengirimkan video terbaru dimana Airin menampar dirinya sendiri pagi tadi.
Airin yang merasa ditatap menatap aneh ke para siswa di sana. Ia sedikit mendengar nama nya disebut, tapi ia tidak mendengar semuanya. Ia menghampiri Sergio yang duduk santai menantinya.
"Kak, Apa terjadi sesuatu? Kenapa semua orang menatap ke arah ku?" tanya nya yang sudah berada di samping Sergio.
Sergio juga tidak paham apa yang terjadi, ia menatap ke arah temannya meminta penjelasan namun mereka malah memandang ke arah lain.
Bastian yang sudah muak, "Lihat tu" ujarnya menatap Tv di kantin. Ntah siapa yang menyambungkan video tadi ke Tv, tapi ia tidak peduli.
Sergio mengalihkan pandangannya melihat apa yang ditunjuk oleh Bastian. Ketika video itu terputar wajah Airin memucat seketika.
"Ti-tidak itu bukan aku..., Video itu palsu..., yaa itu palsu" tunjuknya ke arah tv tersebut.
Airin menatap ke semua orang berusaha agar tetap tenang, tapi ucapan-ucapan mereka membuatnya samakin panik. Airin menatap ke arah Sergio yang hanya diam menatap video rekaman itu, takut Sergio tidak mempercayainya Airin dengan cepat mendekatinya.
"Kak.., percaya padaku. Video tu palsu. Aku yakin itu semua ulah Freya, pasti dia sangat membenciku sampai melakukan ini..." lirihnya memegang tangan Sergio.
Salah satu siswa di kantin itu berdiri, "Airin sampai kapan kamu mau memfitnah Freya? Aku sudah mengirimkan Video itu ke pihak IT. Kau tau semua video dan foto itu asli" ujarnya penuh sindiran dan membuat semua orang semakin heboh.
~ To Be Continue
.